Indonesia
NovelToon NovelToon
My Cousin Perfect

My Cousin Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septi

Sayangnya mereka sepupu, jadi perasaan yang muncul harus dipendam dan berusaha untuk menghilangkan. Walaupun sangatlah sulit bagi Liam untuk melupakan sepupunya yang memang telah di hatinya sejak dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Kelulusan

Semua mengalir begitu saja, Violet melupakan kalau Liam berniat melanjutkan sekolahnya ke luar negeri. Karena dia yakin kalau kakaknya itu akan menuruti apa permintaan dia. Yang menginginkan Liam untuk tetap berada disisinya.

Hari ini kelas tiga ada acara wisuda kelulusan. Dan Violet ikut menghadirinya untuk melihat bagaimana kakak sepupunya itu akan mendapatkan penghargaan siswa terpintar.

Tapi saat berada di tempat duduk banyak yang membicarakan soal Liam yang merupakan salah satu siswa yang akan kuliah ke luar negeri.

Hati Violet sedih mendengarnya apalagi ketika ayahnya Liam juga mengiyakan pertanyaan itu. Beberapa guru dan wali murid memberikan selamat pada Liam dan ayahnya.

"Kenapa mereka masih membahas kuliah abang ke luar negeri? bukankah abang sudah menolaknya? " Tanya Violet pada Liam setelah mereka hanya berdua.

Liam hanya diam, dalam hatinya ia sebenarnya ingin pergi ke luar negeri. Tapi mengingat adiknya ini tidak setuju makanya dia urungkan.

"Kan mereka belum tahu keputusan abang, masa harus menjelaskan satu persatu? "

"Kenapa tidak? " Violet emosi.

"Yang penting kan aku nggak jadi pergi Dek, sudahlah jangan ngambek. " bujuk Liam tidak mau melihat Violet marah.

Lalu suara MC menggema dan menyuruh Liam untuk memberikan pidato sedikit sebagai siswa teladan.

Liam maju ke podium untuk memberikan pidatonya. Dia berusaha untuk tenang dan tidak gugup.

"Selamat pada Liam Dirgantara Kusuma atas nilai yang sempurna. Semoga meraih kesuksesan setelah lulus nanti. " Kepala sekolah memberinya selamat dan memberikan Piagam penghargaan pada Liam.

Liam menerimanya dengan senang dan tersenyum bangga akan dirinya sendiri. Tapi masih menunjukkan rendah hati, tidak sombong. Begitu pula di kursi pengunjung Handoko, Lina dan Violet juga bangga akan Liam.

"Baik, Terimakasih untuk Tuhan Yang Maha Esa. Terimakasih untuk guru-guru kami yang telah memberikan ilmunya pada kami semua. Terimakasih untuk bapak kepala sekolah Terimakasih untuk Ayah dan Bunda juga adik saya tersayang. Dan untuk teman-teman semuanya terimakasih juga. Tanpa kalian mungkin sekolah tidak akan asik. " Pidato Liam santai dan penuh makna.

Semuanya tepuk tangan.

"Baik,mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. " Liam tidak mau panjang lebar dia akan mengakhiri pidato nya.

Namun MC malah mengajukan pertanyaan. "Maaf, Liam bagaimana rencana kamu setelah ini? Mau lanjut kuliah dimana? Kami dengar Liam telah diterima dibeberapa perguruan tinggi luar negeri dan dalam negeri. "

"Untuk rencana ke depan saya serahkan pada Tuhan. Saya akan kuliah di dalam negeri saja karena saya tidak ingin jauh dari keluarga dan teman-teman sekalian. " Ucap Liam sambil matanya menatap Violet agar dia puas.

"Wahh berarti melewatkan begitu saja kesempatan ke luar negeri dong. Padahal itu adalah impian bagi sebagian siswa di sini. " Imbuh MC tersebut menyayangkan.

Banyak juga yang terkejut, termasuk Handoko dan Lina. Karena memang anaknya itu belum pernah membicarakan dengan mereka soal keputusan ini.

"Perguruan tinggi dalam negeri menurut saya juga tidak kalah bagusnya. Lagipula dimanapun kita belajar tergantung diri kita sendiri. Bukan tergantung dengan kampus mana kita belajar. " jawaban Liam membuat semuanya tepuk tangan.

🌿

"Jadi kamu memilih di dalam negeri saja ternyata? " Tanya Handoko ketika mereka akan pulang.

"Benar ayah, tidak masalah kan? " jawab Liam pasti. Sebenarnya rada takut, mengingat ayahnya juga menginginkan dia kuliah di luar negeri.

"Bunda senang dengan keputusan kamu Liam. " Bunda setuju ternyata. Karena memang tidak ingin jauh dari anaknya.

Violet tersenyum terus ketika mendapatkan kepastian dari Liam. Dia merasakan kalau laki-laki ini benar mencintainya hingga tidak mau berpisah dengannya.

"Sebentar lagi abang Halim dan abang Hakam ke sini, habis itu kita poto bersama. " Ucap Bunda Lina memegang handphonenya mendapatkan kabar dari kedua anaknya itu.

Ketika semuanya telah berkumpul mereka lalu berfoto bersama.

"Sebenarnya males banget, baru juga wisuda SMA kenapa harus foto satu keluarga. " Gerutu Hakam saat tiba.

"Duh anak ini, sejak wisuda TK juga kita selalu foto bersama. " Lina mengingatkan akan hal itu.

Mereka memang selalu harmonis. Selalu menyempatkan untuk foto keluarga saat ada anaknya yang lulus sekolah.

"Gue dengar lo nggak jadi ke luar negeri? Bego banget lo Am! " Hakam mengatai adiknya itu.

Dia ini sebenarnya memang dulu ingin sekali kuliah ke luar negeri tapi nilainya tidak memenuhi. Bisa sih kalau jalur reguler biaya sendiri full. Tapi mereka walaupun kaya tetap menganjurkan anak-anaknya untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi kalau mau ke luar negeri kuliahnya. Karena akan jauh dari rumah dan membutuhkan biaya hidup cukup banyak di sana. Jadi kalau tidak bisa mendapatkan beasiswa ya kuliah di dalam negeri saja.

Liam hanya mengangkat bahunya tidak mau menanggapi lebih jauh.

"Lo punya cewek ya disini? " Tebak Hakam.

"Enggak! " sentak Liam.

"Ngaku lo!. Kalau sedang kasmaran tuh memang bawaannya nggak mau pisah. Bahkan berpikir bodoh kek elo gini. Ingat bro, pacaran tuh bisa dari jarak jauh. Jaman sudah canggih sekarang. Kalau lo takut kangen dan nggak bisa nyentuh ya selingkuh aja kan beres. " Kata Hakam yang membuat Lina memukul pelan anak keduanya ini. Yang mengajari adiknya tidak baik.

"Gila lo ya, yang bagian akhir itu gue nggak mau. " tanggapan Liam.

Kemudian mereka pergi ke restoran untuk makan bersama.

Tapi Hakam masih penasaran dengan Liam yang menyia-nyiakan kesempatan emas itu.

"C*k berarti beneran lo punya cewek? lo berat ninggalin dia gitu? wah parah lo. Kalau ketahuan ayah sama bunda lo nggak jadi kuliah ke luar negeri gara-gara cewek bisa habis lo sama mereka. Apalagi lo nggak ngenalin cewek lo ke mereka. " bisik Hakam ketika mereka berdua berjalan paling belakang. Sedangkan yang lain di depan mereka lebih jauh.

"Ya kalau mulut lo nggak ember gue bakalan tetap hidup. " balas Liam.

"Sayang nya mulut gue nggak bisa dipercaya gimana dong. " Ledek Hakam, dengan menggoda adiknya itu berjalan cepat agar bisa segera sampai mendekati kedua orang tuanya.

"Anji*g lo. " bentak Liam.

"Otak lo pintar tapi mulut lo nggak disekolahkan ya? abang sendiri lo katain terus. " Hakam mode ceramah. Apalagi semuanya mendengar umpatan Liam. Karena mereka telah menemukan tempat duduk.

"Ya soalnya abangnya modelan ke elo! . " sinis Liam menyusul mereka yang tengah duduk.

"Bansat lo! " umpat Hakam juga ikut duduk.

Lina melototi kakak beradik ini yang selalu ribut. Padahal ada ditempat umum.

"Hakam! Liam! kalau ribut nggak usah makan disini! " Sentak Lina.

Sedangkan Violet yang juga tidak heran lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kalau Handoko dan Halim tidak menanggapi mereka, terus santai seperti tidak terjadi apapun. Karena sudah biasa dan masa bodo.

"Maaf Bunda. " Hakam dan Liam secara bersamaan mengucapkan itu.

1
Riaaimutt
liam... tau lah,,
kalo wanita yg lagi emosi bilang pergi itu artinya jangan pergi
kalo bilang baik artinya tidak baik
Riaaimutt
hadeuh pusing bang..
Riaaimutt
makin parah aja nih...
Riaaimutt
kasian ya, liolet ...

sama2 harus menahan rasa. nyesek jadinya..

ini tu rasanya mirip kaya marahan ama suami,, sebenarnya kangen rindu tp gengsi kalo mau minta baikan duluan ya kan..
Riaaimutt
wak kaji emang beda
Sept: 😀 biar ada hiburan tujuannya
total 1 replies
Riaaimutt
jd uda ada niata meng halal kan nieh..
Sept: 😀niat aja
total 1 replies
Riaaimutt
kaka ade yg selalu ribut itu justru saling menyayangi...
Riaaimutt
orang tua mereka ini saudara tiri ya..
atau q yg salah baca di awal
Riaaimutt: nah itu lebih aman lg. cuss
total 2 replies
Teddy Aktadi
Luar biasa
Riaaimutt
lahh...🤣🤣
Riaaimutt
menurut ku boleh kok menikah dgn sepupu. sepupu itu kan sudah beda ayah bunda nya,, jd ya sah sah saja. walaupun ada sebagian adat/tradisi melarang.
( saya pernah mendengar seperti ini: td nya sodara (sepupu) abis nikah bermasalah, bercerai malah jd musuhan. sedangkan kl nikah nya sama orang lain kan apabila bercerai ya balik jadi orang lain lagi.. gak rugi.
tp apakah pernikahan melulu harus memikirkan perceraian. harusnya kan mikir gimana biar bahagia, langgeng, barokah rumah tangga nya)
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 2 replies
Riaaimutt
saking tampan nya sampe di kira malaikat 😂😂
Riaaimutt
hadir 🙋‍♀️
Sept: Terimakasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!