Indonesia
NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Ceo

Jerat Cinta Sang Ceo

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Office Romance / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:615.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Niat hati ingin merayakan ulangtahun bersama kekasihnya yang baru kembali dari luar negeri, Alice malah memergokinya sedang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Alice yang kecewa memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan berniat balas dendam pada kekasihnya itu.

Tanpa sengaja, Alice dipertemukan dengan Arthur CEO di tempat kerjanya yang baru yang ternyata adalah sepupu jauhnya.

Alice terpaksa meminta bantuan Arthur dengan satu syarat, Alice harus mau menjadi wanitanya.

Akankah Alice menyetujui permintaan gila Arthur demi membalas dendam pada mantan kekasihnya? Ataukah malah terjerat dengan pesona Arthur?

Usahakan jangan nabung bab ya... terima kasih...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 33

Bunyi tembakan ke udara menandakan dimulainya balapan. Mobil-mobil sudah berbaris di garis start, mesinnya menderu, siap melesat.

“Bromm! Bromm!”

Pengemudi bersiap di balik kemudi, mata mereka fokus menunggu aba-aba dari joki.

“Lo harus bisa mengalahkan gadis itu, Kai. Hadiahnya gak main-main,” ucap Erick, menyemangati Kaisar.

“Apa kamu sudah jatuh miskin?” sindir Kaisar sembari melirik Erick. Sontak membuat sahabatnya itu berdecak sebal.

“Tunjukkan siapa Kaisar yang sebenarnya! Jangan sampai kalah dari perempuan,” tambah Leon, dengan nada sengaja memanaskan hati Kaisar.

Kaisar tidak merespon, tatapannya tetap terpaku pada gadis di mobil putih di sebelahnya. Kedua sahabatnya melanjutkan obrolan mereka.

Suara mereka terdengar samar di telinga Kaisar yang sudah terserap dalam pikirannya sendiri.

Di sisi lain, teman-teman dari gadis yang berada di dalam mobil sport putih juga sedang memberikan semangat.

“Ingat, lo harus bisa buat cowok itu kalah! Kalau lo yang kalah, kita bisa dibantai habis. Apalagi gue dengar dia itu casanova, pemain wanita kelas kakap!” ucapnya.

“Iya, gue tahu! Lo pikir dia ikan, pakai kelas kakap segala,” gadis itu terkekeh, meskipun hatinya berdegup kencang.

Tatapan gadis itu kembali tertuju pada Kaisar. Seringai tipis terukir di sudut bibirnya, siap untuk membuktikan kemampuannya.

“Are you ready, guys!” teriak joki.

Mereka segera menginjak pedal gas, mobil-mobil melaju dengan kecepatan tinggi, saling mengejar satu sama lain.

Fokus mereka tertuju pada jalan di depan, namun berbeda dengan Kaisar yang masih tetap diam di tempat, belum bergerak sama sekali.

“Kenapa lo masih diam di sini, Kai? Cepat injak pedal gasnya!” seru Leon mulai cemas.

Kaisar akhirnya bergerak, menyusul dan dengan cepat berada di samping gadis di mobil sport putih. Tatapan mereka saling bertemu, penuh permusuhan.

“Lo yakin Kaisar yang akan menang?” tanya Leon, sedikit ragu.

“Entahlah, singa. Sudah lama dia nggak turun ke jalanan setelah kejadian itu,” jawab Erick, matanya tak lepas dari mobil Kaisar yang terus melaju kencang.

Mobil-mobil lain mulai tertinggal di belakang, hanya tersisa Kaisar dan gadis itu yang berada di depan. Jarak antara mereka semakin dekat, balapan semakin sengit saat mereka mendekati putaran terakhir.

Penonton tegang, melihat kedua mobil sport saling mendahului dan mengejar satu sama lain. Waktu terus berjalan, detik-detik terakhir semakin mendekat.

“Tiga detik, dua detik, satu detik setengah dan…”

Kaisar melirik gadis itu sekilas, lalu kembali menginjak pedal gasnya lebih keras. Dengan kecepatan luar biasa, Kaisar berhasil melewati garis finish pada detik-detik terakhir.

“Yes! Good job, Kai!” seru Erick, melompat kegirangan dan memeluk Leon.

“Minggir! Gue masih normal. Nggak usah peluk-peluk!” Leon merasa risih diperlakukan seperti itu oleh Erick.

Suara rem keras terdengar saat gadis itu menghentikan mobilnya, wajahnya terlihat kesal. “Sial! Gue kalah.” dia memukul setir mobil dengan frustrasi.

Kaisar segera turun dari mobilnya dan menghampiri gadis itu. “Turun!” perintahnya, nada suaranya datar namun penuh penekanan.

Gadis itu hanya diam, menatap Kaisar dengan tatapan malas, enggan menuruti perintahnya.

“Turun sekarang atau aku seret kamu keluar dengan paksa!” ancam Kaisar, tatapannya dingin.

Sahabat gadis itu, tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu. “Santai dong! Gak usah bentak-bentak temen gue!”

Kaisar menoleh ke arah samping dengan tatapan tajam. “Kamu bocah ingusan, gak usah campur urusan orang dewasa!” ucapnya kasar, mendorong gadis itu hingga terhuyung ke belakang.

Leon dengan cepat menangkapnya. “Lo gak apa-apa?” tanya Leon, khawatir.

“Gapapa, makasih,” jawabnya malu-malu, merasa sedikit terpesona oleh ketampanan Leon.

“Kai, lebih baik kita pulang sekarang! Hadiah udah ada di tangan gue,” ujar Erick, mencoba meredakan amarah Kaisar.

Namun, Kaisar tidak menjawab. Ia malah melirik tajam ke arah Erick, yang langsung terdiam, menyadari betapa serius sahabatnya itu. “Astaga, adik dan kakak bener-benar menyeramkan banget kalau lagi ngamuk,” batinnya.

“Turun atau aku hancurkan kaca ini!” seru Kaisar, menunjuk kaca mobil yang ada di depannya. Terpaksa, gadis itu turun dari mobilnya.

Kaisar dengan cepat mengangkatnya seperti karung beras, membawanya pergi dari sana.

“Heh, lo mau apa? Turunin gue!” gadis itu berontak.

“Diam atau aku nggak akan segan-segan memperlakukan kamu lebih dari sekedar menggendong,” balas Kaisar dingin, memukul kuat pantat gadis itu, lalu melemparkannya ke jok belakang mobilnya.

“Aw, sakit!” gadis itu mengusap pantatnya yang terasa nyeri.

“Buka masker kamu!” perintah Kaisar. Ia duduk di samping gadis itu dengan kedua tangannya terlipat di dada.

“Gak!” gadis itu menolak.

“Buka atau aku paksa!” ucap Kaisar tegas tak mau dibantah. menegaskan.

“Iya, iya!” Dengan enggan, gadis itu membuka maskernya. Kedua mata Kaisar terbelalak sempurna, terkejut melihat wajah gadis itu.

“Alice?!” pekik Kaisar, tidak percaya.

“Alice siapa?” tanya gadis itu menatap Kaisar dengan bingung. Ia menjauhkan diri dari Kaisar. “Gak usah ganti nama orang sembarangan. Gue Thea!”

“Hah?” Kaisar terbengong. Mengedipkan mata tak percaya dengan apa yang ia lihat. Gadis yang begitu mirip dengan Alice.

“Mana mungkin dia bukan Alice? Jelas sekali kalau mereka berdua sangat mirip. Atau dia hanya berpura-pura menjadi orang lain?” gumam Kaisar dalam hati.

“Udah puas? Sekarang lepasin tangan gue!” Thea berusaha memberontak dan lepas dari cengkraman Kaisar. Namun sepertinya pria itu tidak berniat melepaskannya.

“Nggak akan pernah!” Kaisar menghidupkan mobilnya dan lalu membawa Thea pergi dari sana bersama dengannya.

“Lo mau bawa gue kemana sih! Kita gak saling kenal jadi berhenti bersikap seolah-olah kita itu—”

“Lupa kamu sudah membuatku marah dengan mengacungkan jari tengahmu itu?” Kaisar menyeringai licik, membuat Thea menelan saliva nya susah payah.

Ternyata benar rumor yang beredar selama ini, kalau Kaisar memang seorang casanova. Atau jangan-jangan setelah ini Kaisar akan membawanya ke atas ranjang untuk memuaskannya?

“Iya, iya maafin gue. Gue tadi keceplosan,” ucap Thea dengan nada memohon.

“Lo pikir gue peduli?”

Kaisar yang masih terus melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.

Tangan kananya fokus memegang stir, sedangkan tangan kirinya menahan pergelangan tangan Thea. Takut jika sewaktu-waktu gadis itu kabur.

Hingga terdengar suara Kaisar yang memekik menahan sakit. Thea menggigitnya begitu kuat. Reflek, Kaisar langsung menginjak rem mendadak dan menepikan mobilnya.

“Apa yang kamu lakukan hah?!”

“Masih nanya apa yang gue lakuin?” Thea melirik tangan Kaisar.

“Dasar gadis bar-bar!”

“Ya anggap aja gitu.” Thea memasang kuda-kuda, bersiap untuk melawan Kaisar.

Dan benar saja, lagi-lagi Thea berhasil membuat Kaisar menjerit sekuat tenaga. Apalagi saat dagunya menjadi sasaran empuk kepala Thea.

“Kamu!”

“Thanks tumpangannya, Kak!”

Setelah mengatakan itu, Thea langsung kabur begitu saja meninggalkan Kaisar.

“Dasar gadis gila!” umpat Kaisar mengusap tangannya yang sedikit membiru akibat perbuatan Alice. Ia lalu memutuskan untuk kembali ke mansion utama, karena baru saja mendapat pesan, kalau Arthur sudah kembali.

1
Adelide Sambu
ya erick lah🤭
Rizka Susanto
wkwkwk... ada gtu ya pinjam bibir🤣😄
Arfano Mauza
kan tau sarangnya datang...jd dia banguuuuuun🤣🤣🤣
Nur Aulia
kembaran Alice dah dtg
Nur Aulia
nikahin ajj artur biar g nyicip trs
Selamet Turipno
ini cerita tentang Alice or kayla
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Alifah Azzahra💙💙
Ngakak abis Thor 🤣🤣🤣
Omah Tien
cetita nya mebingung kan sn sini
Bunda
typo kak
Bunda
😂😂😂😂
Bunda
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda
q mampir kak 🙏🏻
Senja: Siappp
total 1 replies
ninik Masruroh
suamiku kadang-kadang beliin aku itu ke supermarket. malah dia yg sering nawarin. apalagi pas nyeri haid. dia sampai apal yg merk apa dan yg bagaimana
Senja: Suami zetia kak, sayang istri
total 1 replies
Felicya
astga bayi kingkong pengen jitak😂😂
Nur Koni
tipe bapak yg otoriter ga liat sikon maen paksa aja..... giliran nyesel koit jdnya dsr mr abu abu
Diana Resnawati
visualnya ganteng dan cantik🥰
Senja: Terima kasih kk
total 1 replies
Diana Resnawati
mampir thor
Senja: Siappp
total 1 replies
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Dyah Oktina
weh ngapain ngingeti leon... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!