Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema Hati

Pernikahan Reihan yang tak pernah terbayangkan oleh Aqila. Mengingat, ia belum pernah mendengar Reihan membahas hal ini kepadanya. Karena itu, ia tak pernah terpikirkan bahwa suatu hari nanti Reihan akan menikah dan meninggalkannya.

"Aku tak bisa membayangkan Reihan menikah." ujarnya dalam hati, yang tiba-tiba merasa kehilangan.

Hubungan mereka memang hanya sebatas pertemanan biasa, namun bagi Aqila yang sudah cukup lama mengenal Reihan bahkan keluarganya, tak ingin kehilangannya begitu saja. Karena baginya, Reihan itu adalah dunianya.

Dunia yang selalu membuatnya merasa dihargai dan ingin terus berada di dekatnya. Dimana ia tak lagi merasa kesepian dan seperti mendapatkan sebuah hadiah yang indah. Walau keluarganya juga sangat menyayanginya, namun jika bersama Reihan ada hal yang membuat Aqila terasa beda.

Mungkin karena dia anak tunggal, dan tak memiliki banyak teman, bisa dekat dengan Reihan yang sangat ramah dan begitu perduli dengannya, membuatnya merasa nyaman. Apalagi bisa masuk kedalam hidup Reihan yang cukup populer dalam circle pertemanannya, semakin membuat Aqila terasa spesial.

"Bukankah wajar kalau aku bisa masuk kedalam hidupnya?"

"Karena hanya aku yang bisa mengerti tentangnya, bahkan tahu segala hal tentang dia."

Aqila merasa dirinya spesial karena tahu segalanya tentang Reihan. Karena itu, ia mengklaim dirinya sendiri pantas berada disisi Reihan.

"Tapi, bagaimana jika Reihan benar-benar menikah?"

Kebingungan melanda hati dan perasaanya sendiri yang entah mengapa tak suka jika setiap kali ada perempuan lain di dekat Reihan, seolah Reihan hanya boleh untuknya. Untuk membayangkan ada perempuan lain masuk kedalam hidup Reihan saja, Aqila tak sanggup untuk memikirkannya.

Kedekatan Reihan dengan adiknya, tak membuat Aqila merasa terganggu meskipun Raisa terlihat tak menyukainya. Tapi untuk perempuan lain, Aqila masih tak bisa membayangkannya. Ia sendiri tak tahu mengapa sikapnya bisa seperti ini. Padahal, dia dan Reihan tak ada hubungan apapun kecuali sebagai teman dan sahabat.

"Kak Aqila juga setuju kan, kalau kak Reihan menikah?" tanya Raisa.

"Eh.." karena terlalu mendadak ditanya disaat dia sedang melamun, membuat Aqila tak langsung mencerna pertanyaan dari Raisa.

Dengan senyuman yang dipaksakan, Aqila menjawabnya dengan sedikit canggung . "I-iya pasti." jawabnya kemudian.

"Tuh, kak Aqila aja setuju, jadi kak Reihan harus segera menikah, ok." Raisa kembali meledek sang kakak.

"Memangnya menikah itu gampang? kamu ini ada-ada saja, deh." Reihan hanya bisa pasrah melihat tingkah adiknya.

"Apa kita carikan jodoh aja ya ma, buat kak Reihan?" Raisa terlihat masih tetap semangat.

"Sudah-sudah! lebih baik kamu makan saja, soal pasangan kakakmu, biar nanti kakakmu sendiri yang memilihnya." pak Septian meminta sang anak untuk berhenti membahas pernikahan di meja makan.

"ihh.. papa nggak seru nih." gerutu Raisa cemberut.

Makan malam pun kembali tenang. Yang tersisa hanyalah suara dari gesekan sendok dan garpu yang mengiringi makan malam mereka. Hari semakin malam, setelah menyelesaikan makan malam bersama dan sedikit berbincang bersama setelah makan, Aqila akhirnya pamit untuk pulang.

"Saya pamit pulang duluan ya om, tante." ujarnya pada Rosita dan Septian yang ikut mengantarnya keluar.

"Iya, hati-hati ya.. "Dewi Rosita yang menjawabnya, melepasnya dengan sebuah pelukan hangat.

"Aku pulang ya, Rei." kali ini, Aqila berpamitan pada Reihan yang juga ikutan mengantarnya keluar.

"Ok, hati-hati dijalan." jawab Reihan.

Aqila melambaikan tangannya. Berpamitan pada semuanya sebelum akhirnya masuk kedalam mobil sedannya yang berwarna hitam. Ada keheningan dalam perjalanan pulangnya. Keheningan yang sangat dingin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!