Indonesia
NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran gila

Perjalanan terasa cukup panjang. Mobil van itu terus melaju meninggalkan keramaian kota, masuk ke jalanan kecil yang berkelok-kelok menuju area perbukitan yang sepi. Akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah bangunan megah bergaya modern minimalis yang tersembunyi di balik pagar tinggi dan pepohonan rindang. Tempat ini sangat privat, dijaga ketat, dan benar-benar sulit ditemukan oleh sembarang orang.

Begitu pintu mobil terbuka, suasana langsung berubah menjadi sibuk dan profesional. Para staf dan perawat pribadi sudah siap sedia menunggu. Mereka segera memindahkan pasien ke ruang perawatan khusus yang dilengkapi peralatan medis setara rumah sakit besar. Padahal ini jelas bukan rumah sakit. Damian memang selalu teliti membangun sesuatu yang ingin dia bangun, tidak main-main.

Selama proses pemindahan itu hingga masuk ke dalam rumah, Alea tidak bisa diam. Matanya terus saja melirik ke arah wajah pria tampan yang masih pingsan itu.

"Wah... pas dilihat lagi dari dekat makin ganteng ya..." gumam Alea pelan tapi cukup keras didengar Damon.

"Hidungnya tuh lurus banget, kayak patung Yunani. Tadi pas bedarah-darah gak keliatan, ternyata aslinya cakep banget."

Damon yang berjalan di sampingnya mendengus kesal berkali-kali. Rahangnya mengeras, keningnya berkerut dalam. Rasanya dongkol sekali di hati. Kenapa sih anak ini mulutnya gak bisa berhenti memuji laki-laki lain? Apalagi laki-laki yang lagi sekarat ini!

"Alea, bisa kau diam sebentar saja? Aku butuh konsentrasi," desis Damon pelan tapi penuh penekanan.

"Iya-iya. Galak amat. Kan aku cuma ngomong fakta," sahut Alea santai, sama sekali tidak merasa bersalah.

"Lagian emang beneran ganteng kok. Kalau dia bangun nanti, aku mau minta nomornya ah. Siapa tau bisa jadi temen main."

"Jangan harap!" potong Damon lagi, suaranya meninggi sedikit.

"Kenapa?"

"Tidak usah banyak tanya."

"Cih, aneh." Alea tersenyum lagi melihat ke laki-laki yang tak sadarkan diri itu.

Damon benar-benar kesal setengah mati. Ia merasa profesionalismenya sebagai dokter terganggu. Setiap kali ia melihat wajah pasien, bayangan mata berbinar Alea tadi muncul di kepalanya.

Kenapa aku harus marah?

batin Damon bertanya pada dirinya sendiri. Gadis itu cuma anak kecil yang lagi kagum sama tampang orang. Tapi ... entah kenapa rasanya sangat tidak enak. Sangat tidak suka melihat Alea memuji laki-laki lain.

Akhirnya, Damon masuk ke ruang operasi khusus dan membiarkan Alea di ruang tunggu bersama para bodyguard. Orang yang berjaga di tempat ini sangat banyak. Semuanya orang Damian. Jadi mereka tidak perlu khawatir lagi.

Operasi berlangsung selama beberapa jam. Damon bekerja dengan sangat serius dan teliti, berhasil menjahit luka-luka dalam dan memastikan tidak ada organ vital yang rusak parah. Pasien dinyatakan kritis tapi stabil, dan harus dirawat inap di ruang isolasi.

Setelah melepas baju operasi dan mencuci tangan, Damon berjalan keluar dengan wajah lelah namun lega. Ia mencari sosok gadis yang tadi berisik sekali itu.

Ia menemukan Alea di ruang tamu utama yang luas dan nyaman. Gadis itu tergeletak malas di atas sofa panjang berbahan beludru berwarna gelap. Mata indahnya sudah terpejam rapat, napasnya teratur dan tenang.

Mungkin karena terlalu banyak kejadian menegangkan, berteriak, dan kelelahan secara emosional dan fisik, akhirnya Alea pun terlelap. Wajahnya yang tadi ceria dan banyak tingkah, kini terlihat sangat polos, damai, dan manis. Rambut hitamnya berantakan sedikit menutupi dahi, dan bibir mungilnya sedikit terbuka.

Damon mendekat perlahan. Ia menatap wajah tidur itu lama sekali. Jantungnya berdetak tidak beraturan. Di hadapan Alea yang sedang tidur, tembok dingin dan keras yang biasanya ia bangun seketika runtuh.

Tanpa sadar, tangan besar Damon terangkat perlahan. Jari-jarinya yang kasar namun hangat mulai mengusap-usap lembut pipi berisi gadis itu. Sentuhannya sangat pelan dan sangat hati-hati, seolah takut membangunkan atau menyakiti makhluk kecil di depannya ini.

"Dasar bocah penggoda..." gumam Damon pelan, suaranya terdengar serak dan lembut, sangat berbeda dengan biasanya.

"Bikin orang pusing, bikin orang marah, tapi pas tidur begini ... manis sekali."

Ibu jarinya menelusuri garis pipi, turun ke dagu yang runcing, lalu berhenti di bibir yang tadi begitu berani menculik ciumannya. Damon menelan ludah susah payah. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya, rasa memiliki yang aneh dan kuat. Ia ingin terus berada di sini, mengawasi gadis ini tidur.

Matanya kembali fokus ke bibir merah muda Alea. Ingatan akan ciuman tadi kembali memenuhi pikirannya. Ia mengusap lembut bibir itu, rasanya ingin kembali menekan bibir itu dengan bibirnya sendiri, menuntut rasa manis yang sama lagi. Bahkan bukan hanya itu saja, otaknya semakin menjadi-jadi, bukan hanya ciuman. Dia bahkan sampai memikirkan ...

Ada apa denganmu Damon? Apa yang kau pikirkan? Kau sudah gila.

Gumamnya dalam hati. Ia segera membuyarkan lamunannya sebelum makin jauh.

"Tuan Damon," panggilan dari salah satu pengawal bayangan Alea, yang bernama Bara, memecah lamunan Damon tepat saat ia hampir kehilangan kendali.

Damon tersentak kaget, tangannya ditarik mundur dengan cepat seolah baru saja menyentuh bara api. Wajahnya memerah padam, ia buru-buru merapikan diri dan memasang kembali wajah dinginnya, berharap pengawal itu tidak melihat apa yang baru saja ia lakukan.

"Ada apa?" jawab Damon singkat, suaranya sedikit terdengar serak dan tidak stabil.

Bara berdiri tegak dengan wajah datar tanpa ekspresi, seolah tidak melihat keanehan apa pun.

"Kamar untuk nona Alea sudah disiapkan di lantai atas, kamar tamu utama yang paling nyaman dan aman. Apakah tuan ingin saya yang membawanya ke atas atau ..." Bara melirik sosok Alea yang masih tertidur pulas di sofa.

"Tidak perlu. Aku yang akan menggendongnya," potong Damon cepat, tanpa ragu sedikitpun.

"Baik tuan. Silakan, saya tunjukkan jalannya."

Damon tidak membuang waktu. Dengan gerakan halus namun kuat, ia membungkuk dan mengangkat tubuh mungil Alea ke dalam pelukannya. Gadis itu terasa sangat ringan, hangat, dan wangi. Alea hanya menggumam pelan tidak sadar, lalu secara refleks mencari kenyamanan dengan memeluk leher Damon erat-erat, membenamkan wajahnya ke ceruk leher pria itu.

Hembusan napas hangat Alea yang menyentuh kulit lehernya membuat Damon menahan napas sejenak. Jantungnya kembali berdegup kencang, jauh lebih cepat daripada saat ia sedang melakukan operasi berjam-jam tadi.

Tenang Damon, tenang...

batinnya berteriak pada dirinya sendiri.

Yang kau bawa tidur ini hanya anak kecil. Jangan berpikir macam-macam lagi.

Damon pun melangkah mengikuti Bara menuju tangga, meninggalkan ruang tamu yang sepi. Di sepanjang jalan, para staf dan pengawal lain yang melihat mereka lewat hanya menunduk hormat, namun diam-diam mereka memperhatikan Damon. Laki-laki berkuasa lain selain majikan mereka Damian.

Sesampainya di depan kamar yang luas dan mewah, Bara membukakan pintu lalu mundur memberi hormat.

"Silakan tuan. Saya akan berjaga di luar. Panggil saja jika butuh sesuatu."

Damon mengangguk singkat, lalu melangkah masuk ke dalam kamar sendirian bersama gadis dalam pelukannya. Pintu ditutup rapat, menyisakan keheningan dan suasana hangat hanya untuk mereka berdua.

1
Lilik Juhariah
ya iyalah ya babang, siapa coba yg gak marah , yg tercinta di peluk
~HartiWyn_Dee_
sabar ya Tim...blm waktunya Sabine ketemu dulu sama keluarganya
~HartiWyn_Dee_
nah makin kaget kan bang El...😂
yokkl Elvan selidiki latar belakang keluarga Sabine dengan kecerdasan..mu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cari tau kebenaran nya elvan biar sabine punya keluarga jg
Momz Haikal Sandhika
.
🍒WINA🍒
Dasar elvan sangat posesif dan bucin akut sama sabine, elvan marah dan cemburu sabine berpelukan sama pria lain🤣🤣🤭

elvan salahpaham tim itu kakak sepupunya sabine baru tahu sabine dan tim juga, mereka berpelukan bahagia dan terharu ternyata sabine adik sepupunya tim...

elvan sampai terkejut mendengar perkataan sabine, tim adalah kakak sepupunya...

Elvan sangat cocok sama sabine lebih dewasa dan bisa menjaga dan melindungi sabine....
🍒WINA🍒: elvan salahpaham ternyata tim kakak sepupunya sabine...
total 2 replies
Riska Baelah
elvan kan hecker cari tahu kebenaran keluarga sabine, benar gak ny Tim itu kk sepupu ny. sabine👍👍👍👍
ikut senang lega jg sih. Tim saudara sabine, soal ny bingung mau pro ke elvan ap Tim, baik semua tuh 2 cwok🤣😄😄😄😄😄
Syifa Azhar
Sabine: iya kakak,q gak akan peluk lagi tapi bakal pindah pulang kerumah kak Tim lebih aman dari kucing garong😂
Syifa Azhar: elvan bukan cuma kucing garong kak tapi rajanya garong🤣🤣
total 2 replies
~HartiWyn_Dee_
jujur Sabine biar mereka ga penasaran dan biar Elvan ga salah paham...
~HartiWyn_Dee_
wkwkkk ..langsung ngeklaim kekasih ....😂😂😂😜😜👍
~HartiWyn_Dee_
sabar Elvan jangan cemburu dulu ..dan awas kl main bogem 😜 km cemburu sama orang yg salah mereka sodara van...jangan sampai emosi dan cemburu..mu ntar Sabine di bawa kabur sama Tim...kapok kamu 😂😂😜
~HartiWyn_Dee_
coba aja kl km berani Abel...habis km di tangan Tim dan Elvan mereka berdua pelindung kuat Sabine...
Atik Marwati
manut hae lah sa... dari pada tar Elvan ngambeknya..🙄
Ari Nuryanti
gpp biar mereka tau..kan bisa leluasa kamu gak dideketin dan disakitin orang
Ari Nuryanti
sabar bang elvan...mereka sepupu kok
entah Tim accept x Elvan dgn adik nya 🤭🤣🤣🤣
Yuliana Purnomo
asyiiik asyiiik udah diakui kekasih didepan umum 👍
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘭𝘷𝘢𝘯😂
🍒WINA🍒
Elvan tidak mau merasakan hubungannya makanya elvan bilang sabine kekasihnya, mandi sandra dan tim sangat kaget mendengar pengakuan elvan...

tim tahu sebagai pria elvan sangat marah dan cemburu, melihat sabine dipeluk pria lain bisa salahpaham elvan...

tenang elvan sabine dan tim mereka saudara sepupu, mereka baru tahu makanya berpelukan jelaskan semua saind gak salahpaaham kak elvan....
Lilik Juhariah
lah mana lagi kelanjutannya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!