Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

.

Sementara itu, di gedung Sebastian Group, berita yang menyebar tentang Alena akhirnya sampai juga ke telinga Reno.

Roni, asistennya, meletakkan beberapa berkas di atas meja, lalu membuka ponsel yang sedari tadi digenggamnya dan meletakkannya di atas meja di hadapan Reno.

"Tuan, sepertinya Anda perlu melihat ini."

Reno mengerutkan kening, tangannya belum berhenti bergerak menandatangani dokumen. "Apa itu?"

"Berita-berita tentang Nona Alena."

Nama itu membuat Reno langsung berhenti bergerak. Ia menyambar ponsel itu dan terlihat olehnya deretan unggahan yang menampilkan wajah Alena. Foto-foto dan bahkan ada juga video gadis itu dengan beberapa pria, hingga komentar-komentar tajam yang mempertanyakan bagaimana ia bisa menduduki posisi di samping Nathan Wijaya Kusuma.

Reno menatap layar tanpa berkedip. Dadanya terasa sesak, amarah dan kecemburuan campur aduk menjadi satu. Tangannya terkepal dan rahangnya mengeras melihat Alena begitu dekat dengan lelaki lain. Padahal dulu, selama mereka bersama, gadis itu selalu menjaga jarak. Saat sudah bertunangan pun, kontak fisik diantara mereka hanya sebatas bergandengan tangan. Bahkan saat Reno pernah Reno mencoba untuk menciumnya, gadis itu selalu mengingatkan untuk tetap menjaga batas.

Namun sekarang... kenapa dengan pria lain bahkan yang usianya jauh lebih tua darinya Alena terlihat begitu lepas?

Reno menggertakkan gigi, dengan dadanya yang terlihat turun naik. "Dasar cewek murahan.." Ia mendengus sinis. "Aku kira dia itu benar-benar suci, ternyata hanya cewek munafik. Kelihatannya kalem ternyata gelem."

Roni di hadapannya hanya diam, memilih tak menanggapi. Tetapi pria itu tampak mengerutkan keningnya saat melihat amarah di wajah Reno. Satu pertanyaan muncul dalam benaknya, bagaimana sebenarnya Tuan Reno menanggapi situasi itu? Kenapa malah pada Nona Alena?

Namun perlahan, kemarahan di wajah Reno berubah. Matanya menyipit ketika muncul sebuah ide. Jika berita ini ternyata, dan itu merusak nama baik Alena, bukankah itu berarti papanya tak lagi bisa menjadikan Alena sebagai syarat untuk dirinya bisa mendapatkan tahta Sebastian?

Senyum tipis terukir di bibirnya. Seketika itu juga Reno segera berdiri dari tempat duduknya dengan tangannya yang bergerak mengambil ponselnya sendiri yang berada dalam satu jas, mengotak-atik, mencari berita yang sama seperti yang ditunjukkan oleh Roni, lalu melangkah keluar menuju ruang kerja papanya.

Tak lama kemudian, Reno berdiri di depan pintu ruang kerja papanya. Sebelah tangannya terangkat wong ketuk pintu dengan tegas. Lalu melangkah masuk begitu mendengar sahutan dari papanya.

Tuan Richard yang sedang membaca berkas langsung mengangkat wajah, alisnya terangkat melihat kedatangan putranya. Tapi hanya sesaat, hingga kemudian pria paruh baya itu kembali fokus pada berkas di tangannya.

"Ada apa?" tanyanya tanpa melihat ke arah Reno yang telah duduk di kursi di depan meja kerjanya.

Reno tidak menjawab. Pria itu hanya meletakkan ponselnya yang layarnya masih menyala, tepat di atas berkas yang sedang dipegang oleh papanya.

"Coba Papa lihat sendiri."

Richard mengerutkan kening, lalu menatap layar itu.

"Lihatlah gadis yang selama ini Papa anggap pantas menjadi menantu..." Reno duduk dengan santai bahkan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Sepuluh jarinya saling bertaut di atas kedua pahanya yang saling bertumpuk. "Ternyata dia tidak seperti yang Papa banggakan selama ini. Dia sama sekali tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Sebastian."

Tuan Richard diam saja, namun tangannya meraih ponsel itu lalu membawanya bersandar. Pria paruh baya itu mulai meneliti satu per satu unggahan yang ada. Video demi video dibuka, gambar diperbesar. Dan semakin dia melihat, wajahnya semakin terlihat serius.

Kedua mata Reno menatap setiap perubahan pada wajah papanya dengan senyum penuh kemenangan. Kali ini papanya tidak akan lagi menggunakan Alena sebagai ancaman.

Namun beberapa menit kemudian...

Brak!

Reaksi yang diberikan oleh Tuan Sebastian sama sekali jauh dari harapan Reno. Penguasa Sebastian grup itu melempar ponsel yang masih dalam keadaan menyala itu itu ke atas meja hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Wajah tuan Richard tampak merah padam, matanya menatap ke arah putranya dengan sorot yang tajam.

"Pa?” Reno benar-benar terkejut melihat reaksi itu. Pria itu secara spontan menegakkan punggungnya lalu mengambil ponsel yang baru saja dilempar oleh papanya.

"Kamu benar-benar bodoh!" Tuan Richard memaki keras. "Aku heran, bagaimana bisa aku punya anak yang bodoh dan tolol seperti dirimu!" Richard berdiri, kedua tangannya bertumpu di meja. Tubuhnya condong ke depan hingga wajahnya tepat berada di atas meja di hadapan Reno. "Kamu bahkan tak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang hasil rekayasa?"

Reno spontan mundur ke belakang seraya menelan ludah, dengan wajah bingung. "Apa maksud Papa? Bukankah Papa sudah lihat sendiri videonya—"

"Aku sudah melihatnya! Dan mataku tidak buta. Aku bisa melihat ada banyak bagian yang jelas-jelas sudah diedit!" Richard menggerakkan ujung telunjuknya untuk memukul meja berkali-kali. "Sudut pengambilan gambar yang disengaja, adegan yang dipotong dan disambung begitu saja... dan kamu percaya semua itu begitu saja?"

Suara tuan Richard yang penuh dengan kekecewaan, meninggi hingga menggema dalam ruangan kedap suara itu.

"Yang lebih parah lagi Kamu terlihat bangga saat menunjukkannya pada papa, seolah-olah baru saja menemukan kebenaran besar.” Tuan Richard menggelengkan kepala, dengan tatapannya tanya yang begitu menyakitkan. ”Kamu benar-benar tidak layak menjadi pemimpin Sebastian!"

Reno merasa bagaikan dadanya dihantam dengan keras. Wajah pria itu seketika menjadi pucat pasi.

"Kamu benar-benar tidak bisa menggunakan otakmu." Pria itu kemudian kembali menghempaskan tubuhnya di atas kursi kebesarannya. “Papa semakin yakin dengan keputusan ini. Satu-satunya yang bisa menjadikanmu sebagai pewaris Sebastian adalah Alena. Jika kamu tidak bisa membawanya kembali... KUBUR MIMPIMU!"

Reno dengan wajahnya yang nanar, membuka kembali layar ponselnya, lalu membuka kembali unggahan demi unggahan yang sebelumnya telah dia lihat. Dan saat itulah dia baru benar-benar menyadari, semua memang terlihat seperti rekayasa.

"Setidaknya kalau kamu bersanding dengan Alena, Papa masih memiliki sedikit harapan."

Suara papanya kembali terdengar, dan itu lebih menyakitkan.

"Jika tidak, lebih baik Papa menunjuk orang lain untuk menduduki posisi direktur pengganti Papa. Papa bisa mencari orang dengan gaji tinggi, daripada membiarkan Sebastian hancur di tanganmu!”

"Sekarang pergilah! Jangan membuat Papa semakin muak!”

Reno berdiri dari tempat duduknya, kemudian meminta maaf sebelum akhirnya berjalan keluar, dengan pikiran kacau. Apa mungkin papanya akan lebih memilih orang lain daripada darah dagingnya sendiri? Namun, ada yang tidak Dia mengerti dari seorang pebisnis seperti papanya. Bahwa terkadang, keuntungan lebih berharga daripada sekedar hubungan.

1
v_cupid
👍
Kristiwolla Ssps
mantap..rejeki anak baik
Suyudana Arta
duduk yg tenang, sebentar lagi ditemani mama papa😂😂😂
Suyudana Arta
penggugat sudah diwakili jaksa, harusnya gak ikut2 proses, cukup jafi pengunjung.🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ok terimakasih masukannya 🙏
total 1 replies
Suyudana Arta
yah, modusmu tuan
Suyudana Arta
ahahaaa....jebakan musang😂
mimief
nah iya kan...
sesuai praduga ku di awal
sebenarnya dia cuman punya hak guna pakai aja
Karena wali nya
mimief
ya iyalah pak
ga bakalan keberatan,wong situ menang banyak🤣🤣
mimief
ya..gimana ya Nathan
bukan nya ga nolak,tapi kyknya ga bakalan ada lagi dah perempuan yg mau sukarela naksir anaknya🤣🤣
eh ini mana di modusin lagi🤣🤣
ya..ibu nya mah happy happy aja
mimief
dasar kang modus🤣🤣🫣
Triana Destiani
ngarep anda tuan 🤣🤣🤣
Triana Destiani
🤣🤣🤣
Triana Destiani
alasan saja tuan anda MH
klise itu mh
mimief
jangan jangan sebenarnya yg punya kekuasaan itu punya elena
orangtuanya cuman punya hak walinya aja
mknya mau ngurus elena.
eh...aku udah pernah baca belum si mom karyamu yg ini.
lupa euy
Triana Destiani
harus jawab ya
ya tuan 🤣🤣🤣 ini pasti bakal ada jebakan batman kayana alena
mimief
aakkhhhh
jadi begitu
emang bukan anak kandungnya
ya ...mang manusiawi si selalu ngelindungi anak kandungnya
mimief
heiii mister...
manusia bisa berkhianat
tapi uang tidak pernah menghianati tuannya🤣🤣🤣
mimief
yg satu ga peka.yg satunya jail
dan ga bisa di treatment kyk diratukan
dia mandiri oiii🤣🤣
mimief
kasian banget y
orang sakit ini mah
Suyudana Arta
modus terooooossssss🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!