Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Bangsal Jiwa

Rahasia Di Balik Bangsal Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Sebagai seorang perawat di Rumah Sakit Jiwa Harapan Sehat, Nadira Anindya selalu percaya bahwa setiap pasien berhak mendapatkan kasih sayang.

Ketika Adrian Mahendra, pria pendiam yang didiagnosis mengalami gangguan jiwa berat, menjadi pasien barunya, Nadira merawatnya dengan penuh ketulusan tanpa mengetahui siapa pria itu sebenarnya.

Di balik tatapan kosong Adrian, tersimpan sebuah rahasia besar. Ia bukan penderita gangguan jiwa, melainkan pewaris tunggal Mahendra Grup yang sengaja dijebloskan ke rumah sakit jiwa oleh ibu sambungnya demi menguasai seluruh harta warisan miliknya.

Ketulusan Nadira perlahan menjadi cahaya dalam hidup Adrian yang telah kehilangan segalanya. Namun saat cinta mulai tumbuh, keduanya harus menghadapi konspirasi, pengkhianatan, dan perebutan warisan yang mengancam nyawa.

Akankah Nadira berhasil mengungkap kebenaran, atau justru ikut terjebak dalam permainan kejam keluarga Mahendra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 : Pengumuman Perusahaan Terbaik

Adrian dan Nadira akhirnya keluar dari tangga darurat setelah memastikan keadaan di sekitar benar-benar aman. Keduanya berjalan berdampingan menuju ballroom tempat acara utama berlangsung.

Begitu pintu ballroom dibuka, suara percakapan para tamu langsung terdengar kembali. Musik yang sebelumnya terdengar samar kini semakin jelas. 

Lampu-lampu kristal menerangi ruangan megah itu, sementara para tamu undangan mulai berkumpul di dekat panggung.

Nadira berjalan di samping Adrian dengan langkah tenang. Ia masih sesekali menundukkan wajah, berusaha menghilangkan rasa gugup yang tadi sempat muncul di tangga darurat.

Adrian sendiri sudah kembali memasang ekspresi dinginnya. Seolah tidak pernah terjadi apa pun di antara mereka. Namun, baru beberapa langkah masuk ke dalam ballroom, seseorang langsung menghampiri mereka.

“Adrian!”

Adrian menghentikan langkah.

Gunawan datang dari arah meja utama. Pria itu terlihat sedikit heran ketika melihat Adrian dan Nadira muncul bersamaan.

“Kalian habis dari mana?” tanyanya.

Adrian menatap Gunawan sebentar. “Ada sedikit urusan, Om.”

Gunawan kembali bertanya, "urusan apa sampai kalian pergi cukup lama?”

Nadira yang berdiri di samping Adrian langsung merasa sedikit gugup. Ia sempat melirik Adrian, tetapi pria itu tetap tenang.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jawab Adrian singkat.

Gunawan mengangguk meskipun wajahnya masih terlihat penasaran. Namun, sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, suara pembawa acara terdengar dari atas panggung.

“Para tamu undangan yang kami hormati, mohon perhatian sebentar.”

Percakapan di dalam ballroom perlahan mereda.

Gunawan segera mengalihkan pandangan ke panggung. “Sebentar lagi pengumuman akan dimulai,” katanya kepada Adrian. “Mereka akan mengumumkan tiga perusahaan terbaik dalam acara malam ini.”

Adrian mengangguk pelan.

Gunawan kemudian tersenyum. “Om berharap perusahaan Om bisa menjadi salah satunya.”

Nadira yang mendengar perkataan itu langsung menoleh kepada Gunawan. “Perusahaan Om?” tanyanya.

Gunawan tersenyum. “Iya, beberapa hari terakhir hasil penilaian perusahaan memang cukup bagus. Kalau tidak ada perubahan, kemungkinan besar perusahaan Om masuk tiga besar.”

Nadira spontan tersenyum. “Itu kabar yang bagus, Om.”

Adrian melirik Nadira, tatapannya terlihat sedikit melunak ketika melihat senyum wanita itu.

Gunawan tertawa kecil. “Kamu ikut senang juga?”

Nadira mengangguk. “Tentu saja, Om. Om kan sudah bekerja keras untuk perusahaan yang Om bangun sejak dulu.”

Gunawan menepuk bahu Adrian pelan. “Kalau nanti nama perusahaanmu juga disebut, apa yang kan kamu lakukan, Adrian?" tanya Gunawan.

Adrian terdiam sesaat. “Aku akan sangat bahagia, tapi yang beridiri di podium itu tentu bukan aku.”

Gunawan seketika terdiam mendengar ucapan Adrian. Karena ia tahu pasti yang menikmati semua itu pasti Ibu dan adik sambungnya.

“Om sangat paham perasaanmu Adrian," katanya sambil menatap wajah Adrian. "Om yakin suatu saat nanti kamu pasti akan merebutnya lagi dari mereka," ucapnya berusaha menenangkan Adrian. 

 Pembawa acara kembali berbicara. “Baik, hadirin sekalian. Setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang, malam ini kami akan mengumumkan tiga perusahaan dengan pencapaian terbaik pada tahun ini.”

Suasana ballroom seketika berubah lebih serius. Para tamu mulai memperhatikan panggung. Beberapa perwakilan perusahaan bahkan tampak menahan napas.

Nadira berdiri di samping Adrian. Tangannya saling menggenggam di depan tubuh. Entah kenapa, ia justru ikut merasa tegang.

Gunawan menatap Adrian sambil tersenyum tipis. “Sebentar lagi kita tahu hasilnya.”

Adrian tidak menjawab, matanya tetap tertuju pada panggung. Pembawa acara membuka sebuah amplop berwarna hitam yang sejak tadi berada di tangannya.

“Untuk penghargaan perusahaan terbaik ketiga, perusahaan yang berhasil meraih posisi ini adalah...”

Ruangan mendadak hening.

Nadira menahan napas, Adrian tetap berdiri tegak.

Gunawan bahkan sedikit memajukan tubuhnya.

Pembawa acara tersenyum sebelum menyebutkan nama perusahaan tersebut. “Selamat kepada...”

Semua orang menunggu.

Nadira tanpa sadar melirik Adrian. Kali ini ia benar-benar berharap nama perusahaan pria tersebut akan disebut. Namun, di saat yang sama, dari sisi lain ballroom, seseorang justru sedang memperhatikan Adrian dengan tatapan tajam.

Pria itu berdiri sendirian di antara para tamu. Tatapannya tidak tertuju pada panggung. Melainkan kepada Adrian. Seolah pengumuman perusahaan terbaik malam itu bukanlah satu-satunya hal yang sedang ia tunggu.

Pembawa acara membuka amplop hitam yang berada di tangannya. Ia tersenyum sebelum akhirnya membacakan nama perusahaan yang berhasil meraih posisi ketiga.

“Untuk penghargaan perusahaan terbaik ketiga tahun ini jatuh kepada...” Ia berhenti sejenak, membuat suasana ballroom semakin tegang. “PT Global Logistic International!”

Tepuk tangan langsung memenuhi ballroom.

Perwakilan perusahaan tersebut berdiri dan berjalan menuju panggung untuk menerima penghargaan. Nadira ikut bertepuk tangan. Setelah beberapa saat, suasana kembali tenang.

Pembawa acara kemudian mengambil amplop kedua. “Selanjutnya, kita akan mengumumkan perusahaan yang berhasil meraih posisi kedua.”

Beberapa tamu kembali terlihat tegang.

Adrian berdiri dengan tenang, sementara Gunawan tampak memperhatikan panggung dengan serius.

Pembawa acara membuka amplop tersebut. “Perusahaan terbaik kedua tahun ini adalah...” Ia sengaja berhenti beberapa detik. “Mahendra Group!”

Tepuk tangan kembali terdengar.

Beberapa orang langsung menoleh ke arah Miranda dan Dimas. Miranda tersenyum puas. Wajahnya terlihat begitu bangga, sementara Dimas hanya mengangguk tenang seolah kemenangan tersebut sudah ia duga.

Nadira melirik Adrian, pria itu masih berdiri diam. Namun Nadira bisa melihat rahangnya sedikit mengeras. Adrian menatap panggung, lalu perlahan mengalihkan pandangan ke arah Miranda dan Dimas.

Mahendra Group... perusahaan yang seharusnya menjadi miliknya. Perusahaan yang dahulu dipimpin oleh ayahnya. Sekarang justru berdiri di posisi kedua dengan nama Dimas sebagai salah satu wajah utamanya.

Gunawan menepuk bahu Adrian. "Jangan pikirkan itu dulu."

Adrian menarik napas perlahan. "Aku baik-baik saja, Om."

Nadira ikut mendekat sedikit. "Kamu harus tetap tenang," bisiknya.

Adrian menoleh sebentar dan mengangguk. Di atas panggung, pembawa acara kembali mengambil sebuah amplop terakhir.

"Dan sekarang..." katanya dengan suara lebih bersemangat. "Inilah penghargaan yang paling ditunggu-tunggu malam ini."

Ballroom kembali sunyi. 

"Perusahaan yang berhasil meraih peringkat pertama sebagai perusahaan dengan pencapaian terbaik tahun ini adalah..."

Pembawa acara membuka amplop tersebut, ia tersenyum lebar. "PT Pratama Logistik Nusantara!"

Tepuk tangan langsung menggema di seluruh ballroom.

Nadira spontan tersenyum lebar. "Om!"

Gunawan juga terlihat terkejut sesaat sebelum akhirnya tersenyum bangga. "Berhasil..." gumamnya.

Beberapa orang dari meja perusahaan Gunawan langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan.

Gunawan kemudian menoleh kepada Adrian. "Selamat."

Adrian tersenyum tipis. "Selamat, Om. Ini hasil kerja keras Om."

Gunawan menggeleng. "Bukan hanya kerja keras Om. Kamu juga ikut membantu."

Nadira ikut tersenyum. "Aku ikut bangga."

Adrian menoleh kepadanya. "Terima kasih."

"Kenapa kamu malah berterima kasih kepadaku?"

"Karena kamu ikut senang."

Nadira tersenyum kecil. "Tentu saja."

Sementara itu, di sisi lain ballroom, ekspresi Miranda berubah. Ia tidak terlihat senang melihat kemenangan PT Pratama Logistik Nusantara.

Dimas juga menatap panggung dengan wajah serius. "Ma," bisiknya, "kita harus bicara nanti."

Miranda mengangguk pelan.

"Ya. Ada sesuatu yang tidak beres." Tatapan Miranda kemudian beralih ke arah Gunawan.

Namun beberapa detik kemudian, matanya justru berhenti pada seorang pengawal yang berdiri tidak jauh dari pria tersebut.

Miranda menyipitkan mata. Entah kenapa, sejak tadi sosok pengawal itu membuatnya merasa tidak nyaman.

Sementara itu, Adrian masih berdiri tenang di samping Gunawan dan Nadira. Ia menatap panggung, tetapi pikirannya justru tertuju pada satu hal.

Mahendra Group berada di posisi kedua. Dan PT Pratama Logistik Nusantara berada di posisi pertama. Sebuah senyum tipis muncul di wajah Adrian.

1
It's me Sky
terimakasih kakak selalu suport karyaku🙏
Arditya
novel bagus ini sih, wajib di baca. Author satu ini gk pernah gagal buat buku. semangat thoor,😎
Amoera
suka banget sama alur ceritanya, mantap thoor👍
Amoera
Asli ini sih novelnya bagus thoor, menegangkan... semangat thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!