Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.
Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Kini Oliver bersama dengan Zafana dan Aileen sudah berada didalam ruangan rawat Rina. Fira dan Aqila yang sejak tadi ada disana untuk menemani Enzi pun sudah berpamitan pulang saat mereka datang.
“Sayang, mas harus ke kantor nih sekarang, mas tinggalin kamu disini sama anak-anak enggak apa-apa?”ucap Oliver sambil mengusap pundak Zafana dengan lembut.
“Lho ini udah mau malam mas kamu mau ngapain ke kantor? Terus kamu ke kantornya naik apa? Kan mobil kamu dipinjam Kak Alaska?”tanya Zafana.
“Mas ninggalin berkas yang harus ditanda tangan buat besok Sayang, masalah mobil mas udah minta supir buat jemput”jawab Oliver.
“Yaudah kalau gitu”ucap Zafana dengan berat hati.
Oliver mengangguk lalu mengecup puncak kepala Zafana.
Setelah itu ia beringsut kearah Rina dan mengecup kening perempuan paruh baya yang sedang menatap sendu kearah mereka itu dengan lembut.
“Cepat sembuh ma”lirih Oliver.
Setelah itu Oliver berdiri tegap membenarkan posisi jas nya menghadap kearah Zafana.
“Sayang, Nanti mas minta mbo Itah kesini buat nemenin kamu ya”ucap Oliver.
Zafana mengangguk, “iya mas, kamu hati-hati ya”
“Iya, Sayang”jawab Oliver lalu berjalan menuju pintu
.
“Ai, papa pergi dulu ya”ucap Oliver lalu mengecup puncak kepala Aileen.
“Iya papa”jawab Aileen sambil tersenyum manis.
Oliver tersenyum lalu segera keluar dan menutup pintu secara perlahan agar tidak menimbulkan suara yang terlalu berisik.
Didalam ruangan itu Zafana tetap duduk disamping ranjang Rina sambil mengusap punggung tangannya. Mata Rina pun tidak lepas terus memperhatikan bagaimana Zafana sangat perhatian terhadap dirinya.
“Mami, Ai bosan..Ai mau pinjam hp mami gak untuk nonton kartun?”ucap Aileen yang berdiri disamping Zafana dengan wajah yang memelas.
“Boleh sayang, mau nonton apa?”
“Ai mau nonton Timmy Turner”jawab Aileen.
“Sebentar ya, mami carikan dulu"ucap Zafana.
Aileen mengangguk gemas lalu tersenyum memperlihatkan gigi susunya. Setelah mencarikan kartun tersebut Zafana memberikan ponselnya pada Aileen dan langsung dibawanya kembali ke sofa.
Mendengar suara pembukaan lagu kartun yang cukup keras membuat Enzi terbangun dan langsung ikut bergabung bersama Aileen.
Zafana yang melihat itu sontak tersenyum karena tingkah Enzi dan Aileen yang begitu menggemaskan.
“Tante tidur tan..”ucap Zafana yang terputus karena merasa aneh dengan tatapan yang diberikan Rina padanya.
“Tante mau makan? Zafa suapin ya tante”
mengambil semangkuk bubur dan mencicipinya sedikit. Bubur itu sudah agak dingin dan mencair, ia tidak tega jika harus menyuapi Rina makanan yang seperti itu.
Ceklek
Bertepatan dengan itu mbo Itah datang dengan sebuah rantang digenggamannya. Ia sedikit terkejut saat melihat keberadaan Zafana didalam sana.
"Maaf non, Itah kira gak ada siapa-siapa"ucap Mbo Itah sungkan.
"Iya mbo, enggak apa-apa... Mbo habis dari mana?"tanya Zafana.
“Itah tadi disuruh beli bubur buat nyonya besar sama nyonya Fira, non..”jawab mbo Itah.
“Yaudah Mbo, kebetulan aku kan suapin mama... jadi aku aja yang bujuk mama ya”ucap Zafana.
“Baik non, kalau gitu Itah sambil rapi-rapi dulu ya, non?”tanya mbo Itah dengan sopan
"Iya Mbo"jawab Zafana.
Mbo Itah pun mulai melakukan kegiatannya membersihkan ruangan rawat itu, sedangkan Zafana sibuk membujuk Rina agar ingin makan.
"Itah udah selesai, non"ucap Mbo Itah beberapa menit kemudian.
“Sebentar ya bi, Zafa tanyain anak-anak nya dulu”jawab Zafana lalu bangkit berjalan menuju Aileen.
“Ai sayang, Ai sama Enzi pulang sama Mbo Itah ya?”tanya Zafana dengan lembut sembari mengusap puncak kepala Aileen dan Enzi.
"Kenapa mami?"tanya Aileen.
"Karena Ai sama Enzi udah capek seharian disini, sekarang pulang dulu ya..nanti kita main lagi"jawab Zafana.
"Enzi mau pulang"jawab Enzi lalu kemudian berdiri.
"Bagus, Enzi hebat mau mengerti mama"ucap Zafana sontak membuat Enzi mendongak.
"Enzi sayang mama"jawab Enzi sambil memeluk kaki Zafana.
"Ai juga mau pulang deh"jawab Aileen sambil menyimpan ponsel Zafana diatas sofa lalu ikut memeluk gadis yang ia sebut mami itu.
Zafana tersenyum lalu membalas pelukan dari keduanya.
"Terimakasih ya, anak-anaak hebatnya mami"ucap Zafana.
Mbo Itah yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Zafana hanya bisa tersenyum memperhatikan bagaimana Zafana sangat telaten dalam membujuk Aileen dan Enzi.
"Mama nanti pulang ke rumah sama papa ya ma"ucap Enzi.
“Iya sayang, nanti mama pulang sama papa..sekarang Enzi pulang sama Mbo Itah dulu engak apa-apa ya, nak?"jawab Zafana.
"Enggak apa-apa, mama"ucap Enzi yang disambut oleh senyuman hangat dari Zafana.
“Mami janji ya nanti pulang?”tanya Aileen sembari mengangkat jemari kelingkingnya.
“Iya, sayang..janji”jawab Zafana sambil menautkan jemari mereka.
"Udah ya, sekarang ikut Mbo Itah"lanjut Zafana.
"Oke mami"jawab Aileen lalu mencium pipi Zafana.
“Ayok non”ucap mbo Itah sambil mengambil alih genggaman Aileen dan Enzi.
"Hati-hati di jalan ya, sayang"ucap Zafana sambil mengusap puncak keduanya.
"Iya mami"jawab mereka berbarengan.
"Non, Itah pamit dulu ya, non"ucap Mbo Itah.
"Iya, Mbo..hati-hati ya, kalau sudah sampai rumah kabari saya atau tuan ya?"jawab Zafana.
"Baik, non"ucap Mbo Itah lalu berbalik membawa Enzi dan Aileen pergi keluar dari dalam ruang rawat itu.
Selepas perginya mbo Itah dan kedua anaknya, Zafana kembali duduk disamping blangkar Rina. Melihat Rina yang sudah memejamkan matanya membuat Zafana menghela panjang dan menelengkupkan kepalanya dikedua lipatan tangannya.