Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Operasi Gerilya Paman Achmad dan Konser Cempreng yang Mengguncang Istana

​Matahari pagi di hari Minggu merekah hangat di atas langit Jakarta. Kediaman utama keluarga Dirgantara yang biasanya tenang, anggun, dan dipenuhi wibawa kaku khas rumah konglomerat, hari ini mendadak berubah menjadi arena keriuhan yang tak terkendali.

​Sejak pukul delapan pagi, Rolls-Royce milik Exel sudah terparkir rapi di pelataran. Namun, pusat perhatian hari ini bukan terletak pada sang CEO berdarah dingin yang sedang duduk santai membaca koran bisnis di ruang tengah, melainkan pada pergerakan gerilya sang asisten pribadi—Achmad.

​Di luar gerbang utama, sebuah mobil sedan sport hitam mengilap milik Achmad baru saja berhenti. Pria bertubuh tegap itu turun seraya merapikan kerah kemeja kasualnya yang berwarna navy. Wajah Achmad dihiasi oleh cengiran yang teramat sangat berseri-seri.

​Belakangan ini, pendekatan Achmad pada Safi sudah tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Pria dewasa itu makin agresif! Mulai dari menelepon Safi setiap malam dengan dalih "menanyakan kabar Nyonya Muda", mengirimi martabak manis ke kediaman orang tua Safi di Jakarta, hingga menawarkan diri menjadi sopir pribadi khusus untuk mengantar-jemput Safi setiap kali ada kegiatan kelompok sekolah.

​Pintu penumpang depan terbuka. Safi melangkah keluar mengenakan gaun katun berwarna merah muda lembut dengan rambut diikat setengah. Tangannya memegang sebuah kotak bekal berisi kue kuria khas Melayu buatan ibunya.

​"Aiyo... Paman Achmad ni tak payah lah susah-susah nak jemput Safi dekat rumah," ujar Safi dengan logat Melayu kentalnya yang melengking halus, matanya mendongak menatap Achmad seraya tersenyum malu-malu. "Safi boleh je naik taksi online dengan Rin sama Melati tadi."

​Mendengar suara mendayu-dayu bernada Melayu itu meluncur dari bibir manis Safi, rasa melayang seketika melingkupi dada Achmad. Pria yang biasanya tahan banting menghadapi ribuan gertakan musuh bisnis itu seketika melunak bagaikan es krim tersiram air panas! Kebucinan Achmad sudah memasuki stadium akhir!

​Achmad menyunggingkan senyum paling manis dan paling tampan yang ia miliki, jemari tegapnya secara berani namun sangat halus mengelus pelan puncak kepala Safi.

​"Mana ada kata susah buat Dek Safi," balur Achmad dengan suara yang dimiringkan dua tingkat lebih rendah, matanya menatap dalam ke arah manik mata Safi. "Taksi online itu berbahaya buat gadis manis kaya Dek Safi. Kalau sama Paman Achmad kan dijamin aman, nyaman, plus dapat garansi keselamatan dunia akhirat."

​DUARRR!

​Wajah manis Safi seketika membara merah padam bagaikan tomat matang! Gadis itu cepat-cepat menundukkan kepalanya seraya meremas kain gaunnya kaku. "Aiyo... Paman ni... Pandai sangat nak menyakat orang Melayu ya... Geli lah telinga Safi dengar."

​"Gak bercanda kok, beneran dari hati," goda Achmad lagi seraya tertawa renyah, mengambil alih kotak kue dari tangan Safi seraya menuntun gadis itu masuk menembus lorong kediaman utama.

​Di ruang tengah, Exel yang sedang menyesap kopi hitamnya melirik ke arah pintu. Begitu melihat Achmad melangkah masuk sambil mesra-mesraan menuntun Safi, sudut bibir sang CEO terangkat tinggi membentuk senyuman mengejek yang sangat puas.

​"Selamat pagi, Paman Asisten yang rajin ngojek," tegur Exel dingin namun dipenuhi nada ledekan yang sangat tajam.

​Achmad seketika tersentak kaget, refleks menarik tangannya dari dekat Safi dan berdeham kaku seraya merapikan jasnya. "E-ekhm! Selamat pagi, Pak CEO! Gua ini bukan ngojek! Gua ini menjalankan tugas mengawal tamu VIP Nyonya Muda!"

​Safi yang makin salah tingkah buru-buru membungkuk sopan pada Exel. "S-Selamat pagi, Mas Exel..."

​"Selamat pagi, Safi. Langsung ke dapur saja, Alexa dan teman-temanmu sudah menunggu di sana," jawab Exel ramah dan lembut.

​"Baik, Mas Exel!" seru Safi lega, melesat lari menuju dapur bersih untuk menyelamatkan diri dari tatapan godaan dua pria dewasa tersebut.

​Setelah Safi menghilang di balik lorong dapur, Exel menatap Achmad dengan satu alis terangkat. "Masih bilang taktik profesional, Mad? Itu muka kamu dari pintu depan sampai ruang tengah merah semua kaya udang rebus."

​Mak jleb!

​Achmad memegangi dadanya, berpura-pura kesakitan dramatis. "Aduh... Tega banget lu, Cel! Gua lagi membangun dinasti cinta masa depan gua nih! Lu jangan memadamkan api asmara gua dong!"

​Exel hanya mendengus terkekeh, menggeleng-gelengkan kepala melihat asisten pribadinya yang kini sudah resmi tertular wabah bucin akut seperti dirinya.

​Sementara itu, di dapur bersih kediaman utama yang sangat luas dan berlapis marmer mengkilap...

​Kehebohan sejati baru saja dimulai!

​Alexa, Rin, Safi, dan Melati sudah berkumpul mengenakan celemek memasak berwarna-warni. Berhubung Alexa sedang ngidam ingin makan masakan hasil olahan tangan sendiri bersama sahabat-sahabatnya, mereka berempat sepakat untuk menggelar pesta memasak ayam goreng kremes dan sambal ulek heboh.

​"Oke! Hari ini kita bakal bikin masakan paling lezat se-dunia buat Mas Suami dan kita semua!" seru Alexa penuh semangat seraya mengacungkan sendok kayu raksasa ke udara, suara cemprengnya yang khas sudah melengking di area dapur.

​"Siap, Nyonya Muda!" sahut Rin seraya tertawa geli.

​Namun, yang namanya Alexa dan sahabat-sahabatnya, sesi memasak tidak akan pernah berjalan tenang tanpa adanya drama dan kelucuan yang absurd.

​Saat Rin sedang sibuk memotong ayam dan Melati meracik bumbu, Alexa dan Safi bertugas mengulek cabai dan bawang di atas cobek batu raksasa.

​"Aiyo, Alexa! Kenapa cabai ni banyak sangat?!" jerit Safi heboh seraya memegangi ulekan batu, matanya melotot menatap tumpukan lima puluh biji cabai rawit merah di atas cobek. "Ini nak bikin sambal ke nak bikin racun pembunuh?!"

​"Biar mantap, Safi!" sahut Alexa polos seraya menumpahkan segenggam garam—efek hormon kehamilannya yang masih menyukai rasa gurih ekstrem. "Biar Mas Exel makin segar pas makan!"

​"Ca! Jangan ditumpahin semua garamnya, gila!" jerit Rin refleks menyambar botol garam dari tangan Alexa. "Kemarin di kantin kamu udah minum air laut, masa sekarang Mas Exel mau kamu kasih makan garam dapur cair?!"

​di tengah kekacauan mengulek sambal tersebut, Alexa mendadak menepuk tangannya gembira. "Eh, kalian tahu gak?! Masak itu bakal terasa lebih enak kalau diiringi lagu penuh penghayatan!"

​Melati menaikkan alisnya. "Lagu apa, Ca?"

​"Lagu pop nostalgia yang nadanya tinggi!" seru Alexa gembira. Gadis mungil itu menyambar botol minyak goreng kosong sebagai pengganti mikrofon, melangkah ke tengah dapur, dan menarik napas panjang.

​Rin yang dasarnya gila ikut-ikutan menyambar spatula besi, sementara Safi memegang sendok sayur.

​"SATU... DUA... TIGA! SING!" komando Alexa.

​Dan detik berikutnya... BENCANA SUARA CEMPRENG MENGGUNCANG KEDIAMAN UTAMA!

​"KUUUUU MENANGIIIISSSS... MEMBAYANGKAAANNNN... ALANGKAH KEJAMNYA DIRIMUUUUU!"

​Jeritan cempreng melengking naik tiga oktaf meluncur secara bersamaan dari tenggorokan Alexa, Rin, dan Safi!

​Suara Alexa yang melengking tinggi bagaikan kaleng rombeng dipukul besi beradu dengan suara Rin yang asal berteriak dan nada Melayu Safi yang ikut-ikutan melengking tanpa kontrol! Hanya Melati yang bernyanyi pelan sambil menutupi kedua telinganya kaku!

​"BERIKAN DAFTAR DOSAMUUUU... YANG HARUS KUBAYAAAR!" jerit mereka bertiga lebih kencang, menggoyangkan badan mereka secara dramatis di depan kompor yang sedang menyala!

​Di ruang tengah...

​PRANG!

​Cangkir kopi porselen di tangan Exel hampir saja terlepas dari jemarinya!

​Exel membeku kaku di atas sofa. Matanya melotot sempurna, rahangnya jatuh ke lantai. Suara jeritan cempreng yang sangat menggelegar dari arah dapur menembus dinding kediaman utama dengan daya hancur yang amat dahsyat!

​Di sebelah Exel, Achmad yang sedang menyesap teh hangat refleks tersedak hebat hingga tehnya menyembur keluar dari hidung!

​UHUK! UHUK! COUGH!

​"ANJIRRR!" jerit Achmad histeris seraya memegangi kedua telinganya kencang-kencang, matanya melotot tajam ke arah koridor dapur. "SUARA APAAN TUH?! SUARA PADUS KESURUPAN SETAN KANTIN YA?!"

​Exel memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri luar biasa. Gendang telinga sang CEO raksasa bisnis terasa seperti dihantam oleh bom sonik berkekuatan tinggi.

​"Alexa..." gumam Exel kaku, napasnya terengah-engah menahan rasa pening di kepala.

​"Cel! Kuping gua mau pecah!" racau Achmad heboh seraya berguling di atas sofa seraya menutupi kepalanya dengan bantal. "Itu suara Nyonya Muda sama gebetan gua kenapa bisa bersatu padu merusak pendengaran manusia begini?!"

​Tak tahan lagi dengan siksaan suara tersebut, Exel dan Achmad berdiri bersamaan, melangkah cepat menuju area dapur untuk menghentikan bencana nasional itu.

​Namun, begitu Exel mendobrak pintu dapur bersih...

​Pemandangan di dalam dapur benar-benar membuat rahang dua pria dewasa itu makin jatuh ke lantai!

​Alexa sedang berdiri di atas kursi kayu seraya mengangkat botol minyak goreng tinggi-tinggi, bernyanyi dengan mata terpejam dan mulut terbuka lebar. Rin sedang melakukan aksi gitar tunggal menggunakan sapu, sementara Safi sedang bergoyang dramatis seraya memegang sendok sayur di depan panci sup!

​"TAK SANGGUP LAGI AKUUUUU... MENAHAN RASA SAKIT INIIII!" jerit Alexa melengking di bait puncak!

​"ALEXA! STOP!" bentak Exel kaku seraya menutup kedua telinganya dengan telapak tangan!

​Jeritan Exel seketika memotong konser konyol tersebut.

​Alexa, Rin, Safi, dan Melati membeku di tempatnya. Alexa membuka matanya pelan, melihat suami tercintanya dan Achmad sedang berdiri di ambang pintu dapur dengan raut wajah sangat nelangsa dan memegangi telinga mereka erat-erat.

​"E-eh? Mas Exel?" cicit Alexa polos, melompat turun dari kursi seraya memayunkan bibirnya. "Kenapa Mas Exel mukanya kaku gitu? Suara Aca gak merdu ya?"

​Achmad yang berdiri di belakang Exel melangkah maju dengan wajah sangat tragis, memegangi dadanya. "Dek Alexa... Suara Dek Alexa itu bukannya gak merdu... Tapi sanggup bikin kaca jendela kediaman utama retak dalam hitungan detik! Kuping Paman Achmad dari tadi rasanya kaya dibledek petir!"

​"AIYO! PAMAN ACHMAD JAHAT BANGET!" jerit Safi heboh seraya menunjuk Achmad pakai sendok sayur, wajah cantiknya merona merah. "Kami ni tengah bernyanyi nak hiburkan hati lah! Mana ada suara kami macam petir!"

​Achmad melotot pelan menatap Safi, lalu menyunggingkan senyum sengkleknya kembali seraya berbisik manis: "Kalau suara Dek Safi sih tetap merdu di telinga Paman... Walau rada bikin pengang dikit."

​"Aiyo... Paman ni!" cicit Safi menunduk malu setengah mati.

​Exel menghembuskan napas panjang yang amat berat. Rasa pusing di kepalanya perlahan mereda begitu melihat wajah mungil istrinya yang segar, bahagia, dan tidak lagi mual-mual. Sang CEO melangkah mendekati Alexa, merangkul pinggang mungil istrinya secara halus, lalu mengecup puncak kepala Alexa yang harum aroma stroberi.

​"Suara kamu sangat bersemangat, Sayang," bohong Exel demi menjaga perasaan istri tercintanya, meski mukanya masih agak pucat akibat siksaan nada tinggi tadi. "Tapi Mas mohon... Jangan bernyanyi menggunakan nada melengking itu lagi ya. Kasihan dedek bayi di dalam perut nanti kaget."

​Alexa mengedip-kedipkan matanya polos, lalu menyengir manis seraya melingkarkan lengannya di leher tegap Exel. "Hehehe... Iya deh! Demi Mas Es Batu sama dedek bayi, Aca berhenti bernyanyi!"

​Mama Maria dan Papa Hendra yang baru saja melintas di dekat dapur ikut tertawa terbahak-bahak menyaksikan kekonyolan anak-anak muda tersebut.

​Malam harinya, seusai pesta makan ayam goreng yang penuh gelak tawa, Achmad mengantar Safi pulang ke rumahnya. Di dalam mobil sedan sport yang tenang, Achmad memberanikan diri menggenggam jemari mungil Safi saat berhenti di lampu merah.

​"Dek Safi..." panggil Achmad lembut dengan suara dewasanya yang jujur.

​Safi menoleh, binar matanya menatap Achmad dalam keheningan malam. "Ya, Paman Achmad?"

​"Paman serius sama Dek Safi," bisik Achmad menatap lurus ke dalam mata Safi. "Paman mau tunggu Dek Safi sampai lulus sekolah nanti... Dan Paman mau Dek Safi jadi pendamping hidup Paman selamanya."

​Pengakuan jujur dan emosional dari pria dewasa yang selama ini selalu ceria di depannya sukses membuat air mata keharuan menetes lembut di pipi manis Safi. Gadis Melayu itu tersenyum sangat manis, mengangguk pelan seraya meremas hangat jemari tegap Achmad.

​"Safi paham, Paman Achmad... Safi pun akan tunggu Paman," balas Safi tulus.

​Di balik kekonyolan suara cempreng yang mengocok perut dan tawa di kediaman utama siang tadi, benih-benih cinta yang hakiki di antara Achmad dan Safi kini telah mekar sempurna—menjanjikan masa depan yang penuh warna di samping kisah cinta abadi sang CEO dingin dan Si Gadis Cempreng Mungil.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lolos lagi ga nih 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Besok kan
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmm kenapa mereka malah jemput temen2 Alexa 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Langsung pergi gitu aja itu dari gudang 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Ish bukan penjahat naa tapi si Exel , ga nyari dulu gitu 🤔
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aga2 tegang
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Di bab ini harusna nerusin cerita di bab sebelum na pas Exel otw naik holiped. Ini ngulang na kejauhan om mik /Slight/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Biar ga ngebleng up na 2 atau 1 bab aja tiap hari, sisa na buat taabungan bab, /Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lumpuhkan dulu ekonomi mereka, biar ga bisa berkutik /Shame/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kalo ujung2na dijemput si Ahmad juga 🤔 napa ga ikut sekalian sama Sfie /Panic/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih nyebelein /Proud/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wah ahirna berhasil juga buaya betina culik Alexa /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Alemong /Facepalm/
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
ayo Exel sikat habis Bramantyo dan Clara.. biar tau rasa mereka berdua😏
𝐀⃝🥀Weny: sikat kuda dong yang besar😂😂😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga Alexa cpt ketemu
PengGeng EN SifHa
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kapok ga tuh si Clara 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Cocok lah sama buaya darat 🤭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ituu bukan guriihhh tapi assiiinn paiitt Alexaa /Curse/ 🤣🤣 yg bikin gurih itu micin /Cry//Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: wkwkwkwk
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Haduuhh ngakak abis euy 🤣 ngebayangin tingkah somplak mereka /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Katana VAVE Om mik /Proud/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iihh serem kali lah hormon bumil ini /Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
semoga Alexa dan kandungannya baik² saja.. semoga kalian tidak terlambat menolongnya😊
𝐀⃝🥀Weny
si Clara masih blm kapok juga, padahal sudah berkali kali gagal tetep aja ngeyel... sudahlah iklasin aja si Exelnya, kan dia sudah nikah.. dari pada hidupmu di hancurin sama Dia 😊
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: begitulah sifat manusia
total 1 replies
Shin
mampir kak
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: makasih
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
ihiiiir... ada yang berbunga² nih hati, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan😂
𝐀⃝🥀Weny: Yo engko tak tambahane asem😂😂
total 6 replies
𝐀⃝🥀Weny
si Exel cari aman, gk mau kalau istri imutnya ngambek 😁
𝐀⃝🥀Weny: trs seng ngambek kamu😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!