Indonesia
NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 (21+)

Warning!!!

Some parts of this story may contain adult content.

•••

Jio mengantar Yasmeen untuk pulang terlebih dahulu meski Yasmeen sempat menolak karena membuang waktu lagipula bolak-balik dari rumah ke apartemen Giselle kemudian kembali lagi ke rumah membuatnya tak efisien, namun Jio kembali membujuknya. Yasmeen akhirnya mengerti dan menurut.

Giselle bersandar pada Jio di sofa ruang tamunya, ia siap mengajukan protes pada sang pria yang tengah memainkan rambut panjangnya itu.

"Kenapa kau pilih kasih padaku?"

"Pilih kasih apanya, tidak ada hal seperti itu."

Giselle berdecak, ia sedikit kesal karena Jio lebih memperhatikan Yasmeen.

Saat di taman bermain bahkan sampai di restoran tadi pun pria itu lebih banyak bicara pada Yasmeen juga sangat memperhatikan adik perempuannya itu, Giselle tak marah hanya saja ia iri melihatnya.

"Harusnya kau bersikap baik padaku sebagaimana kau bersikap baik pada Yasmeen."

"Kalau begitu kau bisa menjadi Adikku agar aku bisa memperlakukanmu layaknya Yasmeen, bagaimana?"

Giselle terdiam, pura-pura berpikir, kemudian menggelengkan kepalanya.

"Tidak mau."

"Kenapa? Bukankah kau mau aku perlakukan seperti Yasmeen?”

Pertanyaan Jio membuat Giselle beralih naik ke atas pangkuannya, mengalungkan tangan pada lehernya tak lupa dengan senyum nakal yang terbit di bibir gadis tersebut.

"Kalau jadi Adikmu, aku akan tak bisa melakukan ini."

Giselle mengecup bibir Jio berulang, Jio sempat menahan pinggang gadis itu agar dia berhenti.

Namun Giselle kembali menciumnya membuat pria itu mengambil alih dengan sedikit melumatnya kemudian, Giselle menyambutnya dengan penuh semangat.

Mulutnya yang terbuka memberi akses lidah Jio untuk menjelajah, mencari kenyamanan yang akan membawa mereka dalam kenikmatan.

"Kau benar…” Jio membenarkan rambut Giselle yang berantakan, “Tetaplah jadi gadisku."

"Tentu saja..."

Dengan nafas terputus, Giselle mengelus rahang kokoh Jio secara erotis kembali mempertemukan bibir keduanya.

Tangan Jio menyelinap masuk ke dalam baju Giselle, menarik pengait bra yang gadisnya kenakan.

Giselle mengeluh kala tangan Jio naik mengelus dadanya dengan sedikit tekanan membawanya pada suasana baru, ini gila Jio tak pernah melewati batas sebelumnya.

Giselle menghentikan ciuman, netranya memandang Jio yang menatapnya penuh tanda tanya.

Giselle kemudian meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya, mencari file berisi foto-foto Jio di underground\~

"Mari kita lihat, apa kau masih akan menjadi priaku setelah ini."

\~dan menghapusnya.

Jio melirik ponsel di tangan Giselle, foto-foto itu telah hilang untuk selamanya ia kembali menatap Giselle dan menyingkirkan ponsel itu dari genggamannya seakan tak peduli, Jio kembali melanjutkan apa yang tertunda.

Menggendong gadis yang sebelumnya duduk di pangkuannya tersebut menuju kamar tanpa melepas tautan bibirnya, Jio membantu Giselle melepas pakaiannya yang dibalas serupa oleh sang empu.

Giselle tersenyum puas setelah aksi saling melucuti, melihat tubuh gagah berotot Jio yang siap menghancurkannya dalam kenikmatan.

"Sekarang kau benar-benar siap tidur denganku?" Tanya Giselle dengan mata sayu.

"Kau akan menyesal karena selalu memintanya."

Jio membasahi bibirnya, sebelum menunduk dan mencium bibir ranum Giselle. Tangannya kembali meremas Giselle perlahan.

"Tidak, karena ini yang kuinginkan."

Nafas Giselle memburu saat bibir Jio menyusuri lehernya, turun ke dada, lalu menjarah perut ratanya sembari mengajak Giselle berbaring.

Geraman Jio terdengar saat ia kembali memainkan puncak dada Giselle dengan mulutnya, memberikan gigitan pelan. Giselle memekik sebentar sebelum teredam dengan ciuman Jio yang mendecap kasar memberikan desiran nikmat, membuat Giselle melayang.

Jio Pratama, pria tampan itu berhasil membuat Giselle takhluk dengan aksi pria itu di atasnya.

Cekalan dikedua tangannya membuat Giselle tersadar dari lamunannya. Tangan Jio berpindah melebarkan kakinya, Giselle mengangguk memberi akses dengan bergerak di bawah Jio sebelum pria itu bergerak memasukinya.

"Hmmm..."

Pria itu memenuhinya perlahan, Giselle menggigit bibir bawahnya tersentak saat merasakan sensasi Jio di dalamnya.

Sedetik kemudian Jio terkejut menatap Giselle lalu pandangannya beralih turun ke penyatuan mereka, gadis ini tak pernah melakukannya terbukti dengan lelehan darah dari selaput darah yang terkoyak mulai keluar, Jio dapat merasakannya.

Pikirannya kacau bersamaan dengan gairah yang meluap, bagaimana mungkin gadis yang dicap nakal dan selalu bergonta-ganti pasangan itu tak pernah berhubungan badan dengan para mantan kekasihnya.

"Ini... pertama kalinya?" Nafas Jio memberat menekan gairahnya.

Giselle mengangguk sembari mengeluh, ia menggigit bibirnya menahan desah juga rasa perih bercampur nikmat dalam inti dirinya di bawah sana.

Meski sebenarnya pria itu ingin sekali menghentikan aksinya namun kabut gairah terlanjur menyelubungi, ia tak punya pilihan selain menuntaskan apa yang telah ia mulai. Jio mulai bergerak pelan membuat Giselle terbiasa akan sensasi dirinya.

"Gigit leherku, jika terasa sakit..."

Alih-alih menggigit leher pria itu Giselle memilih melahap bibirnya, suara kecapan terdengar di seluruh penjuru ruang kamarnya yang temaram.

Giselle mulai terbiasa dan mengikuti ritme Jio dengan baik, hentakan demi hentakan Jio lakukan penuh kasih, ia ingin Giselle mengingat pengalaman pertamanya untuk waktu yang lama.

Jio melakukannya dengan hati-hati agar gadisnya tak terluka.

"Aku… selalu bertanya pada diriku sendiri, kau selalu menolakku di tiap kesempatan."

Giselle terengah, "Apa kau tak pernah menginginkanku selama ini?"

Ucapan Giselle membuat Jio tak kuasa menahan tawanya, "Pfft... pertanyaanmu membuatku ingin tertawa.”

“Sudah kukatakan sebelumnya aku pria normal Giselle…”

Jio memandangi Giselle yang bergerak gelisah di bawahnya membuat Jio menelan ludah kasar, tangannya bergerak mengusap pipi Giselle lembut.

"Mungkin sejak pertama kali aku menciummu, aku mulai penasaran bagaimana rasanya memiliki dirimu seutuhnya. Raut wajahmu sekarang telah menjawab semua rasa penasaran itu." Ungkap Jio tepat di depan bibir Giselle.

"Jio..." gadis itu menggigit bibirnya sendiri.

Giselle tak lagi bisa menahan desah, kenikmatan yang Jio berikan membuatnya seolah berada di atas awan. Gelenyar aneh yang baru pertama kali dirasakannya membuat Giselle kehilangan kewarasan.

"Jio..."

Jemari Giselle tenggelam di sela rambut Jio, ia tak mampu berkata-kata saat dirasa mereka hampir mencapai klimaks, Jio hendak menarik diri keluar namun Giselle menahannya dengan mengeratkan pelukan.

"Tak apa... lakukan saja." Bisik Giselle tersengal.

Jio menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Giselle, menciumnya lekat. Frustasi menghadangnya.

Deru nafas bersahutan terdengar.

"Aku mencintaimu..." Giselle terengah-engah merasakan ledakan hasrat yang mengisinya setelah pencapaian klimaks itu menerpa.

Sedang Jio tersenyum membalasnya dengan gigitan kecil di leher Giselle.

"Akh... kau meninggalkan jejak?"

"Supaya kau tak tersesat."

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
lkzxxvy
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!