Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencair Suasana Ditepi Kasur

​Mobil kotak milik Riana membelok halus memasuki halaman rumah mereka. Suasana pelataran tampak lengang; belum ada tanda-tanda keberadaan sedan mewah milik Reza. Riana mematikan mesin, lalu menyandarkan tubuhnya sebentar di atas jok pengemudi, membiarkan keheningan menyelimuti pikirannya setelah hari yang teramat melelahkan di kampus.

​Ia menghela napas panjang, melangkah keluar sembari membawa tas perkuliahan dan kemejanya yang basah kuyup. Saat membuka pintu depan, rumah minimalis itu terasa begitu sepi. Riana langsung melangkah menuju kamar, menggantung baju yang terkena noda air es tadi ke dalam keranjang cuci, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

​Mata Riana menatap guling pembatas yang membentang tegap di tengah kasur. Pikiran tentang kejadian di kantin dan raut cemas Reza saat berlari ke parkiran terus berputar tanpa henti, menghadirkan desir aneh di dadanya.

​Sementara itu, beberapa kilometer dari kompleks perumahan, sedan Reza terparkir di depan sebuah minimarket. Reza berjalan menyusuri deretan rak pendingin dengan raut wajah serius—tampak sangat selektif memilih cemilan.

​Pria itu mengambil dua cup es krim rasa cokelat dan stroberi, lalu melangkah ke deretan rak makanan manis untuk mengambil beberapa batang cokelat favorit anak muda. Reza tahu betul, setelah insiden dipermalukan dan disiram air es di depan publik kampus, suasana hati Riana pasti berada di titik terendah. Dan ia berharap, kejutan manis sederhana ini bisa sedikit mengobati rasa kesal serta mengembalikan ukiran senyum di wajah istrinya.

​Usai membayar di kasir, Reza segera melaju pulang.

​Begitu tiba di rumah dan memarkirkan mobilnya, Reza melangkah cepat masuk ke dalam. Ia mendapati pintu kamar sedikit terbuka. Dengan pelan, Reza mendorong pintu kayu itu dan menemukan Riana sedang berbaring miring, menatap lurus ke arah guling pembatas dengan raut wajah melamun.

​"Ri..." panggil Reza pelan, membuat Riana tersentak dan langsung duduk tegap di tepi kasur.

​Reza mengangkat kantong plastik putih di tangannya sembari menyunggingkan senyum tipis. "Aku mampir sebentar tadi. Ini... ada es krim sama cokelat buat kamu."

​"Mungkin bisa balikin mood kamu biar enggak inget kejadian di kantin tadi," ucap Reza pelan. Pria itu melangkah mendekat, lalu menyerahkan kantong plastik berisi es krim dan cokelat itu langsung ke tangan Riana.

​Riana menerima kantong plastik tersebut dengan sedikit canggung. Ia mengintip isinya, melihat dua cup es krim dingin dan beberapa batang cokelat dengan varian favoritnya. Ada rasa hangat yang perlahan mengalir di dadanya—rasa perhatian sederhana ini terasa begitu tulus, jauh berbeda dari sosok Reza yang dingin dan acuh tak acuh beberapa minggu lalu.

​"Makasih, Za..." gumam Riana sembari menyunggingkan senyum tipis. Ia mendongak, menatap plester kecil di bibir Reza yang masih terpasang. "Kamu sendiri enggak makan?"

​Reza menarik kursi meja belajar dan duduk di sana, menatap Riana dengan pandangan lega karena melihat raut wajah istrinya tak lagi sekaku saat di parkiran tadi.

​"Aku gampang," sahut Reza, menyandarkan punggungnya. "Yang penting kamu enggak ngurung diri atau kepikiran terus soal Sela. Aku beneran minta maaf ya, Ri. Harusnya aku bisa cegah dia sebelum dia nekat gitu."

​Riana menggeleng pelan sembari membuka salah satu tutup cup es krim stroberinya. Ia menyendok es krim dingin itu dan mencicipinya perlahan.

​"Bukan salah kamu kok. Dia aja yang emang udah hilang kendali," balas Riana jujur. Matanya lalu melirik ke arah guling pembatas yang membujur kaku di tengah kasur di antara mereka. "Lagian... makasih juga udah pasang badan buat aku di depan anak-anak kantin tadi."

​Reza ikut melirik ke arah guling tersebut. Keheningan yang menenangkan menyelimuti kamar mereka selama beberapa saat, tidak ada lagi rasa canggung atau ketegangan sisa konflik kampus.

​"Sama-sama," jawab Reza halus. Pria itu menatap Riana lekat-lekat, menyadari bahwa peristiwa penuh tekanan hari ini justru membuat ikatan di antara mereka yang tersembunyi ini makin erat. "Mulai sekarang, kita hadapin bareng-bareng. Kamu enggak usah merasa sendirian lagi di kampus."

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!