Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:183.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Bertemu 'Keluarga'

"Mas, emangnya aku beneran boleh dateng?" Tanya Sisil.

"Boleh." Jawab Komandan Kaivan.

"Tapi aneh gak sih, Mas, kalo Mas bawa aku ke acara HUT TNI seperti ini. Apa lagi, kita kan belum menikah. Maksudnya, aku masih bukan siapa-siapa gitu loh, di lingkup TNI." Cicit Sisil yang masih saja khawatir.

"Kamu kan salah satu bagian dari kami juga, Sayang. Kamu Dokter Klinik TNI." Jawab Komandan Kaivan.

"Tapi kan statusku cuma diperbantukan, Mas." Sergah Sisil.

"Sayang, udah gak usah khawatir. Gak akan ada yang berani ngusir kamu disana nanti. Kamu akan selalu ada di sebelah Mas." Ujar Komandan Kaivan yang berusaha meyakinkan Sisil agar tidak khawatir.

Pada akhirnya, Sisil hanya bisa pasrah. Sore itu, mereka berangkat ke pusat Provinsi untuk bersiap menghadiri HUT TNI esok hari di Markas Kodam. Komandan Kaivan membawa serta Sisil bersamanya kali ini. Tak hanya berdua, mereka juga pergi bersama Miko dan Riki.

"Sudah gak ada yang tertinggal, Sayang?" Tanya Komandan Kaivan pada Sisil.

Sisil pun mengangguk dengan sedikit ragu.

"Kok ragu?" Tanya Komandan kaivan sambil mengernyitkan dahinya.

"Gak apa-apa sih, Mas. Gak ada yang ketinggalan kok. Cuma agak aneh aja rasanya krena pergi tanpa bawa tas tempurku." Jawab Sisil yang membuat Komandan kaivan tersenyum.

"Kali ini di tinggal saja, di sana banyak petugas medis." Kata Komandan Kaivan yang dijawab anggukan oleh Sisil.

Setelah Miko dan Riki datang menjemput di rumah Komandan Kaivan, mereka pun segera berangkat dengan menaiki mobil dinas yang biasa mereka bawa.

"Komandan dapat penghargaan lagi kali ini." Kata Miko sambil menaik turunkan alisnya.

"Komandan kita memang selalu keren." Puji Riki.

"Serius, Ndan? Komandan bakal dapet penghargaan besok?" Tanya Sisil.

"Iya, Bu Dokter. Komandan kita ini akan dapat penghargaan sebagai prajurit pengamanan terbaik. Semenjak Komandan memimpin Batalyon, sudah sangat berkurang aksi brutal dari Komplotan kriminal yang biasanya meresahkan. Maka dari itu, Komandan mendapat penghargaan." Jelas Miko.

"Waah! Keren banget! Proud of you, Komandan." Ujar Sisil dengan senyuman bangga.

"Saya bukan apa-apa tanpa kalian." Jawab Komandan Kaivan.

"Aduh! Jadi meleleh. Manis sekali Komandan kita ini." Kata Riki sambil menangkup wajahnya sendiri.

Setelah sampai di pusat Provinsi, mereka langsung check-in ke hotel yang sudah dipesan Komandan Kaivan. Hotel itu berada tak jauh dari Markas Kodam. Komandan sengaja menginap di hotel karena malam nanti ia akan datang ke acara jamuan makan malam para petinggi.

"Duh, tampannya..." Puji Sisil saat melihat Komandan Kaivan memakai Pakaian Dinasnya.

Komandan Kaivan yang sudah bersiap, sengaja menghampiri Sisil di kamarnya untuk berpamitan pada Kekasihnya itu. Tentu saja ia tak membawa serta Sisil, karena jamuan makan ini hanya di hadiri oleh para Perwira.

"Memang ada seragam kayak gini ya, Mas?" Tanya Sisil kemudian.

"Ini namanya PDU (Pakaian Dinas Umum) Dua. Biasanya dipakai untuk jamuan makan malam penting seperti saat ini." Jelas Komandan Kaivan yang di jawab anggukan mengerti oleh Dokter Sisil.

"Tapi, Miko kok gak pake baju kayak Mas?" Tanya Sisil.

"ni khusus untuk Perwira aja, Sayang." Jawab Komadan Kaivan.

"Kamu mau makan malam apa? Biar Riki yang belikan." Kata Komandan Kaivan.

"Apa aja, Mas. Yang menurut Mas enak disini. Aku kan gak gitu paham dengan makanan yang ada di sini." Jawab Sisil.

"Yasudah, nanti biar Riki belikan ayam bakar untukmu. Ada tempat ayam bakar yang rasanya enak di dekat Markas Kodam." Kata Komandan Kaivan yang kembali di jawab anggukan setuju oleh Sisil.

"Jangan pergi kemana-mana Karena Riki tidak ada di sini. Kalau kamu mau jalan-jalan, minta antar Riki, ya." Pesan Komandan Kaivan.

"Iya, Mas. Mas tenang aja. Aku kayaknya gak mau jalan-jalan malam ini. Istirahat saja di kamar." Jawab Sisil yang ingin menghabiskan waktu untuk beristirahat di kamarnya.

"Baiklah." Ujar Komandan Kaivan.

"Mas hati-hai, ya." Pesan Sisil yang dijawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

Sisil kembali menutup pintu kamarnya setelah Komandan Kaivan berpamitan. Seperti biasa, Komandan Kaivan akan menunggu Sisil mengunci kamarnya terlebih dulu, barulah kemudian ia pergi.

Pagi-pagi sekali, Komandan Kaivan, Sisil, Miko dan Riki sudah bersiap. Mereka berempat sudah rapi dan hendak sarapan di Restoran Hotel.

"Acaranya jam berapa, Mas?" Tanya Sisil.

"Tujuh lewat tiga puluh menit, kita harus sudah ada disana." Jawab Komandan Kaivan.

Sisil pun mengangguk mengerti. Untungnya ia sudah bersiap dan berdandan sejak setelah sholat subuh tadi. Setelah sarapan, ia hanya perlu touch up sedikit dan kemudian berangkat ke Markas Kodam.

Kedatangan Komandan Kaivan bersama seorang wanita, tentu menjadi sorotan. Pasalnya, Komandan yang masih belum menikah itu, tak pernah terlihat dekat dengan wanita. Maka dari itu, para atasan yang sudah sering memintanya untuk melepas status lajang pun tersenyum-senyum saat melihat Komandan Kaivan datang dengan menggandeng gadis cantik.

Sisil yang memakai rok batik dan di padu dengan kebaya janggan berwarna hijau emerald itu, tampak begitu cantik dan anggun. Komandan Kaivan dan Sisil memang terlihat sangat cocok sebagi pasangan.

Sebelum upacara HUT TNI dimulai, Komandan Kaivan menghampiri para Seniornya sembari memperkenalkan Sisil sebagai calon istrinya. Tentu saja, kedatangan Sisil di sambut hangat oleh para Senior Komandan Kaivan dan istri-istri Seniornya.

"Nah! Seperti ini baru benar. Sebentar lagi sepertinya saya akan menikahkan sulung saya." Ujar Komandan Kodam sambil menepuk-nepuk bangga bahu Komandan Kaivan.

Komandan Kaivan sendiri memang sangat dekat dengan Pimpinan tertinggi di wilayahnya itu. Sosok Komandan Kodam dan istrinya itu, sudah seperti orang tua bagi Komandan Kaivan.

Komandan Kodam dan Istrinya pun menganggap Komandan Kaivan seperti putra mereka sendiri. Komandan Kaivan dulu cukup lama 'mengikuti' dengan bertugas sebagai Ajudan khusus untuk pria yang ia panggil Bapak itu.

"Ini Dokter yag di perbantukan di Klinik?" Tanya Istri Komandan Kodam.

"Iya, Bu. Silvana adalah Dokter yang diperbantukan di Klinik." Jawab Komandan Kaivan.

"Memang kalau jodoh itu datangnya tak disanga-sangka, ya. Waktu di carikan, tidak ada yang cocok. Ternyata, setelah itu justru datang sendiri menghampiri." Kekeh Komandan Kodam yang menular pada Komandan Kaivan dan Sisil.

"Putra Sulung kita ini memang seleranya tidak main-main. Pantas saja yang lalu-lalu coba di jodohkan, semuanya mental. Ternyata secantik dan seanggun ini, seleranya." Puji Istri Komandan Kodam sambil mengusap sayang lengan Sisil.

"Terima kasih, Ibu." Ucap Sisil yang tampak malu-malu keika mendapat pujian dari Komandan Kodam dan Istrinya.

"Sabak-sabar ko, ya, Nak. Calon suamimu ini memang irit bicara. Tapi dia itu orang yang sangat teliti dan perhatian." Kata Komandan Kodam yang di jawab anggukan juga senyuman oleh Sisil.

1
rizky tria
hahahhaha 😂
kompor baget sih Miko & Riki
Munas Tuti
ha..ha..ha...ajudannya keren abis 👍
Ayunda
ajudannya tukang kompor mleduk
Rahmawati
ayo ndan susun calon istrinya
Rahmawati
dasar duo racun, bisanya manas-manasin komandan aja😂
Rahmawati
lah kok malah nyalahin sisil, lo nya aja yg gila😂
Sisca Afrianty
miko ama riki kompor meleduk ihhh...ayolah gaskeun komandan
lia juliati
mo liat komandan cemburu gimana ya🤭
bunda aya
ya Allah pinternya miko dan riki ngomporin kaivan 😄😄
Asih Sasi
🤣🤣🤣🤣nggk tahan juga ,dan akhir nya ,,otw Ndan
Nice1808
hahhaha trpancing juga ya ndan🤭langsung mau otw nyusul sisil😃😃😃
This Is Me
Yeyyyy...Sisil disusul komandan pujaan 🩷
Anonim
Gas keun komandan,susulin Dosil 🤣
Nice1808
bagus pak markus demi jabatan mu ttp utuh kau biarkn brisha di penjara dgn alasan kau adil dan bertanggung jawab🤣👍👍👍👍
Ayunda
alah pejabat lagu lama itu gak like lah
Munas Tuti
huuuuh orang kok hobby banget pencitraan too
🟢Rafifah
mau ny hukuman seumur hidup
This Is Me
Jangan² si Brisha malah makin berani jahatin Sisil 😤😤😤
Rahmawati
ya bukan salah komandan juga sih, komandan kan gk pernah kasih harapan ke brisha, dia nya aja yg gila😂
🟢Rafifah
double ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!