Indonesia
NovelToon NovelToon
KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen / Tamat
Popularitas:212
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Duniaku selalu sunyi, tetapi Kaito mengajarkanku cara mendengar melalui jemarinya. Kehadirannya adalah kepastian yang selalu kuanggap wajar—sampai sesosok warna baru bernama Haruto mengetuk duniaku dan menawarkan keindahan yang belum pernah kurasakan.
Di antara rasa penasaran dan ketulusan yang mulai terabaikan, sebuah jarak tak kasatmata perlahan membentang. Saat aku akhirnya menyadari arti kehadiran Kaito yang sebenarnya, akankah suara hatiku masih memiliki kesempatan untuk sampai padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA DI BAWAH JENDELA KAMAR

Sesampainya di rumah, suasana kamar terasa sepi. Suara gemercik jarum jam dinding menjadi satu-satunya irama yang mengisi duniaku yang sunyi.

Aku melepas tas kuliahku, lalu bergegas meraih ponsel di atas meja. Jemariku mengetuk layarnya dengan cepat, berharap ada notifikasi pesan dari Kaito. Namun, layar itu tetap bersih tanpa balasan.

Waktu terus bergulir hingga jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Perasaan cemas tipis mulai menyelinap dan berbisik di dalam dadaku. Apa yang sebenarnya sedang Kaito kerjakan sampai semalam ini? Kenapa dia belum memberiku kabar?

Aku menghela napas panjang, menepuk kedua pipiku pelan untuk menetralkan pikiran. Tidak, Hana. Jangan berpikir negatif. Kaito bukan Haruto. Kaito sangat menyayangimu, batinku menegaskan. Demi mengalihkan rasa cemas yang kian menumpuk, aku membuka buku-buku kuliahku dan memaksakan diri untuk mulai belajar.

Sementara itu, di sudut lain kota Tokyo yang terang oleh pendar lampu neon, Kaito sedang bergerak sigap di balik meja bar sebuah kafe yang ramai.

Ia mengenakan apron hitam, mengelap gelas-gelas kaca, dan menyajikan pesanan pelanggan tanpa lelah. Sudah beberapa hari ini Kaito mengambil pekerjaan paruh waktu rahasia setelah jam kuliahnya selesai. Semua itu ia lakukan demi satu tujuan: mengumpulkan uang sendiri untuk membeli kalung perak berbandul bunga yang amat disukai Hana sebagai kado ulang tahunnya.

Kaito sengaja memilih untuk merahasiakannya. Ia tahu betul bagaimana sifat Hana. Jika gadis itu sampai tahu Kaito bekerja hingga larut malam demi membelikannya hadiah mahal, Hana pasti akan melarangnya dengan keras karena takut Kaito jatuh sakit atau kelelahan. Bagi Kaito, sedikit rasa lelah di tubuhnya sama sekali tidak sebanding dengan bayangan senyuman bahagia Hana saat menerima kado itu nanti.

Pukul sepuluh malam berlalu. Aku yang masih duduk di meja belajar kembali mengecek ponselku.

Kali ini, sebuah notifikasi pesan masuk muncul di layar. Nama Kaito tertera di sana. Dengan cepat aku membuka pesan singkat itu:

"Aku sudah sampai di rumah, Hana. Maaf ya baru mengabari."

Membaca pesan itu, gelombang rasa cemas yang menyiksa dadaku sejak sore seketika runtuh. Rasa lega yang amat besar memenuhi batinku. Aku tersenyum tipis, lalu jemariku mengetuk layar untuk membalas pesannya:

"Tidak apa-apa, Kaito. Selamat malam, tidur yang nyenyak ya."

Aku meletakkan ponselku di samping kasur, mematikan lampu kamar, lalu menyelimuti tubuhku untuk beristirahat.

Namun, di luar sana, Kaito sebenarnya telah berbohong. Pria itu belum tiba di rumah sama sekali. Ia sengaja mengabari telah sampai di rumah hanya agar aku tidak khawatir dan bisa tidur dengan tenang.

Pukul sebelas malam, jam kerjanya di kafe baru resmi berakhir. Kaito melangkah keluar dari kafe dengan tubuh yang agak pegal dan lelah. Namun, saat meraba saku jaketnya—mengingat hasil kerja kerasnya yang makin mendekati harga kalung itu rasa lelah di tubuh Kaito menguap begitu saja. Semangatnya kembali membara saat membayangkan bagaimana reaksi terkejut dan bahagianya Hana di hari ulang tahunnya nanti.

Dalam perjalanan pulang, langkah kaki Kaito terhenti di depan pintu pagar rumahku.

Ia mendongakkan kepalanya ke atas, menatap jendela kamarku di lantai dua. Lampu kamarku sudah padam total, menandakan duniaku telah terlelap dalam tidur nyenyak. Kaito berdiri membisu di bawah temaram lampu jalanan malam yang dingin, menatap jendela kamarku dengan sorot mata yang sarat akan cinta yang tak terhingga.

Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, Hana, ucap Kaito di dalam hatinya dengan keteguhan batin yang teramat dalam. Aku akan menjadi suaramu, pelindungmu, dan ketenanganmu untuk selamanya.

Setelah membisikkan janji tulus itu pada malam yang hening, Kaito menyunggingkan senyuman tipis lalu melangkah perlahan menuju rumahnya sendiri.

Di dalam kamar yang gelap, aku terbangun sebentar karena rasa haus. Saat berjalan menuju jendela untuk merapatkan tirai, pandanganku secara tak sengaja menangkap bayangan sesosok pria berpostur tinggi yang sedang melangkah pergi menyusuri gang di bawah sana.

Langkah kaki pria itu tampak sangat mirip dengan Kaito. Aku mematung sejenak, mengucek mataku yang masih sarat akan kantuk. Namun, aku menepis keraguan itu. Kaito kan sudah sampai di rumahnya sejak jam sepuluh tadi, batinku yakin. Aku merapatkan tirai kembali, lalu berbalik melangkah menuju tempat tidur untuk melanjutkan tidurku.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan pola yang sama.

Saat pergi menuju kampus, Kaito tetap menjadi pria yang paling hangat. Ia selalu menggenggam tanganku dengan erat, melindungiku di tengah keramaian stasiun, dan mengelus kepalaku sebelum kami berpisah menuju kelas masing-masing. Namun setiap kali sore menjelang, Kaito akan selalu memberikan alasan yang sama—bahwa ada urusan mendesak yang harus ia kerjakan sehingga tidak bisa mendampingiku pulang bersama.

Aku berdiri di selasar kampus, menatap punggung Kaito yang terburu-buru melangkah pergi meninggalkan area universitas.

Perasaan cemas yang sempat kutepis kini kembali menggerogoti hatiku dengan lebih kuat. Wajah Kaito yang makin hari tampak sedikit lelah meski berusaha ia tutupi dengan senyuman, alasannya yang berulang setiap sore, dan ketidak bersamaannya denganku di jalan pulang... membuat sebuah pertanyaan besar mulai menghantui batinku.

Apa yang sebenarnya sedang Kaito lakukan di belakangku?

1
Prayy
JANGAN LUPA DI LIKE DAN KOMEN YA GUYS AGAR AKU SEMANGAT NULISNYA DAN NGEMBANGIN CERITA CERITA LAIN NYA🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!