putri akilla dia adalah gadis yang berumur 14 tahun baru saja memasuki bangku SMP. dia memiliki wajah yang cantik, menawan dan juara satu dikelas. dia anak yang pendiam dan jarang dekat dengan laki-laki tetapi sejak mengenal Rendy sikapnya menjadi berubah.
akankah akilla bisa menjadi teman dekat Rendy???
yuk jangan lupa baca novelnya ya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. bab 33
Saat itu bibi dirumah Killa pun bingung harus bagaimana lagi ia bertindak yang dia pikirkan hanyalah meminta bantuan dari seseorang dan tiba - tiba terdengar suara telepon dari saku nenek Killa.
" Maaf ya nyonya, bibi terpaksa mengambil telepon nya karena bibi bingung harus bagaimana ini, si Tono juga ga pulang - pulang dari service mobilnya ".
Gumam dalam hati bibinya.
Setelah itu bibi mengangkat telepon itu ;
" Hallo! ".
" Hallo nek, Nek tadi nenek menelepon Ridho banyak sekali ada apa ya? " . Sapa Ridho di dalam teleponnya dengan bibi.
" Aduhhh akhirnya den bagus yang menelepon, den tolong nenek dan Killa anu,, anuu pingsan semua bibi bingung ini mau menolong siapa dulu, disini bibi sendirian den ".
" Hallo bibi ada apa dengan Killa dan neneknya bi? ". Terdengar suara keras dari Ridho karena Ridho sedang berada di tengah perjalanan menuju sekolah.
Dan belum saja mau menjelaskan kepada Ridho telepon genggam nenek Killa pun baterai nya low bat.
Tut!
" Hallo den, Hallo denger suara bibi ga den ".
Saut dari bibi Killa.
" Owalah baterainya ternyata habis lagi ada - ada aja di saat sedang genting begini , aduh gimana ini, coba bibi telepon pak Tono saja lah ".
Lalu bibi pun mengambil telepon genggamnya dan sambil membangunkan nenek Killa yang sudah terjatuh di lantai.
Tuttt!
Tuttt!
Tutt!
Suara telepon dari hp bibi yang sedang menelepon pak Tono.
" Ini lagi orang satu si Tono ga pulang - pulang sedari tadi, aduhhh nyonya bangun dong!!!, bibi bingung ini mana non Killa di dalem sedang apa ya,,, ".
Saat didalam perjalanan Ridho pun bingung lalu dengan perasaan yang khawatir dan panik memikirkan Killa beserta neneknya. Bagi Ridho mereka sudah seperti keluarga Ridho sendiri jadi dia begitu khawatir kepada mereka.
" Tadi bibi menelepon dengan nada kebingungan begitu, ada apa yang terjadi pada nenek dan Killa, aduh mana macet banget lagi ini dijalan terus ditambah jam menunjuk pukul 07.00 pagi mana udah telat kali ini aku kalau datang ke sekolah ". Gumam dalam hati Ridho
Aku punya ide coba saja panggil Rendy siapa tau dia bisa membantunya.
Kring,,, kringgg,,, kring!!!
Suara telepon dari ponsel milik Rendy.
Saat itu ponsel Rendy pun lupa tertinggal di dalam mejanya disitu dari kejauhan beberapa centimeter Nisa pun melihat dari ujung dan berkata ;
" Histt pagi - pagi begini siapa si yang menelepon, brisik sekali menganggu suasana pagiku yang cerah ini ".
Gumam dalam hatinya itu lalu Nisa pun berteriak di ruangan kelas itu.
" Heii guys, itu telepon siapa si tolong angkat kalau tidak tutup saja teleponnya dong, brisik sekali ini menganggu telingaku ".
" Owh ini dari telepon milik Rendy Nis dan yang menelepon Ridho! ". Sapa teman yang menghampiri meja Rendy dan memegang telepon genggam milik Rendy itu.
Gubrak!
Suara kursi jatuh dan Nisa pun langsung bergegas berlari menuju ke tempat teman yang sedang menggenggam telepon Rendy itu lalu dia menarik langsung telepon tersebut darinya.
" Sini biar aku aja yang mengangkatnya! ". Jawab Nisa dengan nada berubah sopan seketika.
" Hist dasar bocah aneh tadi aja bilangnya kebrisikan dengan telepon itu, timbang nama Ridho saja sikapnya langsung berubah begitu Nisa,,, Nisa ". Saut dari teman yang lain yang sedang mengejek Nisa ini.
" Apa kata kamu tadi!, Diam kau tidak usah ikut campur dengan urusanku ". Jawab Nisa dengan nada lantangnya.
" Haloo Dho, ini aku Nisa, ada apa ya pagi - lagi begini menelepon Rendy ". Jawab Nisa dengan nada lihainya merayu Ridho itu.
" Kok telepon Rendy bisa ada denganmu Nis? ". Sapa Ridho dengan nada kebingungan.
" Oh iya tadi Rendy sedang berada di kamar mandi dan pas telepon dia berbunyi aku mendengar itu dari panggilanmu jadi aku langsung mengangkatnya Dho ".
" Oh bisa kasih telepon ini kepada Rendy Nis, soalnya ini darurat sekali ". Jawab Ridho dengan paniknya.
" Lah kamu gimana si kan tadi sudah aku bilang dia di kamar mandi masa iya aku mau kesono samperin dia malu lah Dho, mau menyampaikan apa emang Dho?, dan kamu belum tiba ya di sekolah, ini udah jam 07.03 lebih loh kamu sudah terlambat ". Ujar Nisa yang mengkhawatirkan Ridho.
" Ya sudah kamu sampaikan saja kepada Rendy ya, sekarang bisa nggak ke rumah Killa sepertinya Killa sedang ada masalah dan membutuhkan bantuannya aku tidak bisa membantunya karena aku kejebak macet ni, tolong dengan sangat ya Nis, aku meminta bantuanmu sekarang juga! ". Saut Ridho lalu menutup teleponnya itu.
" Hmmm oke baiklah nanti saya sampaikan Dho ". Jawab telepon dari Nisa lalu menutup percakapan dengan nada masam.
" Killa lagi,,,, Killa lagi,,,, Kenapa si Kill kamu selalu muncul mulu dimana - mana, Lah bukannya dia masih berada di rumah sakit ya, Ridho sedang bercandain aku kali ya, ya sudahlah aku abaikan saja ". Gumam dalam hati Nisa.
Setelah itu Rendy keluar dari pintu kamar mandi cowo terus dia baru menyadari bahwa telepon genggamnya tertinggal di kelas.
" Aduhh teleponku ketinggalan di kelas lagi ". Saut dalam diri Rendy.
Sesampainya di kelas lalu Rendy menanyakan teman sebelahnya dan berkata ;
" Hei ada yang liat teleponku tidak? ".
" Oh tadi diambil sama Nisa tuh ". Saut dari teman sebelahnya.
Kemudian Rendy pun menghampiri Nisa dan berkata ;
" Mana teleponku Nis?, Kamu tadi mengambilnya ya? ".
" Oh ya tadi Ridho menelepon terus aku angkat deh! " . Jawab Nisa dengan nada yang biasa saja seakan - akan dia tidak menyampaikan amanah dari Ridho itu.
" Ada apa Ridho menelepon pagi - pagi begini ? ". Jawab Rendy dengan nada terheran.
" Oh hanya menyampaikan hari ini dia telat datang ke sekolah gitu saja ". Saut Nisa sambil tersenyum berbohong.
" Lah apa hubungannya denganku kalau dia mau telat dasar Ridho bocah aneh?". Jawab Rendy dengan muka yang aneh.
Saat di perjalanan Ridho pun terpikirkan kenapa sahabatnya itu tidak menelepon balik kepadanya dan tiba - tiba terdengar suara nada dering ;
Kringg,,,, kringg,,,, kring,,,,!
Lalu Ridho mengangkatnya dan berkata ;
" Hei Ren kamu udah sampai belum di rumah Killa?, kok lama sekali tidak meneleponku".
" Hallo Dho, ini aku Rina ".
Jawab Rina yang terheran-heran dengan perlakuan Ridho ini.
" Eh Sorry Rin!, Ujarku tadi Rendy yang menelepon ".
Saut Ridho yang malu karena sedari mengangkat telepon tersebut Ridho tadi tidak memperhatikan siapa yang menelepon saking panik dan khawatirnya dia langsung menjawab telepon dari Rina itu.
" Oh ya Dho, kamu kenapa belum sampai ke kelas ini ibu Rose mencarimu, makanya aku disuruh menelepon mu ".
Jawab Rina pada Ridho yang sedang bercakap dengannya.
" Oh ya aku terlambat ini soalnya macet sekali Rin, aku tidak bisa bergerak ini samping kanan kiri mobil semua, aku di gepit diantara dua mobil Rina, aku juga tadi sudah meminta izin kepada ibu Rose bahwa hari ini aku izin telat dan memberikan buktinya juga ". Jawab Ridho kepadanya sambil menjelaskan semua.
Bagiamana kisah selanjutnya antara Mia dan nenek...
Apakah ada yang mau menolong mereka???...
Jangan lupa tonton episode selanjutnya ya guys
Terima kasih sudah membaca🙏😉