Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33.
Pertempuran masih berlangsung, goblin berdiri di tengah medan perang yang sudah dipenuhi mayat. Di sekelilingnya ribuan pasukan dari berbagai ras terus menyerangnya.
Manusia, Elf, Dwarf, dan Beastman, mereka datang dari segala arah.
"Serang dia!!"
"Jangan biarkan dia mendekati kita!"
"Gunakan sihir!"
"Tembakkan panah!!"
FWISH! FWISH! FWISH!
Ratusan anak panah melesat dari kejauhan, di saat yang sama 'BOOM!' serangan sihir berupa es, air, api, petir, angin menghantam tanah di sekitar goblin, namun goblin menghilang.
SWOSH!
Dalam sekejap, ia sudah berada di antara barisan manusia 'SLASH!' satu tubuh terbelah, goblin berputar 'SLASH!' dua orang lagi tumbang, ia melompat 'DUAKH!' tubuh seorang prajurit dihantam hingga terlempar jauh.
Belum sempat para musuhnya bereaksi- 'FWISH!' goblin sudah berada di belakang mereka 'SLASH! SLASH! SLASH!' belsan orang jatuh terbelah hampir bersamaan. Goblin tidak terlihat kesulitan, tidak kelelahan, tidak serius sama sekali melawan mereka semua.
Serangan-serangan mereka masih terus berlanjut pada goblin dari jarah jauh maupun jarak dekat, namun semua itu terasa begitu lambat dan lemah bagi goblin, bahkan jendral pasukan pun begitu lambat di mata goblin yang sekarang.
"Terlalu lambat..." ucap goblin sambil bergerak sedikit untuk menghindari semua serangan mereka.
Dalam waktu yang singkat itu, ratusan pasukan telah tumbang di sekelilingnya.
"G-gila..."
"Dia sendirian..."
"Kenapa goblin bisa sekuat itu?!..."
"Aku masih ingin hidup... L-lari!"
"LARI!!"
Ketakutan mulai menyebar, pasukan yang awalnya berjumlah ribuan mulai kehilangan moral dan keberanian, sebagian telah kabur dari medan perang, lalu yang lainnya ikut berbalik untuk kabur juga. Mereka ingin hidup dan tidak peduli lagi dengan pertempuran ini.
Kini hanya tersisa sebagian kecil pasukan musuh yang masih bertahan di medan perang.
Saat goblin akan melanjutkan pembantaiannya itu tiba-tiba-
CLANG!!
Tebasan pedang besar muncul dari sampingnya cukup cepat, tapi goblin mampu menahannya dengan cukup mudah.
Goblin menatapnya "...Kau?"
Goblin slayer akhirnya muncul, armor baja yang menutupi wajah dan seluruh tubuhnya itu langsung dikenali oleh goblin.
Goblin slayer tidak mengatakan apa pun, ia hanya mengacungkan pedang besarnya ke arah wajah goblin, tanpa basa-basi ia langsung melesat menyerang goblin dengan cepat.
FWISH!
Goblin menghindarinya dengan sangat mudah dan hanya menggeserkan sedikit bahu dan kepalanya saja.
Goblin mengingat pertarungan mereka di masa lalu, pertarungan yang berlangsung berjam-jam, saat itu goblin harus mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk bertahan hidup, namun sekarang goblin tidak merasakan tekanan yang sama.
Tidak ada rasa takut, tidak ada ketegangan, tidak ada ketakutan, yang ada hanya hampa.
Karena kekatan mereka berdua sudah tidak sama seperti dulu lagi, kini goblin jauh lebih kuat, lebih cepat, lebih berpengalaman. Setiap serangan goblin slayer itu terasa lambat dan lemah.
DUAKH!
SLASH!
Tinju goblin menghantam dada goblin slayer, tubuhnya terlempar jauh beberapa meter, namun sebelum goblin slayer sempat berdiri, goblin sudah berdiri di depannya 'SLASH!!' satu tebasan kecil itu meretakkan armor goblin slayer dan hampir hancur.
Goblin slayer mencoba mengangkat pedangnya namun terlambat.
Goblin bergerak lagi 'BUKH!' tendangannya membuat goblin slayer terlempar dan menghantam tanah dengan keras 'BRAKH!'.
Pertarungan yang dahulu berlangsung berjam-jam, kini berakhir hanya dengan beberapa serangan biasa saja.
Goblin slayer mencoba berdiri dengan tubuh gemetar kesakitan 'BRUGH!' tubuhnya terjatuh lagi dan tidak mampu bergerak seperti sebelumnya. Goblin menatapnya dan akhirnya mengerti.
Goblin slayer tidak berubah, tidak bertambah kuat, tidak berkembang, sementara dirinya sudah sangat jauh berubah lebih kuat.
Goblin mendekat dan akan mengakhiri nyawa goblin slayer, tiba-tiba beberapa pasukan musuh muncul dan melindunginya.
"Lindungi dia!"
"Bawa dia pergi!"
"Cepat!!"
Beberapa prajurit lainnya menyerang goblin untuk mengulur waktu, goblin menebas mereka dengan sangat muda, namun saat ia kembali melihat ke depan goblin slayer sudah dibawa pergi. Goblin hanya berdiri diam dan tidak mengejarnya karena sekarang ia sudah tidak tertarik melawan goblin slayer yang jauh lebih lemah darinya.
Goblin kemudian membalikkan tubuhnya menuju medan perang dan akan melanjutkan pembantaiannya.
Di tempat lain pertarungan antara Morgath dan Marshall masih berlangsung.
BOOM!!
DUAKH!!
BRAKH!!
Tanah terus hancur, bukit kecil di sekitar mereka telah berubah menjadi puing, Morgath terus menyerang dengan seluruh kekuayannya, namun napasnya terlihat sudah berat, energi hitamnya juga terlihat menipis, wajahnya mulai terlihat lelah.
Sebaliknya, Marshall masih berdiri tegak, beberapa luka kecil terlihat di tubuhnya, namun napasnya tetap tenang, tidak terlihat sedikitpun kelelahan. Morgath menyadarinya kalau ia tidak bisa menang melawannya.
Tapi Morgath masih bisa tersenyum kecil "...Sepertinya aku harus mengeluarkan semuanya padamu"
"....." Marshall tidak menjawab.
Morgath mengangkat kedua tangannya, lalu keluar aura kegelapan yang pekat mengelilingi tubuhnya 'FWOOOSH!!' bulatan energi hitam sebesar kepala manusia terus membesar setiap detiknya.
Bola api hitam raksasa mulai menutupi medan perang, petir hitam mengelilingi bola api hitam raksasa itu dan membuat semua orang yang ada di medan perang mengalihkan perhatian mereka ke arah bola api hitam raksasa itu.
Wajah-wajah takut, panik, dan cemas terlihat jelas di wajah para pasukan yang tersisa.
"A-apa itu!?!"
"Ma-ti lah kita..."
"Panas sekali!"
"Bagaimana kita bisa selamat dari itu?!"
Goblin menoleh dan matanya membelalak "...B-besar sekali!"
Bola api hitam raksasa dengan kilatan-kilatan petir hitam yang sangat besar menutupi medan perang itu perlahan mulai turun, lalu Morgath berkata "Dark Sun..." bola api hitam raksasa itu semakin cepat turun.
Marshall sedikit terkejut melihatnya, namun ia tidak takut dan terlihat akan melakukan sesuatu pada bola api hitam raksasa itu "SLAASSHH!!" tebasan pedang besar yang di aliri energi merah gelap melesat ke arah bola api hitam raksasa itu.
Serangan Marshall itu memang sangat hebat dan sangat luar biasa, namun sayangnya serangan itu tidak berhasil menggagalkan bola api hitam raksasa milik Morgath dan terus turun ke daratan.
Marshall langsung menyelimuti tubuhnya dengan burst energy miliknya untuk menahan dari dampak ledakan dari bola api hitam raksasa itu. Goblin juga bereaksi sama dan langsung melindungi dirinya dengan burst energy, kemudian goblin berlari sekencang-kencangnya untuk mengurangi dampak ledakan itu.
KABOOOOOMMM!!!
...
Bola api hitam raksasa alias Dark Sun itu menyentuh daratan dan langsung meledak menghancurkan dan membakar semuanya tanpa tersisa sedikitpun.
Seluruh pasukan musuh terbakar dan menjadi abu dalam sekejap karena saking panasnya. Tidak menyisakan satu pun dari mereka, semuanya benar-benar musnah dan terbakar hingga menjadi abu.
Goblin yang sudah sedikit menjauh pun masih terkena ledakan itu tapi lukanya tidak terlalu parah dan hanya mendapatkan luka sekitar 10% kurang lebih, tapi tubuhnya langsung beradaptasi menahan rasa sakit itu dengan cepat.
Marshall muncul dari balik debu dan asap ledakan itu, ia terlihat masih hidup dan masih berdiri, beberapa saat setelah debu dan asap itu memudar, terlihatlah Marshall dengan jelas.
Tubuhnya memang medapatkan luka dari ledakan dahsyat tadi, namun tetap tidak melukainya secara fatal, Marshall benar-benar sangat kuat dan itu membuat goblin maupun Morgath langsung terkejut melihatnya.
Serangan sehebat dan sebesar itu masih tidak bisa mengalahkan Marshall.
"A-apa!!??" Morgath tercengan melihat Marshall mampu menahan serangan terkuatnya itu dan yang membuatnya semakin terkejut itu karena Marshall tidak terlihat kesakitan sedikitpun.
Goblin menelan ludah "Apa dia itu manusia??!"
Tiba-tiba insting goblin mengatakan kalau Marshall akan bergerak dan menyerang pada Morgath. Goblin langsung memusatkan semua otot-ototnya pada kaki untuk menyelamatkan Morgath yang sedang dalam bahaya.
SWOOSH!!
Marshall menghilang dan muncul tepat di depan Morgath, pedang besarnya sudah berada di samping leher Morgath "Sudah berakhir..." ucap pelan Marshall pada Morgath.
SLASH!!!
Namun sesuatu melesat dengan kecepatan luar biasa.
CLANG!!!
Pedang Marshall berubah arah.
Goblin muncul dan berhasil membelokkan tebasan Marshall tadi tepat waktu.
Morgath terkejut "...G-goblin?!"
Goblin tidak menjawab, ia langsung meraih tubuh Morgath "Kita pergi!"
FWISH!!!
Goblin membawa Morgath dan melesat dengan kecepatan penuh, Marshall menatap mereka lalu mengejar 'SWOOSHH!!!' kecepatan Marshall jauh lebih tinggi dari goblin.
Marshall sudah berada di belakang mereka sambil mengangkat pedangnya, goblin menoleh tapi sudah terlambat.
SLASH!!
Tebasan pedang Marshall dan berhasil memotong salah satu kaki goblin 'CHRAKK!!' goblin terjatuh 'BRAKH!' goblin terus mencoba bangkit tapi tanpa satu kaki itu langsung membuatnya terjatuh lagi.
Morgath sudah tidak memiliki energi sedikit pun untuk melawan atau untuk berteleportasi.
Namun tiba-tiba Morgath bergerak 'CHRAK!!' tangannya menembus dadanya sendiri.
Goblin membelalakkan mata "...M-Morgath!!"
Morgath menarik sesuatu dari dalam tubuhnya, yaitu sebuah jantung yang masih berdenyut, masih berdetak.
DUP.
DUP.
DUP.
Darah hitam pekat mengalir dari tangan Morgath, goblin hanya menatapnya dengan panik dan kebingunan harus bagaimana.
Morgath tersenyum tipis di wajahnya yang memucat "Goblin... Telan ini" ia mengulurkan jantung itu.
Goblin terdiam "Apa?!"
Morgath langsung memasukkan jantungnya ke dalam mulut goblin secara paksa.
GULP!!
Goblin menelannya.
Tubuh goblin bergetar, tapi Morgath tersenyum "...Bagus"
Marshall berjalan mendekati mereka berdua dan mengangkat pedangnya "Tidak ada lagi tempat untuk kalian... Matilah!"
SWOSH!!!
Pedangnya menusuk lurus ke depan "CHRAKK!!' pedangnya menembus mereka berdua sekaligus.
Darah goblin dan Morgath menetes ke tanah, tubuh keduanya melemas, pandangan mereka berdua mulai kabur, dan mulai gelap.
Tubuh goblin tidak lagi merasakan apa pun, lalu-
SLASH!!
Marshall mengayunkan kembali pedangnya dan langsung memenggal goblin dan Morgath dalam sekali tebasan agar dirinya puas dan yakin kalau mereka berdua telah mati olehnya.
Marshall berdiri menatap tubuh goblin dan Morgath yang sudah tidak memiliki kepala di tanah cukup lama hanya untuk memastikan kalau mereka tidak bangkit lagi "...Sepertinya mereka benar-benar sudah mati" lalu pergi meninggalkan tempat ini.
Marshall pergi pulang dengan membawa satu kepala saja, yaitu kepala Morgath untuk membuktikan kalau dirinya berhasil mengalahkan Morgath.
....
Sesuatu bergerak dari dalam tubuh goblin dan itu adalah parasit.
Parasit sedang mencerna jantung yang di makan oleh goblin tadi yaitu jantung milik Morgath yang memiliki inti energi kegelapan yang sangat kuat.
Meski kini goblin dadanya berbulang dan tanpa kepala, tapi parasitnya masih bisa bergerak dan masih terus bekerja tanpa henti mencerna jantung Morgath.
Dari setiap pori-pori tubuh goblin keluar cairan lengket, kental, hitam pekat berlendir dan terus keluar semakin banyak tanpa henti hingga menyelimuti atau membungkus seluruh tubuhnya.
Cairan aneh itu mulai mengeras dan terus mengeras setiap detiknya jadi terlihat seperti batu yang keras.
...
DUP.
DUP.
DUP.
Gelap gulita.
Tanpa suara, tanpa cahaya dan hanya kegelapan.
Dari kegelapan yang gelap itu munculah sesuatu yang sangat besar.
Sebuah mata, satu mata besar, pupil emas, sklera hitam menatap ke satu arah, yaitu jiwa goblin. Dan mata besar itu kembali menghilang, lalu semuanya kembali menjadi gelap gulita.
Satu bulan berlalu...
Batu hitam keras terbuat dari lendir parasit yang membungkus tubuh goblin itu mulai terlihat sedikit retak 'KRAKH!...' dan retakkan itu terus meluas sedikit demi sedikit, lalu terbelah lah batu itu dan menjatuhkan tubuh goblin.
Terlihat siluet satu jari goblin bergerak sedikit.