Indonesia
NovelToon NovelToon
Jejak Kelima : Gerbang Rimba

Jejak Kelima : Gerbang Rimba

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Petualangan
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Narishea

Lima sahabat Pramuka Penegak — Bima, Arga, Gilang, Maira, dan Elina— masuk ke Rimba Larangan hanya untuk mencari jejak yang hilang.

Satu langkah salah, mereka terperosok ke dimensi lain yang tak terlihat.

Saat Elina tiba-tiba hilang tanpa jejak, Maira panik dan berteriak memanggil namanya sekeras-kerasnya.

Itulah kesalahan fatal mereka.

Teriakan itu membangunkannya.
BHAYAVEDIN — makhluk buta Sang Perasa Takut yang memburu setiap suara. Semakin keras mereka berteriak, semakin dekat ia datang.

Kini mereka terjebak dalam aturan mengerikan: dilarang bersuara.

Dengan satu teman hilang di dalam kabut dan makhluk itu yang terus memburu, satu-satunya cara pulang adalah memecahkan kode rumit di Gerbang Kelima.

Tapi bagaimana memecahkan kode saat kau bahkan dilarang untuk berteriak meminta tolong?

Berhasilkah mereka keluar??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Narishea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33 : Tertukar

Maira masih kaku, tangan kanannya digenggam sama boneka kembarannya. Genggaman ilalang kering, dingin, nyengat lumpur. Rambut kuncir belakang Maira yang panjang, kegeser angin ilalang, nyentuh tangan boneka.

Boneka Maira yang mukanya persis Maira, rambutnya juga dikuncir belakang, tapi kuncirnya dari ijuk hitam, panjang sampai tanah. Senyum kayu runcingnya makin lebar, sampai batok kelapanya retak di samping.

"Udah dapet... satu..." bisiknya lagi pakai suara Maira.

Maira mau narik tangan, tapi gak bisa. Kuku-kuku ilalang boneka itu nusuk ke kulit Maira, bukan nusuk dalam, tapi ngiket, kayak akar kecil masuk ke pori-pori.

Elina yang rambut pendek sebahunya basah keringet, dia liat tangan Maira digenggam, dia langsung maju. Elina gak peduli boneka di depan dia, dia tarik tangan Maira dari belakang.

"LEPAS!"

Elina tarik keras.

Krek...

Tangan boneka Maira bunyi kayu.

Tapi gak lepas.

Bima yang senternya udah sekarat, cahayanya kuning kedip-kedip, dia nyorotin ke tanah lagi. Dia harus pastiin siapa yang udah ketukar.

"Semuanya cek bayangan! Cepet! Pas senter nyala!" Bima teriak pelan.

Berlima plus dua boneka kembaran (Gilang dan Maira) berdiri di tengah kepungan. Senter disorot ke bawah.

- Bayangan Bima: ada, jelas, gendong carrier.

- Bayangan Elina: ada, rambut pendek sebahunya keliatan jelas di bayangan.

- Bayangan Maira: ada, tapi ada dua bayangan numpuk, satu bayangan rambut dikuncir belakang, satu bayangan tangan panjang.

- Bayangan Gilang: ada, tapi bayangannya aneh, tangannya panjang sampai tanah, kepalanya lonjong batok kelapa, bukan kepala Gilang.

- Bayangan Arga: gak ada.

Dari tadi sejak masuk ilalang tapi sepertinya nggak ada yang sadar.

Arga yang dari tadi paling diem, paling belakang, dia jongkok cek tanah. Di tempat dia berdiri, rumput ilalang rebah, tapi gak ada bayangan hitam manusia. Cuma bayangan ilalang.

Arga pucat. "Bim... gue... bayangan gue mana?"

Elina noleh ke Arga. Arga yang dari tadi gendong ransel, mukanya pucat, keringetan. Elina liat muka Arga deket-deket, 20cm jaraknya, matanya melek lebar nahan kedip.

Mata Arga... gak berair. Mata manusia kalau nahan kedip lama pasti berair, merah. Mata Arga kering. Bulat. Gak ada urat merah.

Dan di leher Arga, di belakang telinga...

Ada sambungan. Sambungan kayu. Kayak nat kayu batok kelapa di lem.

Elina mundur selangkah.

"Lo... lo bukan Arga..."

Arga palsu diem 2 detik, terus senyum.

Senyumnya pelan-pelan lebar, dari senyum Arga yang tipis, jadi senyum kayu runcing, gigi kayu nongol.

Krek krek krek... lehernya bunyi.

Dia ketawa. Suara Arga, tapi dalemnya ada suara kayu digesek.

"Baru sadar?"

Bima sama Maira langsung narik Elina ke tengah.

Arga palsu itu berdiri, ransel yang dia gendong jatuh menghadap tanah sampai menimbulkan suara gedebuk kasar. Isinya bukan baju, isinya ilalang kering sama batok kelapa pecah.

Terus Arga palsu lari. Larinya cepet banget, gak kayak manusia, kakinya gak napak tanah, hanya bunyi _srek srek_ lewat ilalang.

Larinya ke tengah ladang, ke arah lingkaran tanah kosong yang keliatan samar di tengah ilalang.

"ARGA ASLI MANA?!" Gilang teriak, suaranya serak nahan kedip.

Maira yang tangannya masih digenggam boneka Maira, dia liat ke arah Arga palsu lari, di jalur larinya, di antara ilalang yang rebah...

Ada kaki manusia. Kaki pakai sepatu gunung.

Arga asli.

Arga asli pingsan, tergeletak di ilalang, disembunyiin ilalang tinggi, mukanya pucat, napas pelan. Di sampingnya ada boneka polos tanpa muka yang udah rebah, kayak habis berantem.

Arga asli ditukar dari awal.

Sekarang posisi mereka: berlima, tapi satu palsu udah kabur (Arga palsu), satu setengah ketukar (Maira digenggam), satu bayangannya udah jadi boneka (Gilang), sisa Bima sama Elina yang masih full manusia.

Dan 15 boneka lain yang ngelilingin mereka, maju lagi 1 meter pas mereka lengah sadar Arga palsu.

Srek...

Kepungan sekarang cuma 2 meter. Sesak. Ilalang di sekeliling mereka tinggi, nutup cahaya bulan.

Maira yang tangannya digenggam, dia liat boneka kembarannya, dia punya ide gila.

"Kalau... kalau dia mau tukar... berarti dia takut dilepas?"

Maira gak narik tangan, dia malah genggam balik, keras.

Boneka Maira kaget. Coretan arang matanya kedip cepet.

Maira genggam balik makin keras, kukunya nusuk balik ke ilalang boneka.

"Lo mau jadi gue? Sini!"

Elina sama Bima bantuin, berdua megang tangan boneka Maira, tarik paksa.

KREKKKK...

Tangan boneka Maira patah. Ilalangnya putus.

Boneka Maira jerit, suaranya jeritan Maira sendiri, melengking.

Aakkkhhh..

Jeritannya bikin 15 boneka lain berhenti maju, kayak kesakitan denger jeritan itu.

Tangan Maira lepas. Di telapak tangan Maira ada bekas getah hitam, bentuk 5 jari.

Gilang yang bayangannya udah jadi boneka, dia jatuh duduk, pegang kepala, "Bim... kepala gue berat... kayak ada yang nempel di punggung."

Bima noleh ke punggung Gilang.

Di punggung Gilang, nempel boneka kecil sebotol, yang tadi gak keliatan, ngumpet di balik carrier Gilang. Boneka kecil itu rambutnya ijuk, mukanya mirip Gilang versi kecil, senyum kayu.

Itu yang bikin bayangan Gilang jadi bayangan boneka.

**

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!