Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:610
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Pendaratan di Kota Benteng Valoria

Interogasi terhadap Komandan Varg berjalan sangat cepat dan efisien. Di bawah gempuran kalkulasi logis Ryeon dan taktik tekanan mental yang disusun Jaegal So-yeon, komandan Ksatria Murni itu membeberkan seluruh peta kekuatan Benua Barat.

​Fasilitas Induk Project Core Sovereign ternyata tersembunyi di bawah reruntuhan kota kuno Valoria—sebuah kota benteng raksasa bertembing batu hitam yang kini dikuasai oleh Ordo Ksatria Murni. Di sana, pimpinan tertinggi mereka yang dijuluki Grand Archon Uther sedang mengekstraksi Reaktor Induk untuk menggerakkan ribuan prajurit mekanis tanpa jiwa.

​Tiga hari setelah pertempuran laut, Bahtera Roda Bintang 01 membuang sauh di sebuah teluk tersembunyi yang terlindung oleh tebing-tebing karang terjal di pesisir timur Valoria.

​"Sistem penyamaran gelombang mikro aktif," lapor Tang Jin-Bao dari konsol utama. "Dari luar, kapal kita cuma kelihatan seperti tumpukan batu karang biasa. Sensor uap musuh tidak bakal bisa mendeteksi lokasi kita, Bos."

​Ryeon mengangguk puas. Ia menyapu jubah tempur hitamnya yang telah disesuaikan dengan medan daratan Benua Barat. Di pinggangnya, dua bilah pedang tipis mikro-karbon tersimpan rapi.

​Di sampingnya, Gong Son-mi mengencangkan tali perisai kompositnya, sementara Baek Hyun sudah bersiap dengan pakaian penyamaran serba gelap. Jaegal So-yeon berdiri anggun memegang kompas frekuensi, mengenakan gaun tempur perak kedap air yang memikat.

​"Kita tidak membawa seluruh pasukan," komando Ryeon tenang pada tim intinya. "Valoria dikelilingi oleh tembok tebal berpendar sensor uap. Kita infiltrasi lewat jalur pembuangan energi bawah tanah."

​"Siap, Bos!" sahut Jin-Bao, Son-mi, dan Baek Hyun serempak.

​Di bawah naungan malam yang gelap gulita tanpa bintang, tim inti Ordo Roda Bintang bergerak cepat menembus hutan cemara hitam di luar Kota Benteng Valoria.

​Pemandangan kota benteng itu sangat kontras dengan kota-kota di benua Murim. Tembok batu setinggi tiga puluh meter berdiri megah dengan pipa-pipa uap raksasa yang menyemburkan asap hitam ke udara. Di atas menara pengintai, lampu sorot berdaya energi reaktor berputar perlahan, menyapu area sekitar.

​"Lihat pipa pembuangan di bawah tebing itu," bisik Baek Hyun yang baru kembali dari pengintaian bayangan. "Itu jalur pembuangan air pendingin reaktor musuh. Penjagaannya cuma dua prajurit mekanis bersenjata tembak uap."

​So-yeon mengamati arus energi dari pipa tersebut menggunakan kompasnya. "Tekanan air di dalam pipa melonjak saban sepuluh detik sekali. Kita punya jeda tiga detik untuk menyusup masuk saat katupnya terbuka."

​"Tiga detik sudah lebih dari cukup," sahut Ryeon datar.

​Ryeon memberi isyarat tangan. Baek Hyun meluncur bagaikan bayangan malam.

​TAK! TAK!

​Dua jarum mikro-karbon meluncur presisi menancap di sendi leher kedua prajurit mekanis yang berjaga di mulut pipa. Sirkuit tenaga uap di dalam tubuh mereka seketika korslet, membuat kedua prajurit itu roboh tanpa menimbulkan suara benturan keras.

​Ryeon, So-yeon, Son-mi, dan Jin-Bao melesat masuk menembus katup pembuangan persis di detik kedua sebelum air panas menyembur keluar!

​Di dalam lorong bawah tanah Kota Benteng Valoria.

​Arsitektur di dalam fasilitas bawah tanah ini sangat berbeda dari arsitektur uap di permukaan. Dinding-dindingnya terbuat dari paduan logam komposit Bumi yang utuh—arsitektur sains tingkat tinggi milik Konsorsium.

​Ryeon berjalan di paling depan, jemarinya menyusuri dinding logam berpendar samar.

​"Tempat ini..." bisik Ryeon pelan, matanya berkilat dingin. "Ini adalah Pusat Riset Biomekanika Sektor 04 tempat risetku dikembangkan sebelum aku terlempar ke dunia Murim."

​So-yeon menatap wajah Ryeon dari samping, menyadari gejolak emosi yang sangat tipis di mata pemuda itu. Ia melangkah mendekat, menyentuh lengan jubah Ryeon dengan lembut.

​"Ingatan dari kehidupan lalumu?" tanya So-yeon halus dengan suara jernihnya.

​Ryeon mengangguk pelan. "Tepat. Dan keberadaan reaktor fusi di tempat ini adalah alasan kenapa aku dan teknologi ini bisa hadir di dunia kalian."

​Belum sempat Ryeon melanjutkan kalimatnya, gemuruh hentakan kaki besi yang sangat berat bergema dari ujung koridor lorong!

​BAM! BAM! BAM!

​Sesosok prajurit mekanis raksasa setinggi tiga meter melangkah keluar dari balik bayangan pintu baja. Seluruh tubuhnya dilapisi pelat baja tebal dengan jantung mekanis berwarna merah membara di dadanya—sebuah gumpalan energi fusi buatan yang telah dimodifikasi!

​Di tangannya, prajurit mekanis itu memegang sebilah pedang gergaji berputar yang memancarkan percikan api kinetik!

​"Subjek asing terdeteksi di Sektor 04," suara sintetis bernada dingin keluar dari pemancar suara prajurit mekanis itu. "Protokol Pemusnahan Otomatis diaktifkan!"

​Prajurit mekanis raksasa itu mengayunkan pedang gergajinya, menerjang maju melipat jarak dengan kecepatan yang sangat tidak seimbang dengan ukuran tubuhnya!

​"Uji coba pertama melawan pasukan mekanis murni," ucap Ryeon tenang, mencabut pedang mikro-karbonnya dengan bunyi KLIK yang jernih. "Son-mi, Jin-Bao, kunci posisi tumpuan energinya!"

​Pendar cahaya biru keemasan meledak dari pedang Ryeon, siap menghancurkan pasukan mekanis pertama milik Grand Archon Uther di jantung Kota Benteng Valoria!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!