Indonesia
NovelToon NovelToon
Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Putri asli/palsu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Dibuang oleh keluarga sendiri. Dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Dan kehilangan segalanya karena ulah mereka.
Reyna pernah menjalani hidup seperti itu sampai kematian menjadi satu-satunya akhir yang tersisa.

Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa lalu. Kali ini, Reyna tahu siapa yang akan mengkhianatinya.

Mereka mengira Reyna masih gadis naif yang mudah dimanfaatkan, namun mereka salah.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, Reyna akan merebut kembali apa yang menjadi haknya, melindungi orang-orang yang dulu gagal ia selamatkan, dan membongkar satu per satu kebusukan yang pernah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pukul 09:45 pagi. Gedung Arland Group, Jakarta.

Reyna melangkah keluar dari mobil lapis baja yang berhenti di pintu masuk VIP gedung. Di sekelilingnya, enam pria berbadan tegap dengan jas hitam dan earpiece berjalan mengiringinya. Mereka bukan pengawal biasa. Mereka adalah mantan anggota pasukan khusus yang telah membunuh dan mati di berbagai konflik di seluruh dunia.

Di dalam lobi, Maya yang kini menyamar sebagai petugas kebersihan sedang mengepel lantai di sudut yang jauh. Ia tidak menoleh saat Reyna lewat. Namun, melalui refleksi di lantai marmer yang mengkilap, matanya memindai setiap detail: jumlah pengawal, posisi mereka, cara mereka berjalan, dan yang paling penting, di mana celah dalam formasi pertahanan mereka.

Satu pengawal di kiri depan. Dua di kanan. Satu di belakang. Dua lagi di lift. Total enam. Formasi berlian. Lemah di sisi kanan belakang, batin Maya, menghitung dengan kecepatan seorang mesin.

Reyna melangkah masuk ke lift eksekutif, diapit oleh dua pengawal. Pintu lift tertutup, membawa mereka menuju lantai lima puluh.

Di dalam lift, ponsel Reyna bergetar. Sebuah pesan dari Nadia:

Nona, ada anomali di sistem. Seseorang mencoba mengakses kamera di lantai 48 menggunakan kartu akses tingkat tinggi. Kartu itu terdaftar atas nama Linda, sekretaris Tuan Richard.

Reyna menatap layar ponselnya, matanya menyipit. Linda. Wanita yang selama ini ia anggap tidak berbahaya. Wanita yang selalu tersenyum ramah setiap pagi dan membawakan kopi untuk Richard.

"Nadia," bisik Reyna ke earpiece-nya, "jangan blokir aksesnya. Biarkan dia masuk. Tapi lacak setiap gerakannya. Dan Nadia..."

"Ya, Nona?"

"Siapkan protokol Omega."

Hening sejenak di seberang sana. Nadia tahu apa artinya Protokol Omega. Itu adalah langkah terakhir. Jika protokol itu diaktifkan, seluruh gedung akan dikunci dari dalam. Tidak ada yang bisa masuk, tidak ada yang bisa keluar. Dan sistem pemadam kebakaran akan aktif di lantai tertentu, menciptakan kabut tebal yang akan membutakan siapa pun yang tidak memiliki masker gas.

"Siap, Nona," jawab Nadia, suaranya bergetar sedikit.

Lift berhenti di lantai lima puluh. Pintu terbuka, menampakkan koridor panjang yang menuju ruang rapat utama. Di ujung koridor, pintu ganda ruang rapat sudah terbuka, dan suara-suara para komisaris terdengar bergema dari dalam.

Reyna melangkah keluar, pengawalnya membentuk formasi di sekelilingnya. Namun, tepat saat ia melangkah ke tengah koridor, terdengar suara yang tidak seharusnya ada di sana.

KLIK.

Suara itu pelan, hampir tidak terdengar. Namun, bagi telinga yang terlatih, itu adalah suara yang mematikan. Suara pistol yang dikokang dari balik pintu darurat di ujung koridor.

Reyna berhenti. Seluruh tubuhnya menegang.

"Turun!" teriak salah satu pengawal, mendorong Reyna ke lantai tepat saat sebuah peluru bersiung melewati kepalanya, menghancurkan kaca lukisan di dinding.

Lantai lima puluh seketika berubah menjadi medan perang.

"TURUN!" teriakan Marcus, pemimpin tim kontraktor eks-SAS itu, suaranya memecah keheningan koridor.

Tubuh Reyna dihempaskan ke lantai marmer yang keras tepat saat peluru berselubung suppressor melesat melewati ruang di mana kepalanya berada sepersekian detik sebelumnya. Peluru itu menghantam lukisan mahal di dinding, menghancurkan kanvas dan memercikkan serpihan kayu ke segala arah.

Lantai lima puluh seketika berubah menjadi zona perang.

Kelima pengawal Reyna tidak panik. Mereka bergerak dengan sinkronisasi yang mematikan. Dua dari mereka langsung menarik senjata api mereka dan menembakkan peluru balasan ke arah pintu darurat di ujung koridor. Suara thwip-thwip-thwip dari senjata berperedam berbunyi berirama, menabrak pintu baja itu dengan ratusan peluru.

Di balik pintu, Maya tidak tinggal diam. Sebuah kaleng logam meluncur keluar dari celah bawah pintu, berputar di lantai marmer.

"Granat asap! Tutup mata!" perintah Marcus.

PSSSHHH!

Kabut putih tebal seketika menyembur, memenuhi seluruh koridor sepanjang tiga puluh meter itu dalam hitungan detik. Visibilitas turun menjadi nol.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!