Seorang tuan muda yg berasal dari keluarga silat Yue yang di anggap tak berguna dan di sepelekan oleh setiap orang serta selalu di rendahkan tiba tiba berubah menjadi seorang yang sangat di segani yang memiliki ilmu silat yg tak tertandingi dengan menjadi sekor raja naga dan memimpin seluruh ummat di alam semesta. melawan dan membasmi seluruh penjahat di dunia.
ikuti terus bagaimana perjuangan dan perjalanan Yue lian mencapai tingkat yg paling tinggi
ini hanya lah ilustrasi biasa mohon maaf bila ada kesaamaan nama.
karya ini terinspirasi dari beberapa komik dan novel jadi mohon maaf sebesar besarnya, bila ada yang ingin berkomontar fositif ataupun negatif silahkan saja terimah kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar Lakalonyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BALAS DENDAM III
Tetua itu maju menyerang Yue Lian, namun mereka tidak menduga Yue Lian tidak berusaha menghindari serangan itu melaingkan ia tetap berdiri tegak bagaikan sebuah pohon yang di terpa badai namun tidak tumbang juga.
Semua yang hadir di sana terkesima bahkan Yin Zixia yang berada di belakan Yue Lian terkejut melihatnya, Yin Zixia merasakan aura yang di miliki tetua tersebut sudah berada di tingkat pendekar suci bintang tiga, ia membayangkan jika dirinya yang merima serangan itu mungkin ia akan langsung roboh namun bagi Yue Lian serangan itu bagaikan pukulan anak kecil.
Yue Lin sangat terkejut melihaynya bagaimana tidak ia dan tetua tersebut sering berlatih bersama, ia juga mengetahui bahwa tetua itu sudah berada di tingkat pendekar suci. Menurut Yue Lin jika ia yang menerima serangan barusan mungkin saja dirinya tidak akan mungkin bisa bertahan.
Tetua yang menyerang Yue Lian semakin geram karna serangannya tidak berdampak apapun pada Yue Lian. Ia melancarkan serangan demi serangan sekaligus setiap serangan yang dirinya keluarkan mengandung tenaga dalam yang sangat besar bahkan pendekar suci bintang empat pun bisa roboh kapan saja jika menerima serangan tersebut. Seperti sebelumnya Yue Lian tidak bergeming sedikit pun, perbedaan tingkat pelatihan Yue Lian dengan tetua itu sangat jauh.
Setelah menahan berbagai serangan dari tetua itu Yue Lian menyerang balik setelah ia menemukan celah untuk menyerang. Serangan tapak yang di lancarkan Yue Lian membuat tetua itu terlempar mundur saat serangan Yue Lian mengenai tubuhnya Ia muntah darah. Para tetua dan ketua klan Yue sangat terkejut melihat seorang pendekar suci bintang tiga mampu di kalahkan Yue Lian hanya dalam satu serangan saja.
"Jika kalian ingin melihat mayat segar maka aku akan perlihatkan." Yue Lian tersenyum sinis melihat para tetua serta ketua klan Yue hanya menonton rekan mereka.
"Mungkin dia sudah di tingkat pendekar suci bintang lima!! Kita bukan lawan sebanding denganya."
"Itu tidak masalah! Kita semua maju secara bersamaan menyerangnya."
"Yah, betul." Kata para tetua serempak.
Para tetua maju menyerang Yue Lian, mereka menyerang secara bersamaan mereka berfikir Yue Lian tidak akan mampu menghadapi mereka jika mereka bekerja sama walaupun Yue Lian sudah mencapai tingkat pendekar suci bintang lima.
Di antara para tetua itu hanya satu orang tetua yang tidak ikut serta menyerang Yue Lian. Karena Yue Lin memperhatikan pertarungan yang ada di hadapanya ia tidak menyadari salah seorang tetua tidak ikut serta menyerang Yue Lian.
Para tetua itu merasa di atas angin karena mereka melihat Yue Lian mulai terdesak bahkan salah satu dari mereka ada yang berhasil memberikan luka gores pada lengan kiri Yue Lian, tentu saja Yue Lian tidak terluka sedikit pun ia hanya mempermainkan para tetua itu.
Tidak ada yang menyadari sedikitpun bahwa mereka masuk dalam jebakan Yue Lian. Hanya Yin Zixia serta Tetua Yue Jin, selang beberapa lama Yue Lin merasakan sesuatu yang janggal dari pertarungan itu. Ia menyadari Yue Lian terus bertahan tanpa melakukan perlawan sadikit pun.
"Gawat!! Mereka masuk dalam perangkap, kalian semua cepat mundur!!" Yue Lin berteriak memmerintahkan para tetua mundur namun sebelum mereka memahami perintah dari ketua klan Yue. Yue Lian merubah posisinya dari bertahan menjadi menyerang.
Para tetua sontak kaget setelah Yue Lian merubah posisinya. Yue Lian senyum sinis, di dalam hatinya ia mengumpat karena rencananya untuk mempermainkan para tetua itu gagal dikarenakan Yue Lin menyadari perangkap yang sudah di siapkan Yue Lian.
Yue Lian menunakan salah satu jurus yang ada di kitab dewa pedang suci.
'Tarian dewi pedang' bersamaan dengan itu Yue Lian melakukan gerakan tarian yang sangat rumit, setiap gerakanya tidak bisa di baca sedikit pun.
Yue Lian memberikan beberapa tebasan dan tusukan kepada para tetua itu. Setiap serangan Yue Lian sangat mematikan Lima orang tetua langsung roboh setelah menerima serangan Yue Lian.
Para tetua yang awalnya merasa di atas angin kini gemetar ketakutan. Yue Lian berhasil membalikkan keadaan yang membuat para tetua itu terdesak.
Salah satu tetua menggunakan cara licik selagi tetua lainya sedang mengalihkan perhatian Yue Lian ia berinisiatif menyerang Yin Zixia.
Perbuatanya itu tentu saja di sadari Yue Lian, Yue Lian melompat mundur dan memberikan sebuah tebasan pada punggung tetua itu yang membuatnya terpotong menjadi dua bagian.
Yue Lin yang melihat para tetua itu mulai terdesak ikut masuk kedalam pertarungan. Apa yang ia harapkan tidak terjadi, ia mengira jika dirinya ikut serta menghadapi Yue Lian mungkin akan merubah keadaan namun ia tidak menyangka Yue Lian tetap mampu menghadapi mereka.
Walaupun Yue Lin ikut serta menghadapi Yue Lian korban dari pihaknya terus berjatuhan bahkan dirinya pun telah mendapatkan beberapa luka tebasan serta tusukan dari Yue Lian.
'Gawat, aku meremehkan nya, mungkin ia memiliki tingkat pelatihan yang lebih tinggi, kami bukan lawan yang sebanding denganya' batin Yue Lin.
"Hahaha, paman Lin' kau harus tahu orang yang dulu kalian anggap sebagai sampah kini bukanlah orang yang sama pada waktu itu. Seharusnya kau bangga karna akan mati di tangan sampah ini." Yue Lian mencibir.
Yue Lin semakin gusar di balik pakaianya ia terus bercucuran keringat dingin. Ia tidak menyangka bahkan setelah dirinya yang berada di tingkat pendekar suci, ikut serta menghadapi Yue Lian keadaan sama sekali tidak berubah sedikitpun.
Setelah beberapa saat bertarung para tetua yang di hadapi Yue Lian semuanya terbunuh, kini tinggal Yue Lin saja yang tetap bertahan walaupun tubuhnya sudah mendapatkan banyak luka tebasan.
"Hahaha paman Lin' sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini namun apa yang telah kau lakukan padaku dahulu sudah sepatutnya paman mendapatkan balasan dari kekejaman kalian," Yue Lian tertawa lantang sambil menghunuskan pedangnya ke leher Yue Lin.
Yue Lin ingin mengumpati Yue Lian tetapi di dalam tengerokannya penuh dengan darah. Yue Lian mengangkat pedangnya secara perlahan lahan ke atas setelah itu ia menggayunkannya ke bawah, sebelum pedang Yue Lian menebas leher Yue Lin secara tiba tiba seseorang menahan tebasan Yue Lian dengan pedang.
Yue Lian menoleh ke arah datangnya pedang itu. Ia melihat salah satu pamannya yang dulu hampir membunuhnya Yue Kim. Yue Kim memberikan serangan tapak ke arah Yue Lian sontak saja Yue Lian melompat mundur menghindari serangan tersebut.
"Hahahaha, kebetulan Paman Kim datang, padahal aku berencana untuk mencari paman setelah membereskan para bedebah ini!!"
"Tutup mulutmu' hari ini aku akan mengirimmu ke neraka." Bentak Yue Kim.
"Hahahaha.. Aiya, aku tidak tahu siapa yang akan ke neraka hari ini, aku atau paman yang akan ke neraka." Jawab Yue Lian mencibir.
Yue Kim semakin geram setelah ia mendengar cibiran Yue Lian. Ia sedang melakukan pelatihan tertutup saat tempat yang di tempatinya bergetar hebat. Saat ia keluar dari ruangan tersebut ia mendapatkan laporan dari salah satu pelayan bahwa seorang pendekar mengamuk dan mengganggu rapat para tetua.
Setelah tiba di aula pertemuan ia menemukan pandangan yang sangat suram mayat para tetua tergelatak ia juga melihat Yue Lin sedang berada di kondisi yang sangat berbahaya. Dengan segera Yue Kim menahan serangan tebasan Yue Lian.
Yue Kim mengeluarkan aura pembunuh dari tubuhnya selain aura pembunuh ia juga mengeluarkan aura yang menunjukkan dirinya sedang setengah langkan mencapai tingkat pendekar bumi.
"Hahahaha. Sepertinya aku harus mengeluarkan kemampuan ku yang sesungguhnya."
"Yue Lian kau bukan lawan yang sebanding denganku, aku sudah hampir mencapai tingkat pendekar bumi sedangkan engkau masih berada di tingkat pendekar suci bintang delapan."
"Aih, sepertinya paman akan serius menghadapi sampah ini, baiklah kalau begitu. Aku akan memperlihatkan kepada paman tingkat pendekar bumi yang sebenarnya." Setelah menyelesaikan perkataannya Yue Lian mengeluarkan Auranya yang menunjukkan bahwa ia telah mencapai tingkat pendekar bumi tahap menenggah.
Yue Kim dan Yue Lin terkejud setelah merasakan aura dari tubuh Yue Lian Yang sudah mencapai tingkat pendekar bumi tahap menengah.
Tanpa menunggu Yue Lian langsung maju menyerang Yue Kim, ia mengalirkan tenaga dalamnya sebsar seratus lingkaran ke pedangnya. Yue Lian menggunakan jurus ke lima dari kitab dewa pedang suci. 'Tebasan penghancur gunung'.
Yue Kim berusah menahan serangan Yue Lian. Pedang yang di pakai Yue Kim untuk menahan serangan Yue Lian hancur berkeping keping, karena tidak memiki pertahanan serangan tersebut langsung menghantam tububuhnya hingga membuatnya hancur berkeping keping bersama dengan Yue Lin yang berada di belakang Yue Kim.
Sampai akhir hayat mereka sakilipun tidak percaya orang yang di anggap sampah ternyata memiliki tingkat pelatihan yang lebih tinggi dari mereka.