Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Kecil Papa

Putri Kecil Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Duda / Tamat
Popularitas:74k
Nilai: 5
Nama Author: Chinchillasaurus27

Menjadi seorang ayah tunggal tidaklah mudah bagi setiap pria. Itulah yang dirasakan oleh Chandra Pamungkas. Shan, putrinya bukan tipe anak yang penurut dan lemah lembut. Dia sangat susah untuk diarahkan, sama keras kepalanya dengan papanya. Hingga suatu ketika Shan menderita sebuah penyakit. Penyakit yang terlampau berbahaya dan dapat mengancam jiwanya. Sebagai seorang ayah hati Chandra sangat hancur saat mengetahuinya. Chandra mengupayakan berbagai macam cara demi kesembuhan sang putri kecilnya itu.

Akankah Chandra dan Shan berhasil melewati masa-masa sulitnya ini? Akankah Shan tetap bertahan? Atau Chandra yang pada akhirnya harus menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinchillasaurus27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke Rumah

"Aku sama Shan sementara tinggal disini, sampai punya pengasuh baru." ucapku dihadapan mama, Yola dan Ken.

Ya setelah polemik panjang dengan Joly tadi, malam ini juga aku langsung memutuskan untuk tinggal di kediaman mama saja. Mengingat pengasuh sialan itu telah resign, dan besok ataupun kedepannya aku pun harus bekerja. Shan kan tidak bisa ditinggal sendiri tanpa pengawasan.

Yola menampilkan tatapan tidak suka. Seperti biasa...

"Maaf ya Chandra, kamarmu belum sempat mama beresin, kemarin dipakai anak-anak."

Anak-anak siapa lagi kalo bukan anaknya si Yola!

"Gak papa ma, aku sama Shan tidur di kamar tamu aja." Aku lantas melenggang pergi menuju kamar yang ku maksud itu. Kamar yang berada dilantai pertama, dekat dengan ruang keluarga. Hufftt aku pasti tidak akan tidur nyenyak jika menempati kamar ini, pasalnya sangat sempit hanya ada single bed disini.

Semoga saja aku tidak jatuh karena tertendang oleh Shan saat tidur.

"Pa... papa... hikss..." Shan tiba-tiba berbicara dalam keadaan mata tertutup. Dia ngelindur.

"Heii kenapa? Papa disini sayang..." Aku membelai pipinya perlahan. Hingga tak berselang lama terdengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulutnya. Bocah itu kembali tertidur lagi.

Aneh. Shan akhir-akhir ini sering ngelindur seperti ini. Dia itu kenapa? Apakah ada yang salah? Atau jangan-jangan karena sering diasuh oleh Joly jadi seperti ini? Tekanan batin kah?

Ah aku tidak boleh berprasangka buruk juga. Aku belum tahu apa kebenarannya.

Oiya aku baru teringat sesuatu setelah menggumamkan nama Joly. Gaji Joly. Aku harus menggajinya. Ya walaupun kerjanya tidak becus dan terhitung belum genap satu bulan tapi aku harus tetap memberinya hak gaji. Aku harus tetap bertindak bijaksana.

Biar dia merasa tertampar dengan ini.

Oke, aku besok akan pergi ke ATM untuk transfer.

Pagi menjelang....

Baru saja aku membuka mata, aku dikejutkan dengan tangisan Shan yang menggelegar.

"Hei Shan kenapa?" tanyaku sembari mencoba menenangkannya. Shan langsung terkejut, kedua matanya membulat dengan sempurna.

"Papa papa kita dimana???!" Tanyanya di tengah isakan.

"Shan kita lagi di rumah uti ini, kenapa kamu nangis hm?"

Shan seketika terdiam, lalu melihat ke sekelilingnya. Sepertinya dia tadi bingung tengah berada dimana. Memang kamar ini sangat asing bagi Shan.

Bocah kecil itu tiba-tiba melompat ke tubuhku. Dia memelukku sangat erat. Kini kita berdua seperti induk koala beserta bayinya.

"Ke-kenapa Shan? Ada apa??"

"Tadi tadi tadi Shan mimpi dibawa orang ke tempat yang menakutkan pa. Pokoknya tempatnya Shan gak suka."

"Hah?"

"Shan takut banget pa."

"Udah udah... Cup... Cup... Cup... Itu tadi cuma mimpi Shan. Gak papa."

Aku heran sekali, Shan ini dari tadi apa tidak melihat keberadaanku ya yang tertidur tepat di sebelahnya. Hmm entahlah...

...^^^***^^^...

"Chandra kamu tadi dimana kok aku ke apartemenmu kamu gak ada?"

"Lahh... Kamu ke apartemenku Nda? Ngapain??"

"Hei jawab pertanyaanku, kok malah ganti nanya. Gimana sih kamu tuh?"

"Emm aku semalem nginep di rumah mama Nda."

"Bukannya kamu bilang kalo kamu gak suka ada disana? Kakakmu, iparmu, keponakanmu, semuanya annoying kan. Lalu kenapa kesana?"

"Lha terus kemana??? Kan kamu tau sendiri kalo pengasuhnya Shan baru aja pergi."

"Ya nginep di rumah aku aja. Ada bibik, dia bisa jagain Shan sebentar. Kenapa kamu harus pergi ke rumah mama mu ha? Rumahku juga bisa! Kayak gak ada tempat lain aja deh Chan. Kamu tuh anggep aku ini apa sebenarnya???"

Aku menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. "Okay, sorry. Aku gak kepikiran sama sekali."

Perempuan di hadapanku ini memalingkan wajahnya. Bermain ponselnya sendiri, mengacuhkanku. Aku tahu Wanda tengah marah sekarang.

Jam makan siang telah usai, waktunya kita berdua kembali bekerja. Aku mencoba meraih tangan Wanda untuk menggandengnya, tapi dengan cekatannya dia menepisku.

"Nda udah dong. Please ini masih di kantor, jangan ngajak berantem."

Lagi-lagi dia memutar kedua bola matanya dengan ekspresi menjengkelkan. Kini bukan hanya dia saja yang jengkel, tetapi aku juga!

"Dahlah terserah lo aja!" Aku langsung berjalan dengan cepat meninggalkan perempuan yang gampang marahan itu.

Aku pikir aku dan Wanda akan saling perang dingin dalam jangka waktu yang lama, namun ternyata tidak. Terhitung masih beberapa jam kejadian di kantin kantor berlalu kini Wanda telah berubah pikiran. Dia sudah tidak marah lagi. Lihatlah perempuan ini kini menempel erat pada tubuhku, seperti perangko.

"Nda, minggir... Aku gak bisa kerja kalo kamu kayak gini." kataku seraya menghindari kepalanya yang sedari tadi disandarkan pada pundakku.

Tenang saja, tidak akan ada yang melihat. Pintu ruanganku sudah ku kunci rapat. Dan kalaupun ketahuan, aku punya kartu AS disini, yaitu Wanda. Wanda akan dengan mudah meluluhkan hati bos nanti. Ingat, dia adalah karyawan yang penuh prestasi.

"Chandra, kamu sudah sangat lama tidak mengunjungi stroberiku lagi." Yang dilontarkan Wanda seketika membuatku menegang di tempat.

...***...

Author's POV

"Ayo suit! Yang menang bisa pilih jadi Elsa!" Salsa mengangkat tangannya ke udara.

"Ayo siapa takut! Pasti Shan yang menang!"

Mereka berdua berseru bersama. "Batu, gunting, kerrrrrrrr—tas!"

"YEAYYYYY Aku Elsa!" pekik Salsa dengan sangat amat bahagia.

Shan seketika menekuk wajahnya dalam-dalam. Dia ingin menangis saat ini juga, tapi itu tidak boleh. Dua keponakannga nanti akan mengolok-oloknya.

"Eh Shan mau kemana? Kita belum selesai ya! Cepet dorong kereta luncur saljuku."

"Shan gak mau!" Bocah paling kecil itu meninggalkan permainan. Memilih untuk mencari utinya yang entah sekarang ini berada dimana.

"Ti... Uti..." panggilnya sembari terus mencari.

"Ada apa sayang?" Sosok yang dicarinya itu ternyata ada di halaman belakang. Tengah berkebun di siang hari.

"Gak papa ti. Shan pengen sama uti aja."

"Iya sayang, disini aja."

Shan akhirnya ikut bersama sang nenek. Terus membuntuti dibelakang, menyimak dengan seksama apa yang dilakukan perempuan paruh baya itu.

"Shan neduh aja, mataharinya lagi panas ini sayang." perintah sang nenek. Tetapi Shan menggeleng.

Dewi memutuskan untuk mempercepat kegiatannya karena kasihan jika Shan terus kepanasan seperti ini.

"Udah yuk Shan kita masuk, uti udah selesai nih." Ajak Dewi tatkala kegiatannya telah selesai. Dan karena tangannya saat ini sedang kotor karena tanah, Dewi tidak bisa meraih tangan Shan untuk digandeng.

"Shan ayo." ajak Dewi lagi.

Shan masih bengong di tempat. Entah sorot matanya itu mengarah kemana. Apa yang dia lihat sekarang, tatapan matanya seperti kosong.

"Shan?"

"Uti, Shan kok pusing ya—"

Glubukkk

"EH SHANNNN!!!"

...***...

.

Ponsel yang terus bergetar di atas nakas itu, tidak membuat kegiatan yang dilakukan Chandra dan Wanda berhenti sedikitpun.

Chandra sang pemilik ponsel bahkan tidak meliriknya sama sekali.

"Wanda tubuhmu sangat indah. Benar-benar candu."

"Terimakasih Chandra."

"Wanda ternyata banyak sekali buah stroberi yang lainnya disini. Cuph..."

"Yess, Chan..."

"Wanda I love you..."

"I love you too..."

Tepat pukul 9 malam akhirnya mereka berdua menyudahi permainan.

"Ah aku udah sangat terlambat buat pulang."

"Gak usah pulang sayang, disini aja." Wanda masih memeluk erat tubuh Chandra, seolah laki-laki itu hanya miliknya seutuhnya.

"Tapi anakku pasti udah nyariin."

"Dia udah aman Chandra, ada mamamu disana."

Chandra seperti mendapatkan sebuah motivasi. Dalam benaknya yang dipikirkan Wanda itu adalah benar.

"Oke, gimana kalo satu ronde lagi."

"Setuju." ucap Wanda dengan sumringah.

~tbc....

1
cia florent
Bagus bgt..bikin lagi Thor.... semangat 💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Jessie Heydens: Aaaa makasih kak, iya soon bakalan bikin lagi🤗❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Noenoek Subagio
jahst banget om n tantenya
Jessie Heydens: iya bund, mata dan hatinya belum terbuka mereka bund🥺
total 1 replies
azzalea
ada harapan sembuh untuk Shan apa tidak sih kak?
Nurhartiningsih
Dari awal smpai disini... novel Ini sangat menguras airmata... best.
Jessie Heydens: Terimakasih bundaa 🥺
total 1 replies
Naning Pratiwi
kpn.san hidupnya bahagia tetbebas dr penyakit dan papa mamanya betsatu nyesek baca ini dr awal
Jessie Heydens: kita doakan yang terbaik ya buat Shan
total 1 replies
azzalea
tragis banget jadi Shan
Jessie Heydens: doain Shan ya kak
total 1 replies
Jessie Heydens
sangat direkomendasikan
BLACK HUNTER GAMING
aq harap... shan sehat...rosa bisa jd penyelamat shan....
Jessie Heydens: aminn🥺🥺🥺
total 1 replies
Rasefi Bhancinz
lanjut Thor
plissss
𝐀⃝🥀𝕁𝕠𝕐𝕒♉
👆
azzalea
Shan....Shan sehat terus yah nak.... Chandra Jangan terlalu emosi sama Shanya
Jessie Heydens: terimakasih tante baik
~shan
total 1 replies
Rasefi Bhancinz
emang nya mama nya kemana Thor
Jessie Heydens: ada kok kak
total 1 replies
Nurhartiningsih
Duh gemes sm Chandra. temperamental... Udah tahu anak kna kanker msh aja suka marah2
Jessie Heydens: Ya begitulah kalo manusia yang hanya memiliki kesabaran setipis tisu dibagi 7 :(
total 1 replies
Rasefi Bhancinz
mamanya Shan ke mna Thor?
Jessie Heydens: ada kok, tapi nanti ya
total 1 replies
Rasefi Bhancinz
kasihan sekali Thor anak kecil kok di perlakukan seperti itu😰😰
Jessie Heydens: Sebenarnya Chandra itu sayang kak sama Shan, cuma ya itu... Tempramen :(
total 1 replies
Zizi Sahputri
seandannya lu kehilangan shan apa yang akan lu lakuin hm?
menyesal? ya itu lah yang akan lu rasakan,maka jangan menyianyiakan shan chan lu yang akan sensara karena anak yang lu urus serta sayang dan mencintai shan hingga selalu ada untuk shan chan lu akan menyesal senyesalnya maka jangan mensiasiakan shan chan ingat lah itu

maap agak gaje btw selalu SEMANGAT YAH KK THOR 💪💪💪
Jessie Heydens: Chandra itu sebenarnya sangat sayang sama Shan kak :)
total 1 replies
Ilan Irliana
klo Shan pe ninggl...loe akn brasa Chan...msh idup loe sia2in,loe cubit2in...loe galakin...msh 3 thn loh Chan..
Jessie Heydens: Chandra sayang sama Shan. Sayang banget malah. Cuma keadaan yang membuatnya berlaku demikian :(
total 1 replies
Ilan Irliana
y Alloh...gmn klo Chandra puber lg ke Wanda...bs2'y Shan g ke urus...ksian Shan nnt'y...
Zizi Sahputri
hay author aku sangat suka ceritanya aku tunggu up nya yah
SEMANGAT THOR 💪💪💪
Jessie Heydens: sudah up nih, silahkan dibaca kakk :)
total 1 replies
Adriana Gitsa
1 ✋😘😘😘😘
2☝️😠
3 terserah author nya aja, mau di buat berkedel boleh, jadi telur dadar boleh apa lagi kalau hak asuh Shan di ambil alih orang. kayak nya bagus deh
Jessie Heydens: Whahahahha oke oke, makasih sekali sarannya kak🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!