Indonesia
NovelToon NovelToon
Permaisuri Tak Terkendali

Permaisuri Tak Terkendali

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Identitas Tersembunyi / Chicklit
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Si Mendhut

Aira, si cantik nan seksi yang merupakan pengusaha sukses pemilik salah satu brand kosmetik kecantikan ini merupakan gadis yang sembrono, suka bersenang-senang dan hobi memasak. Namun, hidupnya berakhir tragis akibat terkena ledakan kompor gas ketika ia sedang memasak.

Kini ia hidup kembali sebagai putri Ailing, permaisuri dari Pangeran perang yang dingin dan terkenal kejam. Ia yang terkenal sebagai permaisuri yang tak diinginkan pun bersikap santai dan tak memperdulikan hal itu. Tetapi bagaimana sang Pangeran melihat ini semua?

Bisakah Putri Ailing membuat Pangeran terus tak memperdulikannya? Mungkinkah Putri Ailing bisa terus bersenang-senang dengan Pangeran Perang yang terus mengawasinya?

Baca kisah seru, kocak dan mendebarkan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Mendhut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Pangeran Judi

“Aku tidak ada masalah dengan hal itu,” bisik Pangeran Song.

“Dia tidak masalah? Maksudnya dia mau jadi suamiku selamanya?“ Tiba-tiba jantung Ailing berdegup kencang.

Sesaat kemudian Pangeran Song pun berdiri tegap kembali dan kemudian mengarahkan pandangannya pada pelayan asli kediaman tersebut. “Dengar, bawa semua peralatan masak dari halaman taman purnama ke dapur. Mulai hari ini setiap malam aku akan makan malam bersama dengan permaisuriku,” ucapnya.

Sontak saja mata Ailing membola, ia pun langsung mendongakkan wajahnya. “Tunggu, apa maksud kamu dengan ini semua?“ tanyanya.

“Ya, mulai malam ini aku akan tinggal di tempatmu,” jawab Pangeran Song dengan tenang.

“Hah! Kamu yakin?“ tanya Ailing.

“Kenapa tidak, bukankah kamu permaisuriku,” jawabnya.

“Benar, aku permaisurinya tapi … ah, jadi dia benar-benar serius ingin selamanya menikah denganku, tapi kenapa, Kenapa dia serius ini terus bersamaku?“ batin Ailing yang membuat lebih banyak pertanyaan di dalam pikirannya.

**

Hari-hari berlalu, akhirnya hari di mana perlombaan judi di tempat Pangeran Rong Ai pun tiba. Xin Ya dan Ailing kini tengah berjalan dengan santai selepas berhasil menyelinap keluar dari kediaman Pangeran Song. Tak lupa, mereka menutupi wajahnya menggunakan cadar agar tak ada seorang pun yang mengenali mereka berdua.

“Nona apa benar ini tidak apa-apa? Bagaimana kalau Pangeran tiba-tiba menyadari kita tidak ada di kediaman?“ tanya Xin Ya yang merasa masih khawatir, bagimanapun juga apa yang mereka lakukan ini merupakan sebuah kesalahan.

“Sudah tenang saja kamu jangan terus berbicara seperti itu. Kamu tenang saja, beberapa hari ini dia sedang sibuk menyiapkan pengamana festival musim semi nanti malam. Lagi pula kita akan pulang sebelum makan malam, jadi suami menyebalkan itu tidak akan tahu semuanya,” jawab Ailing dengan santai seolah apa yang dikatakannya itu sudah pasti akan terjadi.

Xin Ya yang mendengar hal itu pun hanya bisa menghela napas panjang. Bagaimanapun dia tidak bisa mundur lagi, apalagi dia tidak mungkin membiarkan Ailing pergi sendirian ke tempat seperti itu karena pasti akan ada banyak bahaya yang mengintai.

Kemudian mereka berdua pun terus melangkah menyusuri jalanan kota tersebut, hingga akhirnya sampai di paviliun milik Pangeran Rong Ai.

“Wah, ramai sekali … untung, pasti untung,” ucap Ailing sembari menepuk-nepuk kantong di saku pakaiannya. Sebuah senyuman pun terpancar jelas di wajahnya.

“Ah Nyonya, bagaimana kalau kita kembali saja? Saya khawatir bagaimana kalau Pangeran Rong Ai melihat dan mengenali kita nanti,” ujar Xin Ya yang mencoba sekali lagi mengingatkan.

“Memangnya kenapa kalau Rong Ai mengenaliku, apa yang bisa dia lakukan,” sahut Ailing sembarangan dan kemudian masuk begitu saja ke dalam paviliun tersebut.

“Ah Nyonya, maksudku bukan Pangeran Rong Ai-nya yang aku takutkan,” gumam Xin Ya sembari menggeleng pelan dan kemudian melangkah mengikuti Ailing.

Setelah mendaftarkan diri dan menunggu selama beberapa saat, akhirnya perlombaan pun dimulai. Ailing dengan semangat mengikuti perlombaan tersebut. Lawan-lawan ailing pun kewalahan karena mereka tak bisa terlalu banyak berpikir, sebab setiap sesi perlombaan memiliki batas waktu.

Semua berlangsung dengan mulus. Ailing berhasil mengalahkan lawan-lawannya, hingga akhirnya ia pun berhadapan dengan para jagoan yang diundang oleh paviliun sedap Malam.

“Aku tidak bisa kalah,” gumam Ailing ketika menghadapi musuh keempat. Ailing pun mempersiapkan konsentrasinya untuk bisa mendengar dadu yang akan diputar.

Kehebohan pun terjadi karena lawan Ailing kali ini tidak mudah, ia bahkan terkenal sebagai Pangeran judi di tempat itu.

“Hai nona, jika kamu mau menemaniku malam ini aku berjanji tidak akan mengambil uang yang sudah kamu memenangkan malam ini,” ucap Pangeran Judi sembari mengedipkan sebelah matanya pada Ailing.

“Dia cukup tampan sih, tapi tentu saja masih kalah tampan dengan pajanganku di rumah,” batin Ailing sembari membandingkan laki-laki di depannya dengan Pangeran Song.

“Maaf Tuan, tapi belum tentu kali ini aku yang kalah. Lagi pula apa Tuan tidak takut mengajakku bersama malam ini? Tuan kan belum pernah melihat wajahku,” sahut Ailing dengan santai.

“Kalau begitu aku akan memberikanmu 1000 tail, asal kamu mau memperlihatkan wajahmu,” tawar Pangeran Judi.

Kemudian Ailing pun tertawa dengan sengaja. “Ah Tuan, Anda lucu sekali. Anda memberikanku seribu tail untuk melihat wajahku, padahal hari ini saja aku sudah mendapatkan sepuluh ribu tail tanpa memperlihatkan wajahku. Bukankah itu sesuatu yang konyol,” balasnya.

“Huh, dasar gadis sombong,” Pangeran Judi kini menjadi bermuka masam. “Baiklah kita akhiri saja kali ini. Tapi jangan salahkan aku tidak memberikan muka padamu nona, ini semua karena kamu sendiri yang memintanya.“

Setelah itu bandar pun kembali mengocok dadu. Ailing memejamkan matanya untuk berkonsentrasi, begitu juga dengan Pangeran Judi. Hingga akhirnya bandar menghentikan kocokan tersebut.

“Tiga lima satu,” ucap Pangeran judi.

“Tiga lima empat,” ucap ailing.

Setelah itu sang bandar pun menghela napas panjang sebelum akhirnya membuka penutup dadu tersebut.

Sementara itu, di lantai dua terlihat Pangeran Rong Ai yang sedang menonton perlombaan tersebut. Sesaat kemudian terlihat seorang pelayan wanita berjalan ke arah dirinya.

“Lapor Tuan, kami tidak bisa melihat wajah wanita yang sedang berjudi, tapi kami bisa melihat wajah pelayannya,” ucap pelayan tersebut.

“Lalu?“ Pangeran Rong Ai menoleh ke arah pelayan tersebut.

“Benar seperti yang Anda katakan Tuan, wajah pelayan itu sama persis seperti yang Anda gambarkan,” jawab pelayan tersebut.

Sebuah senyum pun muncul di wajah Pangeran Rong Ai. “Kalian terus awasi wanita itu dan pelayannya,” titahnya sembari memberikan tanda agar pelayan tersebut meninggalkan tempat itu .

Sesaat kemudian laki-laki yang berdiri di dekat Pangeran Rong Ai pun berkata, “Pangeran apakah saya perlu menyuruh orang untuk melindunginya?“

“Tidak tidak. Jangan melakukan hal seperti itu, dia bahkan tidak perlu kamu lindungi,” sahur Pangeran Rong Ai dengan santai.

“Ambilkan saja aku kertas dan pena. Aku sedang butuh tontonan yang bagus, beberapa hari ini aku tidak menemukan sesuatu yang menarik,” perintahnya.

“Pena Dan kertas? Apa yang direncanakan oleh Pangeran?“ batin orang kepercayaan Pangeran Rong Ai.

1
Anonim
lanjut thoor...
Murni Dewita
next thor
nia kurniawati
di tunggu kelanjutan nya...
Si Mendhut: terima kasih
total 1 replies
~dunia hayalan ~
ceritanya menarik, alur ceritanya tidak terlalu serius sehingga sipembaca terhibur dengan kalimat yang ada didalam cerita
Si Mendhut: syukurlah kalau suka🤗
total 1 replies
Itarohmawati Rohmawati
mau perang aja akurnya 😅😅
Si Mendhut: yah begitulah
total 1 replies
Kania Rahman
semangat terus, lanjut Thor 👍👍
Bayu Prastio
bagus
Queen Gabut
bgusssss ceritanyaaaa
lanjutkan thorr 👍👍👍
Queen Gabut: semangattt kakk ❣️❣️❣️
total 2 replies
Fransiska Husun
keren banget thorrr
Si Mendhut: terima kasih
total 1 replies
Ike Hans🥰🥰🥰🥰
padahal udah nabung bab lho tapi update nya masih belum2 juga
Si Mendhut: sabar ya ...
total 1 replies
kim yohan
hahaaaa....seneng banget hari ini, terhibur oleh tingkah nya Ailing dan selamat idul fitri
Si Mendhut: selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin ya Kak ...
total 1 replies
kim yohan
dasar ailing, lucu, menggemaskan
Si Mendhut: ah, selucu yang nulis nggak
total 1 replies
Baronsenk
crazi up thor. THR lebaran
Si Mendhut: Diusahakan ya Bang
total 1 replies
Siti Chomariah
bagus critanya, tp jngan lama lama up nya, klo bisa crazy up😁
Si Mendhut: Diusahakan ya mbak
total 1 replies
Siti Chomariah
lanjut, ngegantung banget, 😥
Si Mendhut: Sabar ya
total 1 replies
Aisyah putri
pas mau perang aja yg akur🤭🤭🤭
Si Mendhut: Karena kalau nggak kompak bisa berbahaya
total 1 replies
Iin26
menarik ceritanya
Si Mendhut: terima kasih Kak
total 1 replies
🌹IG : a.ayumie20🌹
ceritanya bagus kak...
tetap semangat ya 💪💪
Si Mendhut: Terima kasih Kak
total 1 replies
✯⃟ྂ❦༎ຶšȇϻͤɓᷡᴉᷲḶḁᷟ͢ͷ ℒ⃝Ꭵʍǟ࿐ ⃢🙋
terimakasih
Si Mendhut: sama-sama kak
total 1 replies
Uchi Hafiz
lanjut
Si Mendhut: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!