Indonesia
NovelToon NovelToon
Miss Coollant Tuan Sangkutang

Miss Coollant Tuan Sangkutang

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Fadila

Zafia Amita Estella wanita cantik yang dikhianati oleh kekasih dan juga sahabatnya. Zafia memutuskan untuk pergi jauh dari kedua orang yang telah mengkhianatinya, setelah mengetahui peristiwa perselingkuhan itu. Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang laki-laki. Ketika ia ingin melakukan perjalanan keluar negeri. Arbhy Yahya Arabica adalah laki-laki yang bertabrakan dengan Zafia. Semenjak kejadian itu, takdir seakan selalu mempertemukan keduanya. Namun ada sesuatu yang tidak di mengerti oleh Arbhy. Yaitu tentang Zafia yang berbeda. Apakah gerangan yang terjadi dengan Zafia? Mampukah Arbhy menemukan jawabannya?

"Jika Tuhan mengijinkan. Aku hanya ingin terlahir kembali ... Dengan ingatan yang berbeda. Aku ingin melupakan semua tentang Cinta, laki-laki dan juga hubungan yang pernah membuatku merasakan sakit yang terlalu dalam. Bila perlu aku ingin terlahir kembali tanpa memiliki rasa Cinta ...." => Zafia

"Wanita itu seperti anggur yang memabukkan ...." => Arbhy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. MENSION

Melepas peluh di pagi hari bersama seorang wanita, itulah yang sedang dilakukan oleh seorang paruh baya bernama Damiant. Tak mengingat usia maupun permintaan istrinya tempo hari. Pria itu malah semakin menjadi.

"Kau benar-benar nikmat, Babe!" racau Damiant disela-sela kegiatan panasnya.

Sementara wanita yang berada dibawahnya terdengar melenguh. Suaranya merintih terdengar erotis ditelinga Damiant. Membuat pria tua itu semakin bersemangat. Menambah ritme pergerakannya dengan lebih cepat.

Cathy terus menjerit merasakan hantaman demi hantaman yang diluncurkan oleh Damiant. Sampai pada menit terakhirnya, keduanya sama-sama mengerang. Saat puncak pelepasan telah dituntaskan.

Damiant merebahkan tubuhnya disebelah Cathy. Napasnya masih terengah-engah. Usianya memang tak lagi muda. Tapi, urusan ranjang tenaganya masih seperti anak muda.

Sementara Cathy merasakan tubuhnya remuk redam. Karena Damiant yang menggempurnya beberapa kali permainan.

'Dasar maniak ****! Dia benar-benar membuatku kehabisan tenaga. Bagaimana bisa aku berjalan jika seperti ini? Benar-benar s*al!' umpat Cathy membatin.

"Kau kenapa, Babe?" tanya Damiant merasa heran. Karena melihat Cathy yang terdiam dengan wajah masam.

"Kau pikir saja sendiri!" Cathy menjawab dengan ketus. Memilih mengalihkan wajahnya dari Damiant.

"Kau sedang merajuk?" tebak Damiant memicing.

"Menurutmu? Lalu apa?"

Cathy benar-benar memasang wajah muram.

"Ah, ayolah! Bukankah kau juga menikmatinya? Lalu apa masalahnya? Kenapa kau merajuk seperti ini?"

Damiant nampaknya benar-benar tidak mengerti perasaan Cathy. Wanita itu cemberut begitu kembali menghadap Damiant.

"Tubuhku terasa lelah karena ulahmu. Bagaimana caraku berjalan jika seperti ini," rajuk wanita itu dengan manja.

Damiant yang mendengarkan terkekeh pelan. Mereka sudah sering melakukannya. Mengapa hari ini wanitanya itu nampak keberatan, dengan kegiatan yang mereka lakukan beberapa menit lalu.

"Ayolah, Cathy sayang! Ini bukanlah kali pertama kita melakukannya. Kita bahkan sudah sering melakukan. Tapi mengapa kamu hari ini merasa keberatan seperti ini?"

Damiant mengerutkan keningnya berkali-kali lipat. Sementara wanitanya mendengus kesal.

"Apa kau lupa dengan janjimu, Tuan Damiant? Kau bilang hari ini akan mengurus keperluanku kuliah bukan? Lalu bagaimana sekarang? Aku bahkan sulit untuk bergerak. Bagaimana aku bisa berjalan jika seperti ini?"

Cathy melupakan rasa kecewanya pada Damiant saat itu juga.

"Oh, jadi itu masalahnya? Astaga, sayang! Kamu tidak perlu memikirkannya terlalu jauh. Masih ada hari esok. Biar hari ini aku mengurusnya untukmu. Kamu bisa istirahat dan memulihkan tenaga. Bagaimana?"

Cathy hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Entah mengapa, ia merasa semua ini hanya akal-akalannya Damiant saja untuk mengurungnya.

"Terserah kau saja. Aku ingin mandi," ucap Cathy seraya beranjak dari tidurnya. Wanita itu nampak meringis kala merasakan nyeri di bagian intinya.

"Apa kau tidak berniat untuk membantuku?" tanya Cathy dengan sinis melirik Damiant.

Pria tua itu terkekeh mendengar pertanyaan Cathy.

"Kau membutuhkan bantuanku, Babe?" goda Damiant menyeringai.

"Astaga, Damiant! Tentu saja aku membutuhkan bantuanmu! Kau pikir aku bisa berjalan leluasa setelah kau garap sebrutal itu?" Cathy terperangah sendiri dengan pertanyaan Damiant.

"Baiklah sayang. Aku akan membantumu."

Pria tua itu bangkit dari posisinya. Berjalan mendekati Cathy dan membopongnya. Ia membawa Cathy masuk ke kamar mandi.

Setelah sampai di kamar mandi, nasib sial kembali Cathy dapatkan. Pasalnya Damiant tidak membiarkannya mandi dengan tenang. Lelaki itu malah ikut masuk ke dalam bathtub. Berendam bersama dengannya.

"Damiant, berhenti bermain-main. Aku lelah," sergah Cathy saat tangan lelaki itu hendak menyentuh bagian intinya.

"Jika lelah kamu bisa diam saja, Babe. Biarkan aku yang bekerja sendiri. Karena aku belum cukup lelah. Bukankah kau juga merasakannya. Dia bahkan sudah tegak berdiri. Milikmu benar-benar candu untuknya."

Damiant langsung menyerang bibir Cathy dengan penuh naps*. Tak dapat menolak ataupun mengelak. Cathy hanya bisa pasrah. Saat intinya kembali dihujam oleh milik Damiant. Keduanya kembali menyatu dengan gelora yang membara. Damiant terus memompa tubuh wanitanya yang pasrah dibawah kendalinya.

♡♡♡

"Bagaimana menurutmu?" tanya Mayra kepada Zafia.

Keduanya masih berada di dalam mobil. Mereka belum berniat keluar. Setelah sarapan pagi, Mayra membawa mobilnya menuju sebuah mansion mewah. Zafia yang ditanya oleh Mayra masih terdiam.

Pandangannya menyapu seluruh area mansion itu yang terbilang indah dan luas. Ada taman bunga dan juga pepohonan yang rindang. Ada ayunan juga gazebo di taman bunga. Sangat indah.

"Ini mension milik siapa, May?" tanya Zafia.

"Milik kita."

Jawaban Mayra cukup singkat dan mengejutkan Zafia.

"Milik kita? Kamu gak lagi becanda 'kan?" tanya Zafia dengan serius.

"Tentu saja tidak. Ayo turun!" Mayra segera membuka pintu mobilnya.

Keluar lebih dulu dan berjalan ke belakang mobilnya. Membuka bagasi dan mengeluarkan barang bawaannya.

"May, kamu dapat uang dari mana untuk membeli mansion ini?" tanya Zafia menghampiri Mayra.

"Menurutmu aku beli dari uangku sendiri, begitu?"

Bukannya paham Zafia malah dibuat bingung dengan pertanyaan lain dari Mayra.

"Lalu, maksudmu?" Zafia bertanya seraya meraih pegangan pada kopernya.

"Tentu saja ini semua fasilitas dari kakek untuk kita."

Mayra dengan santai memberitahu Zafia. Mayra berjalan sembari menyeret kopernya. Sementara Zafia terperangah mendengarnya.

"What! Jadi ... kamu memberitahu kakek kalau aku kesini?" tanya Zafia sambil mengejar Mayra.

"Yups. Betul sekali. Kakek tidak keberatan. Dia justru senang mendengarnya. Dia berpesan supaya kamu bisa belajar dengan baik. Setelah itu kau harus memimpin perusahaan yang sudah kakek siapkan untukmu."

Mayra menjelaskannya sambil berjalan.

"Hah! Sepertinya perjalananku akan terasa sulit," gumam Zafia.

"Tidak akan sulit asal kamu berusaha dengan baik dan sungguh-sungguh." Mayra segera menyela.

"Apa kau yakin aku bisa melakukannya, May?"

Jujur saja Zafia merasa ragu dengan apa yang kakeknya harapkan padanya.

"Aku akan membantumu setiap waktu. Kapanpun kamu butuh bantuan juga bimbinganku."

Mayra meyakinkan Zafia dengan mengulas senyum yang lebar.

"Aku tahu itu. Kamu pasti tidak akan pernah meninggalkanku."

Zafia membalasnya dengan senyuman.

"Karena itu, kamu harus semangat. Jadilah wanita kuat. Kau mengerti?"

Zafia segera mengangguk dengan senyuman yang tidak pernah pudar. Keduanya segera memasuki rumah.

"Selamat datang di hunian kita!" seru Mayra ketika membuka pintu rumah mewah itu.

"Wah, besar sekali May! Ruangannya juga bersih. Apa kamu memperkerjakan seseorang?" tanya Zafia sambil memasuki ruangan tamu.

Gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tak ada yang berantakan. Semua tersusun rapi dan bersih mengkilap.

"Bukan aku, tapi kakek yang sudah mengatur semuanya. Para pekerja akan datang seminggu dua kali untuk membersihkan ruangan dan yang lainnya."

Penjelasan Mayra diterima dengan anggukan kepala oleh Mayra.

"Kakek ternyata baik ya, May. Aku baru tahu kalau kakek seroyal ini pada kita," celetuk Zafia.

Mayra menyipitkan matanya. Merasa ada yang aneh dengan ucapan Zafia.

"Kau baru tahu? Hei, Fia sayang! Dari mana saja kau selama ini? Kakek dari dulu baik. Bahkan dia sangat menyayangimu."

Zafia berbalik dan memandang Mayra dengan bingung.

"Benarkah, May? Apa kamu bicara serius? Kakek benar-benar menyayangiku?" tanya Zafia dengan antusias.

"Tentu saja. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kakek pernah memarahi mu?"

Zafia merenung sejenak sebelum akhirnya kembali bersuara.

"Kakek tidak pernah memarahiku. Tapi ...."

♡♡♡

Bersambung ....

1
The Lucky
haha dirimu kok doyan sama tua bangka nduk😂
The Lucky
Damiant jangan sok khawatir gitulah. sok menjaga perasaan putrinya. sebelum melakukan itu apa nggak kepikiran hal ini akan terjadi?!
The Lucky
gercep lah bhyyy. jangan mantau" terus. pepet aja langsung, sat set sat set gitu lhooo
The Lucky
weh, kepergok anak sendiri
The Lucky
semangat update thorrr
The Lucky
Langsung nikahkan saja putramu itu, Nyonya 🤭
The Lucky
ceritakan saja kelakuan adik iparmu itu pada ayahnya. Biar semangat dijodohkan mereka itu.😁
The Lucky
damiant ini definisi tua" keladi
Fitriyana Restu fadila: Makin tua makin menjadi 🤣🤭
total 1 replies
The Lucky
jangan diingatkan may. nanti dia kangen terus pingin ngulang lagi😅
Fitriyana Restu fadila: 😅😅😅 iya, ya mak. Khilaf yang menggoda. 🤭
total 1 replies
The Lucky
bapaknya Zafia sugar deddy 🙈
Fitriyana Restu fadila: Ho'oh
total 1 replies
The Lucky
hapus hapus hapus ardian dari otakmu🤭
Fitriyana Restu fadila: Apakah mungkin?
total 1 replies
The Lucky
kamu tidak perlu cemburu gitu, Zaf😌hempas aja tuh biaya darat ganti dengan pangeran kopi😉
Fitriyana Restu fadila: Hasek 😅😅😅
total 1 replies
Ryana
Romantis banget berasa kayak difilm-film
Fitriyana Restu fadila: 😁🤭 berharapnya sih begitu.
total 1 replies
The Lucky
wah, kira" siapa Zaf, hayo Zaf
Fitriyana Restu fadila: Hayo siapa?
total 1 replies
The Lucky
11-12 tuan estella sama ardian
Fitriyana Restu fadila: 🥲 Tuan Damiant, mak. Estell bapaknya Damiant. Kakeknya Estella/Zafia
total 1 replies
Farida Wahyuni
anaknya udah 2 aja, masih bisa bilang ga cinta? bukan ga cinta, mungkin sifat pembangkangmu lebih dominan, jadi apa yg dipilhkan orangtuamu selalu salah di matamu.
Fitriyana Restu fadila: Entahlah kk, aku juga bingung🥲
total 1 replies
The Lucky
Semoga Zafia tidak mendapatkan suami yang sama kek ibunya. kasian😌
Fitriyana Restu fadila: Semoga saja
total 1 replies
The Lucky
arbhy😂
The Lucky
pepet terus bhyyyy😂
Fitriyana Restu fadila: Gasken lah
total 1 replies
The Lucky
Ardian ini type" cowok lucknut 😏
Fitriyana Restu fadila: karakternya emang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!