Aluna terpaksa menikahi muridnya bernama Keenan. Seorang siswa yang terkenal nakal di sekolah tempatnya mengajar.
Semuanya berawal saat keduanya kepergok warga ketika berteduh di sebuah gubuk dekat hutan lindung. Aluna dan Keenan dipaksa menikah karena kedapatan berpelukan.
Pernikahan keduanya harus disembunyikan hingga Keenan lulus sekolah.
Bagaimanakah mereka akan menjalani rumah tangga, jika keduanya berbeda prinsip dan gaya hidup?
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan koment. 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Ancaman Jack
Aluna berdiri dari duduknya. Dia memandangi Jack tanpa kedip. Jika saja membunuh itu ilegal, pasti saat ini Jack telah mati ditangannya. Guru wanita itu membalas ucapan pria yang pernah mencintai dirinya itu dengan senyuman. Dia menarik napas dalam sebelum bicara.
"Apa pun ancaman darimu, tidak akan membuat aku meninggalkan Keen. Bahkan aku akan menemani hingga ke dalam bui, tapi aku ragu apakah kamu bisa penjarakan Keen?" tanya Aluna.
Dalam hati wanita itu sebenarnya sangat takut jika Jack memang membuat laporan atas tindakan kekerasan. Namun, dia berusaha untuk tetap tenang. Dia memang telah belajar banyak bagaimana cara menghadapi orang dengan berbagai karakter. Jika Jack bisa membuat Jack naik darah, dia juga akan melakukan hal sama.
Aluna tahu memang tidak mudah menghadapi Jack, karena latar pendidikan mereka yang sama. Tentu saja dia juga telah belajar bagaimana menghadapi orang banyak. Itulah makanya Jack dengan mudah membuat Keen naik darah.
"Kenapa tidak? Aku memiliki banyak bukti saat Keen mulai menghajarku!" ucap Jack.
Di luar dugaan Jack, wanita yang dia cintai bukannya takut tapi bahkan tertawa mendengar ucapannya. Aluna kembali duduk. Dia memandangi Jack sambil bertopang dagu.
"Apakah aku harus takut dan bersujud denganmu? Apa aku harus memohon agar kamu mencabut laporan?" tanya Aluna sambil tersenyum mengejek.
Jack tampak mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras menahan amarah. Aluna yang dia kenal bukan seperti ini. Wanita itu manis dan bicara lemah lembut. Tidak pernah menyakiti hati siapa pun. Pria itu menatap tajam ke arah Aluna.
"Apa kamu menantang aku?" tanya Jack lagi.
"Aku bukan menantang kamu, Jack. Aku hanya ingin kamu berpijak pada bumi jangan bermimpi terlalu tinggi. Saat terbangun nanti kamu akan merasakan sakit. Apa kamu tidak malu jika semua orang tahu jika kamu melaporkan Keen hanya karena cemburu padaku yang lebih memilih Keen. Pasti orang-orang akan berkata jika kamu gagal move on," ucap Aluna dengan penuh penekanan. Dia ingin memancing emosi Jack.
"Aku tidak peduli. Kamu juga akan malu karena semua orang akan tahu siapa kamu sebenarnya. Seorang guru yang menggoda muridnya hanya untuk dapat hidup senang. Kamu akan dikatakan cewek matre. Apakah sebagai tenaga pendidik kamu tidak akan malu?" tanya Jack dengan tersenyum licik.
Aluna tidak juga gentar mendengar ucapan Jack. Dia telah bertekat tidak akan mau lagi ditindas.
"Sebenarnya tidak ada cewek matre, hanya saja dia bertemu dengan cowok kere. Jika cowok itu tajir, dia tidak akan mengatakan ceweknya matre karena mampu membelikan apa yang diminta." Aluna tertawa ketika mengatakan itu, membuat Jack makin naik darah.
Dia lalu berjalan meninggalkan Aluna tanpa kata, tapi saat sampai di ambang pintu Jack membalikan tubuhnya. Dia tersenyum miring dengan Aluna.
"Kamu tunggu saja surat panggilan dari kantor polisi," ucap Jack dengan penuh keyakinan.
"Apa kamu lupa jika Keen tidak akan mudah dijerat dengan hukuman karena dia masih dibawah umur. Usianya saat ini masih delapan belas tahun. Masih usia anak remaja. Pak Bramantyo atau aku akan mengusahakan pembebasan untuknya dan akan menuntut kamu balik dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Apa kamu lupa, malam saat balapan kamu sengaja menabrak Keen? Aku akan berikan bukti video itu!" ancam Aluna.
Jack tampak terkejut dengan ucapan Aluna. Tidak pernah berpikir akan hal itu. Malam itu Jack akui dia terlalu emosi karena lagi-lagi Keen dapat mengalahkan dirinya. Pria itu lalu meninju pintu ruang BK itu sebelum pergi meninggalkan Aluna.
Setelah kepergian Jack, Aluna menarik napas lega. Padahal sebenarnya wanita itu tidak memiliki video malam itu. Dia terlalu emosi di malam itu sehingga tidak terpikirkan untuk merekam semua kejadian. Namun, Aluna akan meminta Keen untuk mencari dari temannya. Siapa tahu ada yang merekam kejadian malam itu.
Jika salah satu teman Keen ada menyimpan video itu, dia bisa menggunakan itu sebagai jaminan agar Jack tidak lagi mengganggu Keen.
Aluna memijat kepalanya yang terasa sakit. Sudah satu minggu ini dia merasakan tubuhnya tidak sehat. Namun, Aluna mencoba menahannya. Dia telah terbiasa sakit kepala saat akan datang bulan.
Tiba-tiba Aluna teringat jika bulan ini dirinya belum datang bulan. Dia mengambil kalender dan melihat tanggal.
"Aku telah telat datang bulan satu minggu. Seharusnya satu minggu yang lalu. Apakah aku ...."
Baru saja Aluna ingin istirahat, pintu ruangannya kembali terbuka. Dia melihat Novi masuk dengan wajah memerah.
"Apa lagi ini?" tanya Aluna dengan dirinya sendiri.
...----------------...
dari yg awalnya saling menolak tapi harus menikah dg terpaksa, tapi berakhir saling mencintai satu sama lain, bahkan jadi bucin..
happily ever after Keenan dan Aluna, gak ketinggalan Jeca jg..
makasih mama, udah nyuguhin novel ini.
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕