Indonesia
NovelToon NovelToon
Event Organizer Of Love

Event Organizer Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: Ara_Tara

Karamel gadis berusia 19 tahun yang memiliki penampilan sederhana, cantik alami tanpa make up dan Menggunakan kacamata untuk menutupi warna bola mata nya, serta memiliki karakter periang, humor dan konyol. Namun, memiliki kisah sedih 5 tahun yang lalu, dimana dia harus kehilangan ibu nya selamanya serta hampir juga kehilangan penglihatan nya karena sebuah kecelakaan yang ia alami. Tapi, untung lah ada orang baik hati yang mau mendonorkan mata nya kepada Karamel, sehingga Karamel masih bisa melihat keindahan dunia yang tersisa. Setelah 5 tahun berlalu, Karamel di pertemukan dengan Haru. Seorang primadona kampus yang memiliki banyak fans, Karamel merasa sangat jengkel dengan Haru yang terus mengusik nya di kampus, sehingga membuat para fans wanita Haru menjadi membenci dirinya. Karamel yang juga tiba-tiba di usir dari rumah nya, terpaksa tinggal di rumah seorang wanita pemilik Event Organizer yang hampir bangkrut dan ikut serta bekerja di perusahaan Event tersebut.
let's to read😉💪!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara_Tara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Dekati Milik Ku!

"Hem, coba kamu katakan, kenapa kamu bisa ada di sana?" ujar Zayyan dengan tegas.

Karamel yang tengah duduk berhadapan dengan Zayyan di kantor polisi, hanya menatap dengan acuh.

"Bukan urusan mu!" ujar Karamel dengan nada getus.

Zayyan hanya bisa menghela nafas ketika mendengar jawaban dan sikap keras kepala yang di tunjukkan oleh Karamel.

"Bagaimana bisa seorang gadis, malam-malam begini berada di luar, bahkan berhadapan langsung dengan maling!" ucap Zayyan dengan tegas.

Karamel yang mendengar ucapan Zayyan, langsung menoleh dan menatap mata Zayyan dengan perasaan tanpa takut sama sekali.

"Bisa lah, bukti nya ada di depan mu." jawab Karamel dengan santai.

Zayyan hanya bisa mampu mengelus dada, karena untuk pertama kali nya ada seorang wanita yang begitu berani terhadap dirinya, padahal dia adalah komandan polisi yang terkenal tegas dan menyeramkan.

"Udah belum?, aku mau pulang." ujar Karamel.

"Apa?, pulang?, kamu saat ini sedang menjadi saksi dari aksi pencurian yang terjadi." ucap Zayyan.

"Yaa, bodo amat lah, yang penting maling nya udah ke tangkap, aku mau pulang dulu. Selamat malam." ucap Karamel.

Karamel segera beranjak dari tempat duduk nya, dan dengan santai nya berjalan keluar sambil terus memegang dokumen milik Akira.

"Tunggu." ujar Zayyan.

Karamel yang sebentar lagi akan melangkah keluar dari pintu, tiba-tiba mengehentikan langkahnya karena perkataan Zayyan yang menahan nya.

"Aduh, ada apa lagi sih kak Zay?" ucap Karamel, yang langsung menoleh.

Zayyan tiba-tiba berdiri dari tempat duduk nya dengan raut wajah serta tatapan mata yang cukup tegas dan tajam. Melihat hal itu, Karamel sedikit merinding.

( Kenapa dia menatap ku begitu?). gumam Karamel dalam hati, sambil menelan ludah.

Zayyan sudah berdiri berhadapan dengan jarak yang cukup dekat dengan posisi Karamel saat ini, Zayyan langsung membungkuk kan badannya untuk bisa melihat wajah Karamel. Sementara itu, Karamel merasa sedikit terintimidasi dengan tindakan yang tengah di lakukan Zayyan saat ini.

"Apa yang kau lakukan!" ucap Karamel pelan, sambil menatap Zayyan dengan perasaan jengkel yang mencapai puncaknya.

Zayyan hanya tersenyum miring ketika melihat raut wajah Karamel yang terlihat lucu saat sedang merasa kesal.

"Apa yang ada di tangan mu itu?" tanya Zayyan.

"Apa?" jawab Karamel, pura-pura tidak tahu.

"Jangan pura-pura tidak tahu, dokumen apa yang sedang kau pegang itu, hem .... " ujar Zayyan.

Karamel membulat kan mata karena merasa terkejut sekaligus panik secara bersamaan.

"Ini, Bu- bukan urusan mu!" ujar Karamel sedikit gugup.

"Benarkah bukan apa-apa?" tanya Zayyan dengan suara yang cukup menekan.

Karamel terus berusaha menahan diri nya, agar terlihat tenang dan berani, sambil terus menatap mata Zayyan, agar Zayyan bisa percaya kalau apa yang di pegangnya bukan lah hal yang penting.

"Iya!" jawab Karamel dengan tegas.

Bruk!, suara pintu utama kantor polisi di buka dengan keras.

"Sial!, sudah ku bilang jauhi dia!" teriak seorang pria dengan keras, sehingga suara nya menggema di dalam ruangan.

Zayyan dan Karamel yang merasa terkejut, langsung menoleh bersamaan ke arah sumber suara.

"Hei, siapa kamu!, berani-beraninya bersikap kurang ajar di kantor polisi!" ujar seorang petugas polisi dengan tegas.

"Diam!, aku hanya ingin mengambil milik ku disini!" ujar pria itu tegas, dan mengarah kan tatapan tajam ke arah polisi tersebut.

Petugas polisi yang tadi berniat untuk memegang tangan pria itu dan mengusir nya keluar, langsung menciut ketika melihat tatapan tajam yang mirip dengan seseorang yang ia kenal di kantor polisi tempat ia bekerja.

"Siapa itu?, berani sekali membuat keributan di sini!" gumam Zayyan dengan tegas.

Zayyan segera berjalan dengan cepat menuju suara keributan, sedang kan Karamel hanya diam, tapi juga merasa penasaran dengan siapa sosok pria yang berani berteriak dengan lantang di kantor polisi.

"Siapa ya?, tapi kayak nya seru nih, hehe .... " gumam Karamel sambil terkekeh kecil.

Karamel pun diam-diam juga menyusul Zayyan yang sudah berjalan terlebih dahulu dari dirinya.

"Siapa yang berani-berani membuat keributan malam-malam begini!" ujar Zayyan dengan tegas dan keras.

Polisi bawahan Zayyan yang tadi sedang berbicara dengan pria yang membuat keributan, segera menoleh dan langsung memberikan salam hormat.

"Cepat jawab!" ujar Zayyan dengan tegas.

"Itu ... , anu pak, itu ... " jawab anak buah Zayyan,dengan nada suara yang terbata.

"Anu apa!" ujar Zayyan dengan tegas.

Anak buah Zayyan itu pun merasa sedikit takut, saat ingin kembali menjawab pertanyaan dari Zayyan, tiba-tiba pria yang membuat keributan, langsung menjawab pertanyaan Zayyan tersebut.

"Aku!, memang nya kenapa?" ujar pria itu dengan tegas, sambil berjalan mendekati Zayyan.

Zayyan langsung memperlihatkan raut wajah yang merasa terkejut.

"Haru?, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Zayyan yang merasa heran.

"Aku ingin mengambil milik ku!, aku melihat dari kejauhan jika kau ingin mencuri milik orang lain, padahal kau sedang ada di kantor polisi." ujar Haru tegas, dengan tatapan tajam.

Zayyan awalnya merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Haru, namun berkat kecerdasan yang ia miliki, dia langsung memahami maksud dari perkataan Haru.

"Hee, aku tidak mengambil nya, aku membantu nya." jawab Zayyan sambil tersenyum miring.

Haru dan Zayyan saling menatap dengan tatapan tajam dengan wajah yang datar, sehingga membuat anak buah Zayyan yang masih ada di sana, menjadi diam kaku, lemah tak berdaya. Sementara itu, Karamel yang tadinya mengikuti Zayyan secara diam-diam untuk bisa melihat orang yang berani menantang kepolisian, ternyata berhenti sejenak ketika melihat ada mie dalam cup yang sedang di seduh oleh beberapa polisi di sana.

"Haha ... , untung pak polisi nya baik mau ngasih aku satu." ucap Karamel sambil menyeruput sedikit mie dalam cup, dan terus berjalan untuk melihat perdebatan.

Karamel terus berjalan menuju ke suara keributan, dengan dokumen Akira yang ia jepit kan di ketiak nya, dan sambil sesekali menyeruput kuah mie dalam cup yang sedang ia pegang.

"Aah ... , nikmat nya kuah mie ini." ujar Karamel.

Sementara itu, Haru dan Zayyan masih sibuk berdebat satu sama lain.

"Dimana dia sekarang?" tanya Haru dengan tegas.

"Kenapa?, apa kau takut dia tertarik pada ku?" ujar Zayyan dengan percaya diri.

"Hee, jangan mimpi!, kau tidak akan bisa mengambil nya!" ujar Haru tegas, sambil tersenyum miring.

"Benarkah?, ayo kita lihat saja nanti." jawab Zayyan dengan tegas.

Karamel sudah sampai di tempat keributan, dia langsung mencari kursi untuk duduk sambil makan mie, dan menyaksikan perdebatan yang seru.

"Nah, ini ada kursi nih." ucap Karamel.

Karamel segera menarik kursi tersebut. Sebelum duduk, Karamel ingin menyeruput sedikit lagi kuah mie nya.

"Seruput dikit deh." ucap Karamel sambil tersenyum.

Karamel langsung menyeruput dengan nikmat, Haru yang tidak sengaja menoleh ke belakang, merasa sedikit senang, namun juga sedikit kesal karena melihat Karamel yang bersama dengan Zayyan di kantor polisi tersebut.

"Karamel!" teriak Haru.

Karamel menoleh, sambil terus menyeruput kuah mie nya. Namun, tiba-tiba dia langsung membulat kan mata, karena mengetahui kalau orang yang sedang membuat keributan itu, adalah Haru.

"Uhuk-uhuk ... , Haru?" ujar Karamel, yang tersedak kuah mie milik nya.

1
Sari Annissa
ini kapan ke uangkap nya sih?,yg dulu aja belum terungkap..tambah lagi.semngat thor..trus up nya🤣🤣
Sari Annissa
ampuun ..orang jahat bener..semoga s kara di lindungi sama sang othor🤣🤣
Sari Annissa
mamah nya haru kayaknya wanita asing itu😁😁,kemana aja thor?? syukurlah udah up
Sari Annissa
kara kemana belum up jg?
Sari Annissa
tiap episode aku gerah bgt sama si kiara,emosi ku di aduk2 terus ni
Sari Annissa
dan semoga ada haru di sana pemirsah...jadi rada kabongkar kitu...ga teka teki lagi😁😁😁
Sari Annissa
pusiiing...kebanyakan teka teki silang🤣🤣🤣
Sari Annissa
up nya yg banyak dong🤭🤭
Sari Annissa
kirain haru meninggal🤭🙏🙏
Sari Annissa
ahhh kara ..kara...ternyata setipis tissu pertahanan hati mu😃😃
Sari Annissa
tunggu aja tanggal main nya kiara,sekarang ok,nanti kamu ko🤣🤣🤣
Sari Annissa
hallo kara...kemana belum up??
Sari Annissa
karamel ke luar kota aja kerja gantiin mbak elis...biar tahu rasa tuh si plin plan haru🤣🤣
Sari Annissa
akan lebih indah lagi karma buruk menimpa dirimu kiara....tunggu aja othor
Sari Annissa
tapi orang yang obsesinya tinggi kayak kamu tuh kiara,jatuhnya sakit bgt,bisa gila lho🤭🤭🤭
Sena Fiana
😃😃😃😃
Sari Annissa
pesan apa sih jadi penisirin🤭🤭🤭
Sari Annissa
,.oon
Divya Alexa
bagus
Nino
Author, chapter baru kapan? Saya ketagihan nih!
Ara_Tara: sabar atuh😍, pokoknya dukung author yaa, biar bisa update terus 😉😁♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!