Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Idola sekolah
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Klarina_za29

Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.

Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.

Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.

Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.

Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?

Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.

Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baru Dimulai!

Deretan mobil mewah berjajar rapi di area parkir SMA Cipta Bangsa. Sekolah bertaraf internasional yang dihuni anak-anak pejabat dan konglomerat itu sudah ramai oleh riuh murid-murid sejak pagi. Meski Freya memegang status sebagai siswa kembali yang baru menetap lagi selama tiga minggu setelah kepindahannya dari Inggris, popularitasnya melesat cepat. Di mata satu sekolah, Freya Smith adalah sosok gadis berwajah malaikat, berhati lembut, dan sedikit polos hingga membuat siapapun ingin melindunginya.

Hanya ada satu orang yang benar-benar tahu seberapa mematikan topeng kepolosan itu: Elvano. Pemuda berwajah dingin yang menduduki takhta tertinggi hierarki siswa di SMA Wijaya Kusuma. Sayangnya bagi Selena, Elvano yang sangat diimpikannya justru terikat dalam permainan rahasia bersama Freya.

Saat sedan sport Kenan berhenti di area drop-off, tiga gadis sudah menunggu di bangku taman dekat lobby utama. Mereka adalah Clara, putri seorang diplomat yang berkepribadian blak-blakan; Karin, gadis ceria anak pengusaha media; dan Esa, si jenius pendiam yang memegang kontrol jaringan informasi murid.

"Ayaa!" seru Karin sambil melambai heboh begitu Freya melangkah keluar dari mobil.

Kenan menurunkan kaca mobilnya, menatap ketiga teman adiknya itu. "Gua titip Ayaa ya. Kalau ada yang mengganggu, langsung hubungi gua atau Arga."

"Siap, Bang Kenan! Aman di tangan kita!" jawab Clara mantap seraya memberikan gestur hormat yang membuat Arga dari kursi belakang tertawa pelan.

Setelah mobil Kenan berlalu menuju parkiran khusus senior kelas XII, keempatnya berjalan menyusuri koridor megah lantai dua menuju kelas X IPA 1.

"Ayaa, kamu beneran gapapa?" tanya Esa tiba-tiba. Suaranya pelan, matanya menatap khawatir pada Freya. "Berita tentang kado melukis setahun lalu itu... sudah menyebar ke mana-mana dari semalam."

Freya memiringkan kepalanya sedikit, menampilkan raut bingung yang menggemaskan, lengkap dengan binar mata yang tampak sangat jujur dan tak berdosa. "Maksud Esa berita kado dari Selena? Ah... tidak apa-apa kok. Selena cuma salah paham waktu itu. Kado aku kan cuma lukisan biasa, tidak seberapa kalau dibandingkan sama kado lain."

Clara menghela napas kasar, memutar matanya frustrasi melihat tingkat kepolosan sahabat barunya itu. "Ayaa, kamu tuh kelewat baik tau gak? Jelas-jelas si Selena itu mengklaim karya kamu selama setahun penuh buat cari muka di depan keluarga kalian! Masa kamu masih belain dia?"

"Tapi Selena sudah minta maaf semalam di depan Kakek dan Nenek," potong Freya dengan nada membela yang sangat halus. "Dia sampai dimarahi dan dihukum tidak boleh keluar rumah setelah pulang sekolah. Aku kasihan melihatnya..."

"Dihukum dua minggu doang mah kurang!" timpal Karin gemas, merangkul pundak Freya dengan protektif. "Pokoknya kamu jangan terlalu lembek sama dia, Ayaa. Orang kaya Selena itu kalau dikasih hati bisa minta jantung. Untung sekarang seluruh SMA Wijaya Kusuma juga udah pada tau kelakuannya!"

Freya menunduk pelan, menyembunyikan kilatan kepuasan di matanya yang tersembunyi sempurna di balik bulu matanya yang lentik. 'Bagus. Beritanya menyebar persis seperti yang gue rencanakan,' batinnya menyeringai. Namun saat mendongak kembali, wajahnya kembali dihiasi senyum tipis yang memancarkan kerapuhan. "Sudah ya, kita jangan bahas itu lagi. Hari ini kan ada kuis Fisika dari Pak Budi."

Ketiga temannya meratapi kuis Fisika yang akan datang, sama sekali tidak menyadari bahwa gadis polos di samping mereka adalah dalang utama yang membocorkan rekaman kebohongan Selena ke forum lintas sekolah secara anonim semalam.

Sementara itu, di SMA Wijaya Kusuma, suasana jauh dari kata tenang.

Sebuah mobil SUV hitam berhenti di area parkir utama. Begitu pintunya terbuka, Selena melangkah keluar dengan kepala tegak, berusaha mempertahankan harga dirinya. Di sampingnya, Langit dan Justin berjalan mendahului tanpa berniat sedikit pun menunggunya.

Namun, baru beberapa langkah Selena berjalan menyeberangi koridor utama, ia bisa merasakan tatapan mata ratusan murid tertuju padanya. Bisik-bisik beracun menggema di setiap sudut lorong.

"Eh, itu si Selena kan? Yang sok paling kesayangan keluarga Smith?"

"Iya! Ternyata lukisan legendaris yang dia klaim bikin sendiri buat neneknya itu punya Freya! Parah banget, pencuri karya!"

"Mana ngaku-ngakunya pelayan yang salah sebut lagi. Aktingnya kurang rapi deh!"

"Cinta banget ya dia sama panggung victim? Kasihan banget Freya yang beneran berbakat malah disingkirkan."

Setiap kata yang terlempar bagaikan sembilu yang menyayat dada Selena. Wajahnya yang semula dihiasi senyum tipis kini berubah pucat pasi. Tangannya yang menggenggam tali tas sekolah gemetar hebat. Ia ingin sekali berteriak dan menyuruh mereka semua diam, tapi ia tahu hal itu hanya akan memperburuk citranya.

Dengan langkah terburu-buru dan kepala menunduk dalam, Selena melintasi lapangan basket outdoor menuju ruang kelasnya. Namun di tengah jalan, langkahnya terhenti seketika.

Di depan area gazebo sekolah, berdiri seorang pemuda berpostur tinggi dengan seragam yang sedikit berantakan di bagian kerah. Kulitnya bersih, rahangnya tegas, dan matanya memancarkan aura dingin yang mengintimidasi siapapun di sekitarnya.

Elvano.

Pria yang selama ini memenuhi seluruh pikiran Selena. Pria yang berusaha ia dapatkan perhatiannya selama satu tahun terakhir ini.

Selena merapikan rambutnya sebentar, menelan ludah untuk menetralkan rasa gugup serta malu yang merayapinya. Ia berjalan mendekati Elvano yang sedang bersandar pada tiang gazebo sambil memegang ponselnya.

"Elvano..." sapa Selena dengan suara yang dibuat selembut dan sepasrah mungkin. Ia mencoba memasang wajah terzalimi yang biasanya selalu berhasil mengetuk rasa simpati orang lain. "Elvano.... lo pasti sudah dengar rumor jahat tentang gue yang menyebar dari semalam, kan? Itu semua tidak benar, El. gue dijebak..."

Elvano dengan pelan menurunkan ponsel dari depan wajahnya. Iris matanya yang gelap menatap Selena tanpa rasa kasihan sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman miring yang penuh dengan nada ejekan tebal.

"Dijebak?" suara Elvano terdengar bernada rendah, namun cukup tajam untuk menghentikan napas Selena seketika. "Atau lo cuma ketahuan karena kalah cerdas dari pemilik aslinya?"

Selena tersentak, melangkah mundur satu langkah. "El... kok lo bicara begitu? Lo seharusnya tahu kan gue bukan orang yang seperti itu? Freya... Freya yang sudah membuat semua orang membenci gue!"

Elvano terkekeh pelan—kekeh dingin yang mengerikan. Ia melangkah mendekat, membungkukkan sedikit tubuhnya hingga sejajar dengan Selena.

"Jangan sebut nama Freya dari mulut lo yang penuh kebohongan itu, Selena," bisik Elvano dengan penekanan dingin yang menakutkan. "Lo pikir gue ga tau siapa lo sebenarnya? Lo tuh cuma pemain amatir yang kebetulan dapet panggung."

"Elvano! gue suka sama lo! gue melakukan semua ini juga supaya gue pantas bersanding sama lo di keluarga ini!" seru Selena secara emosional, air matanya kini benar-benar menetes karena frustrasi dan penolakan.

Elvano menatap Selena penuh keharuan yang dipaksakan, lalu menyapu air mata di pipi Selena dengan ibu jarinya secara kasar hingga Selena meringis.

"Pantas?" Elvano berbisik tepat di samping telinga Selena, memberikan kalimat yang menghancurkan seluruh benteng pertahanan gadis itu. "Bahkan ujung kuku Freya pun... jauh lebih bernilai dari seluruh hidup lo. Lo ga akan pernah bisa menyamai dia, Selena. Sampai kapan pun."

Elvano menepuk pundak Selena dua kali dengan raut wajah tanpa dosa, lalu berjalan melewatinya begitu saja tanpa menoleh lagi.

Selena berdiri mematung di tengah lorong sekolah, dikelilingi oleh tatapan tawa dari siswa-siswi Wijaya Kusuma yang menyaksikan penolakan mentah-mentah dari Elvano. Rasanya bagaikan disiram air es di tengah terik matahari. Dikhianati oleh reaksi keluarga, dipermalukan satu sekolah, dan ditolak dengan sangat kejam oleh pria yang dicintainya.

Di tempat lain, di dalam kelas X-IPA 1 SMA Cipta Bangsa, ponsel Freya yang diletakkan di dalam laci bergetar singkat.

Freya mengambilnya secara diam-diam di balik meja. Sebuah pesan masuk dari nomor tanpa nama:

[Pertunjukan di Wijaya Kusuma berjalan lancar, Princess. Selena baru aja nangis kejar di depan gue. Puas?] Unknown

Freya mengusir senyum seringainya yang hampir terlepas. Jari-jarinya menari cepat di atas layar balasan:

[Belum. Ini baru pemanasan. Pastikan dia makin gila sampai dia ngeluarin kartu as-nya] Freya

[Anything for you. Tapi ingat janji lo minggu ini] Unknown

Freya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku rok seragamnya. Ia mendongak, kembali menampilkan wajah polosnya yang penuh ketenangan saat Pak Budi mulai membagikan kertas kuis Fisika.

Permainan balasan dendam ini baru saja dimulai, dan Freya sudah memegang kendali penuh atas semua papan catur.

~ To Be Continue

1
Sribundanya Gifran
lanjut
aku
lanjuuuuuttt 😁😁
Sribundanya Gifran
lanjut
aku
next 😁
aku
cieeelah freya yg d pggl princessm vano, aq yg senyum2 kamvrett 🤣🤣
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
aku
🌹 semangat update autor 😁🙏
Susi Nugroho
Lanjut
aku
aih, gk dihukum gt si kamvret?? cm diskors? 😌 kok aq yg greget jg sm yg tua2 tuh. gk teges. 🙏
aku
maaf tor, selena bukan yasmin 😁 typo ya hehe
Klarina_za29: Haaa iyaaa udah diperbaiki yaa🤭
total 1 replies
aku
mantep! cb bongkar jg pura2 pingsannya itu, biar makin malluuuu 😃🤣
mksh tor , berasa dkit bgt tor, bisakah nmbh lg? 😁😁 🌹
aku
🌹🌹 semoga autor kalap, up 5 bab , amin!!! 😁😁
aku
kaku dah tu muka 🤣🤣
Mineaa
siap untuk pertunjukan di hari ulah nenek..... 💪
Sulicungliieee
ᥣɑ𐓣ʝυ𝗍 𝗍𝗁𝗈𝗋....ᑯꪱᜒ𝗍υ𐓣𝗀𝗀υ υρ 𐓣ɣɑ

.
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu mereka berdua bertemu....
Yuyun Suprapti
up lg kk💪
Yuyun Suprapti
up lg yg banyak kk💪
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu lanjutannya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!