Indonesia
NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 WATCHERS IN THE SHADOW

​Malam di Cikampek telah bermutasi menjadi entitas yang mengerikan.

​Jika sebelumnya kota ini hanya dikenal dengan gesekan antar-berandalan sekolah, kini wilayah Sentul, yang menjadi gerbang timur Krajan, telah berubah menjadi sebuah kuali raksasa berisi kebencian, ledakan petasan, dan haus darah.

​Seluruh area ini resmi ditetapkan sebagai Zona Merah.

​Di sebuah atap ruko berlantai tiga yang letaknya cukup strategis untuk memantau seluruh persimpangan jalan utama Sentul, suasana terasa sangat sunyi namun penuh tekanan.

​Di sana, tiga orang dari unit Intelligence Crows—mata-mata elit yang bekerja di bawah bayang-bayang pemerintah kota—sedang merunduk di balik tembok pembatas.

​Mereka menggunakan teropong militer dan alat perekam suara canggih untuk mencatat setiap pergerakan pilar-pilar kekuatan yang sedang bertabrakan di bawah sana.

​"Lapor... Jumlah massa Slonong Boys (SB) terus bertambah dari arah Jomin dan Pangulah. Perkiraan lebih dari tiga ratus orang," bisik salah satu intelijen ke dalam alat komunikasinya dengan tangan yang sedikit bergetar. "OKOM juga mulai merangsek dari Pawarengan. Situasi tidak terkendali."

​Tiba-tiba, suhu di atap ruko itu mendadak turun drastis. Sebuah hawa keberadaan yang begitu berat, dingin, dan sangat mengintimidasi muncul dari arah tangga darurat.

​Ketiga intelijen itu secara refleks berbalik, tangan mereka langsung merogoh pisau lipat di saku, namun gerakan mereka terhenti seketika. Tubuh mereka membeku, jantung mereka seakan dipaksa berhenti berdetak oleh tekanan Aura yang tidak masuk akal.

​Dari balik kegelapan pintu tangga, muncul Denza bersama dua sosok pria yang wajahnya jarang sekali terlihat di publik, namun namanya adalah legenda kematian di Mahkamah Agung.

​Mereka adalah Jeremy dan Laezy, bagian dari OldGuard 13—pengawal elit paling mematikan yang dimiliki pemerintah jalanan Cikampek.

​Di belakang mereka, 20 anggota Old Generation senior berdiri tegak dengan mata yang kosong namun tajam, seolah-olah emosi mereka sudah mati demi tugas.

​"O-OldGuard?!" salah satu intelijen itu terbata, lututnya lemas hingga ia jatuh berlutut.

​Jeremy, yang mengenakan mantel hitam dengan kerah tinggi, melangkah maju ke tepi atap ruko. Ia tidak melirik para intelijen itu sedikit pun. Matanya tertuju lurus pada medan tempur yang membara di bawah.

​"Teruslah memantau," ucap Jeremy dengan suara rendah yang menggetarkan tulang. "Laporin setiap detail. Jangan ada satu pilar pun yang lu lewatkan. Siapa yang tumbang, siapa yang bangkit, dan seberapa besar daya hancur Bangsa Galactian era sekarang. Mengerti?!"

​"P-Paham, Tuan!" para intelijen itu langsung kembali ke posisi mereka, meski tangan mereka masih gemetar hebat saat memegang teropong.

​Kedatangan OldGuard ke titik pantau ini adalah bukti mutlak bahwa Mahkamah Agung sedang bersiaga penuh untuk interupsi jika keadaan menjadi Total Chaos.

​DUARRRR... DHUARRRR...!!

​Ledakan petasan horizontal kembali mengguncang Sentul, menciptakan kepulan asap tebal yang berbau sulfur dan bubuk mesiu.

​Di tengah kekacauan itu, suara raungan mesin motor yang sangat liar membelah kebisingan. VROOMMM! VROOMMM!

​Rombongan besar motor Slonong Boys yang dipimpin oleh Aditya (Andul) dan Edu Agustian (Bastard) melesat menembus barikade musuh.

​Mereka tidak berhenti; ban motor mereka melindas apa saja yang menghalangi jalan. Di jok belakang motor-motor tersebut, dua sosok yang menjadi pemicu era baru ini akhirnya tiba.

​"PEMANASAN SELESAI, LANG!" teriak Ryuka Wijaya sambil melompat dari motor Aditya yang bahkan belum berhenti total.

​BUGHH! DUAAGH!

​Ryuka mendarat tepat di kerumunan massa OKOM yang sedang mencoba menekan pertahanan Krajan. Tanpa basa-basi, Ryuka melayangkan sebuah tinju murni yang sangat berat ke arah wajah berandalan di depannya.

​Pukulan itu begitu bertenaga hingga musuh tersebut terpental beberapa meter dan menghantam pagar besi hingga ringsek.

​Di sampingnya, Gilang bergerak dengan taktis, menggunakan tangannya untuk menangkis serangan dan menjatuhkan lawan dengan tendangan sapuan yang matang.

​Di tengah persimpangan, Alfriza Farizy (Friza) sedang berdiri dengan napas memburu. Dahinya bersimbah darah setelah sebelumnya dipukul mental oleh Bagas Nawawi, pemimpin tertinggi Tirtamulya yang memiliki kekuatan fisik di luar nalar.

​Friza menyeringai liar, urat-urat di lehernya menonjol akibat amarah yang mendidih. Ia tidak sudi harga dirinya sebagai pilar Slonong Boys diinjak-injak oleh orang dari luar wilayah utama.

​"Tirtamulya, ya?" Friza melesat maju secepat kilat, menciptakan bayangan tipis di udara—sebuah gerakan khas Galactian yang sudah melampaui batas stamina. "Rasain ini, bangsat!!"

​DUAAAAAGH!!

​Friza melayangkan pukulan balasan yang sangat keras tepat di wajah Bagas Nawawi. Pukulan itu menghasilkan gelombang angin yang menghempas debu di sekitar mereka.

​Kali ini, giliran Bagas Nawawi yang terkejut dan terpental, terseret beberapa meter di atas aspal.

​Bagas Nawawi menyeka darah di dagunya, matanya menyipit. "Menarik... Ternyata bocah ingusan kayak lu punya daya ledak juga," gumam Bagas yang kini mulai memasang kuda-kuda serius.

​Pertarungan mereka menjadi jauh lebih intens dengan pertukaran aksi yang membuat beton jalanan mulai retak di bawah kaki mereka.

​Sementara Friza dan Bagas bertarung, Ryuka menghentikan amukannya. Matanya menangkap sosok Zela yang sedang berdiri di tengah kepulan asap petasan.

​Zela tampak sedang membantai anggota OKOM dengan pandangan mata yang dipenuhi hawa kebencian pekat—sebuah pemandangan yang menyakitkan bagi Ryuka yang mengenalnya sebagai sosok yang tenang.

​Ryuka berjalan mendekat, auranya mulai merembes keluar tanpa ia sadari—sebuah Aura Hitam Pekat yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa sesak napas.

​"Zela! Gua bakal kalahin lu sekarang!" bentak Ryuka dengan suara yang berat. "Gua bakal bikin lu sadar, anjing! Yang lu lakuin gak ada artinya, ini pertarungan orang lain, bukan pertarungan lone wolf kayak lu!!"

​Zela menoleh pelan, pandangan matanya sangat dingin dan asing. Aura Putih terpancar dari tubuhnya, bertabrakan langsung dengan aura hitam milik Ryuka di udara.

​"LU YANG GAK TAHU APA-APA GAK USAH SOTAU, BANGSAT!!" seru Zela. "Gua udah bilang... Jangan ikut campur urusan gua! Ini tanah kelahiran gua, dan gua gak butuh bantuan orang kayak lu!"

​"Kalau gitu gua paksa lu balik!"

​BAM!!

​Cekcok mulut itu meledak menjadi pertarungan fisik yang sangat serius. Ryuka menyerang dengan emosi yang meluap, sementara Zela membalas dengan teknik tinggi yang mematikan.

​Benturan pukulan mereka menciptakan tekanan udara yang begitu kuat hingga para berandalan di sekitar mereka tercengang dan mundur ketakutan.

​Beberapa dari mereka bahkan jatuh pingsan karena otak mereka tidak sanggup menampung tekanan dari dua puncak aura Galactian yang sedang beradu.

​Di sisi lain Sentul, Adrian (Poesat Crazy) mencoba merangsek masuk ke jantung pertahanan Wirasaba, namun ia dihadang oleh Bram, pemimpin Fraksi Gamusi. Bram adalah monster fisik dari Utara yang tidak mengenal kata mundur.

​DUAGH! PAK!

​Adrian mencoba melepaskan kombinasi pukulan cepat, namun Bram menahannya dengan dada bidangnya yang keras.

​Bram memutar tubuhnya dan melayangkan satu pukulan hammer-fist yang menghantam pundak Adrian hingga ia berlutut. Pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh Bram setelah sebuah tendangan lutut darinya membuat Adrian terkapar tak sadarkan diri.

​Melihat Adrian jatuh, Gilang langsung melompat masuk untuk menutupi celah. "Lawan lu sekarang gua, Pimpinan Gamusi!" teriak Gilang.

​Pertarungan antara Gilang vs Bram pecah dengan sangat sengit. Gilang bertarung dengan jauh lebih taktis dibandingkan masa lalunya di Cijalu, mencoba menahan kekuatan mentah Bram.

​Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, Bagas Nawawi dan Bram mulai menyadari sebuah kenyataan pahit. Mereka melirik ke arah belakang, di mana ribuan lampu motor Slonong Boys terus berdatangan seolah tidak ada habisnya.

​Jumlah massa SB benar-benar "nggak ngotak" dan meluap hingga menutupi seluruh jalan raya.

​"Woy! Berhenti!" teriak Bagas Nawawi ke arah Bram dan Gilang. "Lihat sekeliling kalian! Kalau kita tetap berantem sendiri-sendiri, kita semua bakal rata sama lautan massa SB ini! Masih banyak pimpinan fraksi kita yang belum tumbang, tapi kalau kita gak nyatu, Cikampek Utara bakal jadi sejarah!"

​Mendengar itu, Bram dan Bagas (dari Wirasaba/Krajan) serta Gilang (yang mewakili kelompok independen Ryuka) mulai melambatkan serangan mereka.

​Sebuah kesadaran muncul bahwa untuk menahan agresi Slonong Boys dan ancaman Ruler Oky Febrian dari OKOM, mereka harus membentuk Aliansi Darurat.

​Di atap ruko, Jeremy dan Laezy terus menonton tanpa ekspresi, mencatat pembentukan aliansi taktis tersebut. Denza hanya bisa terdiam, tangannya mengepal erat.

​Ia tahu bahwa malam ini baru saja mencapai titik didihnya, dan keterlibatan OldGuard hanya tinggal menunggu waktu jika para Crows di bawah sana benar-benar kehilangan kendali atas kota ini.

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!