Indonesia
NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 — Permainan Penawaran Harga

Di tengah riuhnya tawa merendahkan dari arah penjaga Keluarga Qu dan keheningan sisa aula yang tak berani ikut campur, Huo Li mencondongkan tubuhnya ke arah Yun Bing. Gadis sedingin es itu kini tampak begitu rapuh, kepalanya tertunduk menahan hancurnya sebuah harapan hidup.

"Kau menginginkannya bukan, Senior?" bisik Huo Li pelan, suaranya sangat tenang, berbanding terbalik dengan kekacauan di sekeliling mereka.

Yun Bing perlahan menoleh ke arah Huo Li. Wajahnya lesu, sepasang mata indahnya kehilangan kilatan tajamnya. "Ya..." balasnya pelan, nyaris tak terdengar.

Melihat tatapan putus asa itu, Huo Li mengalihkan pandangannya lurus ke depan, bibirnya berbisik dengan nada yang tidak menerima penolakan. "Pergilah dari Kota Sungai Hijau ini. Ah, maksudku... kembalilah ke sekte sekarang juga."

Yun Bing mengerutkan keningnya, sedikit terkejut. "Apa maksudmu, Junior?"

"Tenang saja," balas Huo Li, nada suaranya memancarkan keyakinan yang entah bagaimana terasa sangat mutlak. "Aku akan mendapatkan herbal langka itu untukmu. Tunggu aku di Puncak Pedang Kedua."

"Tapi—"

Belum sempat Yun Bing menyelesaikan kalimat penolakannya, Huo Li tiba-tiba mengangkat tangan kanannya ke udara. Suara baritonnya yang jernih namun dimanipulasi menjadi sedikit berat membelah keriuhan aula layaknya pedang tajam.

"Seratus Kristal Spiritual Tingkat 2!"

Sontak, seluruh aula yang tadinya dipenuhi tawa ejekan mendadak hening seketika. Hening yang sangat mencekam. Ratusan pasang mata, termasuk Peng Wu yang berada di atas panggung, langsung berputar menatap sosok pria bertudung yang duduk di samping Yun Bing.

"A-Apa?!"

"Siapa dia?! Seratus kristal tingkat 2?!"

"Orang gila dari mana ini?! Beraninya menaikkan harga setinggi itu dan menantang Tuan Muda Keluarga Qu secara langsung!"

Bisik-bisik kepanikan dan keterkejutan meledak seperti sarang lebah yang ditendang. Di tengah kekacauan itu, Huo Li menatap Yun Bing yang masih mematung karena syok.

"Pergi. Sekarang," perintah Huo Li pelan, tanpa menoleh.

Yun Bing menatap wajah tegas di balik bayangan tudung itu. Akalnya mengatakan bahwa tindakan juniornya ini adalah bunuh diri. Namun, mengingat semua hal mustahil yang telah pemuda ini lakukan, dari berani membuat rencana menjadikan dirinya buah manis Gubang hingga 'membantai' Zhao Feng yang adalah kultivator Spiritual Mendalam tahap akhir—hati Yun Bing merasakan sesuatu yang lain.

"Aku tidak tahu apa rencanamu," bisik Yun Bing cepat, sambil perlahan bangkit dari kursinya menyelinap ke arah pintu keluar. "Tapi... Aku percaya padamu. Jangan gegabah, Junior."

Huo Li hanya mengangguk tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari panggung.

Di atas panggung, Peng Wu menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin kembali membasahi punggungnya. Ia menatap sosok pria bertudung itu dengan perasaan bingung dan tidak percaya.

'Apakah dia sedang bermain-main? Seratus Kristal Spiritual Tingkat 2 tidak mungkin dimiliki oleh kultivator pengembara biasa!' batin Peng Wu panik. Namun, mengingat ada teror dari Qu Jin dan yang paling penting, Utusan Sekte Pedang Mendalam di balkon atas, Peng Wu tidak berani marah atau menegur pria bertudung itu. Ia harus menjaga profesionalisme paviliun, meski jantungnya berdegup kencang.

Di ruangan kelas atas bagian tengah, wajah Qu Jin yang tadinya dipenuhi senyum kemenangan kini merah padam. Urat-urat di pelipisnya bermunculan.

"Sialan! Siapa kau!" teriak Qu Jin, mencondongkan tubuhnya ke luar pagar balkon, menunjuk tepat ke arah Huo Li. "Lepaskan tudung kepalamu! Berani-beraninya kau..."

"Tuan Muda Qu, tahan emosimu," tegur Peng Wu dari atas panggung, mencoba menetralkan suasana sambil mengangkat tangannya. "Di dalam pelelangan Paviliun Dagang Anggrek Merah, setiap tamu berhak menyembunyikan identitas dan menawar harga. Mohon jangan membuat keributan."

Di saat yang bersamaan, Utusan dari Sekte Pedang Mendalam, seorang pria muda yang sekiranya berumur 20 tahun bernama Jin Hai—melangkah maju dan menepuk bahu Qu Jin dengan tenang.

"Duduklah, Qu Jin. Jangan membuat keributan yang tidak-tidak di tempat umum," ucap Jin Hai dengan nada memperingatkan. "Itu hanya akan merusak reputasi sekte kita dan keluargamu."

Qu Jin menggertakkan giginya hingga terdengar suara gemeretak. Ia menepis pelan tangan Jin Hai, lalu menatap tajam ke bawah dengan mata penuh kebencian.

"Tcih!" desis Qu Jin.

Arogansinya yang telah terluka tidak membiarkannya mundur begitu saja. Pemuda miskin bertudung itu berani mempermalukannya di depan umum? Qu Jin akan menghancurkan mentalnya dengan kekayaan mutlak!

"Dua ratus Kristal Spiritual Tingkat 2!" teriak Qu Jin menggelegar ke seluruh aula.

Ruangan itu kembali tersentak. Dua ratus! Harga herbal itu kini melonjak puluhan kali lipat dari harga aslinya.

Mendengar angka tersebut, Jin Hai hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. 'Kecerobohan khas anak manja. Dia baru saja terpancing oleh umpan yang sangat bodoh,' batin utusan itu kecewa melihat Tuan Muda Keluarga Qu yang membuang-buang uang sekte dan keluarganya hanya demi gengsi.

Di bawah sana, dari balik bayangan tudungnya, sudut bibir Huo Li melengkung lebar. Rencananya berhasil sempurna. Ia tidak pernah berniat membeli herbal itu; ia hanya memancing ego Qu Jin agar pemuda itu menguras dananya sendiri. Semakin sedikit sisa uang Qu Jin, semakin sulit baginya untuk mendapatkan Manual Pecahan Tingkat 3 di akhir acara nanti.

Peng Wu yang menyadari tidak ada lagi perlawanan dari pria bertudung, segera mengambil palu kayunya dengan tangan bergetar.

"Dua ratus Kristal Spiritual Tingkat 2... Satu!"

"Dua!"

Huo Li terkekeh pelan dalam hati. 'Terima kasih telah membayarnya untukku, Qu Jin.'

"Tiga! Terjual untuk Tuan Muda Qu!" ketuk Peng Wu keras-keras.

Di ruangan kelas atas, napas Qu Jin memburu. Walaupun ia menang, tidak ada sedikit pun rasa puas di hatinya. Ia baru saja dipaksa mengeluarkan dua ratus kristal tingkat 2 untuk sebuah herbal yang bahkan tidak ia butuhkan, hanya untuk membela harga dirinya.

"Sialan kau..." desis Qu Jin menatap tajam ke arah bangku umum tempat Huo Li duduk diam. "Berani-beraninya kau bersaing denganku."

Qu Jin menoleh ke belakang, menatap dua pria paruh baya berbahu lebar yang berdiri dalam bayang-bayang ruangan. Mereka adalah Qu Bu dan Qu Bi, pengawal pribadi sekaligus paman lapis keduanya. Keduanya memancarkan fluktuasi energi spiritual yang padat. Mereka adalah kultivator Ranah Spiritual Mendalam Tahap Menengah yang sangat terlatih.

"Paman Qu Bu, Paman Qu Bi," perintah Qu Jin dengan suara dingin dan penuh bisa. "Bersiap-siaplah. Saat pelelangan ini berakhir dan tikus bertudung itu keluar dari gedung paviliun... aku ingin kalian membawa kepalanya kepadaku!"

Kedua pria itu menangkupkan tangan mereka serempak, mata mereka berkilat sadis. "Baik, Tuan Muda!"

Mendengar perintah pembunuhan terang-terangan itu, Jin Hai yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa menghela napas panjang. Ia menyesap tehnya dengan santai.

"Qu Jin," ucap Jin Hai tenang. "Aku tidak akan ikut campur dalam urusan pribadimu ini. Walaupun aku diperintahkan oleh Tetua Jin Peng untuk mendukung pendanaanmu dalam membeli manual nanti dan menjagamu, itu hanyalah sebatas formalitas demi meningkatkan reputasi Sekte Pedang Mendalam di kota ini. Jangan libatkan tanganku dalam pembunuhan konyol."

Qu Jin segera menunduk hormat, menyembunyikan wajah buasnya. "Tentu saja, Senior Jin Hai. Kau tidak perlu turun tangan mengotori tanganmu yang berharga. Pria bertudung itu... dia hanyalah serangga di mataku! Paman Qu Bu dan Qu Bi sudah lebih dari cukup untuk menghancurkannya."

Jin Hai kembali menyesap tehnya, matanya melirik ke bawah melalui tirai kristal, tepat ke arah Huo Li yang duduk tak bergerak seperti patung.

'Serangga?' batin Jin Hai, alisnya sedikit bertaut.

Sebagai kultivator di Ranah Spiritual Mendalam Tahap Puncak yang memiliki banyak pengalaman bertarung, insting Jin Hai mengatakan sesuatu yang berbeda. Pria bertudung di bawah sana memancarkan ketenangan yang teramat janggal. Tidak ada kepanikan, tidak ada rasa takut meski baru saja memprovokasi Keluarga Qu ataupun dirinya—Utusan Sekte Pedang Mendalam.

'Seseorang yang berani menawar seratus kristal tingkat 2 tanpa berkedip, lalu diam ketika harga dinaikkan... dia bukan orang bodoh. Dan ketenangannya itu...' Jin Hai menyipitkan matanya. 'Dia sama sekali bukan serangga. Qu Jin, kau mungkin baru saja membangunkan sesuatu yang seharusnya tidak kau sentuh.'

1
Armoire
1 vote meluncur lah Thor... Semangat yah /Drool//Drool/
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Agus Rose
Bila sudah merah merona tanda tanda drama percintaan khas kultivator ABG.
Raju
dia HOU LI, monster aliran hitam... wkwkwwk...
Blueria: Saksikan permainan manipulasi Huo Li, sang Perencana Cerdik🤟
total 1 replies
Raju
apakah yg akan di transaksikqn hou li nanti nya ??
sesuatu yg WAAAAH kah ??
Raju
siap majikan.....68...
Raju
kesian wal kota...
hanya sebagai alat syarat sebuah kabupaten....!!
semua dkendalikan olh keluarga paling berpengaruh !!
layaknya negara konoha skrg ... wkwkwk
Raju
pembalasan dendam berantai dimulai dri sini....!!
Raju
kapqn ni si bajingn gubang mampus ??
Raju
nah lo... ketahuan...
Raju
vote meluncur.....💪💪💪
Blueria: Terimakasih mas bro🤟 dukungannya akan sangat membantu novel ini dapat berkembang lebih jauh
total 1 replies
Raju
rahasia apakah ug terselubung dbalik penempaan ??
ngitulah kira³....🤣🤣
Armoire
Antara Huo Li n Babang Boqin, siapa yah yang paling jago akting nya ...?? Wkwkwkwk /Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle/
Blueria: 🤣Tentu saja Bang Boqin
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Armoire
Thor lok berdasarkan gambar yg loe post di chapter 1, abis Ranah Pembentukan Fondasi, ranah berikutnya "SPIRITUAL MENDALAM" , terus BENIH SPIRITUAL, LAUTAN SPIRITUAL, dst ... Terus kok muncul RANAH SURGAWI....??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Blueria: Wahaha, semoga ceritanya bisa menghibur kak
total 4 replies
udenk
anjaaay...kucubung dan kutang
udenk: awas aja jangan sampai qu dis dan qu rap ama q lagi qu rang gizi...hahaha
total 2 replies
Raju
yes .... naik tingkat.
Raju
beeeeh.... cona seandainya fakta tersebut dbalik..... wkwkwkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!