Indonesia
NovelToon NovelToon
KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

KATA KATA YANG TAK SEMPAT KU SAMPAIKAN PADAMU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen / Tamat
Popularitas:212
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Duniaku selalu sunyi, tetapi Kaito mengajarkanku cara mendengar melalui jemarinya. Kehadirannya adalah kepastian yang selalu kuanggap wajar—sampai sesosok warna baru bernama Haruto mengetuk duniaku dan menawarkan keindahan yang belum pernah kurasakan.
Di antara rasa penasaran dan ketulusan yang mulai terabaikan, sebuah jarak tak kasatmata perlahan membentang. Saat aku akhirnya menyadari arti kehadiran Kaito yang sebenarnya, akankah suara hatiku masih memiliki kesempatan untuk sampai padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENTENG TERAKHIR DI DUNIAKU

Sabtu itu, suasana kampus terasa jauh lebih senggang dibanding hari-hari biasanya. Tidak banyak lalu lalang mahasiswa di selasar, memberikan ketenangan yang amat kunikmati.

Sepanjang hari, Kaito sama sekali tidak pernah melangkah jauh dari sisiku. Setiap kali jam istirahat tiba, atau saat jeda di antara jam kuliah yang kosong, ia selalu berada di sampingku. Kaito menemaniku membaca di perpustakaan, membawakan minum, dan duduk bersisian denganku di bawah rindang pohon taman kampus. Kehadirannya adalah sebuah kepastian hangat yang selalu berhasil membuat hatiku merasa tenteram.

Namun, ketenangan sore itu mendadak buyar saat kami sedang asyik duduk berdua di bangku taman.

Dari balik belokan koridor, sesosok pria melangkah terburu-buru menghampiri tempat kami.

Haruto.

Kedatangan pria itu secara tiba-tiba seketika merusak atmosfer hangat di sekitar kami. Suasana mendadak berubah menjadi teramat tegang. Aku bisa merasakan perubahan drastis pada tubuh Kaito yang duduk di sampingku. Otot-otot lengannya menegang, dan raut wajahnya yang biasanya dipenuhi kelembutan kini mengeras total.

Kaito melemparkan tatapan tajam dan dingin ke arah Haruto sebuah tatapan yang menyentuh seluruh rasa amarah serta luka terpendam yang pernah ia rasakan selama ini.

Melihat ekspresi Kaito yang tak pernah kuduga sebelumnya, rasa khawatir menyergap dadaku. Aku takut Kaito akan tersulut emosi hebat. Aku tahu betul betapa dalamnya rasa sakit yang disimpan Kaito akibat perbuatan Haruto padaku.

Haruto berdiri di hadapan kami dengan raut wajah frustrasi. Melalui gerak bibir dan gestur tubuhnya yang mendesak, ia tampak masih berusaha keras memberikan alasan atas kesalahannya di masa lalu. Tanpa memedulikan batas, Haruto melangkah makin dekat, mengulurkan tangannya yang lancang untuk mencoba memegang dan menarik tanganku agar mengikutinya.

Plak!

Sebelum jemari Haruto sempat menyentuh kulitku, Kaito berdiri dari duduknya dan menepis tangan Haruto dengan satu gerakan yang amat tegas dan keras.

Tindakan impulsif Kaito yang begitu protektif membuat Haruto terperanjat mundur, bahkan aku sendiri ikut kaget dibuatnya. Kaito berdiri menutupi tubuhku dengan dadanya yang tegap, menolak membiarkan Haruto menyentuh atau menyakiti diriku sedikit pun.

Haruto tertegun sebentar, lalu menyuarakan rasa tidak terimanya melalui gestur dan gerak bibir yang bisa kubaca: "Aku hanya ingin bicara sesuatu secara pribadi dengan Hana!"

Kaito menatap Haruto dengan sorot mata dingin yang tak tergerak. Suara Kaito terdengar begitu lantang dan berwibawa menembus keheningan taman:

"Apa lagi yang perlu kamu bicarakan, Haruto? Tidak ada lagi urusanmu dengan Hana!"

Melihat perdebatan tegang di depanku, aku bergegas berdiri dari bangku taman. Aku merapat ke sisi Kaito, lalu meraih telapak tangan kanannya dan menggenggam jemarinya rapat-rapat.

Aku tidak ingin pergi dengan Haruto. Aku tidak ingin lagi mendengarkan satu pun kalimat penjelasan atau alasan manis dari mulut pria pembohong itu. Dulu, karena ketidaktegasanku dan rasaku yang terbuai oleh warna baru Haruto, aku telah menghancurkan hati Kaito hingga pria itu hampir kehilangan seluruh arah hidupnya. Aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan gila itu lagi. Sekarang, seluruh raga dan batinku sepenuhnya milik Kaito.

Merasakan genggaman tanganku pada jemarinya, Kaito balas meremas tanganku dengan amat erat sebuah genggaman posesif yang menyalurkan rasa aman luar biasa bagiku.

Kaito menatap lurus ke dalam mata Haruto yang mulai bergetar. Dengan suara yang mantap dan tegas, Kaito menyelesaikan segalanya:

"Hana tidak mau pergi bersamamu, Haruto. Dan dia tidak akan pernah mau lagi bicara denganmu. Pergilah! Semuanya sudah sangat jelas. aku sudah tahu seluruh kebohonganmu yang kamu sembunyikan selama berbulan-bulan di belakang Hana!"

Kaito mengambil satu langkah maju, dadanya menyebarkan aura perlindungan yang tak tergoyahkan.

"Kamu menduakan Hana sampai kamu membuat hatinya hancur sehancur-hancurnya," lanjut Kaito dengan nada suara yang bergetar menahan amarah dan kekecewaan mendalam. "Dulu, saat Hana memilihmu, aku menekan seluruh rasa sakitku karena aku kira kamu adalah pria baik yang bisa membuat Hana bahagia. Ternyata aku salah besar menilai orang sepertimu, Haruto!"

Haruto mematung total. Wajahnya pucat pasi mendengar setiap kata yang meluncur dari mulut Kaito.

Aku yang berdiri di samping Kaito menatap punggung tegapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Rasa haru yang teramat besar membuncah di dalam dadaku. Ingatan masa kecilku mendadak berputar kembali dengan begitu jelas.

Sejak kami masih kanak-kanak saat orang-orang ejek atau jauhi aku karena kekuranganku yang tak bisa mendengar—hanya Kaito yang selalu berdiri di depanku. Hanya Kaito yang selalu membelaku, menggenggam tanganku, dan menjadi benteng pelindung terdepan dalam hidupku. Hari ini, setelah bertahun-tahun berlalu, Kaito masih tetap menjadi sosok pria yang sama: pelindung sejatiku.

Kaito belum selesai. Ia menatap Haruto dengan tatapan paling tajam yang pernah kulihat:

"Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati Hana lagi. Sekarang, Hana sudah menjadi milikku sepenuhnya. Apa kamu tahu, Haruto? Kamu adalah orang pertama yang menjadi pacar Hana. Selama belasan tahun hidupnya, Hana tidak pernah berpacaran dengan siapa pun. Aku membiarkanmu menjadi yang pertama karena aku percaya kamu akan menjaganya dengan baik. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu menduakannya! Karena apa? Karena Hana punya kekurangan?!"

Napas Kaito terdengar berat, namun ketegasannya tak berkurang sedikit pun.

"Kalau pada akhirnya kamu hanya akan menduakan dan menyakitinya, lebih baik sejak awal kamu tidak usah hadir dan memberi warna palsu di hidupnya! Kamu sudah menghancurkan Hana, Haruto. Aku sangat kecewa padamu... dan aku tidak sudi kamu diingat sebagai pria yang merusak hidupnya!"

Perkataan Kaito yang amat menohok membuat Haruto membisu tanpa kata. Pria itu menundukkan kepalanya, tak mampu lagi membalas atau membela diri di hadapan Kaito.

Beberapa mahasiswa yang melintas di sekitar taman mulai menghentikan langkah dan menoleh ke arah kami. Keramaian kecil mulai terbentuk di area tersebut.

Menyadari situasi yang mulai bising dan ramai, Kaito langsung mengalihkan perhatiannya padaku. Kaito tahu betul kondisi fisiku. Aku memiliki riwayat penyakit asma yang bisa kambuh mendadak jika aku berada di dalam situasi stres berat atau keramaian yang memicu sesak napas.

Tanpa membuang waktu lagi, Kaito menarik tanganku dengan lembut namun erat. Ia membimbing langkahku berjalan cepat meninggalkan Haruto yang masih terpaku sendirian di tengah taman.

Kaito membawaku menjauh dari area kampus yang ramai, menuntunku menuju sebuah sudut jalanan sepi di dekat area taman kota yang tenang.

Di bawah naungan pepohonan yang sunyi, Kaito menghentikan langkahnya. Ia berbalik, menatapku dengan raut cemas, memastikan breath-ku tetap stabil dan mataku tidak lagi dipenuhi ketakutan.

Aku menatap wajah Kaito yang kembali melunak saat memandangku. Jemariku meremas telapak tangannya yang hangat. Di dalam duniaku yang sunyi, sebuah kepastian yang teramat utuh akhirnya terukir abadi di dalam hatiku.

Haruto mungkin pernah menjadi orang pertama dalam kisah asmaraku, tetapi Kaito... Kaito adalah cinta pertama yang sesungguhnya, dan akan menjadi cinta terakhir dalam seluruh sisa hidupku.

1
Prayy
JANGAN LUPA DI LIKE DAN KOMEN YA GUYS AGAR AKU SEMANGAT NULISNYA DAN NGEMBANGIN CERITA CERITA LAIN NYA🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!