putri akilla dia adalah gadis yang berumur 14 tahun baru saja memasuki bangku SMP. dia memiliki wajah yang cantik, menawan dan juara satu dikelas. dia anak yang pendiam dan jarang dekat dengan laki-laki tetapi sejak mengenal Rendy sikapnya menjadi berubah.
akankah akilla bisa menjadi teman dekat Rendy???
yuk jangan lupa baca novelnya ya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. bab 34
Disambung lagi dengan obrolan antara Ridho dan Rina ;
" Oh begitu ya, ya sudahlah ku kira kamu tidak masuk karena sakit atau kenapa - kenapa Dho?, jadi aku telepon kamu buru - buru Dho ".
Jawab Rina sambil menyambung obrolannya dengan Ridho itu.
" Oh aku baik - baik saja Rin, Terima kasih sudah perhatian Rin, Oh ya Rin aku boleh minta tolong tidak? ".
Sapa Ridho dengan langsung mengatakannya begitu saja.
Rina tiba - tiba berhenti sejenak hati Rina membeku dan deg seperti berhenti beberapa detik, seakan tadi dia baru saja Ridho mengucapkan kata PERHATIAN.
' Lah emang iya aku perhatian sama Ridho, arghh engga la biasa saja '.
Gumam dalam hati Rina dengan rasa malunya itu yang baru ia sadari.
" Hallo,,,!!! Rin,,, Rinn, kamu dengar tidak apa yang aku omongkan tadi?? ".
Jawab Ridho sambil teriak - teriak di jalan raya.
" Ehhh iya Dho aku dengar kok, tentu saja boleh lah mau minta tolong apa emang Dho? ". Saut Rina dengan rasa penuh penasarannya.
" Kamu boleh tidak sampaikan pesan ini kepada Rendy, Tadi kan aku sudah sempat meneleponnya akan tetapi Nisa yang mengangkatnya tapi itu kok sampai sekarang belum ada jawaban atau kabar apa - apa darinya ya, makanya tadi aku kira pas kamu menelepon itu Rendy yang menelepon aku, eh ternyata malah kamu yang meneleponku ". Jawab dari Ridho kepada Rina.
" Oh emang kamu berpesan apa tadi sama Nisa ? ". Rasa penasaran Rina pun semakin menguat.
" Jadi begini ceritanya aku tadi di telepon oleh bibi Killa yang ada di rumahnya, katanya bibi bilang si bingung mau menolong yang mana dulu gitu, pas aku menanyakan maksud nya gimana gitu eh tiba - tiba suara telepon dari bibi pun tertutup, aku pun jadi khawatir takut ada kejadian apa - apa kepada mereka , terus kan aku mau kesana ya tapi aku sudah kejebak macet sudah satu setengah jam lama nya menunggu disini Rin, lalu aku langsung saja menelepon Rendy tapi ternyata Nisa yang menjawab nya katanya si Rendy lagi di kamar mandi, entah itu beneran atau tidaknya aku sungguh tidak tahu, ya tapi aku berpesan kepada Nisa supaya Rendy meminta izin untuk pulang sebentar atau izin setengah hari gitu untuk menengok ke rumah nenek Killa, tapi kan sampai sekarang tidak ada kabar - kabarnya makanya aku jadi bingung itu kebohongan Rendy atau karena Nisa tidak menyampaikannya. Jadi aku meminta tolong dengan sangat akan bantuan mu supaya menyampaikan Rendy segera bergegas pergi untuk datang ke rumah Killa sekarang juga ya Rin, minta tolong sangat ya Rin ".
Panjang lebar sekali Ridho menjelaskannya sampai Rina pun sangat amat teliti mendengarkannya.
" Waduhhh,,, kamu ga usah jelasin panjang lebar sangat lah Dho ini tuh penting lah, bentar aku matikan telepon nya lebih dulu, nanti akan ku telepon lagi " . Saut Rina sambil terburu - buru berlarian menuju ke ruangan kelas 8B itu.
Tiba - tiba suara bell sekolah pun berbunyi.
Tengg,,, Tengg,,, Tengg!!
'Aduh bell sekolah berbunyi lagi saatnya jam pelajaran dimulai, ya udahlah biarkan nanti aku terlambat tidak apa - apa, aku harus segera menyampaikan pesan amanah ini, dan aku juga khawatir kalau Killa dan neneknya kenapa - kenapa ' .
Gumam dalam hati Rina sambil dia meneruskan perjalanan menuju ke ruangan kelas tersebut.
Bruk!!
Rina pun tiba - tiba saat hendak memasuki ruangan kelas 8B itu pun terjatuh tepat di depan pintu meja kayu kelas itu.
Dia pun di tertawakan dan di bully oleh teman - teman kelas 8B itu ;
" Hei bocah gadis!!, kau salah masuk kamar nak disini mau ngapain kamu, pasti kamu sedang dihukum ya?? ".
Suara dari temannya Rendy yang berada di depan mejanya. Sambil mentertawakan Rina itu, bukannya bantuin tolong Rina , Nisa pun hanya terdiam dan membeku dengan penuh tatapan biasa dan tak peduli apa yang sedang terjadi di depannya.
" Bagi nomor WhatsApp nya dong gadis cantik!, kalau mau kesini berarti cari masalah dengan kelas kami, kau paham itu ".
Saut dari para gerombolan cowo br*ngsek di kelas 8B itu.
" Hei Rin, Kamu kenapa masuk ke ruangan yang salah ".
Jawab Rendy dengan heran lalu dia menghampiri Rina.
" Ren ada yang mau aku bicarakan kepadamu ini sangat penting! ".
Sapa Rina sambil memegang lututnya yang sakit karena abis terjatuh tadi.
" Hei Ren, apa kau mengenali gadis kampung ini!, Kau kan sudah punya Killa dan Kaka kelas ratu bias itu, kau masih saja mau mengait yang lainnya juga, playboy sekali kamu Ren, mau dong berguru denganmu juga Ren, tolong ajari caranya biar di gerombolin cewe - cewe syantikk dan aduhai seperti dirimu Ren... ". Jawab dari cowo kurang ajar yang tidak tau malu di kelas 8B ini.
" Diam kau!!, pergi sana kalau tidak mau ku tendang sekarang juga! ". Saut Rendy dengan perlawanannya.
Rendy pun tiba - tiba di pegang oleh ketiga cowo br*ngsek itu lalu dia hampir ditinju oleh mereka.
" Lepaskan!!!, atau akan aku panggil guru BK untuk menjemputmu nanti ".
Jawab Rendy dengan ancamannya.
" Ren,,,, Ren,,, kau mau bergabung dengan geng kami?, jika mau kau harus ku beri pelajaran dulu ya ga teman - teman ". Sapa Dimas dari ketua geng anak berandalan itu.
Dimas terkenal anak yang penuh dengan kenakalan dan sangat di takuti di seluruh sekolah itu makanya dia disebut sebagai preman sekolahan, bahkan guru BK saja sudah muak dan bosan menghadapi sikapnya itu. Dia selalu jadi langganan keluar masuk ruangan guru BK yang dibilang ruangan horor bagi para siswa di sekolah. Akan tetapi bagi Dimas itu hanya ruangan biasa saja dan untuk menghadapi guru BK itu Dimas hanya perlu melapor kepada ayahnya dan merengek meminta bantuan untuk menolongnya.
Ayah Dimas dikenal sebagai penolong sekolah tersebut, bahkan ayahnya sangat dekat sekali dengan kepala sekolah jadi dengan kekuasaan ayahnya Dimas bisa menjadi galak dan menjadi semena - mena kepada para murid di sekolah itu.
Bahkan ayah Dimas setiap tahun selalu menyumbang donasi puluhan juta untuk sekolah tersebut jadi bagaimana mungkin kepala sekolah akan melawannya.
Dan pada saat itu juga terdengar suara langkah kaki dari ibu guru yang akan memasuki ruangan kelas 8B tersebut.
Pas tiba saatnya di pintu kelas ibu pun berkata ;
" Kalian pada sedang ngapain?, lagi mengadakan pertunjukan?, cepat kembali ke tempat masing - masing!! ".
Saut dari guru yang garang dan galak tersebut Ibu Rika.
Tidak ada yang bisa berani melawan ibu Rika ini, Selain sosok wajahnya yang cantik badan begitu ramping dan sempurna bahkan menjadi para idaman guru dan siswa laki - laki di sekolah itu.
Apalagi dengan status suaminya yang bekerja sebagai Kepala tertinggi bagian kepolisian ini tidak ada berani yang berkutik maupun melawan nya. Dibalik itu semua juga ibu Rika ini jago dalam bela diri jika ada murid yang nakal dan tidak mau diatur dia bahkan selalu menghukum dan menangkis dari perlawanan para murid yang berandalan itu.
Jadi bagaimana ini Killa dan nenek tertolong lagi tidak???.
Jangan lupa baca episode selanjutnya ya
Jangan lupa like, komen dan follow ya teman
Terima kasih sudah membaca teman🙏😍