perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertama bertemu suci
hari-hari telah berlalu suci tinggal bersama Mela
sepulang dari kuliah, suci melihat ada mobil pickup parkir di depan rumah Mela membawa sebuah motor metik
"selamat siang. apa betul ini rumah ibu Amelia"
"iya betul" sahut Mela
"saya mengirimkan motor untuk mbak dwi suci ambarwati"
"o... nah itu orangnya mas" ucap Mela menunjuk suci yang memasuki halaman rumah
"ada apa ini mbk?" tanya suci
"saya mengirimkan motor untuk mbk dwi suci ambarwati"
"untuk saya? dari siapa mas?" tanya suci
"dari bapak aji dwi sasongko"
"dari tuan?" ucap suci bingung
"dari mas aji ci"
Suci menerima berkas yang di berikan petugas itu dan menurunkan motornya
"mbak. bagaimana ini"
"sudah Terima saja ci. masih bagus seperti ini. aku dulu malah di kirim mobil sama motor sekali gus"
"oh ya mbk?"
Mela dan suci masuk kedalam rumah. selama tinggal di rumah Mela suci mulai membantu Mela membuat berbagai macam kue, di produksi tak hanya di rumah, tapi di tempat kios milik Mela juga.
"tau toko kue punya ku kan?"
"iya mbk"
"itu juga pemberian mas aji"
"oh ya... tuan baik bgt mbk"
"aku ingin membalas kebaikannya mas aji ci"
"bagaimana caranya mbk? aku juga ingin membalas kebaikan tuan"
"dengan cara mendekatkan kalian"
"aku?" ucap suci bingung "kok aku mbk?"
"dulu aku sudah pernah cerita kalau mas aji itu dari dulu suka sama kamu ci"
"tapi aku ndak pernah tau tuan mbk"
"kalau untuk itu kamu tanya sendiri aja ke orangnya"
*****
keesokan harinya
hari itu hari minggu, setelah membantu membuat kue, suci membersihkan rumah Mela
"assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" sahut suci
aji bediri di depan pintu
"masuk tuan"
"iya ci... Mela kemana?"
"ke toko tuan"
"ajeng?"
"ajeng ada di karmanya taun"
aji masuk menghampiri ajeng di kamarnya
"halo anak ayah.. lagi ngapain?"
"main yah"
"wah seru kayaknya. kalau ayah ajak main ke playground mau ndak?"
"mau... " ucap ajeng senang
"yuk... " aji menggendong ajeng keluar
"ci.. ikut yuk" ajak aji
"kemana tuan?"
"ke mall ngajak ajeng main"
"tapi tuan. mbk mela"
"nanti kita jemput di toko"
Suci menganti baju santai yang pantas untuk jalan-jalan
setibanya di toko kue milik Mela
"mel... ikut yuk"
"kemana mas?"
"ke mall. ngajak ajeng"
Mela melirik suci
"ya... maaf ndak bisa ikut" ucap Mela pura-pura cemberut "kerjaanku belum selesai"
"trus?" tanya aji
"mas, ajeng dan suci aja ya"
"kamu yakin?"
"yakin mas"
"ayo ikut mbk"
"kerjaan ku belum selesai ci"
"kalau begitu aku bantu biar cepat selesai" ucap suci
"jangan... sudah sana pergi. kasian ajeng nanti ngambek"
akhirnya aji, suci dan ajeng berangkat ke mall"
ketika dalam perjalanan
"ci. bisa minta tolong"
"minta tolong apa tuan"
"tolong jangan panggil aku tuan. malu ci"
"masih belum bisa tuan. belum terbiasa"
"ayolah... belajar panggil mas gitu. biar terbiasa"
"mas.. mas... mas... " gumam suci
"ya jangan di apalin kayak ngapalin Pancasila gitu ci"
"hehe... iya tuan. eh maaf mas"
"nah gitu. kan enak di dengar"
Sesampainya di mall
"tante aku berani lho naik prusutan" ucap ajeng
"oh ya??? nanti tante lihat ya. ajeng beneran berani apa ndak"
Ajeng dan suci berjalan di depan aji
"ci... "
"ya mas" suci sambil terkekeh
"kok ketawa?"
"masih aneh aja mas" ucap suci setelah membantu ajeng memakai kaos kaki untuk bermain di area playground
"hmmm... nih ice cream" ucap aji sambil menyodorkan ice cream
"terimakasih" ucap suci
"masak kamu ndak ingat aku sama sekali?"
"ndak ingat mas, waktu mas sakit itu cuma aku merasa ndak asing dengan wajah mas aji" suci sudah mulai lancar melafalkan kata-kata masnya
"kamu juga ndak ingat lukisan di ruang makan dan kamar tidur ku?"
"lupa mas, tapi aku ndak asing juga dengan bentuk tubuh lukisan itu"
"itu kamu ci"
"aku?" ucap suci hampir tersedak
"iya. itu kamu"
"kok bisa? kapan itu" tanya suci bingung
"waktu kamu pulang dari sekolah"
"oh ya? mas aji dulu satu sekolah sama aku?"
"iya di SMAN 1 bantul"
"kok aku ndak ingat ya. tapi juga ndak asing"
"oke... aku kasih clue ya. jaket"
"jaket?" suci menutup mulutnya yang terbuka lebar "ya ampun itu kamu mas?"
𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠
satu hari di SMA 1 bantul setelah kelulusan di umumkan Anak-anak mencoret coret baju seragamnya, euforia kelulusan mereka.
pada hari itu juga suci masuk ke sekolah pada hari pertama setelah mutasi orang tuanya dari semarang ke bantul
setelah pelajaran selesai, suci bergegas pulang bersama teman barunya di sekolah baru
"yuk pulang ci" ajak nova
"kamu duluan aja va. aku mau ke TU dulu. ngantar ini" sambil menunjukkan satu amplop berisi surat pindah dari sekolah lama
nova meninggalkan suci sendiri di kelas dan murid yang lain juga sudah pulang
Suci menyusuri koridor hendak ke ruang TU
"kamu lagi datang bulan ya?" suci terkejut dengan suara dari belakang
"masak sih" ucap suci sambil melihat roknya yang berwarna putih "ya ampun... " ucap suci malu
"bagaimana ini"
"ini pakai" aji melepaskan jaket dan memberikannya ke suci
"nanti kalau kotor bagaimana mas?"
"ambil aja. buat kamu"
suci menerima jaket milik aji dan di ikatkan ke pinggang menutupi roknya
"kamu anak baru ya?"
"iya mas. baru masuk hari ini" suci tau jika aji kelas 3 karena bajunya penuh dengan coretan
"selamat datang di SMA ya"
mereka berdua berjalan menyusuri koridor
"lulus mas?"
"alhamdulillah"
"selamat ya"
"Terimakasih ucap aji", mata aji tak lepas dari gadis cantik itu. bisa di katakan dia gadis tercantik di sekolah
"aku ke TU mas"
"nama kamu siapa?"
"suci..."
"suci aja?"
"dwi suci Ambarwati"
"oke ci.. sampai jumpa" ucap aji
Suci belok ke ruang TU, sedang aji lurus untuk pulang
*****
Keesokan harinya
angkatan aji sudah tidak ada pelajaran, datang kesekolah hanya untuk melengkapi berkas dan legalisir
"kamu sudah tau ada anak baru?"
"kelas berapa?"
"kelas 1.. cantik bgt"
aji ke kantin sekolah menghampiri Teman-temannya
"hayooo... ngomongin siapa?" sela aji
"itu lho ji anak baru, cantik. namanya suci"
"owww.... " ucap aji sambil nyomot gorengan
"cantik ji... pakek banget"
"sudah tau"
"kapan?"
"kemarin"
"masak?"
"iya... namanya dwi suci ambarwati kan"
"lha kamu sudah tau.. "
"kalau untuk urusan yang bening-bening gitu aku paling cepat"
"bening pakek banget kan ji"
"paket komplit"
Canda mereka
"sayangnya kita sudah lulus ya, coba kalo belum?"
"emangnya kenapa kalau belum? mau kamu pacarin?" tanya aji kepada Edo
"emangnya dia mau sama kamu? tuh... di cari mamik"
hahhahaha... tawa mereka mengema di kantin
kehadiran suci di sekolah menarik perhatian siswa lainnya termasuk wulan
"lan.. untung kita sudah lulus" ucap mery
"emangnya kenapa?"
"tuh ada murid baru cantik bgt. namanya suci"
"kenapa dengan suci" meta tiba-tiba muncul mengagetkan mereka
"itu met. murid baru. cantik, bening"
"suci?"
"iya. kamu sudah kenal?"
"sudah lah. masih sepupu ku. di kantin anak-anak cowok juga ngomongin suci"
"ada aji ndak?"
"adalah. malah aji yang pertama kenalan sama suci"
seketika wulan tersedak
"kenapa lan?" tanya mery
"tenang lan... kita sudah lulus. ndak mungkin aji sama dia"
"memangnya kamu sudah jadian sama aji?" tanya mery polos. wulan tersedak lagi
"bubar yuk. pulang!" ajak meta