Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Pedang

Reinkarnasi Dewa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Di puncak kejayaannya, Ye Xuan — dijuluki Dewa Pedang Sembilan Langit — nyaris mencapai keabadian sejati setelah tiga abad menempa jalan pedang tanpa tanding. Namun pada malam pendakiannya, saudara seperguruan yang paling ia percaya menikamnya dari belakang, bersekongkol dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini bergerak dalam bayangan. Jiwanya tercerai-berai, terlempar melintasi ruang dan waktu selama tiga ratus tahun.
Kini, jiwa itu terbangun di dalam tubuh Lin Mu, putra bungsu Klan Lin yang dianggap sampah — pemuda tujuh belas tahun dengan meridian yang rusak parah, sasaran hinaan seluruh kota kecil di Perbatasan Utara, dan baru saja dipukuli setengah mati oleh tunangannya sendiri dari Klan Zhao di depan umum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Batas Lembah Kegelapan

Perjalanan menuju perbatasan selatan memakan waktu dua minggu, melewati kota-kota kecil yang semakin jarang dan jalan setapak yang semakin tidak terawat seiring mereka mendekati wilayah terlarang itu. Pos pemeriksaan Aliansi Kota terakhir yang mereka singgahi berada tiga hari perjalanan dari batas Lembah Kegelapan, dijaga oleh sekelompok penjaga yang tampak lega melihat ada yang berani melintasi wilayah mereka menuju arah yang jarang dikunjungi siapa pun.

"Kalian benar-benar berniat masuk ke Lembah Kegelapan?" kepala penjaga pos itu bertanya, wajahnya penuh kekhawatiran tulus. "Bahkan pemburu paling berpengalaman jarang berani melangkah lebih jauh dari batas terluarnya. Formasi qi di sana bisa membuat orang tersesat selamanya, atau lebih buruk lagi."

"Kami sudah dibekali persiapan yang cukup," Lin Mu menjawab, menunjukkan jimat pelindung yang tergantung di lehernya. "Tapi terima kasih atas peringatannya."

Kepala penjaga itu mengangguk berat, tak sepenuhnya yakin namun tak lagi mencoba menghalangi. "Jika kalian belum kembali dalam waktu satu bulan, kami akan melaporkan hal ini pada Aliansi Kota terdekat. Semoga keberuntungan menyertai kalian."

Batas Lembah Kegelapan tampak jelas begitu mereka mendekat—sebuah perubahan drastis dalam lanskap yang tak bisa disalahartikan. Vegetasi hijau subur di sepanjang perjalanan mereka tiba-tiba berubah menjadi hutan kelabu yang tampak layu meski masih hidup, langit di atasnya berubah warna keunguan aneh yang tak biasa terlihat di wilayah manapun yang pernah mereka kunjungi sebelumnya.

"Aku bisa merasakan qi di sini benar-benar berbeda," Su Wan berkata, wajahnya menegang begitu mereka melangkahi batas tak terlihat yang memisahkan dunia normal dengan wilayah terlarang itu. "Seperti... berputar-putar tanpa arah yang jelas."

Han Zhengyu mencabut pedangnya, waspada. "Jimat pelindung ini terasa lebih hangat dari biasanya. Mungkin bereaksi terhadap formasi kacau di sekitar kita."

Lin Mu memejamkan mata sejenak, mencoba merasakan aliran qi di sekitar mereka dengan kepekaan yang telah ia latih selama tiga abad. Benar seperti peringatan Xuan Bo—qi di wilayah ini mengalir dalam pola yang tidak wajar, berputar dan bertabrakan satu sama lain tanpa mengikuti hukum alam yang biasa berlaku di tempat lain, seolah ada sesuatu yang sengaja mengacaukan keseimbangan alaminya sejak lama.

"Ini bukan fenomena alam," Lin Mu berkata akhirnya, membuka matanya kembali. "Kekacauan ini terasa buatan, seperti bekas luka dari sebuah pertempuran besar yang melibatkan kekuatan qi dalam skala luar biasa."

"Pertempuran seperti apa yang bisa merusak alam separah ini?" Han Zhengyu bertanya, matanya menyapu hutan kelabu di sekitar mereka dengan waspada.

"Aku tidak tahu pasti," Lin Mu menjawab jujur, "tapi jika benar salah satu dari Tujuh Bayangan pernah beroperasi di sini tiga abad lalu, mungkin ini adalah bekas dari konflik yang terjadi saat itu—entah dengan penduduk asli wilayah ini, atau dengan kekuatan lain yang mencoba menghentikannya."

Mereka melanjutkan perjalanan lebih dalam ke hutan kelabu itu, mengikuti peta kuno yang ditandai Xuan Bo, meski semakin jauh mereka melangkah, semakin sulit rasanya mempercayai keakuratan peta itu—jalan-jalan yang seharusnya lurus tampak berbelok tanpa alasan jelas, dan beberapa kali mereka merasa seperti berjalan berputar-putar di tempat yang sama meski terus melangkah maju.

"Kompas kita benar-benar tidak berfungsi," Su Wan berkata frustrasi, menatap jarum kompas kultivasi kecil yang terus berputar tanpa henti tanpa menunjukkan arah yang stabil.

"Kita harus mengandalkan indra qi kita sendiri, bukan alat," Lin Mu berkata, mengingat kembali teknik-teknik navigasi kuno yang pernah ia pelajari berabad-abad lalu untuk situasi serupa. "Ikuti aku. Aku akan mencoba merasakan sumber qi paling pekat di wilayah ini—jika benar ada peninggalan salah satu dari Tujuh Bayangan di sini, kemungkinan besar tempat itu akan memancarkan konsentrasi qi yang jauh berbeda dari kekacauan di sekitarnya."

Mereka melangkah lebih dalam, mengikuti insting Lin Mu yang perlahan mulai merasakan jejak samar sebuah sumber qi yang jauh lebih terkonsentrasi dibanding kekacauan di sekelilingnya, tersembunyi jauh di kedalaman hutan kelabu itu.

Menjelang senja, saat cahaya keunguan langit mulai meredup menjadi kegelapan pekat, mereka mendengar suara gemerisik aneh dari balik semak-semak lebat di depan mereka—bukan suara angin, melainkan sesuatu yang bergerak dengan sengaja, mendekati posisi mereka dengan langkah yang jelas bukan manusia biasa.

"Bersiap," Lin Mu memperingatkan pelan, tangannya sudah menggenggam pecahan Penakluk Fajar. "Kita mungkin bukan satu-satunya penghuni wilayah ini malam ini."

1
Ilham Yono
mulai ada titik terang
semngat thor/Determined/
Ilham Yono
hem ...cukup menegangkan/Determined/
Ilham Yono
👍👍👍👍👍 good
Ilham Yono
langkah cerdik🤯
Ilham Yono
alur cerita bagus ..laut cerita yang runtut, tidaknyerlalu cepat dan tidak lambat juga..nice story
Ilham Yono
nice ude, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Aisyah Suyuti
seru
Ilham Yono
di tunggu Thor lanjutannya
Ilham Yono
ada ancaman tersembunyi
Ilham Yono
fightings
Ilham Yono
good battle
Ilham Yono
finely
Ilham Yono
musuh yang bergerak dibalik bayangan/Grimace//Joyful/
Ilham Yono
hem...aula bayangan... Shadow recruit
Ilham Yono
aula bayangan muncull assassin's mo yin
Ilham Yono
feeling good
Ilham Yono
bahaya mengintai
Ilham Yono
good feeling
Ilham Yono
hem/Facepalm//Determined/
Ilham Yono
hem.....musuh bergerak dalam bayangn/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!