Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Berbicara

Ketika Takdir Berbicara

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Hidup Zheana berubah di saat harus menggantikan sang Kakak menikah. Niken kabur di saat hari pernikahan dengan Khadafi.

Ibunya mengamuk dan malah menyalahkan Zheana atas apa yang terjadi. Zheana bahkan di maki dan di siksa ibunya, Khadafi yang tak tega melihat Zheana membawa dia pergi dari sana.

Mereka tinggal di Apartemen milik Khadafi yang sudah di persiapkan sebelumnya. Rupanya kelembutan Zheana mengubah hati Khadafi dan mulai mencintai istrinya. seperti yang di katakan Umi dan Abinya, jika ini adalah jalan Allah SWT untuk menunjukkan jodoh Khadafi.

Selama pernikahan tak semulus itu, karena ibunya Zheana masih terus membencinya. saat Zheana hamil, rupanya Niken kembali. Apakah Khadafi akan kembali kepada Niken?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zheana 34

Atmosfer di dalam kamar utama yang berpendar remang itu mendadak begitu pekat oleh kejujuran emosi. Hembusan napas Khadafy yang hangat menyapu wajah Zheana, bercampur dengan aroma manis melati dari rambut sang istri yang tergerai indah.

Tidak ada sepatah kata pun yang sanggup meloloskan diri dari tenggorokan mereka selama beberapa saat. Hanya ada pandangan mata yang saling terkunci lurus, memantulkan bayangan satu sama lain di balik pendar kuning lampu tidur yang hangat. Rona merah padam menjalar makin kentara di pipi Zheana, bahkan menyebar hingga ke leher dan daun telinganya. Begitu pula dengan Khadafy, garis rahang tegasnya mengeras, dan semburat merah tipis turut menghiasi wajah maskulin sang CEO yang biasanya selalu tenang tanpa cela.

"Mas..." bisik Zheana lagi, begitu pelan hingga nyaris tenggelam dalam degup jantungnya sendiri yang berdebar gila-gilaan.

Khadafy mengikis sisa jarak di antara mereka. Tangan kanannya terangkat perlahan, jemarinya yang kokoh dan hangat menyusuri garis rahang Zheana hingga mengusap lembut pipi mulus istrinya. Ibu jarinya merayap tipis, menyapu bibir bawah Zheana yang gemetar halus.

"Kamu membuat Mas tidak bisa berpikir jernih malam ini, Zhea," tutur Khadafy dengan suara bariton yang amat dalam, serak, dan sarat akan ketulusan yang membuncah.

Tatapan mata Khadafy turun, terkunci pada bibir mungil Zheana yang merona alami. Pria itu menundukkan kepalanya secara perlahan, memberikan waktu bagi Zheana jika ingin menarik diri. Namun, Bukannya menghindar, Zheana justru meremas pelan kain kaus hitam yang dikenakan Khadafy di dada bidangnya, memejamkan matanya rapat-rapt sebagai tanda kepasrahan dan penerimaan penuh.

Saat bibir hangat Khadafy akhirnya menyentuh bibirnya, sebuah desiran manis yang dahsyat seketika menghantam seluruh kesadaran Zheana.

Ciuman itu dimulai dengan amat lembut, sebuah sentuhan yang sangat hati-hati, penuh penghormatan, dan sarat akan rasa cinta yang mendalam. Khadafy menyesap bibir atas dan bawah Zheana bergantian dengan ritme yang lambat dan protektif, seolah takut jika gerak terburu-buru akan mengejutkan istri mungilnya.

Zheana menahan napas sejenak saat merasakan kehangatan yang menjalar dari bibir suaminya. Rasa canggung dan ketakutan akan masa lalu mendadak lebur sepenuhnya. Perlahan, dengan keberanian yang baru tumbuh dari relung hatinya paling dalam, Zheana melingkarkan kedua tangan mulusnya ke leher tegap Khadafy.

Jemari mungil Zheana menyusup ke sela-sela rambut basah bagian belakang kepala Khadafy, lalu memberikan balasan ciuman tipis yang canggung namun begitu tulus.

Khadafy tersentak kecil merasakan respons aktif dari istrinya. Sebuah desahan halus meloloskan diri dari tenggorokan pria itu. Perlakukan manis Zheana menyulut gairah dan keharuan luar biasa di dalam dada Khadafy. Pria itu mempererat rangkulannya di pinggang ramping Zheana, menarik tubuh mungil berbalut satin maroon itu makin merapat tanpa jeda pada dada bidangnya.

Ciuman Khadafy perlahan berubah makin dalam, menuntut namun tetap dipenuhi kelembutan yang membuai. Bibir mereka bertautan dengan ritme yang makin intim, saling menyalurkan rasa memiliki yang tak terbantahkan.

"Mmh... Mas Khadafy..." bisik Zheana terengah pelan saat Khadafy memberi jeda sejenak untuk mengambil napas, menempelkan hidung mereka yang bersentuhan.

Khadafy menatap lurus ke dalam mata Zheana yang berair dan redup oleh pesona momen tersebut. Pria itu mengelus pinggang mulus Zheana yang terbuka dengan telapak tangannya yang hangat, membuat bulu kuduk Zheana kembali meremang hebat.

"Terima kasih, Humaira..." bisik Khadafy tepat di depan bibir Zheana, napasnya naik-turun tak beraturan.

"Terima kasih karena sudah mau membuka hatimu untuk Mas."

Zheana menyandarkan dahinya di dahi Khadafy, mengelus lembut rambut belakang suaminya seraya tersenyum tipis, sebuah senyuman paling tulus dan paling cantik yang pernah ia sunggingkan.

"Zhea... Zhea milik Mas Khadafy," balasan lirih Zheana itu terdengar begitu mantap, meluruhkan sisa-sisa penderitaan yang pernah singgah dalam hidup mereka berdua.

Khadafy tersenyum menawan, lalu kembali mendaratkan kecupan hangat yang dalam di bibir istrinya, membimbing Zheana menuju kehangatan malam pertama mereka yang sesungguhnya di atas ranjang utama penthouse tersebut.

Pendar lampu tidur dim berwarna kuning hangat menyelimuti ranjang utama penthouse. Langkah Khadafy yang membimbing Zheana ke tepi kasur terasa amat perlahan, seolah setiap pijakannya dilapisi kaca yang mudah retak.

Khadafy mendudukkan Zheana di tepi ranjang empuk itu, lalu ia sendiri berlutut di atas satu kaki di hadapan sang istri. Pria tegap yang biasanya begitu dominan, dingin, dan tak tergoyahkan di ruang rapat Mumtaz Group itu kini tampak berbeda.

Tangan Khadafy yang kokoh terangkat ragu-ragu di udara, hendak menyentuh jemari Zheana yang bertengger di atas paha berbalut satin maroon. Saat kulit hangat telapak tangan Khadafy bersentuhan dengan punggung tangan Zheana, gadis itu dapat merasakan sebuah getaran halus, sebuah tremor tipis yang sangat nyata dari jemari suaminya.

Zheana tertegun. Matanya yang sembab menatap lurus ke arah jemari Khadafy yang gemetar di atas tangannya.

"Mas Khadafy..." bisik Zheana lembut, suaranya nyaris seperti desiran angin malam.

Khadafy perlahan mendongak. Tatapan mata pekat sang CEO kini meredup pasrah, memancarkan gurat kecanggungan dan keharuan yang luar biasa dalam. Pria itu menelan ludah dengan susah payah, jalan napasnya terdengar sedikit berat dan patah-patah.

"Maafkan Mas, Zhea..." ujar Khadafy dengan suara bariton yang terdengar amat serak dan bergetar halus.

"Mas gemetar?" tanya Zheana polos, matanya berkedip heran namun sarat akan rasa kehangatan yang membuncah di dada.

Khadafy menghembuskan napas panjang, terkekeh canggung seraya menundukkan kepala sejenak menatap genggaman tangan mereka.

"Mas... Mas belum pernah menyentuh wanita mana pun seumur hidup Mas, Zhea," aku Khadafy tulus, rahang tegasnya memerah penuh rona canggung hingga ke balik telinganya.

"Menjaga batasan syariat selama puluhan tahun ternyata membuat Mas sangat gugup saat pertama kali harus menyentuh istri sah Mas sendiri... Mas takut menyakitimu, Mas takut gerak-gerik Mas terlalu kasar untukmu..."

Mendengar pengakuan jujur dan polos dari pria tegap di hadapannya, dinding kecanggung di dalam dada Zheana luruh sepenuhnya. Hatinya tersentuh luar biasa menyadari betapa suaminya menjaga kehormatan diri dan agama hingga detik ini.

Zheana mengikis jarak di antara mereka. Dengan keberanian yang mengalir alami, kedua tangan mungil Zheana terangkat, menangkup telapak tangan Khadafy yang gemetar hebat di atas pahanya. Zheana meremas jemari kokoh suaminya dengan lembut, menyalurkan kehangatan dan ketenangan.

"Mas Khadafy..." panggil Zheana penuh kelembutan, menatap lurus ke dalam manik mata Khadafy yang diliputi keraguan manis.

"Zhea juga sama... Zhea juga belum pernah merasakan ini sebelumnya. Ini pengalaman pertama untuk kita berdua."

Zheana menarik pelan tangan Khadafy, membimbing telapak tangan hangat suaminya itu untuk menempel di pipi mulusnya sendiri.

"Sentuh Zhea, Mas..." bisik Zheana pasrah dan tulus, memejamkan mata sejenak meresapi usapan telapak tangan Khadafy di kulit wajahnya.

"Zhea istri sah Mas Khadafy. Mas tidak akan menyakiti Zhea. Pelan-pelan saja... kita belajar sama-sama ya, Mas?"

Sentuhan dan tutur kata lembut dari Zheana bekerja bagai penawar ajaib. Rasa gemetar di jemari Khadafy perlahan-lahan mereda, tergantikan oleh gelombang kehangatan yang menjalar ke seluruh aliran darahnya.

"Zhea..." bisik Khadafy syahdu.

Khadafy bangkit dari posisi berlututnya, perlahan merayap naik ke atas ranjang di samping Zheana. Lengan tegapnya terikat protektif merangkul pinggang ramping Zheana, membimbing tubuh mungil berbalut satin itu untuk berbaring perlahan di atas kasur empuk.

Khadafy menumpu posisinya di atas Zheana dengan sebelah siku, sementara jemari tangannya yang lain merayap lembut menyusuri helai rambut hitam pekat Zheana yang terhampar indah di atas bantal abu-abu gelap. Sentuhan jemarinya turun mengelus bahu mulus Zheana yang terbuka, berlanjut menyusuri lengan hingga menautkan jemari mereka di atas kasur.

"Terima kasih sudah menenangkan Mas, Humaira," tutur Khadafy rendah di depan wajah Zheana, napas hangat mereka kembali menyatu di udara.

"Tugas Zhea kan memang menenangkan suami Zhea..." balur Zheana malu-malu, merona hebat saat merasakan elusan lembut jemari Khadafy di leher dan bahunya.

Khadafy tersenyum menawan, sebuah senyuman penuh kebahagiaan murni yang belum pernah ia tunjukkan pada dunia luar. Pria itu menundukkan kepala, mendaratkan kecupan-kecupan halus yang sangat lembut dan telaten di dahi Zheana, kedua pipinya, hingga ke leher jenjang istrinya, menyalurkan seluruh rasa cinta, penghormatan, dan janji perlindungan yang abadi.

Malam itu, di bawah pendar redup lampu penthouse yang hangat, dua insan yang sama-sama menjaga kesucian diri itu akhirnya menyatu dalam ikatan suci yang dipenuhi keberkahan, kelembutan, dan rasa saling memiliki yang tak akan pernah tergoyahkan.

1
nely_48
knp dgn pak bagus ❓ apakah udh d jauhkan dr bu irma yg toxic itu
nely_48
alhamdulillah zheana berasa d dlm keluarga mertua yg hangat n penuh kasih sayang,,
Fitria Syafei
Alhamdulillah Zheana mendapatkan suami dan mertua begitu baik dan pengertian 😇 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘
sunaryati jarum
Ikut bahagia sekarang kamu hidup damai dan aman Zhea,gas terus Mas Kadaffi jangan kendor ,agar segera hadir Kadaffi yunior
Ambu Rinddiany Thea
namanya juga pengantin baru 🤭
sunaryati jarum
Semoga kalian selalu bahagia ,cinta semakin kuat dengan dukungan keluarga suami .Jangan ada retakan atau celah sedikitpun untuk pelakor atau pebinor masuk.Saling genggam hati dan cinta kalian , hanya maut yang bisa memisahkan
Fitria Syafei
semoga kebahagiaan menyertai keluargamu Khadafi 😇 KK cantik mantaf 😍 kereen 😘
sunaryati jarum
Beruntungnya kamu Zhea mendapatkan suami , mertua,dan saudara ipar yang sangat menyayangi dan melindungi kamu.Jangan ragukan lagi status pernikahan kamu dengan Kadaffi, jangan menganggap kau sebagai penambal malu atau istri sementara lagi.Makinlah bersyukur pasti kau akan aman walau mama tiri merecoki dan saat Niken pulang nanti.Kadaffi sebaiknya minta seseorang yang kau percaya untuk merekam kegiatan Niken yang negatif sebagai senjata jika dia nanti tidak terima pada Zheana .
Fitria Syafei
Alhamdulillah punya Ibu mertua dan Ipar seperti mereka Zheana 🫠 KK cantik mantaf 😍 kereen 😘
nely_48
puji syukur zheana punya mertua n adik ipar berhati baik n penuh kasih🥰🥰🥰
nely_48
udh belah duren az khadafy n zheana,, semoga pernikahan nya langgeng sampe nenek kakek maut memisahkan
Oma Gavin
bersyukurlah zheana kamu dijadikan menantu idaman diratukan khadafi dan keluarganya yg goblok biarkan tolol kabor ini rencana Allah menyatukan kalian berdua
Muji Lestari
makin menarik ceritanya Thor lanjut terus😄💪
sunaryati jarum
Hati emak ikut berbunga - bunga dengan keromantisan kalian.kalian salinglah terus saling menggenggam,saling menguatkan, mensuport dan tentunya saling mencintai
ryuka
👍👍👍👍👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍
sunaryati jarum
Jangan goyah apa yang telah kamu ucapkan tadi nanti jika Niken datang.Teguhkan untuk selalu menjaga dan melindungi bZheana
sunaryati jarum
Pegang teguh apa yang kau tulis itu Nak ,Kadaffi .Kamu dan Zheana ,benar bukan barang yang bisa diatur dua orang tersebut.
sunaryati jarum
Akhirnya jadi suami istri seutuhnya
nely_48
lindungilah zheana dr bu irma n niken, aman kan pak bagus, jgn sampe bpak nya zhea d jadikan alat untuk menyakiti zhea
nely_48
sempurna jg pernikahan khadafy n zheana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!