Indonesia
NovelToon NovelToon
Mendadak Bapak

Mendadak Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:645.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pratiwi Devyara

Darren, seorang aktor berusia 30 tahun. Yang saat ini karier nya sedang menanjak. Tiba-tiba didatangi seorang anak berusia 14 tahun bernama Axl, yang mengaku sebagai anak kandungnya. Buah kesalahan nya di masa remaja bersama seorang gadis bernama Mikha.

Seketika hidup Darren pun berubah. Ia yang tak tau jika anak itu dilahirkan pun terpaksa harus bertanggung jawab. Karena Axl meminta untuk tinggal bersamanya.

Berbagai keseruan dan masalah pun mewarnai hidup keduanya. Terkadang mereka akur, kadang bertengkar. Di satu sisi Darren harus berusaha menjadi ayah yang baik untuk Axl. Namun disisi lain, ia juga harus menutupi status Axl dari publik.

Dikarenakan saat ini, Darren tengah digandrungi oleh publik terutama kaum perempuan. Jika statusnya sebagai laki-laki yang telah memiliki anak terbongkar, dikhawatirkan akan mempengaruhi kariernya.

Ia berusaha keras merahasiakan hal tersebut. Sementara disisi lain, Axl bercita-cita menyatukan kembali orang tua nya. Namun baik Darren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lambe Curah Jilid 2

"Yuhuu, bener nggak sih sesembak indang adalah perempuan dari masa lalunya sebabang Cody alias babang Darr-Darr"

Lambe curah kembali berulah, kali ini ia mem posting foto Mikha dan menyebar kembali gosip yang berhubungan dengan Darren. Entah siapa yang memberitahu admin tersebut jika Mikha adalah wanita yang berasal dari masa lalu Darren sekaligus ibu kandung dari Axl. Anak yang kini tinggal bersama Darren.

Gosip yang semula sudah redup kini memanas kembali, ratusan bahkan ribuan komentar para netijen pun memenuhi kolom komentar dari postingan tersebut.

Ada yang turut membenarkan lantaran mendapat informasi dari lapak akun gosip sebelah, meski tak mengetahui kebenaran sesungguhnya. Dengan jurus cocokologi tingkat dewa, mereka menghubungkan kejadian satu dengan yang lainnya secara otoriter. Menyajikan kesimpulan-kesimpulan baru yang sebenarnya justru agak berlebihan dan tidak sesuai kenyataan.

Ada juga yang mengatakan jangan berprasangka terhadap orang lain. Ada pula yang mengomentari pakaian sexy yang dikenakan Mikha. Bahkan sampai informasi bahwa ia tinggal serumah dengan James pun, telah sampai ke telinga netijen yang maha benar dengan segala bacotnya.

Mikha sendiri diberondong pertanyaan demi pertanyaan baik di direct message maupun kolom komentar. Pertanyaan yang berasal dari para netijen yang notabenenya kurang kerjaan dan kurang uang belanja. Sebab kalau mereka sibuk menghabiskan uang, mereka tidak akan sibuk menggosipkan orang lain.

Namun begitulah warga negara kita. Rata-rata memang pengabdi gosip. Mereka selalu barbar dan penuh rasa ingin tahu ketika mendengar sebuah gosip. Mereka ingin tau kebenarannya demi memuaskan rasa penasaran mereka sendiri. Padahal terkadang, apa yang tengah digosipkan tersebut, tak ada hubungannya dengan hidup mereka. Tak juga memberi keuntungan ataupun kerugian bagi mereka.

Mikha sampai membatasi dan bahkan menutup beberapa kolom komentar di sosial medianya. Saking ia pusing dengan pertanyaan Netijen yang begitu memaksa dan ingin tau segala tentang hidupnya.

Teman-teman kerjanya pun akhirnya mengetahui gosip itu dan mempergunjingkannya di kantor. Meski sebagian besar malah menaruh simpati kepadanya.

"Mbak Mikha...."

"Mbak Mikha...."

"Mbak."

"Mbak konfirmasi aja, mbak. Beneran nggak , Axl itu anak mbak sama Darren. Bener nggak dulu mbak Mikha sempat hamil semasa sekolah tapi berhasil menutupi sampai ujian nasional selesai?"

"Maaf ya, saya lagi sibuk."

Mikha meminta maaf ketika dirinya diberondong pertanyaan oleh para awak media maupun admin akun lambe-lambean yang sudah sejak pagi menunggunya di depan kantor. Mikha buru-buru masuk ke dalam kantor dan mendapati begitu banyak orang yang menatapnya.

Ya, satu kantor sudah tau apa yang terjadi pada Mikha. Karena gosip adalah hal yang paling cepat menyebar. Tatapan mata mereka kini seolah meminta kepastian. Sebagian tampak nyinyir, sebagian lain menariknya ke dalam dan mencoba menenangkannya.

"Sabar, Mikha. Jangan panik gitu."

Salah seorang teman kantornya memberikan air minum. Mikha meraihnya lalu minum berkali-kali dan coba mengatur nafas.

"Ini ada apa sih sebenernya, kenapa tiba-tiba heboh begini?" ujar Mikha meminta penjelasan. Wajahnya masih terlihat panik.

"Lo nggak liat gosip apa?. Di akun lambe curah." tanya salah Seorang temannya lagi.

"Lambe curah?"

"Iya lambe curah."

"Aduh, gue itu jarang banget buka sosmed. Jadi ya mana gue tau ada apa. Tau-tau udah kacau begini aja. Lagian ada apaan sih?. Kenapa mereka bisa nanya gitu?"

Salah satu dari temannya membuka sosial media instagram pada akun lambe curah, lalu memperlihatkannya pada Mikha.

Wanita berusia 31 tahun itu pun terhenyak kaget sekaligus tak percaya. Slide per slide foto yang di posting oleh admin lambe curah adalah foto dirinya bersama Axl dan Darren di berbagai tempat dan kesempatan. Bahkan foto di slide terakhir diambil ketika Axl dan Darren meminta maaf padanya tempo hari, perihal Darren yang tidak memberitahu Mikha jika Axl sudah ketemu.

Tentu saja hal ini membuat Mikha kaget setengah mati. Ia sudah berusaha untuk tidak nampak di muka umum. Kalaupun pergi, mereka pasti pergi ke tempat-tempat dimana orang-orang cuek satu sama lain dan memang tempat yang cukup sepi serta tertutup dari pandangan luas. Entah ulah siapa ini, yang jelas kini ia tak tau harus berbuat apa-apa.

Beberapa karyawan lalu melintas sambil berbisik dan melihat ke arah Mikha. Bibir mereka tampak nyinyir dan miring kesamping. Namun teman-teman Mikha sudah siap pasang badan dan menegur para karyawan yang masih bergosip.

"Sana kerja, gosip mulu. Ntar kerjaan nya jadi nggak bener, di pecat malah mencak-mencak."

Salah seorang teman Mikha berkata dengan nada menyindir kepada sekelompok kecil biang gosip yang sudah sangat terkenal di kantor mereka. Beberapa orang dari biang gosip tersebut memang tidak menyukai Mikha, sejak saat Mikha pertama kali bekerja ditempat itu.

Pertama, karena pendidikan Mikha lebih tinggi dari mereka sehingga saat melamar kerja, Mikha langsung mendapat posisi yang bagus. Kedua, Mikha itu sangat cantik. Ia juga stylist dan memiliki selera tinggi terhadap barang-barang branded. Ketiga, Mikha memiliki kekasih yang kaya raya dan tampan. James sendiri adalah direktur sebuah perusahaan yang sering wara-wiri di berbagai majalah bisnis dan mereka tau itu.

Mereka sangat iri pada Mikha. Alhasil dengan terendusnya masalah ini ke telinga mereka, maka mereka punya bahan untuk menjatuhkan Mikha.

Sementara di sisi lain, Axl kembali dikejar-kejar admin akun lambe-lambe an beserta awak media infotaintmen sama seperti ibunya. Meskipun kini, siswa-siswi disekolahnya sudah tidak kepo seperti dulu dan malah berusaha melindunginya. Namun tetap saja Axl merasa risih dan tak enak pada pihak guru dan siswa yang lainnya. Dikarenakan awak media sengaja nongkrong di depan sekolah dan membuat kegaduhan. Para security tak dapat bertindak banyak karena mereka memberondong Axl di luar pagar sekolah.

Untungnya teman-temannya beserta siswa dan siswi lain berusaha menyelamatkannya. Mereka menghalau para awak media tersebut sampai Axl berhasil masuk ke mobil Adrian.

"Kapan sih hidup gue bisa tenang?"

Axl berkata dengan nada gusar dan setengah berteriak, ketika dirinya sudah berada di dalam mobil dan di dampingi oleh Chico. Sementara Jodi duduk di depan dan Adrian disisi kemudi.

"Sabar, Ax. Namanya juga bapak lo terkenal. Jadi segala berita tentang dia, pastinya diburu banget." ujar Adrian sambil terus fokus menyetir.

"Ya tapi mau sampai kapan, Ad?. Capek gue gini mulu. Sampe gue mau jajan di depan gerbang sekolah aja nggak bisa. Mereka udah kelewatan banget."

Chico menepuk punggung Axl dan mencoba menenangkannya, sementara Jodi memberinya sebotol air mineral. Axl meraih air mineral tersebut lalu meminumnya berkali-kali. Tampak ia coba mengatur nafasnya agar menjadi sedikit tenang.

Selama perjalanan, mereka lebih banyak diam karena tak mungkin bercanda di saat seperti ini. Mereka tau jika Axl benar-benar sudah sangat tertekan dan gerah dengan semua hal merepotkan, yang terjadi di hidupnya belakangan ini.

"Gaes, makan yuk...!" ajak Adrian kemudian.

"Mau pada makan dimana?" tanya Axl lagi.

"Di warung pedes mampus. Choki ngajakin kesono. Dia udah sampe katanya."

"Ya udah, ayok..!"

"Eh tapi kan pedes yak, emang lo bisa?" tanya Jodi.

"Tenang aja, kan banyak menu nggak pedesnya juga." ujar Adrian.

"Iya sih." ujar Jodi lagi.

Adrian mengajak teman-temannya ke warung pedas mampus yang dimaksud. Awalnya mereka antusias. Namun baru saja mereka keluar dari mobil, tiba-tiba Axl sudah di serbu oleh beberapa orang yang ia sendiri tak tau siapa. Mereka membawa kamera dan beberapa alat perekam suara.

"Axl, mau nanya dong Axl." ujar salah seorang dari mereka.

"Iya, kita mau nanya dong." ujar yang lainnya lagi.

"Maaf ya ini ada apa?"

Axl berusaha menghindar dan menjauh dari teman-temannya. Ia memberi temannya kode untuk menjauh agar tak ikut di tanyai. Teman-temannya mengatur jarak namun tetap melihat ke arahnya karena takut jika Axl akan kepayahan.

"Axl, apa benar Mikhaela itu adalah ibu kandung kamu?.

"Iya Axl, tolong di jelaskan pada kami. Apa benar Mikhaela Azalea Wijaya itu adalah ibu kandung kamu. Apa benar dia melahirkan kamu di usia muda?"

"Iya, Axl. Tolong konfirmasi benar atau tidaknya."

"Iya, Axl."

"Maaf ya, tolong jangan ganggu saya."

"Axl konfirmasi aja, kita butuh konfirmasinya."

"Iya Axl, tinggal konfirmasi aja. Tinggak bilang iya atau tidak."

"Tolong jelaskan sama kami, Axl."

"Jawab, Axl."

Axl melangkah makin menjauhi teman-temannya, namun orang-orang tersebut malah makin mendesaknya. Setiap langkah Axl diikuti, hingga akhirnya ia pun menyetop sebuah taxi lalu berencana pergi meninggalkan tempat itu.

"Axl, tunggu...!"

"Iya, Axl tunggu. Kamu belum konfirmasi."

Axl menutup pintu taxi dan taxi itupun berjalan. Ia lalu menelpon Adrian dan meminta maaf karena terpaksa harus pulang..

"Sorry, Ad. Gue terpaksa harus pulang. Barbar banget, nggak nyaman gue."

"Ya udah, lo hati-hati ya. Sorry juga malah jadinya begitu. Gue nggak nyangka, kita bakal diikutin kayak tadi."

"Iya, nggak apa-apa. Bukan salah lo juga koq."

"Gue nggak enak, bro." ujar Adrian kemudian.

"Justru gue yang nggak enak, bro. Acara makan kita jado kacau."

"Udalah nggak apa-apa. Lo ati-ati pulangnya."

"Sip."

Adrian lalu menyudahi percakapannya dengan Axl. Chico, Choki dan Jodi memperhatikannya. Mereka semua kini merasa makin kasihan pada Axl.

"Lo curiga nggak sih, itu semua kerjaan Jeffri?" tanya Chico kemudian.

"Menurut lo?" Jodi balik bertanya.

"Feeling gue sih iya, dia mau bikin Axl stress dan gagal ikut Olimpiade. Bila perlu digantiin sama dia." ujar Chico berspekulasi.

"Alah, dia aja kemampuan nya masih dibawah kita." tukas Jodi.

"Tapi dibanding anak-anak lain, Jeffri juga lumayan, Jo. Dia pinter tau, cuma kelakuannya doang yang ngeselin. Kayak anak Firaun."

"Bener sih kata Chico." Choki menambahi.

"Gue pernah jadi lawan dia di cerdas cermat antar sekolah waktu itu. Jeffri itu cukup pinter." lanjut Choki lagi.

"Semalaman kan kita ngebahas ini. Gue rasa si Jeffri emang sengaja nguntit Axl dan bapaknya, atau menyuruh orang buat mengikuti kemana mereka pergi. Dan kayaknya bukan sekali dua kali ini aja. Pasti udah berkali-kali. Siapa lagi coba, kalau bukan dia yang rajin banget ngepoin hidup Axl. Kalau admin akun lambe-lambean mah nyebar berita tergantung DM dan pesenan." lanjutnya Chico.

Kali ini Adrian menghela nafas.

"Kalau bener ini semua ulah Jeffri, kita harus kasih dia pelajaran." ujarnya kemudian.

"Gue setuju, Bro." ujar Jodi.

"Itu anak bener-bener dah, nggak ada kapok-kapoknya. Udah berapa kali kita hajar, masih aja. Tambeng, sok hebat." lanjutnya lagi.

Chico dan Choki kompak mengangguk.

"Bener, pengen banget gue sleding lagi tuh palanya." ujar Chico penuh dendam.

Sementara di jalan, Axl hanya diam dan terus teringat pada segala hal yang membuat diri nya stress belakangan ini. Ia merasa kebebasan dan hak hidupnya sudah dirampas. Ia tak bisa lagi dengan bebas menjalani kehidupan layaknya remaja seusianya. Ia benar-benar ingin semuanya kembali normal seperti sediakala. Seperti saat dulu ia tinggal dengan Andrew. Seperti saat ia belum diberitahu soal kenyataan, bahwa Darren adalah ayahnya.

Ya Andrew. Tiba-tiba ia teringat pada Andrew. Axl lalu meraih handphone dan mencoba menghubungi nomor Andrew.

"Nino....?" Terdengar suara Andrew diseberang.

Axl diam. Ia memejamkan matanya dengan penuh emosional. Saat ini rasanya ingin sekali, ia berada di pelukan ayahnya tersebut. Sekedar untuk mengadukan semua hal yang membuat hatinya merasa tak enak belakangan ini.

"Sayang?. Nino?. Kamu kenapa diem?. Kamu nggak bisa denger suara daddy?"

"Dad"

Lirih suara Axl terdengar. Antara sedih dan lelah bathin yang amat sangat.

"Nino, are you ok?"

Hati Andrew mulai diselimuti kekhawatiran. Sementara Axl terus diam, setiap suara Andrew adalah damai baginya. Damai yang hanya butuh ia rasakan tanpa harus menjawab.

"Nino?"

"Dad, Nino sayang daddy."

Axl memutus sambungan telponnya dan memejamkan mata untuk beberapa saat. Ia membiarkan Andrew menelponnya berkali-kali tanpa mengangkatnya. Ia tak ingin menjawab apapun pertanyaan yang dilontarkan oleh Andrew.

Karena ia tau, jika Andrew pasti merasakan apa yang ia rasakan kini. Andrew tau ketika Axl sedang sedih dan Axl tak mau mengatakan jika ia memang benar-benar sedang sedih.

Karena telponnya tak kunjung diangkat, Andrew pun segera menelpon Darren untuk menanyakan hal apa yang sebenarnya tengah terjadi.

"Memangnya Axl kenapa, pak?. tanya Darren ketika Andrew akhirnya mengatakan jika tadi Axl menelponnya namun tak berkata banyak.

"Saya juga nggak tau, Nino kenapa. Makanya saya tanya sama kamu apa kalian ada masalah?"

Darren lalu diam dan berfikir sejenak. Mencoba mengingat-ingat, apakah ada hal yang telah terlewatkan olehnya.

"Perasaan nggak ada, pak. Sampai tadi pagi saya antar ke sekolah, dia masih baik-baik aja. Tapi coba saya tanya dulu, siapa tau ada masalah di sekolahnya."

"Bener, kalian sedang tidak dalam masalah?" tanya Andrew memastikan.

"Bener, pak. Kami nggak sedang bertengkar atau apa." jawab Darren.

"Ok, ya udah. Segera kabari saya kalau ada apa-apa."

"Baik, pak."

Andrew memutus sambungan telpon nya, sementara kini Darren mencoba menghubungi Axl.

1
安呢
cerita ya seru ga membosankan
mamah wangda
bagus bgt
Erlin Sylviana
ini pemeran telenovela Mexico kan
Anna maria dan r
fernando
Erlin Sylviana
sumpah nyembur air minun gua
Trusthi Widhi
seneng deh Nemu cerita pake komplit 🎉🎉🎉
Yuni Rahma
nih novel cerita nya kereen
nurule
bagus ceritanya
Defi
issh, sadisnya ngata-ngatain Adrian 😂🤣
Defi
🌹
Defi
Papa Darren keren 👍👍.. apapun itu perasaan Axl lebih penting apalagi semenjak kepergian Axl membuka mata Papa Darren lebar2..
Defi
ga apa2 kan Axl, hidup bersama dengan Rio..😟
Defi
Axl cobalah berdamai, iya berat sih tapi lihatlah Rio bisa berlapang dada dada menerima keadaan meski pahit buat dia..
Cindy ini benar2 menyebalkan, sama saja dengan suaminya jahat 😡
Defi
Rio kamu keren, akhirnya bisa berdamai demi kebahagiaan Daddy Andrew.. jadi nyesek lihat sikap Rio yang bela2in cari Nino a.k.a Axl demi bisa melihat senyum di wajah ayahnya
pembaca komik📖
episode nya sampai 61 lalu end terus bagaimana apakah ada season 2
Maple🍁
Kak Dev yg tnggung jwab nohh anak orng udah baper.. bperx sma ibu sahabatx pula🙄😊
Maple🍁
Pengen tak gntungin kdua emak mreka brdua.. dsar ortu egois nggk mkiring prasaan kdua anak mreka😤😤😤
pipi gemoy
emang beda ini novel
top 👍👍👍👍👍
pipi gemoy
wow
novelnya susah di tebak ending nya
👍👍👍👍👍
pipi gemoy
wow Thor 🌹
pipi gemoy
wow
sudah ta vote Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!