Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35
Hallo pencinta Noveltoon kembali lagi dengan author "Istri Mungil"
Yu Lanjut cerita lagi❤
...----------------...
Rumah Sakit
Ahtar sebagai orang yang paling tua disana, ia mewakili daddy untuk mendatangi surat pernyataan operasi untuk abangnya.
Tindakan operasi pun di lakukan karena ada benda tajam yang masuk ke dalam tubuhnya.
Beberapa menit kemudian orang tua Ahtar datang ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan abang mu? dimana dia sekarang?" tanya mami nya Ahtar.
"Tenang dulu mam, abang sekarang lagi di operasi, dokter akan melakukan yang terbaik buat abang Andar" jawab Ahtar.
Ahtar dan Nadir memeluk mami nya yang begitu khawatir dengan abang Andar.
Keluarga Andar menunggu beberapa jam dan akhirnya dokter keluar.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya daddynya Ahtar.
"Operasi sukses namun keadaan pasien masih belum sadarkan diri atau dalam keadaan kritis "
"Apa kritis?" tanya Mamihnya Ahtar.
"Iya bu, saya juga belum memastikan anak ibu sadarnya kapan namun saya dan dokter lainnya akan membantu agar pasien bisa melewati mas kritis nya" jawab dokter.
Andar lalu di bawa ke ruang privat di rumah sakit itu karena permintaan daddynya.
Sedangkan Ahtar begitu ingin balas dendam dengan orang yang membuat abang nya seperti ini.
"Siapa yang lakuin ini bang? Gue bakal balas dendam demi lo" ujar Ahtar dengan mengepal jari jemarinya.
...****************...
Pov Pangeran
Pangeran menyimpan map di jok mobil samping dirinya dan langsung melanjukan mobilnya dengan cepat karena dia merindukan sosok istri mungilnya.
Setelah sampai di rumah, ia tidak menemukan istri mungilnya.
"Dimana dia?" Pangeran yang bertanya-tanya.
"Tuan" panggil bi Irah.
Pangeran nengok dan dia bertanya "Dimana istri mungilku?"
"Tuan lupa ya? sekarang kan jadwal non Tari untuk yoga kehamilan" jawab bi Irah sambil beres-beres di lantai atas.
Pangeran langsung turun dan mengendarai mobilnya ke tempat yoga.
...****************...
POV PANGERAN & TARI
Tari telah selesai mengikuti kelas yoga nya dan is merasa sehat dan tenang mengikuti kelas yoga ini.
"Telpon ibu dulu deh sebelum pulang" pikir Tari sambil beristirahat di tempat yoga tersebut.
Tari dan ibunya saling mengobrol di telepon , canda tawa bareng dan Tari mengungkapkan kalau dirinya sangat rindu dengan ibu bapaknya dan masakan ibunya yang paling enak dan lezat.
Saat Tari teleponan dengan ibunya, Pangeran datang dan menghampiri Tari.
"Bu susah dulu ya, nanti kita sambung lagi telepon nya" kata Tari terhadap ibunya.
Setelah sambungan telepon terputus, Tari langsung beres-beres dan berusaha untuk tidak menghiraukan suaminya.
"Sayang" panggil Pangeran.
Tari tidak menjawab apapun, dia terus beres-beres dan ingin segera pulang agar bisa menjauh dari Pangeran.
Pangeran semakin gemes dengan istri mungilnya ,akhirnya ia menarik tangan Tari dan Tari pun jatuh di dalam pelukan nya. Dan kini mereka menjadi sorotan orang-orang yang ada di sana termasuk temen-temen Tari yang Tari kenal di tempat yoga tersebut.
"Apa si? ? malu tau di liatin banyak orang" ujar Tari dan langsung melepaskan pelukan dari Pangeran.
Tari melanjutkan memasukan barang-barangnya ke dalam tasnya dan setelah semuanya di masukan Tari langsung buru-buru keluar untuk menjauh dari Pangeran.
Pangeran tidak diam saja, dia langsung merebut tas itu lalu membawanya dan mengikuti langkah Tari.
Pangeran mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Pak Rudi untuk pulang duluan.
"Ih pak Rudi dimana si?" Tari sambil celingak celinguk mencari pak Rudi.
"Dia sudah pulang, ayo ikut dengan ku" ujar Pangeran.
"Saya naik taksi aja om"
"Sayang, kamu mencoba untuk menghindar dari ku?" tanya Pangeran dan melangkahkan kakinya dan membuat Tari berjalan mundur dan akhirnya mentok di tembok.
Wajah mereka berdua kini dekat sekali hanya satu jengkal. Tari merasa tidak nyaman karena dia malas ketemu dengan Pangeran apalagi Pangeran telah menyakiti hati dan mengecewakan nya.
"Ikut aku atau " Ujar Pangeran sambil memajukan kembali wajahnya sehingga hidung mereka berdua saling menempel.
"Ah males banget si, tapi dari pada si om ini menciun gue di tempat umum kayak gini lebih baik gue ikut deh" gumam Tari dalam hatinya.
Tari menyetujui untuk ikut dengan Pangeran dan Pangeran langsung menjauhkan dirinya di hadapan Tari. Lalu berjalan ke parkiran.
Pangeran turun di mobil dan membukan pintu untuk Tari.
"Silahkan tuan putri yang cantik imut mungil sayang" goda Pangeran.
Namun Tari tetap diam dan langsung masuk ke dalam mobil.
Saat Tari duduk, ia merasakan bahwa ia mendudukkan sesuatu dan ia langsung mengambilnya, tadinya ia ingin membuka map tersebut karena penasaran, namun Pangeran keburu masuk dan merampas map itu lalu melempar ke kursi belakang.
"Map gak penting jadi gak usah di liat" ujar Pangeran.
Tari tidak merespon tapi ia memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
Pangeran terus menerus memanggil istri nya dan bebraoa kali gombalan di keluarkan namun tidak ada respon sama sekali dari Tari.
Pangeran berpikir ngeram mendadak adalah satu-satunya agar Tari berbicara terhadap dirinya.
"Mas" tegas Tari.
"Kenapa? kaget? aku sengaja karena kamu selalu nyuekin aku"
"Emang gue peduli? gak om, om aja gk peduli sama gue"
Pangeran akhirnya paham dan mengerti bahwa istri mungilnya marah terhadap dirinya.
"Ok" Pangeran membuang nafas dengan kasar. "Minta maaf semalam gak pulang karena ada urusan yang sangat mendadak tentang bisnis jadi tak bisa di tinggalkan" lanjut Pangeran walaupun ia merasa bersalah karena ia berjawab bohong.
"Bisnis? bisnis apa sampai pagi buta" ketus Tari dan melepaskan tangannya dari gengaman Pangeran. "Owh aku tau, bisnis bersama wanita itu? yang dinamakan bisnis cinta satu malam?" lanjut Tari.
Pangeran tidak mengerti apa yang Tari katakan.
"Wanita? cinta satu malam? apa maksud mu?" tanya balik Pangeran.
"Om bego atau kenapa si? om pura-pura gak tau? ya udah lah terserah om"
Tari langsung turun di mobil Pangeran dan beruntung sekali ada taksi yang lewat dan ia langsung menaiki taksi tersebut.
Pangeran berusaha ngejar taksi itu namun karena ada mobil yang menghalanginya ia kehilangan jejak istri mungilnya itu.
Pangeran sangat khawatir dengan istri mungilnya apalagi istrinya sekarang lagi hamil mengandung buah hatinya, dan juga pangeran sangat sayang dan cinta terhadap istri dan calon buah hatinya.
...----------------...
.
.
.
TBC
sampai ketemu lagi ya❤
Jangan lupa vote, like, share and coment ✨
Terimakasih ❤
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"