Indonesia
NovelToon NovelToon
Rayuan Sang Mafia

Rayuan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: alendra rivero

Dari utara Italia, Fiorella diculik dan dijual ke sebuah klub gelap di Rusia—dunia tempat para mafia, polisi korup, dan pengusaha berkuasa membeli tubuh perempuan seperti membeli barang. Gadis tujuh belas tahun yang dulu punya sejuta mimpi kini hanya punya satu: bertahan hidup.

Lalu ia dibeli oleh Burian, bos mafia Rusia yang dingin, kejam, dan tergila-gila padanya sejak pandangan pertama. Di tangan Burian, Fiorella menemukan neraka sekaligus gairah yang tak pernah ia mengerti—cinta dan kebencian yang saling membakar, membelenggu keduanya lebih erat daripada rantai mana pun.

Tapi pengkhianatan, darah, dan luka mengubah segalanya. Ketika Fiorella akhirnya lolos dari cengkeraman sang mafia, ia tak kembali sebagai korban. Ia kembali sebagai Sang Ratu Putih—dan kali ini, dialah yang datang untuk menagih setiap utang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alendra rivero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

JUDUL: BERHADAP-HADAPAN

Burian

Gadis yang melayaniku menawarkan perempuan lain. Ia menunjukkan katalog dan aku memilih dua pirang yang luar biasa. Tapi aku tetap tak puas. Kalau menginginkan sesuatu, aku bisa sangat keras kepala.

Jam demi jam malam berlalu dan aku mabuk sampai tak sanggup lagi. Lalu aku bersiap masuk ke sebuah kamar bersama kedua perempuan itu. Aku berdiri dengan sedikit susah payah, dan sebelum pergi, kuhirup beberapa garis kokain. Kedua pirang itu melakukan hal yang sama, lalu kami mulai melangkah.

Kami tiba di lantai dua, tempat semua kamar berada. Ketika sampai di kamarku, kedua gadis itu masuk dan aku hampir melakukan hal yang sama. Tapi di kejauhan, kulihat mangsaku.

Di sanalah ia berdiri, dengan gaun putih yang membalut sempurna tubuhnya. Rambut hitamnya tergerai di atas bahu, dan ia masih mengenakan topeng yang menutupi wajahnya. Tapi begitu melihat matanya, seketika aku tahu siapa ia. Aku bahkan bisa mengenalinya hanya dari aroma yang menguar dari tubuhnya.

Aku melangkah lebar-lebar ke arahnya, dan sebelum ia sempat masuk ke tempat yang tampaknya kamarnya, kucengkeram lengannya.

"Aku tahu itu kau. Kau takkan bisa lolos dariku."

"Anda salah orang. Aku tak kenal siapa Anda," sahut Fiorella.

Mendengarnya, aku justru semakin yakin dengan dugaanku. Sekeras apa pun ia berusaha mengubah suaranya, ia tak berhasil menipuku.

Kusudutkan ia ke dinding dan kutarik topengnya, lalu berhadapanlah aku dengan perempuan yang tanpa henti kucari selama setahun penuh.

"Kenapa kaulakukan itu? Kenapa kau meninggalkanku?"

Fiorella

Setelah melihat Burian masuk, aku berusaha menjauh sejauh mungkin. Kususuri seluruh klub dengan tubuh gemetar, sarafku menegang tiap kali matanya menemukanku dan terpaku padaku.

Aku mengutuk diriku sendiri karenanya. Lelaki itu telah menyakitiku begitu dalam, dan aku malah di sini, gugup karenanya.

Sejak kami membuka klub dan berhasil menarik semua pelanggan Vladimir, Burianlah yang paling lama baru datang kemari. Tapi akhirnya ia datang juga, meski ia tak pernah menyadari keberadaanku.

Aku selalu sangat berhati-hati, dan meski ia tak melihatku, aku melihatnya.

Tapi hari ini aku lengah. Kupikir setelah perampokan yang kami lakukan padanya, ia takkan datang dan malah sibuk mencari truknya.

"Ratu, maaf lancang, tapi pelanggan itu ingin dilayani oleh Anda. Katanya ia akan membayar berapa pun," ucap salah satu pelayan, membangunkanku dari lamunan. Aku menoleh ke arah Burian, yang tengah memindai tubuhku tanpa malu-malu.

"Tidak," jawab bibirku, tapi tubuhku justru ingin menerimanya.

Pelayan itu mengangguk lalu pergi. Ia menyiapkan pesanan Burian dan kembali membawanya.

Aku terus mengamati semuanya. Kulihat pelayan itu membawa serta katalog para gadis dan pesanannya. Tampaknya ia tak peduli aku menolak bersamanya, karena ia memilih dua perempuan. Aku berbohong kalau bilang tak jengkel, aku masih menyimpan perasaan untuknya.

Dan masih terasa perih saat ia menggauli perempuan lain. Tapi aku berusaha berpikir jernih dan menyingkir dari pandangannya.

Beberapa saat kemudian, pengasuh memberitahuku bahwa Fabrizio bangun sambil menangis dan tak bisa ditenangkan. Setelah memberi kabar pada Mijail, aku menuju kamar putraku. Tapi sial, aku berpapasan dengan Burian.

Pandangan kami bertemu, dan di matanya kulihat seakan ia telah mengenaliku. Ia berjalan sempoyongan ke arahku, dan sebelum aku sempat bereaksi, ia sudah berada di depanku.

"Aku tahu itu kau. Kau takkan bisa lolos dariku," ucapnya menatapku serius. Tapi aku berusaha menyamarkan suaraku dan menjawab bahwa ia salah orang, aku tak tahu siapa dia.

Namun ia menyudutkanku ke dinding dan menarik topeng dari wajahku, membuka identitasku. Lalu ia bertanya kenapa aku meninggalkannya.

Dan di saat itulah aku teringat semua yang telah bajingan terkutuk itu lakukan padaku, dan mengapa aku melakukan segala yang kulakukan.

Kusodok selangkangannya dengan lututku, dan saat ia terjatuh ke lantai, aku masuk ke kamar putraku. Kugendong ia dalam pelukanku dan mengunci diri di kamar mandi. Lalu kudengar pintu terbuka dengan hentakan keras dan teriakan Burian yang membabi buta.

"Kau takkan lolos lagi dariku."

"Pergi ke neraka. Aku takkan kembali padamu," teriakku dari balik pintu kamar mandi. Ia mulai menggedor pintu terkutuk itu sampai akhirnya terbuka.

"Itu anakmu?" tanyanya sambil menatap putraku dan mendekat ke arah kami.

"Aku takkan membiarkanmu menyakitinya. Lebih baik kubunuh kau dulu."

Suaraku bergetar tapi sekaligus tegas.

"Enyah dari sini, atau aku tak bertanggung jawab atas apa yang terjadi," hardik Mijail. "Ini klubku, dan kalau aku mau, sekarang juga kutembak kepalamu."

"Aku sudah membayar untuknya dan ia milikku. Aku takkan pergi," balas Burian.

"Seret sampah ini keluar dari sini. Tapi sebelum itu, biar ia terima ganjaran yang pantas ia dapat."

Para penjaga masuk dan melumpuhkan Burian. Aku diam tak bergerak dan menutupi wajah putraku, sementara Burian dihajar tanpa henti.

Ia sempat balas memukul beberapa kali dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman mereka, tapi setelah sebuah hantaman keras gagang senapan menghantam kepalanya, ia tumbang tak sadarkan diri ke lantai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!