Seorang tuan muda yg berasal dari keluarga silat Yue yang di anggap tak berguna dan di sepelekan oleh setiap orang serta selalu di rendahkan tiba tiba berubah menjadi seorang yang sangat di segani yang memiliki ilmu silat yg tak tertandingi dengan menjadi sekor raja naga dan memimpin seluruh ummat di alam semesta. melawan dan membasmi seluruh penjahat di dunia.
ikuti terus bagaimana perjuangan dan perjalanan Yue lian mencapai tingkat yg paling tinggi
ini hanya lah ilustrasi biasa mohon maaf bila ada kesaamaan nama.
karya ini terinspirasi dari beberapa komik dan novel jadi mohon maaf sebesar besarnya, bila ada yang ingin berkomontar fositif ataupun negatif silahkan saja terimah kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar Lakalonyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KONFLIK ANTAR KLAN
Kabar tetang kematian para tetua serta ketua klan Yue sangat cepat tersebar karena di dalam kediaman klan Yue terdapat mata mata dari klan lain.
Kabar tentang kematian para tetua klan Yue itu membuat beberapa klan berniat melakukan penyerangan terhadap klan Yue karena klan Yue termaksud dalam klan terkuat yang meempati posisi pertama di kota Hao.
Para anggota klan lain yang ada di kota Hao merasa bahwa ini saat yang sangat tepat untuk menyerang klan Yue karna situasi klan Yue saat ini sangat buruk setelah di serang oleh seorang pendekar muda, mereka tidak mengetahui bahwa yang menyerang klan Yue ialah Yue Lian yang termaksud salah satu anggota klan Yue. Namun perbuatan Yue Lian hari itu di karenakan untuk balas dendam atas perbuatan para tetua klan serta para anggota klan yang lain.
Setelah Yue Lian menghabisi para tetua klan Yue, Yue Lian memerintahkan para anggota klan yang yidak berpihak kepada para tetua itu untuk mengurus jasad mereka.
Yue Lian, Yin Zixia, dan tetua Jin pergi ke kediaman tetua Jin. Setelah berjalan beberapa saat mereka tiba di kediaman itu.
"Tuan muda, silahkan masuk." Tetua Jin mempersilahkan Yue Lian masuk kedalam kediamannya.
Yue Lian masuk kedalam ia melihat di ruangan itu ialah ruang tamu dari kediamanya, di dalam ruangan terdapat banyak macam benda yang tersusun rapi terlihat ruangan itu cukup sederhana di bandingkan dengan kediaman tetua klan yang lain.
Yue Lian duduk di salah satu kursi yang cukup besar, di sampingnya tetua Jin sedangkan Yin Zixia duduk di kursi khusus untuk tamu.
"Tetua Jin!! Sepertinya tidak ada yang berubah dari kediaman anda!!"
"Tuan muda terlalu sungkan, aku tidak mungkin mengunakan harta dari klan untuk kepentingan pribadiku!!"
"Hahaha' tetua Jin memang tidak pernah berubah!!"
"Hehehehe.. Tuan muda aku sungguh tidak menyangka perkembangan anda terlalu mengerikan. Hanya dalam satu tahun anda meninggalkan kediaman ini, tuan muda sudah mencapai tingkat pendekar bumi. Aku sangat salut kepada tuan muda."
"Tetua Jin, anda terlalu segan kepada ku!! Aku hanya berlatih seperti pendekar lainya."
"Tuan muda terlalu merendahkan diri!!"
"Tuan muda! Sepertinya anda membawa seorang gadis cantik kembali ke klan Yue!! Apakah dia kekasih anda?" Lanjut Tetua Jin melirik ke arah Yin Zixia.
Yin Zixia yang mendengar perkataan tetua Jin membuat pipinya merona merah, ia menundukkan kepala agar perubahan yang terjadi pada wajahnya tidak di ketahui oleh Yue Lian.
"Tebakan Tetua Jin salah, dia bukan kekasihku, ia adalah adik seperguruanku Yin Zixia putri dari kaisar Yin." Jawab Yue Lian datar.
Tetua Jin yang mendengar perkataan Yue Lian sontak kaget, ia tidak menyangka bahwa gadis yang bersama dengan Yue Lian ialah Putri dari kaisar Yin, dengan cepat Tetua Jin Bersujud di hadapan Yin Zixia.
"Hamba mohon maaf karna tidak mengetahui identitas Tuan putri." Kata Tetua Jin sambil bersujud.
"Tetua Jin tidak perlu sungkan, aku sekarang hanya..." sebelum Yin Zixia menyelesaikan perkataannya tiba tiba seorang pelayan menerobos masuk.
"T..tetua Jin. A..anda." kata Pelayan itu kaget melihat Tetua Jin bersujud di hadapan seorang gadis.
"Dasar bodoh!! Cepat beri hormat kepada Tuan putri!!" Bentak Tetua Jin.
Pelayan itu tidak menyangka gadis yang berada di hadapan Tetua Jin ternyata putri dari kaisar Yin, mendengar perintah majikannya ia ikut sujud di hadapan Yin Zixia.
Yue Lian melihat hal itu merasa sedikit canggung, namun perhatiannya kembali teralihkan setelah mengingat kedatangan pelayan itu dengan mimik muka yang begitu buruk.
"Sudah cukup!! Kalian bisa berdiri, dan ada masalah apa sebenarnya yang terjadi?" Kata Yue Lian menghentikan tindakan Tetua Jin dan Pelayan itu.
Keduanya bangun, setelah menenangkan pikiranya sang pelayan menyampaikan bahwa beberapa klan yang ada di kota Hao sedang berkumpul di depan pintu gerbang kediaman Yue. Kedatangan mereka karna berniat untuk merampas harta klan Yue.
Mendengar hal tersebut membuat mimik wajah Tetua Jin menjadi buruk, ia mengetahui bahwa klan Yue telah menyinggung beberapa klan lain. Berbeda dengan tetua Jin, Yue Lian dan Yin Zixia tetap tenang.
Yin Zixia mengetahui ia akan tetap aman jika tetap berada di samping Yue Lian. Sedang Yue Lian merasakan meraka semua bukan masalah besar.
Yue Lian memutuskan untuk pergi ke gerbang lediaman, Yin Zixia dan Tetua Jin ikut serta bersama Yue Lian ke pintu gerbang menghampiri para klan Yang ingin merebut harta kekayaan klan Yue.
Di depan pintu gerbang terdapat puluhan orang yang berada di tingkat pendekar ahli, bergelar, dan tingkat pendekar raja. Setiap pemimpin robongan berada di tingkat pendekar suci bintang tiga dan empat.
Mereka dari beberapa klan yang ada di kota Hao yaitu klan Hu, Bi, Ji, Qia, dan klan Zi. Mereka datang untuk menyerang klan Yue untuk merampas harta Klan Yue, namun mereka tidak mengira di dalam kediaman tersebut walaupun terlihat hancur dan para tetua klan sudah mati tapi ada satu monster sedang berada di dalam kediaman.
Saat mereka berniat menerobos masuk tiba tiba sebuah aura yang sangat kuat membuat semua orang menghentikan langkah mereka.
Tiba tiba seorang pria sepuh yang berada di tingkat pendekar suci bintang tujuh muncul di hadapan mereka membuat semuanya tertekan.
"Kalian tidak akan aku biarkan masuk ke dalam kediaman klan Yue, kalian harus melangkahi mayatku dulu." Bentak pria sepuh tersebut.
"Hahahaha.. ternyata masih ada salah seorang tetua dari klan Yue yang masih hidup!! Tapi itu tidak akan lama lagi, kamu akan menyusul para tetua lainya ke neraka!" Kata ketua klan Hu, Hu Zue.
"Tua bangka!! Walaupun kamu berada di tingkat pendekar suci bintang tujuh, kamu tetap tidak akan bisa melawan kami semua." Kata Tetua klan Qia, Qia sha.
"Hahaha.. kalian terlalu arogan, walaupun jumlah kalian banyak, cukup aku saja yang menghadapi kalian." Kata seseorang tiba tiba.
Semua penekar yang ada di sana melihat ke arah pemilik suara tersebut. Yue Lian berjalan santai ke arah tetua Jin.
"Anak muda!! Lolucon kamu sungguh konyol' kamu yang hanya manusia biasa ingin menghadapi kami seorang diri?" Kata salah satu tetua dari klan Ji.
"Lebih baik kamu pulang minum susu!! Kamu hanya menyia nyiakan hidupmu di sini!! Kata Tetau klan Bi mencibir kearah Yue Lian.
"Kalian sungguh membuatku tertarik!! Aku tidak akan lama berurusan dengan kalian cukup lima menit! Aiya itu terlalu lama! Satu menit lebih baik!!" Balas Yue Lian mencibir ke arah mereka.
Memdengar perkataan Yue Lian para tetua dari berbagai klan Itu memerintahkan anggota klan mereka maju menyerang. Melihat seluruh anggota klan dari berbagai klan yang ada di hadapan mereka maju menyerang membuat Tetua Jian panik, ia berfikir bahwa walaupun dirinya sudah berada di tingkat pendekar suci bintang tujuh dirinya tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua.
Tetua Jin berniat maju menghalangi sebagian dari mereka agar Yue Lian tidak kesulitan, tapi saat dirinya berniat maju memberikan perlawanan Yue Lian menahanya.
"Dasar bocah! Kami akan membuat menyesali perkataan mu itu!!"
"Bocah busuk!! Terimahlah kematianmu."
Saat jarak mereka dengan Yue Lian semakin dekat, mereka merasakan sebuah tekanan yang sangat berat menekan mereka hingga membuat sebagian dari mereka jatuh dalam posisi berlutut. Sebagian yang tidak masuk dalam jangkauan dari aura tersebut memilih untuk mundur.
Yue Lian mengeluarkan auemra naga untuk menekan sebagian dari mereka, setelah mengeluarkan aura tersebut ia memerintahkan para anggota klan Yue yang berada di sana untuk menggakhiri hidup para anggota klan lain yang masuk dalam jangkauan aura naga.
Teriakan dan jeritan kematian terdrngar, bagi klan klan yang lain mereka merasa begitu terpukul karena tidak bisa berbuat apa apa melihat anggota klan mereka terbunuh dengan begitu mudahnya.
"Ketua!! Kami sudah membunuh semuanya!!" Kata salah satu anggota klan Yue.
"Apa? Mereka memanggil bocah itu dengan sebutan ketua? Ini sungguh tidak mungkin bagai mana bisa seorang yang yidak memiliki pelatihan bisa menjadi seorang ketua klan?" Kata salah satu tetua klan dari klan Zi.
"Kalian mungkin tidak akan menyangka, ia adalah orang yang kalian semua anggap sampah walaupun dia berasal dari klan besar." Kata Tetua Jin mencibir.
"Apa!! Bukan kah sampah dari klan Yue Ialah Yue Lian yang tidak bisa berlatih menjadi seorang pendekar? Bagaimana mungkin?" Kata tetua klan Bi terkejut.
"Kalian terlalu meremehkan seseorang!! Aku adalah Yue Lian anak dari Yue Lai. Kalian jangan berfikir untuk kembali ke klan kalian dengan selamat." Yue Lian mengakhiri perkataanya sambil mengeluarkan energi petarung yang sangat dasyat serta aura yang menunjukkan dirinya berada di tingkat pendekar bumi tahap menengah.
"Sial!! Dia sudah mencapai tingkat pendekar bumi!! Kita harus kabur secepat mungkin!"
Semua orang berniat kabur menyelamatkan diri. Namun sebelum itu Yue Lian sudah melepaskan Jurus kedua dari kitab Dewa pedang suci 'Pisau angin'.
Setelah mengeluarkan jurus itu semua orabg yang berniat pergi menyelamatkan diri tiba tiba terbelah menjadi dua bahkan pendelar suci pun tidak ada yang selamat.
Kabar tentang kekalahan para klan yang ingin merebut harta serta daerah kekuasaan klan Yue Tersebar luas dengan sangat cepat hingga membuat para pendekar dari aliran putih dan aliran hitam geger. Bukan karena kekalahan klan klan tersebut tetapi karena orang yang mengalahkan mereka.