Hay Besty ini novel kedua ku🤗
Terima kasih sudah mendukung selama ini🙏🥰
Novel yang ke dua ini bercerita tentang seorang gadis yang tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria lewat Dunia Maya.
Kisah cinta yang bermula dengan kebahagiaan, hingga sampai ke jenjang pernikahan. Namum akibat sebuah musibah yang menimpa suami membuat suami menjadi arogan menyalah kan sang istri Akibatnya sering terjadi pertengkaran bahkan penyiksaan terhadap istrinya.
Selamat membaca semoga suka dengan cerita ini🤗☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lasmi mendapat bantuan
Saat pagi itu Lasmi masih sibuk sendiri tidak memperdulikan Bagas seperti biasa nya karna hati nya masih dongkol dengan kejadian semalam. Ia tidak masak atau pun berkerja, ia membiarkan Bagas yang masih tidur di ranjang sementara ia sudah siap dandan akan keluar dari rumah sekedar cari angin segar di luar sambil berusaha gimana caranya bisa pulang ke Indonesia dengan harapan ada jalan keluarnya.
"Buat apa aku peduli sama dia, toh dia tidak peduli padaku juga. Hari ini mau makan apa? mau masak apa? dia tidak sama sekali peduli," cetus Lasmi sendirinya. Ia sudah selesai berbenah diri siap akan keluar rumah pagi itu.
Dengan diam-diam ia keluar dari rumah itu agar tidak ketahuan Bagas ia berjalan pelan-pelan. Akhirnya ia bisa lolos dan sudah berjalan menyusuri jalan yang tidak tau arah nya akan kemana.
Lasmi terus berjalan dalam hati nya merasa bingung karena ia tidak tau sama sekali jalan di tempat itu ia bertanya pada semua orang yang melewatinya. Beruntung Lasmi masih bisa menggunakan bahasa Inggris sehingga ia tidak kesulitan berkomunikasi dengan orang di tempat itu. Seseorang sudah menunjukan jalan tempat penampungan TKI niat nya ingin meminta bantuan agar bisa pulang.
Lasmi dengan ragu memasuki gedung itu.
"Mau gimana lagi ini jalan satu-satunya agar bisa pulang aku harus meminta bantuan pada petugas di sini," gumam nya.
Petugas itu berbahasa asing pada Lasmi, Lasmi menjawabnya dengan bahasa asing juga menerangkan dirinya adalah orang Indonesia setelah tau kalau Lasmi orang Indonesia, baru lah mereka berbahasa Indonesia. Lasmi terseyum lega ternyata petugas itu tau tujuan nya pergi ke tempat itu.
"Sejak kapan Nona berada di sini? apa keperluan Nona di sini?" tanya petugas itu.
"Saya sudah hampir satu bulan di kota ini dan tujuan kami sebenarnya hanya berlibur, tapi karna musibah yang menimpa kami itu lah sebab nya kami telantar tidak bisa pulang. kami telah di rampok Pak...."
Lasmi menceritakan musibah yang dialami nya sekarang ia tidak bisa pulang ke Indonesia karna tidak punya uang Lasmi datang kesitu ingin meminta bantuan gimana cara nya bisa pulang tanpa mengeluarkan biaya.
Petugas itu merasa iba mendengar cerita Lasmi, ia menunjukan kantor khusus untuk melapor penanganan masalah itu kepada Lasmi. Ia pun dengan semangat nya pergi ke tempat yang di tunjukan petugas itu.
Lasmi kesulitan mencari tempat itu ia meminta bantuan satpam di tempat penampungan itu untuk mengantarkan nya. Nasib baik masih berpihak pada hya satpam itu mendapat ijin untuk mengantarkan Lasmi mengunakan mobil dinas. Mereka sudah sampai di tempat itu Lasmi segera keluar.
"Terimakasih Pak sudah mengantarkan di sini," ucap Lasmi tersenyum sambil menyodorkan beberapa lembar uang asing yang didapat nya dari bekerja selama beberapa hari di rumah dekat kos nya membantu mencuci baju tetangga kos nya. Ia menyisihkan sebagian untuk nya tanpa sepengetahuan Bagas.
Satpam sekaligus supir itu tidak mau menerima uang Lasmi.
"Tidak perlu Nona sudah sepantasnya kami membantu mu itu sudah jadi tugas kami," ujar nya.
Lasmi menjadi tidak enak sudah merepotkan satpam itu.
"Makasih banyak Pak, aku jadi tidak enak," jawab Lasmi jadi malu.
Justru satpam itu memberinya sejumlah uang karna perihatin dengan keadaan Lasmi saat itu tidak punya apa-apa. Petugas itu menyuruh Lasmi membeli ponsel agar bisa menghubungi petugas lagi jika perlu bantuan agar tidak terjadi hal-hal yang buruk.
Sontak Lasmi menangis tersedu-sedu terharu ternyata Tuhan masih sayang pada nya. Tuhan sudah mengirimkan orang baik seperti bapak itu Lasmi menerima pemberian bapak itu dengan berat hati.
Pak satpam itu pun pamit setelah mengantar Lasmi masuk sampai ke dalam kantor.
"Bapak adalah orang baik, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak. Sekali lagi makasih banyak Pak...," ucap Lasmi merasa terharu.
"Sama-sama Nona, saya pamit akan melanjutkan tugas saya," ujar satpam itu.
"Iya, hati-hati ya Pak," pesan Lasmi terseyum ke arah Pak satpam itu. Satpam itu memberi kartu nama dan nomor telepon kantor dan nomor pribadinya juga di berikan pada Lasmi.
"Jika perlu bantuan tidak usah sungkan hubungi nomor itu ya...," pesan satpam itu.
"Iya Pak, sekali lagi makasih," ucap Lasmi.
Ia tidak tau akan mengucap kan kata-kata apa lagi selain berterima kasih pada bapak itu. Lasmi menuju sebuah ruangan untuk melaporkan masalahnya pada petugas di tempat itu. Beruntung ia langsung mendapat respon.
Lasmi pulang dengan lega. Akhirnya ia bisa mendapatkan bantuan bisa segra pulang ke Indonesia ia di beri tiket. Tapi yang jadi masalah nya saat itu Lasmi hanya mendapatkan 1 tiket.
"Tidak masalah soal tiket yang satu nya lagi. Mas Bagas pasti bisa mendapat tiket untuk nya nanti," ucap Lasmi berharap.
Ia pulang dengan hati yang sedikit lega. Ia pulang sudah membeli ponsel yang harga paling termurah ia memasukan nomor kantor dan bapak yang sudah membantu nya tadi ke ponsel itu.