Ketika terjebak dalam tubuh seorang gadis, mampukah ia membalaskan penderitaannya seumur hidup?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng yuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggoda Li Mei
Xibei berdiri tegak di depan Li Mei, menghalangi jalannya dengan sihir pengikat. Wajahnya yang tampan berubah angkuh.
Xibei: "Tidak bisa, ini tidak benar. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja."
Li Mei memberontak dalam ikatan sihir Xibei. Matanya menatap tajam penuh kebencian.
Li Mei: "Xibei, apa yang ingin kau lakukan!"
Xibei tersenyum sinis. Dia sudah tidak peduli dengan perasaan Li Mei lagi. Yang ada dipikirannya hanyalah balas dendam.
Xibei: "Kalau kau ingin memanfaatkan aku untuk membalaskan dendam atas keluargamu, capailah tujuanmu sampai akhir. Dan aku akan memintamu untuk berkultivasi ganda denganku sebagai gantinya. Bukankah kita berdua saling memanfaatkan dalam hal ini!"
Li Mei tertegun. Dia sadar Xibei sudah berubah menjadi jahat. Dia takkan bisa lolos dalam situasi ini.
Li Mei: "Kau memperlakukan aku sebagai alat!"
Xibei tertawa angkuh. Dia sudah tidak peduli lagi dengan perasaan Li Mei.
Xibei: "Haha, kau tidak suka kalau aku mencintaimu, jadi aku akan menggunakan kamu juga sebagai alat. Dan kau juga dapat memperalatku!"
Li Mei menggertakkan gigi menahan amarah. Dia merasa dipermainkan oleh Xibei. Tapi untuk saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah pada keadaan. Suatu saat nanti, dia pasti akan membalas perlakuan Xibei ini.
Xibei merangkul Li Mei dengan erat. Dia membisikkan sesuatu di telinga Li Mei.
Xibei: "Aku sudah membuat tanda di tubuhmu. Kemanapun kau pergi, aku tetap bisa mencarimu. Kau harus berkultivasi ganda denganku setiap kali kau membuat keinginan padaku."
Li Mei berontak dari rangkulan Xibei. Dia menatap tajam ke arah Xibei.
Li Mei: "Aku takkan membuat keinginan lagi denganmu!"
Xibei terkekeh pelan. Dia yakin Li Mei pasti akan kembali padanya.
Xibei: "Tidak mungkin. Kau pasti akan kembali membuat keinginan padaku. Keluarga klan Li-mu tidak sesederhana yang kau kira. Walau aku sudah menghancurkan sebagian wilayah klan Li demi menyelamatkanmu, itu tak berarti membuat klan Li melemah."
Li Mei memalingkan wajahnya. Dia tahu Xibei ada benarnya. Klan Li masih sangat kuat dan dia pasti membutuhkan bantuan Xibei lagi suatu saat nanti.
Li Mei: "Aku akan mencari cara lain. Aku takkan terjebak olehmu lagi."
Xibei menyeringai licik. Dia yakin cepat atau lambat Li Mei akan kembali padanya. Ini hanya masalah waktu saja.
Xibei: "Kita lihat saja nanti. Pintuku selalu terbuka untukmu, Li Mei."
Li Mei bergidik ngeri mendengar ucapan Xibei. Dia bertekad untuk mencari jalan keluar dari jeratan Xibei.
Xibei menyeringai licik pada Li Mei. Dia berkata dengan nada meremehkan:
Xibei: "Ingatlah, dunia ini bukan lagi dunia Alex yang biasa. Ini adalah duniamu yang penuh dengan kekuatan kultivasi, sihir, dan hal-hal aneh lainnya."
Li Mei menggertakkan gigi mendengar ucapan Xibei. Dia berusaha menahan amarahnya.
Xibei: "Kau bahkan tak bisa hidup dengan benar tanpa kehadiranku."
Li Mei : "Itu tidak benar! Aku bisa bertahan tanpamu!"
Xibei tertawa sinis mendengar bantahan Li Mei. Dia tahu Li Mei hanyalah gadis biasa yang terlempar ke dunia aneh ini.
Xibei: "Oh ya? Kau pikir kau bisa apa tanpa bantuanku? Tanpa kekuatanku, kau hanyalah gadis lemah tak berdaya."
Li Mei menggigit bibirnya, menyadari kata-kata Xibei ada benarnya. Tapi dia tetap bersikeras.
Li Mei: "Aku pasti bisa mencari jalan keluar sendiri. Aku takkan tergantung padamu lagi!"
Xibei terkekeh. Dia sudah merencanakan sesuatu yang lebih kejam untuk memperbudak Li Mei.
Xibei: "Teruslah bermimpi, Li Mei. Kau takkan bisa lari dariku."
Li Mei mundur selangkah, ketakutan melihat seringai jahat di wajah Xibei. Dia harus segera mencari cara untuk membebaskan diri dari cengkeraman Xibei.
Xibei melihat sihir pengikatnya pada Li Mei mulai melemah. Dengan sigap dia segera menggendong Li Mei dan membawanya masuk ke kediamannya. Li Mei memberontak dalam gendongan Xibei, tapi Xibei tidak memedulikannya.
Begitu sampai di kamarnya, Xibei langsung menghempaskan Li Mei ke tempat tidur. Dia kemudian melakukan kultivasi ganda dengan Li Mei untuk melemahkan energinya. Li Mei berteriak kesakitan tapi Xibei terus melakukannya tanpa ampun.
Setelah Li Mei tak berdaya, Xibei menyeringai puas. Dia berbisik di telinga Li Mei, "Aku takkan membiarkanmu pergi. Kaulah yang telah membangkitkan sisi jahatku, jadi kau tak bisa pergi dariku sebelum kau patuh padaku."
Li Mei menggeleng lemah, air mata mulai mengalir di pipinya. Tapi Xibei tidak peduli. Dia akan melakukan apapun agar Li Mei tetap tinggal.
Xibei mengelus pipi Li Mei, "Aku akan melakukan apapun demi kau, asalkan kau tidak pergi dariku."
Li Mei hanya bisa pasrah pada situasi ini. Dia terjebak dalam cengkeraman Xibei yang posesif dan kejam. Li Mei berharap ada seseorang yang bisa menolongnya keluar dari jerat Xibei.
Li Mei tahu dia tidak bisa membiarkan Xibei pergi begitu saja setelah semua yang terjadi. Dengan terpaksa dia meminta bantuan Xibei.
Li Mei: "Kau sudah mendapatkan kultivasi ganda bersamaku. Jadi bantu aku membalas dendam pada klan Li."
Xibei tersenyum mendengar permintaan Li Mei. Dia tahu Li Mei akan kembali memohon padanya.
Xibei: "Kau sedang memohon padaku saat ini. Jadi kau tidak boleh berteriak begitu. Apa kau tidak diajari cara membujuk pria dengan benar?"
Li Mei menahan amarahnya mendengar ejekan Xibei.
Xibei: "Bukankah kau memiliki jiwa laki-laki Alex di dalam tubuhmu? Kenapa kau tidak menggunakannya untuk menggodaku agar aku mau membantumu?"
Li Mei mengertakkan gigi menahan malu. Dia sangat membenci dirinya yang harus merendahkan diri di hadapan Xibei.
Li Mei: "Baiklah, Tuan Xibei yang terhormat. Maukah kau membantu gadis lemah ini membalas dendam pada klan Li? Hanya kau harapanku satu-satunya."
Xibei terkekeh puas mendengar rayuan Li Mei. Dia tahu gadis itu pasti akan kembali padanya.
Xibei: "Hmm baiklah, akan kupertimbangkan permintaanmu itu, Li Mei sayang. Asalkan kau terus bersamaku."
Li Mei mengutuk dalam hati. Suatu saat nanti dia pasti akan membalas perlakuan hina dari Xibei ini.
Xibei dapat merasakan kekesalan di hati Li Mei terhadap dirinya. Hal itu justru makin membuat Xibei ingin menggoda dan mempermainkan Li Mei.
Xibei: "Cium aku, maka aku akan memberimu pakaian ganti, lalu kita akan menuju ke klan Li."
Li Mei terbelalak mendengar permintaan Xibei yang lancang itu.
Li Mei: "Apa?! Aku tidak sudi menciummu!"
Xibei terkekeh melihat reaksi Li Mei.
Xibei: "Kalau begitu, kau takkan mendapat bantuanku untuk balas dendam pada klan Li. Pilihan ada di tanganmu, Li Mei sayang."
Li Mei menggertakkan giginya menahan amarah. Dia sangat membenci situasi ini, diperlakukan bak mainan oleh Xibei. Tapi demi balas dendam, dia harus menuruti kemauan Xibei.
Dengan berat hati dan jijik, Li Mei mendekatkan wajahnya ke wajah Xibei. Dia lalu mencium bibir Xibei dengan cepat, berharap segera menyelesaikan penyiksaan ini.
Xibei tersenyum puas. Dia senang dapat menggoda dan mempermainkan Li Mei sesuka hatinya. Setelah ini, dia akan semakin memperbudak gadis itu.
ayo saling mendukung kak
saling berbalas membaca setiap part'nya.
saling berbalas like serta komen 🤗
Oh iya kak aku juga punya cerita, mampir dong ke ceritaku yang berjudul:
Reinkarnasi menjadi wanita cantik
Hehehe
mampir juga ya di karya aku😆