Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 20.
"Kita kesana yuk, nanti kau juga tahu sayang! Mari Jeng Rosalin, tuan Gunawan" ajak Elis ke sebuah Gazebo yang ada di taman rumah.
Gunawan, Rosalin, Raisa dan Raihan mengikuti jalan kaki Elis dan Susanto dari belakang, Raisa dan Raihan masih kebingung dengan suasana malam hari ini, sesampainya di Gazebo mereka semua duduk ditempat yang sudah disiapkan.
'Apa yang dimaksudkan Mama dan Papa dia itu kakakku' batin Raisa seketika menatap Raihan yang tengah duduk didepannya.
"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Raihan Elis.
"Begini sayang?" ucap Elis menceritakan masa lalunya.
"Dulu Mama Rosalin dan Papa Gunawan memiliki anak kembar sedangkan Mama dan Papa tidak bisa memiliki buah hati, dulu semasa kecil kalian-kalian adalah anak-anak yang sangat lucu, Mama sering sekali menjenguk kalian, bermain bersama kalian, begitu juga dengan Papa Susanto, ia sering sekali menemani Mama pergi ke rumah Mama Rosalin dan Papa Gunawan, dua tahun silam kalian sudah tidak meminum ASI lagi, Mama ingin sekali memiliki seorang anak, Mama dan Papa memutuskan untuk meminta izin mengadopsi salah satu diantara kalian berdua, Mama dan Papa suatu hari bersilaturahmi ke rumah Mama rosalin dan Papa Gunawan untuk mengadopsi salah satu di antara kalian dan alhamdulillah Mama Rosalin dan Papa Gunawan mengizinkan Mama dan Papa untuk mengadopsi Raihan, Kenapa harus mengadopsi Raihan? karena dulu Raisa sering sekali sakit-sakitan jadi Mama diizinkan oleh Mama Elis dan Papa Gunawan untuk mengadopsi Raihan, mereka mereka mengizinkan Mama dan Papa mengadopsi Raihan itu dengan susah payah nya mama dan papa mama membujuk mereka ditambah ketidak tegaan mereka mengetahui Mama dan Papa sudah lama tidak diberi buah hati, pada akhirnya Mama Rosalin dan Papa Gunawan memberikanmu Raihan kepada Mama dan Papa" Elis menceritakan Masa lalunya kepada Raihan, Raisa sudah mengetahui hak itu tapi satu hal yang tidak iya tahu adalah sosok Raihan.
"Lalu Kenapa selama ini Mama ataupun Papa tidak menceritakan yang sesungguhnya kepadaku?" tanya Raihan terkejutnya Raihan mendengar penuturan Dari Mamanya itu.
Sesak, sakit yang luar biasa dirasakan oleh Raihan, sebab rasa cinta yang tumbuh di hatinya, sedangkan Raisa hanya mendengarkan, tak bicara sekatapun, ia hanya mengeluarkan butiran-butiran bening dari matanya silih berganti.
"Maafkan Mama sayang, Mama telah egois, Mama takut kamu akan membenci karna relah memisahkanmu dari orang tua kandungmu kalau kamu tahu yang sebenarnya" ucap Mamanya menyesal.
Suasana malam ini di sebuah Gazebo yang mereka tempati menjadi sangat berdebar sedih dan tidak bisa dijelaskan Bagaimana rasanya yang tengah dirasakan oleh Raisa dan Raihan saat ini.
"Pikiran Mama begitu sangat jauh, apa Mama kira aku yang saat ini mengetahuinya akan menjadi lebih baik?" kata Raihan Sedikit keras.
Raisa hanya terdiam, Papa Raisa lalu memeluk anak laki-lakinya itu.
"Anakku" tangis Papah Gunawan yang terharu melihat anaknya itu.
"Kenapa Papa selama ini tidak mengabariku kabar dan tidak mencari keberadaanku? Kenapa pah kenapa?" dorong Raihan dari pelukan Papanya dengan kasar.
"Raihan kamu tidak boleh bicara seperti itu, itu Papa kandungmu dan kesalahan ini adalah semua ada di Mama, Mama takut kau akan menbenci Mama dan Papa, dan kesalahan yang kedua adalah Mama dan Papa membawamu ke luar negeri karna memang pekerjaan Mama dan Papa ada disana, Mama sengaja tidak memberitahumu lalu jeng Rosalin dan Pak Gunawan tidak mengabari dan memberitahumu karena permintaan dari Mama, maafkan Mama!, dulu sewaktu kau akan beranjak SMA Mama dan Papa akan mempertemukan mu dengan keluarga kandung mu tapi takdir berkata lain, ponsel Mama dan papa hilang ketika sesuatu di perjalanan ke Indonesia, kamu ingat bukan ketika itu? Papa dan Mama ke rumah orang tua kandungmu tapi mereka sudah pindah, Mama dan Mapa mencari-cari rumah mereka, sampai akhirnya Papa bertemu pak Gunawan di sebuah resto di situlah awal pertemuan kami" ucap Elis menjelaskan kepada anak asuhnya itu.