Gadis berusia 17 tahun bertekad merantau ke kota J. untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga, dan mempunyai keinginan melanjutkan sekolahnya kembali!
Gadis itu pernah merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan laki - laki berbeda keyakinan dengan dirinya!
Di sini, di tempat ini lagu rohani menggema sangat merdu di gedung gereja....
gadis itu mengikuti alunan lagu rohani tersebut, hampir setiap hari minggu, ia selalu menemani kekasih nya beribadah ke gereja!
Akankah gadis itu dan laki - laki tersebut bisa bersama dengan adanya perbedaan ini??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me shien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cincin Dan Gamis
Minggu
Tadi malam setelah Haris pulang dari kediaman nyonya Zhouwen, Wahyu masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang kecil itu, ia tertidur pulas, Wahyu belum membuka tas kertas pemberian dari Haris.
Suara adzan subuh berkumandang dari hape milik Wahyu Diana.
Wahyu mengerjabkan mata, lalu duduk untuk mengumpulkan kesadaran nya. merasa kesadaran nya sudah terkumpul Wahyu masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Sepuluh menit telah berlalu, Wahyu sudah selesai membersihkan tubuhnya tak lupa juga mengambil wudhu, Waktu sudah menunjukan pukul setengah lima pagi, Wahyu memakai mukenah dan menjalankan dua rokaat sholat subuh.
Ibadah sholat subuh telah selesai, mukenah yang telah di gunakan ia lipat kembali. Wahyu berdiri dari atas sajadah dan membuka pintu kamar yang selama 8 bulan ini ia tempati.
Nada dering telepone masuk terdengar di telinga Wahyu, ia mengambil hape dan menggeser ikon berwarna hijau tersebut.
📱
Wahyu Diana : 'Assalamuallaikum Bang Haris'
Ksatria Bangsa : 'Waallaikumsalam Na, kamu lagi apa?'
Wahyu Diana : 'Ini baru selesai sholat, Abang sendiri lagi apa? tumben pagi - pagi sekali Abang telepone!'
Ksatria Bangsa : 'Abang juga baru selesai sholat, emang nya kalau Abang telepone pagi - pagi gak boleh?'
Wahyu Diana : 'Ya boleh aja Bang, tumben aja gitu'
Ksatria Bangsa : 'Diana!'
Wahyu Diana : 'Iya Bang'
Ksatria Bangsa : 'Hadiah dari Abang sudah di buka apa belum?'
Wahyu Diana : ' Ya Allah Bang aku lupa, bentar ya aku buka dulu, telepone nya jangan di matiin'
Ksatria Bangsa : 'Iya Abang tunggu'
Wahyu meletakan hape nya di atas tempat tidur, lalu mengambil tas kertas pemberian Haris, yang tadi malam ia letakan di samping lemari plastik.
Mata Wahyu terbelalak saat melihat tas kertas itu terbuka, ia mengambil hape nya lalu di tempelkan ketelinga.
Wahyu Diana : 'Abang, Bang Haris masih disana?'
Ksatria Bangsa : 'Iya Abang masih disini, sudah di buka belum hadiah dari abang?'
Wahyu Diana : 'Abang gak salah kasih ini sama aku?'
Ksatria Bangsa : 'Kenapa Na, kamu gak suka hadiah dari Abang?'
Wahyu Diana : 'Ini cincin Bang, Abang gak salah kasih ini ke aku, kesannya seperti Abang ngelamar Diana!'
Ksatria Bangsa : 'Emangnya Diana mau kalau Abang lamar!'
Wahyu Diana : 'Enggak, Aku masih mau kuliah bang, jadi gak mau lamaran. pacar aku aja belum ada omongan soal lamaran!'
Ksatria Bangsa : 'Kamu simpan aja cincin nya enggak apa - apa'
Wahyu Diana : ' Kalau cincin nya aku pakai emang gak boleh?'
Ksatria Bangsa : 'Boleh Diana'
Wahyu Diana : 'Terimakasih ya Bang. ini gamis nya juga bagus'
Ksatria Bangsa : ' Sama - sama Na, Doain Abang ya, hari ini Abang berangkat ke kota P'
Wahyu Diana : 'Iya Bang, Doa terbaik untuk Bang Haris. hati - hati ya Bang'
Ksatria Bangsa : 'Iya Na, Assalamuallaikum'
Wahyu Diana : 'Waallaikumsalam Abang Haris'
Setelah telepone dari Haris dimatikan, telepone dari Abraham pun masuk, sebelum Wahyu menjawab telepone dari kekasihnya, Wahyu menarik nafas dan dihembuskan perlahan.
📱
Wahyu Diana : 'Halo kak Abraham, selamat pagi'
Abraham Arkasana : Selamat pagi sayang, kamu telepone siapa? dari tadi aku telepone kok sibuk terus?'
Wahyu Diana : 'Tadi ada teman telepone, ada apa kak?'
Abraham Arkasana : 'Pagi ini kita pergi ya, seperti biasa aku ke Gereja dulu, setelah ke Gereja kita jalan - jalan'
Wahyu Diana : Iya kak. dari Gereja kak Abraham temenin aku cari kost aja ya!'
Abraham Arkasana : Cari kost? siapa yang mau ngekost?'
Wahyu Diana : 'Nanti aja kalau kita ketemu, aku ceritain'
Abraham Arkasana : Oke, keluar gih aku sudah di depan'
Wahyu Diana : Loh kok sudah di depan emang nya gak kepagian? biasanya ke Gereja jam setengah tujuh!'
Abraham Arkasana : ini sudah jam enam pagi yank, telepone nya aku matiin ya, kamu cepet keluar, Love you sayang!'
Wahyu Diana : Iya kak. Me too'
Setelah panggilan telepone di matikan, Wahyu kembali membuka hadiah dari Haris. kotak cincin bening transparan ia buka, lalu tangan nya mengambil cincin emas putih bentuk bunga pemberian Haris.
"Cantik" gumam Wahyu sambil menyematkan cincin emas putih bentuk bunga itu ke jari telunjuk tangan kanan nya.
"Tapi kalau aku pakai, terus nanti kak Abraham tanya dan salah paham kan berabe urusan nya' gumam Wahyu lagi sambil melepas cincin nya dan dimasukan lagi ke kotak transparan itu.
Setelah menyimpan cincin dan gamis hadiah pemberian Haris. Wahyu segera berganti pakaian dan bersiap.
Tidak membutuhkan waktu lama, Wahyu sudah selesai bersiap. ia mengambil tas slempang nya keluar dari kamar dan menuju pintu utama.
Keadaan rumah tuan YongAn dan nyonya Zhouwen masih sepi karena majikan nya itu masih tidur pulas di kamarnya, begitupun dengan Liiu Haosan. seperti hari minggu sebelumnya Wahyu mengirim pesan kepada nyonya Zhouwen, Wahyu berpamitan pergi dan mencari indekost.
Wahyu masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
"Pagi sayang" ucap Wahyu sambil mengenakan sabuk pengaman
"Pagi yank, ada yang mau di ceritain dulu!"
"Nanti aja setelah ke Gereja, nanti kakak telat ke Gereja nya"
"Ya udah. ini makan dulu!" Abraham menyerahkan roti sobek coklat blueberry dan satu kotak susu uht
Abraham menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil nya menuju Gereja Katolik di kota J ini. sedangkan Wahyu membuka roti sobek coklat blueberry lalu memakan roti tersebut, seperti biasanya kalau Abraham sedang menyetir, Wahyu selalu menyuapi laki - laki berbeda keyakinan dan berstatus kekasihnya itu.
Beberapa menit kemudian..........
Mobil yang di kendarai Abraham memasuki halaman parkir Gereja Katolik.
Abraham dan Wahyu melepaskan sabuk pengaman.
"Kak minum dulu!" ucap Wahyu sambil mengulurkan susu kotak uht
"Air putih aja yank, susu nya di minum kamu aja biar cepet gede dan tinggi" gurau Abraham.
Wahyu mengambil air mineral lalu di serahkan pada kekasih nya.
"Apanya yang gede? badanku cukup segini aja kak gak usah besar nanti bajunya gak muat, kalau soal tinggi aku udah tinggi loh!"
"Yakin sudah tinggi?" ucap Abraham dan mendekatkan badan nya ke Wahyu
"Menurutku tinggi" jawab Wahyu sambil jari telunjuknya mendorong pelan dada Abraham
"Yakin?" ucap Abraham lagi
"Iya yakin banget, aku sama Livia aja tinggian aku loh! tapi kalau di bandingin sama kakak, aku mundur" ucap Wahyu lalu tertawa
"Kok mundur?"
"Iya kak Abraham kan tinggi nya 172cm kalau aku cuma 158cm"
"Kalau kamu mudur, aku yang terus maju gimana?"
"Ini bahas apaan sih kak? udah yuk keluar dari mobil, Misa nya mau di mulai!"
Wahyu dan Abraham keluar dari mobil, sebelum masuk kedalam gedung gereja, Wahyu memegang lengan tangan Abraham.
"Kak!"
"Kenapa? ayo masuk!"
"Aku tungguin kakak di luar aja ya, aku takut ganggu kalau di dalam!"
"Gak ganggu yank. ayo masuk temenin kakak doa seperti biasanya."
"Iya"
Abraham masuk kedalam gedung Gereja, tangan kiri yang tadi menggandeng tangan kekasihnya itu pun di lepaskan.
Abraham mengambil air suci lalu berlutut dan membuat gerakan tanda Salib.
Wahyu memperhatikan sang kekasih yang sedang khusyuk melakukan doa itu, sesekali senyum tersungging di bibir gadis calon mahasiswa tataboga tersebut.
Saat di gereja Wahyu selalu diam dan duduk di sebelah Abraham, Wahyu sebenarnya merasa tidak enak hati duduk di bangku Gereja itu, Wahyu takut mengganggu Jemaah yang sedang melakukan doa.
Disaat Wahyu sedang bergelut dengan fikirannya sendiri. tiba - tiba ada rasa sakit yang menyerang.
Kenapa tiba - tiba sakit sih, apa karena aku lupa gak gosok gigi sebelum tidur. atau kebanyakan makan yang manis - manis!
"Ayu!" panggil Abraham
"Ah iya kak"
"Tunggu di sini sebentar ya, aku mau ambil komuni dulu!"
"Iya"
Abraham berjalan menuju orang berbaris rapi dan antri menerima komuni yang dibagikan oleh Prodiakon, sedangkan Wahyu hanya terdiam merasakan ngilu dan sakit.
...............................
Wahyu dan Abraham sudah keluar dari gereja, mereka berdua berada di dalam mobil di halaman parkir gereja.
"Yank kamu kenapa sih kok tiba - tiba diem gitu?"
Wahyu menggelengkan kepala dan kedua tangan nya memegang pipi.
"Jawab dong yank, kamu kenapa!"
"Sakit kak"
"Apa nya yang sakit? kita ke dokter ya" ucap Abraham sambil periksa kening Wahyu
"Kamu gak demam kok, Apa nya yang sakit?" ucap Abraham lagi
"Gigi nya yang sakit kak!"
"Astaga yank. harus nya bilang dari tadi!"
"Tadi kan kakak masih doa"
"Ya sudah. sekarang kita pergi ke dokter gigi ya"
"Gak mau..."
"Harus mau!"
"Gak mau kak"
"Harus mau yank. biar giginya gak tambah sakit!"
"Gak mau aku takut"
"Aku temenin kamu yank"
"Tetap aja gak mau"
"Ya udah gak jadi ke doter gigi, kita ke apotik beli obat sakit gigi, kakak juga lupa hari ini minggu. pasti gak ada dokter gigi yang praktek!"
"Iya" jawab Wahyu dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
Abraham menyalakan mesin mobil dan keluar dari halaman parkir Gereja menuju Apotek terdekat.
Bersambung........
TERIMAKASIH
semangat selalu..
Mari saling dukung🤗
Mampir ya😅