Indonesia
NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.35 -Kejutan dan Keputusan

"Aku tidak pernah bisa mencintaimu... Karena sejak awal, aku hanya mencintai Hanum!"

Kalimat menyakitkan itu meluncur mulus dari mulut Adrian. Alyssa menatap wajah pria yang empat tahun ini menjadi suaminya dengan tatapan tak percaya. Dada Alyssa terasa dihantam batu besar—sesak, kebas, dan luar biasa dingin.

Hanum tersenyum puas di balik punggung ayahnya, memamerkan kemenangan yang sudah di depan mata.

Alyssa mencoba meremas pegangan tangga, berniat melangkah mundur dan pergi dari lingkaran drama ini. Namun, pandangannya mendadak mengabur. Kepalanya berputar hebat, suara keributan di ruang tengah perlahan terdengar berdenging jauh.

"Alyssa...?" panggil Maya saat menyadari wajah menantunya mendadak sepucat kertas.

Brak!

"ALYSSA!"

Tubuh Alyssa ambruk tak sadarkan diri di anak tangga.

Kepanikan seketika meledak di ruang tengah. Adrian yang tadinya berlutut langsung melompat berdiri, sementara Arden yang baru keluar dari kamarnya melesat paling cepat menahan tubuh Alyssa sebelum terguling lebih jauh.

"Alyssa! Buka matamu, Sa!" seru Arden dengan suara gemetar hebat, menepuk-nepuk pipi Alyssa yang dingin.

"Bawa ke rumah sakit sekarang! Adrian, cepat siapkan mobil!" perintah Bagas murka, tak menghiraukan Galang dan Hanum lagi.

Di tengah kekacauan itu, tak ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa di balik rasa syok dan pingsannya Alyssa... ada satu kehidupan baru yang juga tengah tumbuh di dalam rahimnya.

Aroma karbol dan dinginnya ruang perawatan tak mampu mendinginkan suasana tegang di antara keluarga besar Narendra.

Setelah diperiksa oleh dokter umum, Alyssa disarankan untuk ditangani langsung oleh dokter spesialis kandungan. Dokter kandungan pun datang dan memeriksa kondisi Alyssa yang perlahan sudah siuman. Alyssa sendiri tampak membeku, sama terkejutnya saat mendengar penjelasan dokter.

"Selamat, Nyonya Alyssa. Usia kandungan Anda sudah memasuki empat minggu. Janinnya sehat dan berkembang dengan sangat baik," tutur sang dokter kandungan tersenyum hangat.

"Hamil?! Dia hamil, Dok?!" seru Adrian tak percaya. Wajahnya dipenuhi riak kepanikan dan kebingungan.

"Iya, Tuan. Istri Anda sedang mengandung," balas dokter ramah.

"Nggak mungkin! Aku nggak pernah menyentuh dia! Bahkan saat liburan di Bali pun aku meninggalkan dia sendirian! Jangan-jangan kamu...!"

"Adrian!" bentak Maya memotong kalimat putranya. Dadanya kembang-kempis menahan napas yang memburu. Dalam hatinya, Maya panik setengah mati karena takut rahasia kelam antara Arden dan Alyssa terbongkar di sini.

"Kamu mau menuduh Alyssa selingkuh, begitu?! Padahal kamu sendiri yang sudah jelas-jelas berselingkuh di belakangnya!" murka Maya, yang sangat meyakini bahwa janin di rahim Alyssa adalah darah daging Arden—cucunya sendiri.

"Tapi ini beneran nggak mungkin, Ma! Aku nggak pernah nyentuh Alyssa sama sekali!" pungkas Adrian, lalu beralih menatap Alyssa dengan pandangan menuntut. "Alyssa! Jawab aku! Siapa ayah dari anak yang kamu kandung itu?!"

Alyssa tak langsung menjawab. Tenggorokannya terasa sekering padang pasir. Matanya yang sembap perlahan bergulir, menatap lurus ke arah Arden yang berdiri kaku tak jauh dari Bagas.

Tangan Arden terkepal erat di sisi tubuhnya. Langkah kakinya hendak maju, bibirnya siap terbuka untuk mengakui segalanya di depan semua orang bahwa anak itu adalah darah dagingnya.

Namun, Alyssa menggelengkan kepala dengan sangat pelan—hampir tak terlihat. Isyarat mutlak dari Alyssa agar Arden tetap diam. Alyssa tidak ingin menghancurkan masa depan Arden, apalagi merusak pernikahan Arden dan Nabella yang sudah di depan mata. Biarlah ia yang menanggung semua kehancuran ini sendirian.

"Pria lain..." bisik Alyssa lirih namun tegas, memutus keheningan. "Saat di Bali... aku melakukan one night stand dengan pria asing yang tidak kukenal. Ini... bukan anak Mas Adrian."

"Alyssa?!" pekik Maya kesal bercampur syok, tak menyangka Alyssa justru memilih kebohongan sejauh itu.

"Mama... maafkan aku. Aku mohon, biarkan aku berpisah dan bercerai dari Mas Adrian..." mohon Alyssa dengan air mata yang menetes pelan di pipinya.

"Hah! Lagian ngapain sih masih dipertahankan, Mbak?" cibir Indah yang tiba-tiba menyusul masuk ke ruangan dan menyimak perdebatan mereka sejak tadi. "Jelas-jelas dia hamil anak orang asing! Beda sama Hanum, dia hamil anak sah keluarga Narendra. Alyssa ini cuma mengandung anak haram di luar nikah!"

"Tante!" bentak Arden murka, tak terima saat mendengar janin yang dikandung Alyssa dihina secara terang-terangan.

"Kenapa? Memang kenyataannya begitu, kan? Anaknya nggak jelas siapa bapaknya!" balas Indah tak mau kalah.

"Aku—"

"Cukup, Indah! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang!" sela Bagas tegas. Sebagai kepala keluarga, Bagas menangkap gelagat bahaya dan tahu betul bahwa Arden hampir saja nekat mengakui janin tersebut di depan semua orang.

"Mas...!" rengek Indah tak terima.

"Anton, bawa Indah pulang!" titah Bagas dingin, yang langsung diangguki oleh Anton. Tanpa memedulikan teriakan dan protes Indah yang meronta-ronta, Anton menyeret istrinya keluar dari ruangan.

Setelah suasana kembali hening, Bagas menatap Adrian dengan kekecewaan yang mendalam. Kebenaran ini menghantam dada Bagas—jadi selama empat tahun pernikahan ini, Adrian sama sekali tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami?

"Adrian... Papa benar-benar kecewa sama kamu," suara Bagas terdengar berat dan dalam. "Jadi selama ini kamu tidak pernah memenuhi kewajibanmu sebagai suami Alyssa?"

Adrian menunduk dalam-dalam. "Maaf, Pa... Aku nggak bisa mencintai Alyssa. Aku nggak bisa melakukan hubungan itu dengan wanita yang sama sekali tidak ada di dalam hatiku."

Adrian menghela napas panjang, lalu melangkah maju dan berlutut di hadapan sang ayah. "Selama empat tahun ini, aku sudah berusaha setengah mati untuk membuka hati, Pa. Tapi aku tetap nggak bisa. Aku mohon, Pa... Izinkan aku bercerai dari Alyssa. Semua hal sudah aku lakukan demi menuruti janji yang harus Papa penuhi."

Bagas menghela napas berat. Matanya bergulir menatap Alyssa yang sengaja memalingkan wajah ke arah lain, lalu beralih menatap Arden yang lengannya ditahan erat oleh Maya. Atmosfer di ruangan itu begitu mencekam dan tegang.

"Baiklah," putus Bagas akhirnya. "Papa menyetujui perceraian kalian, daripada kamu terus-menerus menyakiti hati dan batin Alyssa."

"Mas! Aku nggak setuju, Mas! Aku nggak setuju!" pekik Maya histeris. "Bagaimana dengan nasib Alyssa dan anaknya nanti?!"

"Anak itu bukan bagian dari keluarga Narendra," tegas Bagas dingin.

"Mas, tapi dia—"

"Maya, tolong mengerti! Ini keputusan terbaik untuk kita semua. Besok Adrian akan mengurus surat cerainya secara resmi," potong Bagas dengan nada final, lalu membalikkan badan dan melangkah keluar dari ruangan dokter kandungan.

Maya bergegas mengejar langkah suaminya dengan kepanikan luar biasa. Di dalam ruangan, Adrian melirik singkat ke arah Alyssa.

"Alyssa, aku..."

"Pergilah, Adrian. Tinggalkan aku sendiri," potong Alyssa lirih tanpa sudi menatapnya.

"Baik. Besok aku akan langsung mengurus surat cerai kita," balas Adrian dingin, lalu beranjak pergi begitu saja.

Kini tinggal Alyssa dan Arden yang masih berdiri mematung di ambang pintu. Tatapan Arden dipenuhi rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam.

"Kamu juga pergi, Arden..." bisik Alyssa, masih menolak menatap pria itu. "Anak ini akan menjadi anakku. Kalau suatu hari nanti kamu ingin menemuinya, boleh. Tapi sekarang, tolong pergi."

Arden mengangguk perlahan. Dengan berat hati dan dada yang terasa teremas, ia memilih melangkah mundur. Ini bukan keinginannya, namun ia sadar keberadaannya saat ini hanya akan membuat kondisi mental Alyssa semakin hancur. Sebelum benar-benar pergi dari rumah sakit, Arden sempat menghubungi Bu Tania untuk memberitahukan bahwa Alyssa sedang dirawat.

Setelah semua orang pergi, ruangan itu mendadak begitu sunyi. Alyssa sendirian, menumpahkan seluruh air matanya meraung meratapi takdir hidupnya yang terasa begitu pahit. Tak pernah diinginkan oleh ayah kandungnya sendiri, dan kini dibuang begitu saja oleh suaminya.

"Nyonya..." panggil seorang perawat dengan tatapan iba. Tanpa banyak bicara, perawat itu memegang lembut bahu Alyssa dan membantunya berpindah ke kursi roda untuk diantar menuju ruang rawat inap.

Bersambung ...

1
🌸 Bening
/Facepalm//Facepalm/
jumirah slavina
semangat sArdennnnn
jumirah slavina
males banget deh sm Mama Maya ini...
klo seumur Aku cakar Kamu Ma...
jumirah slavina
hhuueekkkzzzz....
Kak Ariiiii...
pelastik mana pelastikkkk...
Aku mo muntahhhhh.....
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
kejar donk...
bukan tidak adil.,
dia shock juga atas kejadian bertubi²...
so' berjuang Kamu...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
salahe Kamu gak menerima sArden dengan baik., saat bikin'y Kamu mau² aja., kasian sArden juga donk Al... dia juga pengen kali meladeni kehamilan Kamu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ambil Al., awas lo ya masih bilang gak butuh..

🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
ko' gitu... Bu Tani... biar lh secara diam² dulu krn Alis gak mau ketemu., Bu Tani jan ikut²n misahin donk..

hhuuaaaaaaaaaa...
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
biarkan Alis menenangkan diri., Kamu pantau aja dr Mama'y., dan Kamu harus jujur sm Mama'y klo itu Anak'mu., lakukan sekarang mumpung Mama d'luar beli bubur., ajak ngobrol dr hati ke hati
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
E G O I S !!! suruh tanggung jawab s' sArden bukan malah membuat masalah baru dengan menikah kn dia dengan orang lain...
AriNovani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
wwooii Anton... seret pulang istri durjana'mu ini...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
terimakasih Bu..

keren Ibu'y., saat ini tidak tepat mencecar Alis apalagi memarahi'y., Alis butuh dukungan yang besar saat ini...
jumirah slavina
ngomong donk sArden., gentleman., akui...
AriNovani: Bentar Kak Jum mau keluar rumah dulu /Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
muak Aku sama Kamuuuuuuuu., ganti nama Kamu wwooii., malu sm nama., Indah... padahal Kamu gak ada Indah²y sm sekali
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

bikin baru
total 2 replies
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!