Indonesia
NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:59.7k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke Apartemen

Mobil berhenti di depan rumah dengan gerbang tidak terlalu besar, rumah sederhana yang tampak terlihat terawat dan rapih, dan bahkan letaknya bukan di perumahan, tapi kampung pinggiran kota.

Kaina keluar dari mobil, lalu mengambil barang-barang miliknya di belakang. Sementara Kean masih berada di kursinya, lalu menoleh pada Jeviza.

"Bentar, gue temui bundanya Kaina dulu."

Jeviza mengangguk, lalu tanpa sadar menguap di depan Kean. "Gue di sini nggak papa, kan?"

"Umm, bentar doang."

Setelahnya Kean keluar, begitu juga dengan Kaina yang sudah selesai mengambil barang-barangnya.

"Je, mau mampir dulu nggak?" Kaina berdiri di sebelah kursi Jeviza.

"Makasih kak, tapi gue udah ngantuk banget ini."

Kaina mengangguk, tidak memaksa karena memang sekarang sudah hampir pukul 2 pagi. "Makasih ya, Je, kalian jadi nganter gue dulu. Gue masuk dulu ya?"

"Oke kak, sama-sama."

Kaina dan Kean mendekati gerbang pintu, tahu anaknya akan pulang sengaja belum dikunci, keduanya masuk ke dalam, dan bunda Kaina yang sengaja menunggu di ruang tamu langsung bangkit, menemui keduanya di depan teras.

"Malam tante, maaf baru sampai rumah Kainanya, acaranya sampai malam tan."

Tidak ada kecurigaan apapun, bunda Kaina langsung mengangguk dan tidak mempermasalahkan, bahkan menawari Kean untuk masuk dulu, tetapi Kean menolak dengan cara yang sangat halus.

"Makasih ya nak Kean, sudah nganter Kaina, hati-hati jalannya, nggak usah ngebut kalau ngantuk."

Kean tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya, lalu pamit dan keluar dari pekarangan rumah Kaina. Saat sampai di mobil, Jeviza sudah tertidur, Kean menatapnya beberapa detik, lalu membenarkan bantal yang Jeviza pakai. Sebelum akhirnya kembali melajukan mobilnya. Ia sendiri sangat lelah, dan ingin segera beristirahat.

Meski sudah percaya sepenuhnya mengingat hubungannya dan Jeviza sekarang bukan sekadar mantan, tetapi suami istri, tetap saja Kean memberitahu jika mereka malam ini menginap di apartemen pada Arlo. Awalnya tadi Kean berniat membawa Jeviza pulang ke bengkel, namun waktunya tidak memungkinkan, Kean tidak enak jika harus mengganggu waktu istirahat pegawainya. Pulang ke rumah Arlo rasanya tidak mungkin, terlalu jauh untuk kondisi tubuhnya yang sudah sangat lelah.

Setelah pesan terkirim pada Arlo, meski belum terbaca, Kean melajukan mobilnya menuju ke apartemen miliknya. Gio yang biasanya menjadi penghuni apartemennya jadi jarang ke sana setelah tahu Kean sudah menikah, cowok itu cukup tahu diri untuk disebut sebagai teman.

Mobil terparkir di basement, tidak terlalu jauh dari mobil mewah milik Kean yang dibiarkan begitu saja beberama minggu di sana. Sempat terdiam beberapa saat dengan pandangan mata tertuju pada sosok terlelap Jeviza. Kean tidak berniat membangunkannya, tetapi langsung ia gendong untuk dibawa ke unit miliknya.

Beruntung di jam segini tidak ada lagi penghuni lain yang berkeliaran, pintu lift langsung terbuka dengan sangat cepat. Setelah sampai di unit miliknya. Kean membaringkan tubuh Jeviza di atas ranjang, melepas sepatu milik gadis itu, sebelum akhirnya mengatur suhu ruangan dan meninggalkan Jeviza untuk mengambil barang-barang milik mereka yang tertinggal di mobil.

Saat Kean kembali dengan barang-barang miliknya, mata Kean sempat menyipit, Jeviza sudah tidak ada di atas ranjang, tetapi saat langkah Kean mendekat, samar ia mendengar suara gemericik dari dalam kamar mandi.

Kean duduk di tepi ranjang, menunggu Jeviza keluar dari kamar mandi, dan tidak butuh waktu lama, gadis itu muncul dengan wajah terlihat masih ngantuk.

"Kita nggak pulang?" tanya Jeviza mendekat.

"Ini udah pulang," balas Kean seadanya.

Jeviza mendengus, lalu duduk di sebelah Kean. "Maksud gue ke rumah mas Arlo." Jeviza lalu melepas jaket miliknya, menyisakan kaos miliknya dan juga celana jeans panjang.

"Kak, gue nggak bisa tidur kalau pakai baju kaya gini," cicitnya.

Kean terdiam beberapa saat, di apartemennya belum ada baju Jeviza sama sekali, di jam segini juga tidak mungkin ia langsung beli.

"Lo udah nggak ada baju ganti?"

Jeviza menggeleng. "Gue bawa dikit, yang masih bersih tinggal daleman aja," cicitnya sedikit malu.

"Pakai baju gue."

"Hah?"

"Lo butuh mandi nggak, Je?"

Jeviza terdiam beberapa saat, sejujurnya ia sangat ngantuk, tetapi hampir setiap tubuhnya terasa lengket meski tadi sudah mandi di pondok penginapan.

"Nggak papa emangnya?" tanyanya ragu.

Kean menoleh, lalu tersenyum tipis. "Nggak ada yang larang lo mandi, Jeviza."

Pipi Jeviza seketika terasa panas setiap kali Kean menyebut nama panjangnya.

"Mau?" tanya Kean lagi.

Jeviza mengangguk, lalu mengambil dalaman miliknya yang belum terpakai.

Kean mengambil kaos miliknya yang menurutnya paling besar, lalu menyerahkannya pada Jeviza.

"Air anget aja, Je," ujar Kean sebelum Jeviza sempat masuk ke dalam.

Lagi-lagi Jeviza kembali mengangguk, tanpa mengatakan apa-apa langsung masuk ke dalam, ia butuh air hangat untuk membilas tubuhnya saat ini, sebelum akhirnya melanjutkan tidurnya.

Sementara Kean duduk di sofa, menatap ransel miliknya dan Jeviza yang masih tergeletak di lantai, lalu terkekeh menyadari jika mulai sekarang ia bisa bebas membawa Jeviza kemana saja, dan kapanpun.

Sekitar 15 menit, Jeviza keluar dengan handuk yang menutupi kepalanya, sementara kaos milik Kean sudah melekat di tubuh gadis itu.

"Kak, sorr**y anduknya gue pakai, lupa nggak bawa tadi," cicit Jeviza hanya mendapat anggukan dari Kean.

Kean tetap diam di tempatnya, tetapi sorot matanya tidak lepas dari sosok gadis di depannya. Kenapa Jeviza jadi terlihat seksi hanya karena memakai kaos miliknya? Kean mencoba menahan diri untuk tidak melakukan hal gila sekarang, selain dirinya yang lelah, Jeviza juga pasti kelelahan. Sekarang bukan waktu yang tepat.

"Gue mau mandi, lo kalau ngantuk tidur aja." Kean beranjak dari sofa, menuju ke kamar mandi.

Sementara Jeviza terdiam di tempatnya, keningnya mengernyit melihat respon Kean yanh terkesan menghindarinya.

"Ini gimana gue tidurnya? Rambut gue basah gini," gumam Jeviza merebahkan diri dengan pisisi handuk masih di atas kepalanya.

Ia tidak membawa pengering rambut, dan di apartemen Kean tidak mungkin ada benda itu kan? Tetapi dulu di bengkel ada benda yang biasanya hanya dipakai oleh cewek. Jeviza berniat menunggu Kean sampai selesai, ia akan menanyakan pada Kean nanti.

Tidak butuh waktu lama untuk Kean kembali muncul, ia sempat terkejut melihat Jeviza yang rebahan dengan mata masih dipaksa terbuka, apa lagi kaos yang Jeviza kenakan jadi tersingkap karena posisi gadis itu sekarang.

Bangsat

Kenapa harus disaat seperti sekarang ini tubuh Jeviza terlihat sangat menggoda dan seakan meminta untuk dijamah.

"Kenapa belum tidur?" tanya Kean melewati Jeviza. Sengaja agar tidak tergoda dengan tubuh Jeviza yang sedari tadi seperti memancing Kean.

Jeviza terbangun, melihat pergerakan Kean di depannya.

"Rambut gue masih basah, ada hairdryer nggak kak? di sini?"

"Bentar," ujarnya membuka laci di sebelah tempat tidur, lalu memberikannya pada Jeviza.

"Sumpah?" kaget Jeviza tidak menyangka kalau Kean punya benda tersebut.

Saat Jeviza mulai menggunakan benda tersebut, Kean mengamatinya di atas ranjang. Cukup lama sampai rambut Jeviza benar-benar kering. Baru setelah Jeviza kembali menyimpannya dan akan naik ke atas ranjang, ia terdiam.

"Butuh apa lagi?" tanya Kean mendapat gelengan kepala Jeviza.

"Kak, kita-"

"Gue capek banget, Je, butuh tempat nyaman buat istirahat."

Jeviza diam, di rumah Arlo juga mereka tidur bersama, tetapi karena ada penghuni lain jadi Jeviza tidak setegang ini, tetapi sekarang, hanya ada mereka berdua, kemungkinan untuk mengulang kegiatan seperti ketika di bengkel bisa saja terjadi.

"Jam 3, Je, lo masih mau berdiri?"

Mendapat pertanyaan demikian dari Kean, Jeviza lantas naik ke atas ranjang, masih dengan degupan jantung yang mulai berdetak dengan sangat hebat, sengaja Jeviza membelakangi Keandra, ia teramat gugup dan tidak siap jika harus berhadapan langsung dengan situasi seperti ini, apa lagi saat ranjang terasa bergerak Jeviza seperti sudah tidak bisa lagi mengontrol dirinya, hanya detak jantungnya sendiri yang bisa ia dengar.

Mata Jeviza melebar, napasnya tertahan, saat sebuah tangan melingkar di perutnya, lalu sebuah kecupan pada puncak kepalanya ia rasakan begitu dalam dan semakin menggetarkan jiwa.

"Sweet dream pretty," bisik Kean tanpa melepas lingkaran tangannya di perut Jeviza.

Sialan, kalau kaya gini gue yang nggak bisa tidur

1
Resna Wati
cerita nya bagus banget tapi😭😭😭
Resna Wati
nangung😭😭😭
Herman Lim
tau² end aja tapi GPP dch setidak merek dh sweet di akhir cerita 🥰🥰 makasih kak utk cerita nya di tgg cerita baru lain nya
Nurs_tars
kok end sih, kyk gantung gt ceritax, mereka kn blm publish
Lestary Tri
tapi nanggung sih kakk.
Lestary Tri
di tunggu kak riri.
jangan pindah lapak ya kak.
dwi alfiah
kok udahan kak temen temennya yg di jogja aja blm pd tau
sunaryati jarum
Akhirnya belah duren.Semoga segera launching baby-nya kuliah tidak masalah
Tulas Bundae Felli
kak knapa hrus END ...!!
nunggu 2 hari GK up ko tiba2 selesai plis hrus ada extra sampai Jevi punya Beby GK trima q
Rini Muharni
Dua 2 hari gak muncul, sekali nya muncul langsung END..🥺
Ria Lorani
kak tiba2 kok END😭
pdhal udah nungguin dr kemarin😭😭
Aam Siti
knp si KK.. ska tiba tiba and belom go publik Kya alsya Gerald 😁😁😁

dobel extra boleh 😄😄😄🙏
Reni Anjarwani
padahal bagus bgt lhoo
Lestary Tri
enak di naikin deh bang.
Lestary Tri
mulutnya keann. 🤭
Septi Wulandari
yaaah kok tamat sih Thor😭😭
q tunggu karya2 mu Thor
semangat 💪💪😍
Nikita
kecewa berat si kaa, knapa secepat ituu/Sob/ tp makasih ya ka Riri ditunggu karya lainnya🫶🏻
Mei TResna Rahmatika
seriusan end kak😭pdhl nunggu kean junior 😭
Iish Qhina
huuu sedih kok sudah end
Balqis Inara
tiba tiba end ... selain d sini nulis d mana kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!