Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Enak
"Tolong siapkan berbagai macam makanan yang lembut untuk saya" ucap Elisa Su yang kini telah tiba di meja makan, dengan segera dia pun memanggil salah satu pelayan dan memintanya untuk menyiapkan makanan lembut untuknya karena dia sudah tidak makan sehari semalam jadi dia ingin memakan makanan yang ringan untuk perutnya lebih dulu, mendengar itu pelayan tersebut pun segera mengatakan keinginan nonanya kepada koki di rumah itu, setelah itu dia pun membawa minuman hangat beserta kueh untuk mengganjal perut nonanya lebih dulu, melihat itu Elisa Su pun segera meminum airnya dan mengucapkan terimakasih kepada pelayan tersebut.
Tak berselang lama terlihat koki pun datang membawa sebuah troli yang berisi berbagai macam hidangan lembut yang cocok untuk kondisi perut Elisa Su saat ini, koki pun segera menata semua makanan tersebut di atas meja setelah selesai Elisa Su pun mengucapkan terimakasih dan langsung menyantap makanan tersebut ketika koki pergi dari tempat itu "Host, host gimana rasanya apakah enak" ucap Coco dengan penasaran sembari menatap ke arah hostnya itu dengan mata berbinarnya, melihat itu Elisa Su pun terdiam untuk sesaat "Kalu kamu penasaran dengan rasanya ayo ikut makan saja bersamaku lagian mana bisa aku menghabiskan semuanya jika hanya seorang diri saja" ucap Elisa Su setelah melihat tatapan Coco ia pun segera memutuskan untuk mengajaknya untuk ikut p000makan bersama, mendengar itu Coco pun segera berubah ke dalam wujud anak perempuan lalu langsung duduk di kursi yang terletak di samping Elisa Su, setelah itu dia pun segera ikut menyantap makanan tersebut dengan perasaan puas "Benar-benar sangat enak, persis seperti apa yang ku duga" ucap Coco setelah selesai menyantap semua makanan itu bersama hostnya sehingga tak memerlukan waktu yang lama untuk menghabiskannya.
"Coco untuk hadiah misi kali ini, aku ingin mengganti hadiah untukku yang kau katakan dapat mengubah takdirku itu" ucap Elisa Su yang kini telah berada di balkon kamarnya sembari menikmati pemandangan serta ditemani dengan kopi juga cemilannya karena menurutnya takdir hidupnya harus diubah oleh dirinya sendiri sehingga nantinya dia dapat merasakan kepuasan dan tak akan pernah merasakan penyesalan karena dia sendiri yang mengukir takdirnya, mendengar itu Coco pun segera duduk dipangkuan hostnya "Baiklah, lalu hadiah apa yang host inginkan untuk misi kita kali ini" ucap Coco sembari menatap ke arah hostnya, melihat tatapan dari Coco, Elisa Su pun tanpa sadar mengelus bulunya yang lembut itu "Aku ingin untuk dunia maupun dimensi selanjutnya yang kita datangi, kita berdua memiliki misi yang sama yaitu misi yang diberikan kepadaku, jangan ada lagi misi lain untukmu seperti di dunia sebelumnya" ucap Elisa Su dengan harapan karena sebenernya dia tak suka jika sistem miliknya juga memiliki misi lain yang harus diselesaikan.
"Baiklah host, permintaan host untuk hadiah dari misi kali ini disetujui langsung oleh pusat" ucap Coco setelah mendapat konfirmasi dari pusat jika permintaan hostnya telah disetujui, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum senang lalu memeluk Coco dengan sangat erat "Terimakasih Coco" ucapnya yang langsung diangguki oleh Coco "Host, tolong lepaskan aku, jangan peluk aku lagi sekuat ini nanti jika aku mati bagaimana" ucap Coco sembari menghirup napas dalam-dalam ketika terlepas dari pelukan hostnya, mendengar itu Elisa Su pun hanya tersenyum kaku ke arah sistemnya itu.
"Bagaimana apakah kalian telah mendapatkan kabar mengenai keberadaan putriku" ucap ayah kandung Elisa Su yang bernama Dani Su yang kedepannya akan kita panggil dengan sebutan papa Dani, mendengar itu orang yang berada diseberang telpon pun menggelengkan kepalanya meskipun bosnya itu tidak dapat melihat tindakannya "Belum bos, padahal saya sudah mencari disekitaran kawasan perumahan bos, bahkan juga disekelilingnya namun tak ada satu rekaman pun yang berhasil menangkap keberadaan putri bos" ucap orang kepercayaan papa Dani, mendengar itu tanpa sadar tangan papa Dani pun mencengkram hpnya semakin kuat "Lanjutkan pencarian jangan sampai berhenti sebelum kalian menemukan putriku baik itu dalam keadaan hidup maupun sudah dalam ke adaan mati, paham" ucap papa Dani dengan suara tegasnya, mendengar itu orang kepercayaannya pun segera menganggukkan kepalanya karena tau jika saat ini bosnya sudah dalam kondisi yang tidak baik karena sudah diliputi oleh amarah yang semakin membuncah, semua itu terjadi karena mereka tak berhasil mendapatkan kabar apapun tentang putri kesayangan bos mereka itu "Baik bos, kami akan mengikuti perintah bos" ucap orang kepercayaan papa Dani, lalu setelah panggilan dimatikan oleh papa Dani orang itu pun segera melanjutkan pencariannya kembali.
"Ma, bagaimana jika papa mengetahui apa yang kita lakukan malam itu, selain itu kita juga meninggalkan tubuh anak sialan itu dengan begitu saja di jalanan, apakah tidak membahayakan kita nantinya ma" ucap Lia Su dengan sangat khawatir, mendengar itu mamanya pun segera menepuk punggung anaknya pelan "Tenang saja sayang, mama yakin kejadian malam itu tidak akan menimbulkan masalah untuk kita sedikit pun, jadi mama harap kamu bisa tetap bersikap santai seperti biasanya jangan sampai papamu merasa ada yang aneh dari kita" ucap Lili Su yang merupakan ibu dari Lia Su, mendengar itu Lia pun menganggukkan kepalanya paham dan merasa lebih lega dari pada sebelumnya "Benar apa yang mama katakan memang benar, kalau begitu ayo kita lakukan dengan sangat baik" ucap Lia Su yang langsung disetujui oleh mamanya itu.
"Host ayo kita pergi keluar untuk berjalan-jalan selama misi kita belum dirilis kembali" ucap Coco sembari berubah menjadi anak perempuan lalu dia pun menarik-narik lengannya "Coco aku sangat lelah hari ini, bagaimana jika lusa, aku janji akan mengajak mu bermain sepuasnya" ucap Elisa Su penuh harap agar sistemnya itu menyetujui ucapannya tadi, mendengar ucapan hostnya Coco pun hanya mengangguk setuju saja "Baiklah kalau host ingin seperti itu, aku akan menanti hari lusa untuk pergi bermain sepuasnya bersama dengan host" ucap Coco dengan wajah cerianya sembari membayangkan semua permainan yang ingin dicobanya.
"Baiklah Coco kalau begitu aku masuk ke dalam ya, aku benar-benar merasa sangat mengantuk saat ini" ucap Elisa Su yang langsung diangguki oleh Coco bahkan kini Coco pun telah mengubah tubuhnya menjadi kucing bersayap dan langsung mengikuti hostnya itu yang kini mulai berjalan sempoyongan ke dalam kamarnya, setelah sampai di depan tempat tidurnya dengan segera Elisa Su pun merebahkan tubuhnya di atas kasur tersebut dan tak berselang lama dia pun telah tertidur dengan sangat lelap, melihat itu Coco pun tersenyum dan langsung ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur itu juga.
Berbeda dengan Elisa Su yang kini telah tertidur dengan lelap, Lia Su juga ibunya Lili Su pun terlihat tengah membersihkan seluruh kediaman mereka setelah diperintahkan oleh papa Dani yang kini tengah sibuk membaca koran sembari menikmati kopi hitamnya dan sesekali dia pun akan memperhatikan pekerjaan mereka berdua dan jika ada yang tak sesuai maka dia pun akan memerintahkan seorang pelayan untuk memarahi keduanya bahkan tak segan dia pun juga memerintahkan pelayan tersebut untuk menyiram keduanya, hal itu semua terjadi karena tadi pagi saat tengah makan bersama, Lia Su pun keceplosan mengatakan jika makanan yang tengah dia makan itu tidak seenak makanan yang biasanya dibuat oleh Elisa Su untuknya, mendengar itu, ekspresi papa Dani pun menjadi sangat dingin karena dia bisa menebak apa yang baru saja dia dengar lalu tanpa aba-aba dia pun segera memerintahkan Lia Su juga ibunya untuk membersihkan kediaman itu harus dengan sempurna jika tidak mereka pun akan mendapatkan hukuman yang siap menanti mereka kapan saja.