Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Kuntilanak hitam
Devano membeku di tempat ketika dia melihat sendiri apa yang ada di dalam rumah tua ini, sungguh dia tidak pernah berharap ada kejadian seperti ini di dalam hidup dia. hujan turun dengan lebat serta berada di tengah hutan dan belum lagi penampakan seperti itu maka sudah pasti membuat Devano susah bernafas.
Sejak dulu dia sama sekali tidak pernah melihat ada yang namanya arwah gentayangan seperti sekarang, namun ketika kembali ke rumah sang istri maka segala sesuatu itu sudah berubah, dia harus terbiasa dengan segala penampakan yang ada di depan mata ini dan sekarang dia sendirian di dalam hutan yang menyisakan kengerian untuk seorang anak manusia.
Sosok wanita dengan taring mencuat tajam meski berwajah cantik namun tetap saja Devano merasa ketakutan setengah mati, gaun berwarna hitam itu membuat dirinya semakin terlihat mengerikan serta beberapa luka yang ada di tubuhnya mengeluarkan cacing sehingga membuat Devano merasa mual akibat pemandangan tersebut.
Andai saja saat ini dia memiliki tenaga maka sudah pasti Devano memutuskan untuk berlari tunggang langgang meninggalkan rumah tua ini, namun apa daya karena dia sama sekali tidak memiliki tenaga sehingga hanya bisa mematung, sementara wanita bertaring sampai dagu itu tersenyum sehingga membuat gigi taring itu semakin terlihat dan membuat Devano serasa ingin pingsan.
''Kau harus siap menerima nasib.'' kuntilanak berbaju hitam itu menyeringai.
''Ya allah, Dia terlihat sangat mengerikan sekali dan sepertinya agak mirip juga dengan Mama Susi.'' batin Devano dalam hati dia.
Crasssssh.
''Aaaaaghh!'' Devano menjerit terus karena ada dia terkena cakaran kuntilanak hitam.
''Aaaaah aroma darah yang sangat menggiurkan sekali.'' kuntilanak hitam mengendus jari dia yang sudah terkena darah dari Devano.
''Jangan sakiti aku, selama ini aku tidak ada membuat kesalahan kepada dirimu.'' Devano mundur ketakutan.
Jedeeeeerrr!
''Hihiiiiiiiii.... '' kuntilanak hitam tertawa melengking bersama dengan suara petir.
''Di.. dia mati kena tombak kah?'' Devano Masih sempat memikirkan kematian kuntilanak hitam itu karena dia melihat gagang tombak yang ada di bagian punggung.
Darah mengalir deras dari luka yang telah Devano alami sehingga membuat kuntilanak hitam itu semakin berambisi ingin menghirup darah tersebut, kuntilanak hitam jauh lebih kejam bila di banding dengan yang merah karena dia sangat suka sekali meminum darah manusia yang ingin dia lukai.
Greeeeeep.
''Eeeeegghkkk!'' Devano tidak bisa bernafas ketika tangan kuntilanak itu mencekik tepat pada leher.
''Kau datang ke desa ini hanya mengantarkan nyawa saja.'' kuntilanak hitam menjilat leher Devano.
''Tolong, Ya allah! aku mohon tolong lindungi aku sekali ini saja.'' Devano sangat takut bila nanti dia akan mati di tengah hutan belantara seperti ini.
''Aaaah Kau pasti lahir di hari Selasa Legi sehingga memiliki aroma yang begitu menggiurkan.'' kuntilanak hitam sangat menikmati aroma yang keluar dari tubuh Devano.
Buaaaaak.
Buaaaaak.
''Hihihiiii.... hanya dengan kekuatan seperti itu maka tidak akan pernah bisa membuat aku tumbang.'' kuntilanak hitam semakin tertawa.
Sekuat tenaga Devano berusaha untuk memukul kuntilanak hitam itu agar melepaskan cekikan dia yang ada di bagian leher, Namun usaha itu hanya sia-sia belaka karena kekuatan kuntilanak hitam jauh lebih besar sehingga Devano tidak mungkin bisa melarikan diri saat ini, sungguh dia sangat ketakutan bila harus mati sekarang juga.
''Kau mengalami nasib sial karena harus bersekutu dengan manusia itu.'' kuntilanak hitam menatap Devano dengan jarak yang sangat dekat.
''Ka... kau!'' Devano sudah merah padam karena tidak bisa bernafas.
''Bila kau ingin marah maka silakan saja kepada mertua bejat mu itu.'' kuntilanak menunjukkan gigi taring dan siap untuk menghisap darah milik Devano.
Duaaaaak.
Hanya sedikit lagi gigi taring itu akan menembus leher pria itu, mendadak saja sebuah tendangan maut menghantam tepat pada bagian kepala sehingga kuntilanak hitam itu terpelanting beberapa meter dari tempat dia berada, bahkan Devano juga ikut terlempar karena tadi dia masih dalam cengkeraman kuntilanak hitam tersebut.
''Alhamdulilah ya allah, Terima kasih masih menyelamatkan aku seperti ini.'' Devano sangat bersyukur dan tanpa menoleh dia langsung berlari kencang.
''Hah manusia tidak tahu terima kasih, malah langsung pergi begitu saja.'' Nana menatap Devano yang berlari meninggalkan kawasan itu.
''Aku harus pulang, Apa itu tadi sebenarnya yang menendang dia sehingga sampai terpental jauh? biar saja aku langsung pergi seperti ini.'' Devano memang memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.
''Pasti dia sangat ketakutan karena hampir saja mati.'' Nana juga menyadari bahwa Devano memang sedang ketakutan.
''Bajingaaaaaan!'' kuntilanak hitam berteriak keras karena dia tidak terima mendapat tendangan itu.
''Hahhhh pertarungan dua Kuntilanak akan segera dimulai.'' Nana bersiap menjadi penonton dan bila nanti Suketi kalah maka dia yang akan maju.
''Jangan hanya berani kepada manusia lemah saja!'' Suketi menatap kuntilanak hitam itu.
''Cuiiih, kembang desa hina yang mati dengan cara mengenaskan!'' kuntilanak hitam menghina kehidupan masa lalu Suketi.
''Edan, Kenapa dia malah membawa nama kembang desa seperti itu!'' Nana juga tidak terima.
Suketi dan Nana adalah dua kembang desa yang sangat populer di masa itu, Namun karena kecantikan yang mereka miliki justru membawa malapetaka besar dan membawa kematian untuk mereka berdua, namun ada sedikit perbedaan di antara Suketi dan juga Nana sehingga bisa di katakan bahwa Suketi lebih menyedihkan lagi.
Wuuttt.
Wutttt.
Suketi cepat menghindari tinju kuntilanak hitam yang mengarah pada kepala dia, dari sambaran angin itu saja maka Suketi sudah bisa merasakan bahwa kuntilanak hitam memiliki kekuatan yang cukup tinggi, bahkan sebenarnya dalam dunia kuntilanak maka yang berwarna hitam adalah yang paling jahat dan memiliki Tahta tertinggi.
''Gerakan yang dia miliki begitu lincah sekali.'' Nana juga memperhatikan pergerakan tersebut.
Wuuuttt.
Dieeeeeek.
''Aaaaahhh!'' Suketi mengarang tertahan ketika tepat pada bagian Iga mendapat tinju dari kuntilanak hitam.
''Aiih, Su!'' Nana berseru kesal dan dia segera maju untuk menggantikan Suketi.
Suketi masih sedikit berguling karena dia merasakan sesak dan sakit itu sungguh sangat luar biasa, Padahal tadi sebisa mungkin dirinya menghindari tinju tersebut Namun ternyata dia masih saja lengah sehingga mau tidak mau pukulan itu mendarat tepat pada bagian iga.
''Sialan, hueeeeek!'' Suketi muntah darah dan dia berusaha untuk menahan sakit ini.
''Gila! hanya dengan sekali tinju saja namun dia bisa membuat lawan menjadi seperti ini.'' teriak Suketi karena dia juga tidak percaya.
''Ternyata memang benar bahwa kuntilanak hitam yang memegang Tahta tertinggi, Untung saja pria itu tadi berhasil kabur dari tempat ini.'' Suketi berusaha untuk bangkit kembali.
Buaaaaak.
''MEEEOOOONG!''
''Nana!''
Suketi berteriak kaget karena dia mendengar suara kucing hitam itu mengeong dengan suara yang sangat keras sekali, ternyata memang Dewi kucing hitam terlempar beberapa meter sehingga dia menimbulkan suara seperti itu dan tanpa berlama-lama lagi dia langsung bangkit berdiri karena Dewi kucing hitam memiliki ego yang begitu besar dan jelas dia tidak ingin terlihat lemah.
Meski ini sangat menyakitkan namun Nana tidak ingin menunjukkan kelemahan itu di depan lawan, dirinya tetap bangkit berdiri dan memperhatikan bagaimana pergerakan dari kuntilanak hitam yang ada di depan mata, harus secepat mungkin mempelajari dan dia harus memberikan serangan balik juga sebagai bentuk pertahanan diri yang sangat kuat.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
semoga anak dinda jg ky zadeen manusia biasa bkn campuran iblis,soalnya takut Jd jahat,Karena Nolan dulunya jahat👻
ga di baca kok penasaran
dan JD akur den senang liat nya