Indonesia
NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Girl Who Returned to the Beginning

Pendar rembulan keemasan menyinari atap-atap genteng hijau Paviliun Teratai. Suasana malam terasa sunyi, hanya dihiasi gesekan lembut daun bambu dan lolongan angin malam yang berembus perlahan. Di dalam kediamannya, Ye Xinyue duduk di tepi ranjang sutra seraya menatap pantulan dirinya pada cermin porselen di hadapannya.

Mata ungu keabu-abuannya memancarkan pendar kebingungan yang sangat mendalam. Jemari halusnya meraba permukaan dadanya yang berdetak teratur. Sejak pertemuan rahasianya dengan Kaisar di Taman Bunga Kerajaan sore tadi, ada sebuah gelombang ketidakasingan yang makin membesar di dalam dadanya.

Mengapa tempat ini... terasa sangat familier? batin Xinyue bingung.

Sebagai seorang mahasiswa hukum modern yang yakin bahwa jiwanya bertransmigrasi ke dalam tubuh karakter figuran bernama Selir ke-20, Xinyue selalu mengandalkan logika dan pengetahuan alur webtoon untuk bertahan hidup. Namun, makin lama ia tinggal di dalam Istana Dalam, makin banyak sensasi aneh yang mengusik kesadarannya. Aroma kayu cendana, sudut-sudut selasar yang tersembunyi, hingga detail terperinci dari tatanan hukum Kekaisaran Tianyu terasa seolah-olah sudah tertanam dalam memorinya jauh sebelum ia mempelajari novel tersebut di dunia modern.

Xinyue menggelengkan kepalanya pelan, mencoba mengusir pikiran absurd yang melintas. Ia meraih cangkir teh di meja samping, namun sebelum bibirnya menyentuh porselen tersebut, pintu utama kamarnya berderit halus.

Sesosok pria berbalut jubah sutra hitam bersulam benang emas melangkah masuk tanpa suara. Kaisar Long Zhaoyan—sang penguasa tertinggi Tianyu—berdiri di ambang pintu, menatap Xinyue dengan mata merah tua keemasannya yang sarat akan kehangatan dan rasa posesif yang tak terselubung.

Xinyue bergegas berdiri, menundukkan kepalanya untuk memberikan penghormatan resmi. "Hamba memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar."

Namun, sebelum tubuhnya membungkuk sempurna, sepasang lengan tegap Long Zhaoyan telah terlebih dahulu menangkap pinggangnya. Dengan satu gerakan lembut namun bertenaga, sang Kaisar menarik tubuh Xinyue ke dalam pelukannya. Kehangatan dada tegap pria itu dan aroma wewangian kayu cendana yang khas langsung melingkupi seluruh indra Xinyue.

"Aku sudah katakan sebelumnya, Xinyue," bisik Long Zhaoyan tepat di samping telinganya. Suaranya rendah dan berbobot, membuat desiran hangat merayap cepat di sepanjang tulang belakang Xinyue. "Di dalam kediaman ini, ketika hanya ada kita berdua, kau tidak perlu memanggilku dengan gelar formal itu."

Xinyue merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Wajahnya merona merah di bawah pendar lilin malam. Kehadiran Kaisar yang begitu dominan dan jarak berdiri yang begitu rapat meluluhkan segala benteng pertahanan logis yang biasa ia bangun.

"Yang Mulia..." tutur Xinyue pelan, mencoba meregangkan sedikit jarak di antara dada mereka meski jemari tegap Long Zhaoyan tetap mengunci pinggangnya dengan protektif. "Menerobos masuk ke kediaman selir di tengah malam dapat memicu desas-desus di antara para Selir Tinggi dan Faksi Selatan."

Long Zhaoyan menyunggingkan senyuman tipis yang sangat memikat. Jemari tangannya terangkat perlahan, merapikan helai rambut hitam panjang yang jatuh di pipi porselen Xinyue.

"Biarkan mereka berdesas-desus," sahut Long Zhaoyan penuh keangkuhan seorang Kaisar, namun pandangan matanya menatap Xinyue dengan ketulusan yang murni. "Di hadapan seluruh kerajaan, aku mungkin dianggap sebagai Kaisar yang dingin dan kejam. Namun di hadapanmu, aku hanyalah seorang pria yang tidak mampu menahan kerinduan setelah seharian berada di aula pemerintahan."

Sentuhan lembut jari-jari Long Zhaoyan di pipinya membuat napas Xinyue tertahan sejenak. Sorot mata merah keemasan pria itu memancarkan rasa cinta yang amat mendalam—sebuah tatapan yang membuat Xinyue merasa sangat berharga, bukan sebagai Selir ke-20 yang ditakdirkan mati, melainkan sebagai sosok wanita yang utuh.

"Mengapa Yang Mulia begitu mempercayai hamba?" tanya Xinyue jujur, membalas tatapan sang Kaisar dengan keteguhan matanya yang berwarna ungu keabu-abuan. "Hamba hanyalah seorang selir dari keluarga bangsawan kecil. Hamba tidak memiliki dukungan faksi besar di istana ini."

Long Zhaoyan menundukkan kepalanya sedikit, menempelkan dahi tegapnya pada dahi Xinyue. Napas hangat mereka beradu pelan di udara malam yang dingin.

"Karena di dalam matamu, aku tidak pernah melihat kepalsuan atau haus kekuasaan," bisik Long Zhaoyan tulus. "Sejak pertama kali mataku menangkap sosokmu di pelataran istana, jiwaku seolah-olah mengenali dirimu. Seolah-olah aku telah menunggumu kembali selama bertahun-tahun."

Kata 'kembali' yang diucapkan Long Zhaoyan bergetar aneh di dalam benak Xinyue. Sebuah denyutan pening melintas singkat di pelipisnya, menampilkan bayangan samar tentang sebuah hutan bersalju dan seorang anak laki-laki yang terluka, sebelum bayangan itu lenyap secepat kilat.

Xinyue mengusap dadanya yang terasa agak sesak. Ia mencoba menenangkan pikirannya, membalas genggaman tangan Long Zhaoyan yang kini melingkupi jemari halusnya.

"Hamba tidak tahu takdir apa yang membawa hamba ke tempat ini," ujar Xinyue lembut seraya menyunggingkan senyum tulus yang amat memikat. "Namun selama hamba berada di samping Anda, hamba akan menjadi tempat paling aman bagi Anda di tengah intrik kerajaan ini."

Long Zhaoyan mengecup punggung tangan Xinyue dengan penuh penghormatan dan rasa kasih yang pekat. Genggaman tangan mereka terikat erat di bawah pendar rembulan, mengunci janji rahasia yang tidak tergerus oleh konspirasi Istana Dalam.

Sementara itu, di sudut terpencil ibu kota Kekaisaran Tianyu, berdiri sebuah bangunan megah bertingkat tiga yang memancarkan pendar lampion merah yang memikat. Dari luar, Balai Tianjin terlihat tak ubahnya sebagai tempat hiburan malam terkemuka tempat para bangsawan menikmati tarian dan alunan musik pipa.

Namun di lantai tertinggi bangunan tersebut, di dalam sebuah ruangan beraroma dupa cendana mahal yang tersembunyi di balik dinding rahasia, suasana terasa sangat sunyi dan dingin.

Sesosok pria berparas luar biasa tampan duduk santai di atas kursi kayu ukir. Pria itu mengenakan jubah sutra berwarna merah menyala yang kontras dengan rambut putih keperakannya yang terurai anggun di bahu tegapnya. Pangeran Shen Yichen—atau yang dikenal di dunia persilatan sebagai Pemilik Balai Tianjin—sedang menuangkan anggur buah ke dalam cawan porselennya.

Mata biru safirnya berkilat tajam saat seorang pengawal bayangan berlutut di hadapannya, menyampaikan laporan rahasia mengenai pergerakan di Istana Dalam.

"Jadi... gadis kecilku telah resmi naik tingkat menjadi Selir Khusus di kediaman Paviliun Teratai?" gumam Shen Yichen dengan suara merdu namun sarat akan potensi bahaya yang mematikan.

"Benar, Pangeran Shen," jawab pengawal bayangan itu tunduk. "Kaisar Long Zhaoyan memberikan perlindungan ketat di sekitar kediaman Selir Ye. Selir Senior Li dan Faksi Selatan gagal menjalankan rencananya."

Shen Yichen menyunggingkan senyuman licik yang sangat menawan. Ia menyapukan pandangannya ke arah jendela rahasia yang mengarah langsung ke arah dinding Istana Dalam di kejauhan.

Bagi seluruh dunia, Ye Xinyue mungkin hanyalah seorang selir baru yang beruntung mendapatkan perhatian Kaisar. Namun bagi Shen Yichen, gadis bermata ungu keabu-abuan itu adalah sosok yang telah mengukir janji kehidupan di dalam dadanya sejak delapan tahun lalu di hutan perbatasan.

"Kau kembali lagi kepadaku, Yue kecil," bisik Shen Yichen pelan dengan nada penuh kerinduan dan keposesifan yang tak kalah pekat dari sang Kaisar. "Kau mungkin lupa pada wajahku dan janji masa kecil kita... tapi aku tidak akan pernah membiarkan Kaisar tirani itu memilikimu sepenuhnya."

Shen Yichen menyesap anggurnya perlahan, menyusun papan catur intelijen terbesar di Kekaisaran Tianyu. Takdir perulangan telah membawa mereka bertiga kembali ke panggung yang sama, dan permainan besar di istana ini baru saja dimulai.

1
Nurhasanah
wkwkwwk romantis sekali kaisar tapi takut di prank kyk dulu 😁😁😁.... romantis awalnya eh nggak taunya dia villain nya 🤣🤣🤣
Fresh Tea: hehe🤣🤣🤣🤭 susah ditebak emang dia , hari ini gak up dulu ya😭😭 insya Allah besok atau hari Jumat
total 1 replies
Nurhasanah
jodoh nya xinyue sebenernya kaisar apa si rambut putih sih ?? penasaran siapa kah antagonisnya apa masih sang kaisar ??
Fresh Tea: jodoh author yang tahu🤣, untuk antagonis nya ada perubahan🤭
total 1 replies
Nurhasanah
lanjut thor 🥰🥰🥰🥰 ... makin seru ceritanya
Fresh Tea: makasih udah baca cerita kak🙏😍 insya Allah nanti update
total 1 replies
Nurhasanah
bagus ceritanya 🥰🥰🥰
Nurhasanah
lanjut lagi dong thor 🥰🥰🥰
Nurhasanah
transmigrasi nya 2x berarti ya ...
Nurhasanah
sampai bab ini ... bener2 bagus ceritanya 🥰🥰
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!