Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Darah Pertama dalam Perang Klan

Melepaskan Qi Sejati keluar dari tubuh dan membentuknya menjadi serangan bukanlah sesuatu yang seharusnya mampu dilakukan kultivator Alam Pengumpulan Qi.

Biasanya, hanya setelah memasuki Alam Fondasi Roh seseorang memiliki kendali dan kekuatan yang cukup untuk melakukan hal tersebut.

Karena itulah enam bilah api yang baru saja dilepaskan Feng Wuchen membuat hampir seluruh medan perang terdiam.

Enam penjaga Klan Mo terbunuh dalam sekejap.

“Chen’er...”

Feng Zhengxiong bahkan sempat kehilangan fokus.

“Dia benar-benar mampu melepaskan Qi Sejati di Alam Pengumpulan Qi?”

Feng Qianyang juga tidak kalah terkejut.

“Dan jurus pedangnya... kekuatannya jauh melampaui tingkat kultivasinya.”

Yu Wanxiong, Xiao Qingqing, Mo Kun, hingga Mo Yuankong sama-sama menatap Feng Wuchen.

Tidak seorang pun memahami bagaimana seorang pemuda di Alam Pengumpulan Qi Tingkat Empat bisa melakukan hal seperti itu.

Feng Yuan justru semakin yakin pada satu hal.

Guru misterius adiknya pasti bukan orang biasa.

Namun Feng Wuchen tidak peduli dengan keterkejutan mereka.

Tatapannya hanya tertuju kepada Mo Yu.

Ia melesat maju.

Mo Yu yang sebelumnya masih berniat ikut bertarung kini mundur dengan wajah pucat.

Pengalaman kekalahannya beberapa waktu lalu masih jelas dalam ingatannya.

Dan kali ini, tatapan Feng Wuchen jauh lebih dingin.

“Yu’er!”

Mo Yuankong akhirnya sadar lebih dulu.

Ia langsung berusaha menerobos.

“Feng Wuchen! Berani sentuh anakku, aku akan mencabik-cabik tubuhmu!”

Namun Feng Qianyang segera menghadangnya.

“Lawanmu aku.”

“Pergi!”

Mo Yuankong meraung dan menyerang dengan penuh amarah.

Pada saat yang sama, Feng Wuchen sudah berada di depan Mo Yu.

Tidak ada keraguan.

Pedang Api menusuk lurus.

Bilah merah menembus dada Mo Yu.

Tubuh pemuda itu langsung membeku.

Matanya melebar seolah tidak percaya.

Feng Wuchen menarik pedangnya.

Darah menyembur.

Mo Yu roboh tanpa sempat mengucapkan apa pun.

“YU’ER!”

Raungan Mo Yuankong mengguncang jalan.

Amarah dan kesedihan bercampur di wajahnya.

Mo Lei yang berada tidak jauh dari sana juga berbalik dengan mata merah.

“Mo Yu!”

Feng Wuchen menatap tubuh di tanah tanpa sedikit pun belas kasihan.

“Sudah kuberi kesempatan sebelumnya.”

Ia mengibaskan darah dari Pedang Api.

“Sayangnya, dia tidak tahu kapan harus berhenti.”

“Feng Wuchen!”

Mo Lei kehilangan kendali.

Ia langsung menerjang.

Di sisi lain, Mo Kun juga dipenuhi kemarahan.

“Lei’er! Bunuh dia!”

Feng Zhengxiong menahan serangannya lalu tersenyum dingin.

“Mo Kun, dulu putrimu menganggap Chen’er tidak pantas berdiri di sisinya.”

Ia menatap Feng Wuchen dengan kebanggaan yang sulit disembunyikan.

“Aku penasaran... apakah sekarang dia mulai menyesali pilihannya?”

“Diam!”

Mo Kun kembali menyerang.

Pertarungan dua kultivator Alam Inti Roh itu kembali mengguncang jalan.

Mo Lei jauh lebih cepat daripada Feng Wuchen.

Pedangnya telah berada di tangan ketika ia menerobos kerumunan.

“Adik Ketiga!”

Feng Yuan ingin membantu, tetapi beberapa anggota Klan Mo segera menahannya.

Feng Wuchen sendiri sudah menyadari bahayanya.

Mo Lei adalah kultivator Alam Fondasi Roh Tingkat Tiga.

Perbedaan itu terlalu besar.

Pengalaman tempur memang bisa membuat Feng Wuchen membaca serangan lawan, tetapi memahami serangan dan mampu menghindarinya adalah dua hal berbeda.

Ia segera mengubah Napas Dewa Naga menjadi atribut angin.

Tubuhnya mundur dengan cepat.

Namun Mo Lei tetap mengejar.

Hanya dalam beberapa tarikan napas, jarak di antara mereka kembali tertutup.

“Feng Wuchen!”

Wajah Mo Lei dipenuhi kebencian.

“Hari ini aku akan membunuhmu dan membalas Mo Yu!”

Tangannya mencengkeram dengan keras.

Qi Sejati dari Alam Fondasi Roh meledak dari lima jarinya.

Feng Wuchen tidak sempat menghindar.

Ia hanya bisa mengangkat Pedang Api dan menusuk lurus.

Trang!

Ujung pedang berhenti setengah jari dari telapak Mo Lei.

Qi Sejati yang menyelubungi tangan pria itu begitu kuat hingga mampu menahan bilah Pedang Api.

Mo Lei menyeringai.

“Ini yang disebut jenius?”

Ia mendorong.

Ledakan kekuatan langsung menghantam tubuh Feng Wuchen.

Pemuda itu terlempar beberapa meter.

Lengannya mati rasa dan Pedang Api hampir terlepas dari genggaman.

Darah bergolak di dadanya.

Kalau bukan karena tubuhnya jauh lebih kuat daripada kultivator biasa, serangan tadi mungkin sudah membuatnya memuntahkan darah.

“Kecepatannya terlalu tinggi.” Feng Wuchen mengerutkan kening.

Mo Lei tidak memberinya kesempatan.

Ia kembali menyerang.

“Chen’er!”

Xiao Qingqing langsung hendak maju.

Namun seorang pria dari Klan Mo tiba-tiba menghadangnya.

“Kalau ingin menyelamatkan putramu, kau harus melewatiku dulu.”

Mata Xiao Qingqing berubah tajam.

“Hanya kau?”

Nada suaranya dingin.

“Jangan menghalangi seorang ibu yang melihat anaknya terancam.”

Di sisi lain, Mo Lei kembali mendekati Feng Wuchen.

Pedangnya menusuk.

Feng Wuchen menghindar tipis.

Ia menarik jarak, lalu menancapkan Pedang Api ke tanah.

Kedua tangannya bertaut di depan dada.

Qi Sejati berwarna biru kehijauan meledak dari tubuhnya.

Aura itu jauh lebih padat dibandingkan kultivator Alam Pengumpulan Qi biasa.

Yu Wanxiong menyipitkan mata.

“Qi Sejati macam apa itu?”

Dalam sekejap, lapisan energi terbentuk di sekitar tubuh Feng Wuchen.

Mo Lei melihatnya dan tertawa dingin.

“Mau menahanku secara terbuka?”

Ia menarik tinjunya ke belakang.

“Jurus Bela Diri Tingkat Kuning Kualitas Menengah—Tinju Pemecah Angin!”

Tinju menghantam.

Bum!

Lapisan Qi di sekitar Feng Wuchen langsung pecah.

Tubuhnya kembali terlempar.

Namun kali ini Yu Wanxiong memahami tujuannya.

“Seperti itu rupanya.”

Feng Wuchen sejak awal tidak berharap pertahanan itu bisa menahan Mo Lei sepenuhnya.

Ia hanya menggunakan lapisan Qi untuk menyerap sebagian besar kekuatan serangan.

Dengan begitu, luka yang diterimanya menjadi jauh lebih ringan.

Meski demikian, darah tetap muncul di sudut bibirnya.

Mo Lei menyeringai. “Berapa kali lagi kau bisa bertahan?”

Ia kembali mengejar.

Beberapa penjaga Klan Feng mencoba menghentikannya.

Namun perbedaan tingkat terlalu besar.

Mo Lei menebaskan pedangnya beberapa kali.

Satu demi satu penjaga roboh.

Dalam waktu singkat, ia kembali berada di depan Feng Wuchen.

Pedangnya diarahkan lurus ke dada.

“Kak Feng!”

Ling Xiaoxiao yang sejak tadi menahan diri akhirnya tidak sanggup lagi hanya melihat.

Qi Sejati meledak dari tubuhnya.

Ia melesat seperti bayangan hitam.

Dalam sekejap, Ling Xiaoxiao sudah berdiri di depan Feng Wuchen.

Wajahnya yang biasanya lembut kini sedingin es.

Tangannya membentuk segel misterius.

“Xiaoxiao, mundur!”

Feng Wuchen langsung panik.

Ling Xiaoxiao memang telah mencapai Alam Pengumpulan Qi Tingkat Tujuh, tetapi di mata Feng Wuchen, ia tetap belum seharusnya menjadi lawan Mo Lei.

Namun Ling Xiaoxiao tidak bergerak.

Di tempat tersembunyi jauh dari medan perang, sosok misterius yang sejak tadi mengawasi semuanya tiba-tiba membuka mata.

Tatapannya menjadi dingin.

Niat membunuh samar muncul.

“Hmph.”

Mo Lei justru tertawa kejam.

“Kalau begitu matilah bersama!”

Pedangnya menusuk.

Satu meter.

Setengah meter.

Ling Xiaoxiao sudah bersiap melepaskan jurusnya.

Namun tepat ketika ujung pedang tinggal beberapa sentimeter dari tubuhnya—

Trang!

Suara logam tajam terdengar.

Pedang itu berhenti.

Dua jari menjepit ujung bilahnya.

Mo Lei membelalakkan mata.

Yu Wanxiong berdiri di depan Ling Xiaoxiao.

“Ketua Paviliun Yu?”

Mo Lei menarik pedangnya, tetapi tidak bergerak sedikit pun.

“Apakah kau tahu apa yang sedang kau lakukan?”

Di kejauhan, Mo Kun langsung mengamuk.

“Yu Wanxiong! Kau berani mencampuri urusan Klan Mo?”

Mo Yuankong juga meraung,

“Kalau Klan Feng musnah, Paviliun Wanbao akan menjadi berikutnya!”

Yu Wanxiong bahkan tidak melirik mereka.

Feng Zhengxiong dan anggota Klan Feng sendiri terlihat terkejut.

Mereka tidak menyangka Yu Wanxiong benar-benar akan turun tangan.

Feng Wuchen menatapnya.

“Ketua Paviliun Yu, bukankah kau takut menyinggung Klan Mo?”

Yu Wanxiong tersenyum kecil.

“Entahlah.”

Ia menghela napas seolah menyesal.

“Tadi tubuhku bergerak sendiri. Sekarang kalau mau menyesal pun sepertinya sudah terlambat.”

Jari-jarinya sedikit menekan.

Krek!

Pedang Mo Lei patah tepat di depan wajahnya.

Mo Lei langsung mundur.

Ia hanyalah Alam Fondasi Roh Tingkat Tiga.

Sementara Yu Wanxiong sudah mencapai Alam Fondasi Roh Tingkat Sembilan.

Tidak bisa dibandingkan.

Wajah Mo Kun berubah sangat buruk.

“Yu Wanxiong!”

Aura membunuhnya semakin kuat.

“Kau sendiri yang memilih jalan menuju kematian!”

Kemudian ia tiba-tiba berteriak ke arah salah satu bangunan di kejauhan.

“Saudara Huangfu!”

“Sudah waktunya kau keluar.”

“Bunuh Yu Wanxiong!”

......................

Bersambung…

1
Abil Amar
wah sikat feng mo linger 6 ronde biar g bis jlan 💪💪💪💪💪
Wega Luna
gemes lihat klan yang dan mo pengen ku gerpek sampai hancur😑
jhoni
nnti juga feng wuchen yg pegang kendali kerajaan api... jd maha guru feng wuchen😜🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣GK perlu susah-susah cari uang
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣membunuh tanpa menyentuh ini namanya
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Wega Luna
entah kenapa baca kultivasi, sistem lebih menarik daripada drama rumah tangga atau drama roman🤣🤣🤣🤣,
teguh andriyanto
waaah, gambarnya molinger terlihat galak, binal... kl xiixio imut🤣🤣
Otna Forever: 😅🙏biar yang baca lebih semangat lihat mo ling'er 🤣
total 1 replies
Abil Amar
mantappp 💪💪💪💪💪👍👍👍👍authour
jhoni
xio xio kan anak klan naga, psti tau lah
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
A 170 RI
kenapa gak ambil harta sekte terlebih dahulu kan sdh tau miskin🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!