Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 35

Dalam jarak yang teramat dekat itu, Maya bisa melihat pantulan dirinya di dalam iris hitam pekat milik Leo bukan pantulan sosok CEO dingin yang dipuja sekaligus ditakuti oleh dunia bisnis, melainkan pantulan seorang wanita utuh yang dicintai tanpa syarat. Aroma maskulin bercampur wangi tembakau samar dari suaminya merayapi indranya, menghapus sisa kepenatan dan beban berat yang sempat menghimpit selama pertempuran melawan Helios berlangsung.

"Kembali ke ruang RUPS atau meluncurkan Nusantara AI tidak ada apa-apanya dibanding saat aku menyadari bahwa kamu memilih untuk bertarung demi aku, Leo," tutur Maya lembut. Suaranya berdesir halus di antara hembusan napas mereka. Ibu jarinya terangkat mengusap lembut garis rahang tegas Leo yang sedikit berjarut bekas ketegangan taktis.

Leo menyunggingkan senyum tipis sebuah senyuman tulus yang khusus ia simpan hanya untuk istrinya seorang. Kehangatan menyeruak di balik sorot matanya yang biasa dingin mematikan di medan operasi.

"Saya akan selalu bertarung untukmu, Maya. Di ruang rapat, di dermaga Tanjung Priok, atau di balik bayangan mana pun," jawab Leo penuh kepastian yang tak tergoyahkan. Tangannya yang sebelah kiri mengencangkan pelukan di pinggang Maya, sementara tangan kanannya menyusup lembut di tengkuk wanita itu. "Kakekmu mungkin memberikan jalan awal untuk saya hadir di hidupmu, tetapi setiap detik yang saya lalui untuk melindungimu... adalah keputusan jiwa saya sendiri."

Napas Maya tertahan sejenak. Kalimat sederhana itu meruntuhkan sisa-sisa pertahanan terelok di dalam hatinya. Ia memiringkan kepalanya sedikit, mengecup sudut bibir Leo dengan penuh kelembutan, menikmati kehangatan kulit suaminya yang memberikan rasa aman mutlak.

"Aku tidak butuh perisai yang mengurungku, Leo," bisik Maya seraya menatap lurus ke dalam mata pria itu. "Aku butuh kamu. Berdiri setara di sampingku. Berbagi masa depan ini bersamaku."

"Kamu tidak akan pernah berjalan sendirian lagi," balas Leo rendah.

Tanpa memutus pandangan mereka, Leo menyusupkan satu lengannya di bawah lipatan lutut Maya, lalu merengkuh tubuh lembut istrinya dalam sebuah angkatan yang mantap dan mudah. Maya tertawa pelan sebuah tawa renyah yang belum pernah didengar oleh siapa pun di Maheswari Group seraya melingkarkan kedua tangannya dengan erat di leher tegap Leo.

Leo melangkah tenang membawa Maya melintasi lorong penthouse yang berhias pendar cahaya keemasan. Langkah sepatunya tak lagi meniru ritme taktis yang kaku, melainkan langkah seorang pria yang membawa harta paling berharga dalam hidupnya menuju kedalaman area pribadi mereka.

Kamar utama penthouse menyambut mereka dengan ketenangan yang intim. Dinding kaca raksasa di kamar itu memperlihatkan panorama Jakarta yang megah di bawah naungan langit sore yang mulai membiru. Di kejauhan, Maheswari Tower berdiri anggun, memancarkan kejayaan baru yang kini bersih dari bayangan pengkhianatan Hendra dan Konsorsium Helios.

Leo meletakkan Maya secara perlahan di atas tempat tidur berukuran king-size yang empuk, namun ia tidak langsung melepaskan dekapannya. Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Maya, menopang bobot tubuhnya dengan satu siku seraya menatap istrinya yang kini berbaring anggun dengan rambut kecokelatan yang terurai di atas bantal.

Maya menjangkau jemari tangan Leo, menautkan jemarinya di antara jemari kokoh suaminya yang bertekstur kasar. Cincin pernikahan mereka yang dulu dianggap sekadar simbol formalitas di atas lembaran kontrak kini memantulkan pendar cahaya yang indah

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!