Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kakak dan adik

keesokan harinya

hari itu, hari terakhir aji dan murid lainnya ke sekolah. aji bersama teman-temannya berniat untuk berfoto bersama satu angkatan. aji membawa kamera Nikonnya.

setelah acara foto-foto selesai. aji pergi ke kantin sekolah. aji sengaja lewat depan kelas suci. ketika aji sampai di dekat kelasnya suci, aji melihat suci keluar dari kelas ambil membawa buku, dengan gerakan cepat, aji mengambil gambar foto suci dari belakang menggunakan kameranya"

"ji... dicari wulan" ucap Edo

"biarin"

"kalian sudah jadian?"

"siapa? aku sama wulan?"

"iya... masak aku sama kamu" canda Edo

"ndak. siapa yang bilang kalau aku jadian sama wulan"

"wulan sendiri"

"halu mungkin. eh do mau tau ndak calon istri ku" ucap aji

"calon istri?"

"iya. ini lihat" kata aji sambil memperlihatkan hasil jepretannya tadi

"siapa ini ji?"

"hayo tebak siapa? kalau betul aku traktir hari ini"

"bukan wulan kan?"

"3 kali jawab salah tawaran hangus" canda aji

"wulan bukan. mirna?" tebak edo

"salah... tinggal satu lagi. ayo pikirkan baik-baik" ucap aji sambil mengunyah gorengan di barengi sebuah cabe

"siapa ya? nyerah aku. ohhh... aku tau"

"hayo siapa! "

"mamik! hahahaha... "

"ngaco kamu. ya kamu itu pacarnya mamik"

𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞

"oww... jadi itu kamu mas?"

"iya. lupa?"

"lupa. aku baru masuk kamu sudah keluar"

"sama wulan juga lupa?"

"kalau sama mbk wulan aku belum pernah ketemu mas"

"sudah ingat kan lukisan itu? aku ambil waktu kamu keluar dari kelas"

"wah nakal kamu mas. tapi terimakasih ya untuk jaketnya"

"Sama-sama"

"setelah kuliah kamu nikah sama mbk wulan?"

"panjang ceritanya ci" aji mengambil nafas besar

Aji menceritakan dengan pelan perjalanannya bersama wulan sampai akhirnya mereka berpisah

Setelah puas bermain, belanja dan makan. mereka bertiga pulang ke rumah Mela

******

Sesampainya di rumah Mela

"ajeng tidur ci?"

"iya mbk, kecapean kayaknya. begitu masuk mobil langsung tidur" ucap suci sambil menenteng sepatu milik ajeng

Dengan lembut aji menggendong putrinya itu, meletakkan dengan pelan di atas tempat tidurnya

"toko rame mel?"

"alhamdulillah mas. besok ada pesanan untuk acara gathering"

"alhamdulillah"

"besok aku bantu mbk" ucap suci setelah meletakkan tasnya

"kamu besok ndak ada kelas?"

"besok freee mbk"

"yakin"

"yakin. aman"

"menginap disini mas?" tawar Mela kepada aji

"kalau tidur disini trus aku tidur di sofa?"

"ya ndak. kamu tidur di kamarku. aku tidur sama ajeng" ucap Mela

"ndak ah mel.. pulang aja. besok harus berangkat agak pagi"

"keluar kota lagi?"

"iya, ke Surabaya. aku pulang ya mel, ci"

"iya mas. ucap Mela"

Suci dan Mela mengantar aji sampai di teras rumahnya

"assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam" ucap Mela dan suci bersamaan

"Hati-hati di jalan mas" ucap suci

Mela yang bersandar di depan pintu tersenyum melihat aji dan suci

"hmm hem.... "

"apaan sih mbk"

"cieee... mas nihhh" goda Mela

"apaan sih mbak... " suci malu

"gimana? apa sudah tumbuh benih-benih cinta?"

"apa sih mbak" wajah suci merona

"nah itu pipinya merah.. haha... cie.. mas aji"

"mbak ahhh... " suci mengejar Mela masuk kedalam rumah

"mas aji... kau belahan dadaku... eh salah... kau belahan jiwaku... "

"mbakkkkk...." suci malu

mela lari masuk kedalam kamarnya.

Suci juga masuk kedalam kamarnya

*****

di kamar Mela, sedang asik dengan ponselnya

"mas. kalau sudah sampai chat aku ya. jangan telpon" isi pesan Mela ke aji

30 menit kemudian aji membalas pesan Mela

"kenapa mel?"

"bagaimana suci?"

"biasa. kenapa? tumben kamu tanya seperti ini"

"sudah manggil kamu mas"

"iya.. hihihihi"

"ciie.... berhasil dunk aku"

"berhasil apa? jangan - jangan kamu tadi pura-pura sibuk?"

"emang iya"

"owww... nakal kamu ya"

"waktu kalian berangkat tadi aku pulang. tidur. nyenyak sekali"

"owwww jadi gitu. aku sama suci nggasuh ajeng kamu enak-enakan tidur?"

"iyalah... tapi berhasil kan"

"bagus sekali idemu mel"

Tok tok tok

pintu kamar Mela di Ketuk

"mbak... sudah tidur?"

"belum ci. masuk aja"

"mas. sudah dulu ya. ada suci" Mela mengirim pesan untuk aji

"oke"

"sini.. sini" Mela menyuruh suci duduk di tempat tidurnya

"belum tidur mbk?"

"belum ngantuk. kenapa?"

"aku mau tanya ke mbak Mela"

"tanya apa? serius amat mukanya"

"mbak Mela sama mas aji Itu bagaimana sih. maaf kalau aku lancang"

"oke... " Mela membenarkan posisi duduknya "aku sama mas aji itu ndak ada perasaan apa-apa ci, kalau menurutku malah seperti hubungan kakak dan adik"

"tapi mbak Mela menikah sama mas aji?"

"iya menikah tp cuma sirih"

"trus?"

"menikahi aku itu hanya untuk menjaga aku ci. waktu itu aku hamil di luar nikah dengan pacar ku. aku sempat 2 kali mau bunuh diri. di tolong sama mas aji. maksudnya mas aji menikahi ku itu untuk menjaga aku dan anakku dari cibiran orang-orang"

"jadi hanya sebagai status saja?"

"iya. ndak lebih dari itu"

"mbak sama mas aji ndak pernah berhubungan..." suci tidak melanjutkan kata-katanya

"ndak ci. tidak pernah sama sekali. mas aji juga tidak pernah menyentuhku. dia sangat menghargai perempuan"

"Untuk perasaan mbk sendiri ke mas aji bagaimana?"

"kalau untuk perasaan sih... jujur ya ci. dulu..

dulu sekali. waktu ajeng masih bayi, aku pernah berharap jika mas aji benar-benar menjadi suamiku. tapi aku tepis perasaan itu"

"kenapa mbk?"

"karena mas aji ndak ada rasa sama aku. ya sudah... seiring berjalannya waktu perasaan ku sudah mulai hilang ke mas aji. yang dulunya berharap, lambat laun rasa itu hilang. lalu beberapa bulan kemarin mas aji sempat curhat, kalau dia suka sama seorang perempuan"

"siapa mbk?"

"kamu"

"aku?"

"iya kamu. hanya kamu yang mas aji suka, bukan aku ataupun mbak wulan"

suci mendengarkan

"mbak wulan sama aku itu sama ci, Sama-sama di nikahi hanya menyelamatkan saja. kalau perasaan suka ndak ada sama sekali"

"tapi mas aji melakukan kesalahan dengan mbk wulan. makanya dia di jebak di suruh tangung jawab"

"seperti itu mbk?"

"ya seperti itu"

"ada lagi yang kamu tanyakan? kalau kamu mau tau kalau mas aji disini ya sperti yang kamu lihat. dari dulu seperti itu. jadi menurutku aku sama mas aji lebih ke hubungan kakak dan adik"

"kalau kamu sendiri bagaimana? sudah mulai ada rasa sama mas aji?"

"belum mbak"

"pelan-pelan pasti ada rasa ci. mas aji itu orang baik. seperti yang kamu lihat. tanpa derama atau meminta imbalan"

"ya sudah kalau begitu mbk, aku berfikir takut menyakiti hati mbk Mela kalau mas aji suka sama aku. kita sama-sama perempuan mbk, aku tidak mau menyakiti satu sama lain"

"buang perasaanmu itu ci. mulai buka hatimu untuk mas aji. oh ya. kamu sudah tau kalau mas aji sudah menjatuhkan talak ke mbk wulan?"

"belum mbk"

"setelah mbk wulan mengusirmu"

"apa karena salahku mbk? tapi aku juga terkejut ketika mbak wulan mencaci maki aku, menampar bahkan sampai mengusirku"

"bukan salahmu ci. semua sudah di gariskan harus seperti ini"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!