Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35.
Marshall dan Lysandra akhirnya meninggalkan tempat itu, keduanya berjalan semakin jauh dari wilayah manapun menuju tempat yang bahkan jarang diketahui oleh siapa pun.
Tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi, tidak ada yang tahu apa yang mereka cari, mereka hanyalah mencari satu hal yaitu sebuah artefak.
Artefak yang menurut mereka sangat penting untuk menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar di masa depan.
Sementara itu...
Di tempat yang sangat jauh dari sana, di tengah hutan yang gelap dan sunyi, sesuatu bergerak di antara pepohonan. Sebuah organisme kecil berwarna gelap merayap perlahan di atas tanah.
Itu adalah salah satu dari dua parasit milik Lysandra yang masih tersisa. Sejak kehancuran laboratorium, kedua parasit itu terus berkeliaran, mencari inang yang cocok.
Parasit pertama terus berjalan tanpa arah yang jelas sampai akhirnya berhenti, di depannya ada sebuah sosok misterius. Siluetnya terlihat seperti seorang manusia namun ada yang berbeda.
Empat tanduk terlihat di atas kepalanya, tubuhnya berdiri diam di tengah kegelapan dan parasit itu perlahan mendekatinya. Sosok tersebut juga menoleh dan mereka saling menatap, tidak ada suara, tidak ada gerakan, hanya tatapan antara dua makhluk yang belum pernah bertemu sebelumnya.
...
Sementara parasit lainnya di suatu tempat juga terlihat sedang mengikuti seseorang yang sedang berjalan sendirian di tengah hutan.
Orang itu mengenakan armor baja yang menutupi seluruh tubuhnya, parasit itu terus mengikutinya dari kejauhan.
Sosok itu adalah goblin slayer dan parasit tersebut terus mengikutinya, entah apa yang akan terjadi jika parasit itu akhirnya menemukan kesempatan untuk memasuki tubuhnya.
...
Sementara itu jauh dari sana...
Di sebuah wilayah yang di penuhi monster mutant.
BRAKH!!
Sebuah tubuh monster raksasa terlempar dan menghantam tanah, goblin berdiri di tengah hutan yang sudah berubah menjadi medan perang, di sekelilingnya terdapat banyak sekali tubuh monster mutant.
Ada yang memiliki enam mata elang, ada yang memiliki banyak mulut, ada yang memiliki tubuh serangga campuran, ada yang memiliki dua sayap yang berbeda, ada pula yang memiliki tubuh di penuhi sisik ular baja tapi berwajah manusia.
Goblin telah bertarung melawan mereka selama waktu yang cukup lama, dan semakin lama ia berada di tempat itu, semakin kuat dirinya. Bukan hanya karena kekuatan fisik, pengalaman bertarungnya juga terus meningkat, ia sudah menghadapi ribuan monster berbeda-beda.
Monster cepat, monster kuat, monster magis, monster regenerasi instan, undead, terbang, beracun, besar, kecil, raksasa dan apa pun itu telah ia hadapi.
Para mutant di tempat ini memiliki kemampuan unik dan beragam, bahkan ada yang menguasai kemampuan sihir tingkat tinggi.
BOOOMM!!
Sebuah bola api raksasa menghantam tubuh goblin, ledakan memenuhi area, pohon-pohon hancur, tanah terangkat, asap tebal menutupi tubuhnya, namun beberapa detik kemudian...
Goblin berjalan keluar dari dalam asap itu, ia tidak terluka meskipun serangan tadi mengenainya secara telak.
Para mutant terkejut, begitupun goblin juga ikut terkejut karena yang melindungi tubuh goblin itu bukanlah burst energy nya, melainkan sesuatu yang lain.
Saat serangan sihir barusan itu, goblin memang langsung menyelimuti tubuhnya dengan burst energy untuk meminimalisir kerusakan pada tubuhnya, akan tetapi ada hal lain yang muncul selain burst energy.
Sebuah energi hitam gelap tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuh goblin, kemudia serangan sihir berskala besar tadi menghilang dari permukaan seolah-olah di serap oleh energi hitam pekat itu.
Serangan sihir tingkat tinggi dari para mutant kembali di lemparkan pada goblin seperti sihir petir merah, hujan jarum es, angin api dan lain-lain, tapi energi hitam pekat yang menyelimuti tubuh goblin itu kembali menyerap semuanya sampai menghilang.
Goblin menatap kulit tangannya "...Kenapa tubuhku mengeluarkan energi hitam?" ia terdiam "...Energi hitam ini bisa menyerap semua serangan sihir!" kemudian ia langsung teringat sesuatu.
Jantung Morgath.
Jantung yang pernah diberikan Morgath kepadanya waktu itu.
Jantung yang mengandung inti energi sihir kegelapan yang sangat besar, goblin perlahan mengepalkan tangannya "...Jadi ini akibatnya.." ia mulai memahami sesuatu tentang kemunculan energi hitam pada dirinya.
Energi hitam yang menangkal dan menyerap serangan sihir dari musuh itu masuk ke dalam tubuhnya seperti menarik energi masuk melalui pori-pori kemudian parasit mengolahnya, menghancurkannya, mencernanya lalu menyerapnya menjadi milik goblin.
Goblin tersenyum tipis "...Morgath" namun bukan hanya itu saja yang berubah. Saat goblin memejamkan matanya untuk merasakan langsung energi hitam itu lalu ia sambungkan dan ia satukan dengan burst energy miliknya.
Kemudian...
FWOOOSH!!!
Energi keluar dari tubuh goblin, burst energy miliknya kini tidak lagi transparan atau seperti tekanan angin saja.
Energi tersebut mengalir di sekitar tubuhnya dengan dua warna yang berbeda.
Hijau tua dan hitam pekat.
Dua warna yang berbeda namun bergerak bersama seirama dan selaras. Goblin melihat kedua energi tersebut, ia tahu warna hijau tua itu berasal dari kekuatannya sendiri, sedangkan warna hitam pekat adalah warna energi Morgath yang kini menyatu dengan tubuhnya.
Goblin mengangkat tangannya, burst energy hijau tua dan hitam berputar di sekitar lengannya 'WHOOOOSH...' tekanan yang dihasilkan sangat jauh lebih besar daripada sebelumnya, lalu goblin menutup tangannya.
KREK...
"...Semakin kuat!" namun ia tidak berhenti, ia terus mencari lawan yang jauh lebih kuat, sampai akhirnya ia menemukan sesosok mutant yang memiliki energi kuat.
Makhluk itu mengeluarkan burst energy dengan tekanan yang cukup kuat "...Sepertinya dia mutant yang terkuat di wilayah ini"
Mutant itu memiliki tubuh yang mirip seperti wyvern, namun ukurannya jauh lebih besar, memiliki empat sayap terbentang di belakangnya, ia juga memiliki delapan tangan yang berbeda-beda bentuknya.
Goblin berdiri di hadapannya, lalu bersiap untuk menyerang.
FWISH!
BOOOM!!
Pertarungan dimulai, mutant menyerang dengan delapan tangannya sekaligus.
BAM!
BAM!
BRAKH!!
Goblin terlempar menembus beberapa pohon, namun ia langsung berdiri lagi "..Lumayan juga!"
FWISH!
Goblin menyerang balik, pedangnya menebas salah satu sayap mutant itu 'SLASH!' darah menyembur dan membuat mutant itu meraung kesakitan keras.
Mutant itu terlihat sangat marah kemudian mengeluarkan sihir semua elemen tingkat tinggi, semuanya digunakan secara bersamaan 'BOOOOMM!!!' seluruh wilayah berubah menjadi kehancuran, namun goblin tetap berdiri.
Semua serangan sihir tingkat itu justru diserapnya, burst energy hijau tua dan hitam menyelimuti tubuhnya kemudian goblin menerobos semua serangan itu dengan sangat cepat.
FWISH!!
SLASH!
BRAKH!
Satu demi satu tangan dan sayap besar mutant itu terputus, tubuhnya penuh luka tebasan goblin sampai akhirnya 'KREKH!!!' pedang goblin menembus dada raja mutant.
Goblin berdiri di atas tubuhnya "...Sudah selesai" namun ketika ia hendak pergi ia merasakan sesuatu, ada energi aneh dari dalam tubuh mutant itu.
Goblin membelah bagian dadanya, di dalam tubuh monster itu ada sebuat batu magis sebesar kepala goblin kurang lebih, warnanya ungu tua dan mengeluarkan cahaya sangat gelap.
"Apa ini....." ia tidak mengetahui jawabannya tapi mungkin parasit dalam tubuhnya itu tahu, lalu ia menelannya bulat-bulat tanpa ragu "GLEKH..." kemudian parasit langsung bereaksi dan langsung mencerna dan mengurai baru aneh tadi.
NGINGG!!!
Tiba-tiba kepalanya sedikit sakit "...Apa tadi barusan?" ia melamum memikirkan apa itu tadi cukup lama, tapi tidak ada jawaban dan ia melanjutkan perjalanannya ke depan.
Sampai akhirnya ia melihat sebuah goa besar dan memasukinya tanpa ragu "Ini sarang mutant?" sambil terus berjalan memasukinya lebih dalam.
Tak lama kemudian goblin berhenti, matanya sedikit melebar ".....?" di ujung sarang ada sesosok mutant lain yang diam sendirian dalam kegelapan goa.
Namun mutant itu tidak mengeluarkan aura ancaman atau niat menyerang, mutant itu hanya diam saja sambil menatap goblin.