Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Mereka semua kelelahan setelah seharian penuh berlarian di halaman belakang dan bermain air di kolam hangat.
Sinta bahkan tertidur sambil memeluk bantal sofa dengan mulut sedikit terbuka karena terlalu nyenyak.
Langkah kaki pelan terdengar menuruni tangga kayu dari lantai dua.
Tap tap tap.
Alya berjalan anggun mengenakan gaun lengan panjang berwarna putih tulang yang sangat pas di tubuhnya.
Rambutnya dibiarkan tergerai natural dengan jepitan kecil berbentuk bunga di sisi kanannya.
Bayu yang sedang merapikan selimut anak-anak langsung menoleh dan menatap Alya tanpa berkedip.
"Kamu terlihat sangat cantik malam ini Alya, gaun itu sangat cocok untukmu," puji Bayu dengan suara pelan agar tidak membangunkan anak-anak.
Alya tersenyum tersipu dan berjalan mendekati Bayu dengan langkah hati-hati menghindari mainan di lantai.
"Terima kasih Bayu, aku sengaja memakai baju yang rapi karena kamu bilang kita akan makan malam spesial."
"Anak-anak sudah tidur semua ya? Kasihan mereka pasti kelelahan bermain tanpa henti sejak pagi."
Bayu mengangguk dan merangkulkan lengannya ke bahu Alya membimbing wanita itu menuju area balkon luar.
"Karena para monster kecil itu sudah tidur, sekarang adalah waktu khusus untuk kita berdua bersantai."
Cklek.
Bayu membuka pintu kaca geser dan udara dingin malam Puncak langsung menyapa wajah mereka.
Namun Alya tidak merasa kedinginan sama sekali karena dia melihat pemandangan yang sangat luar biasa di depannya.
Sebuah meja makan bundar kecil sudah ditata dengan sangat indah di tengah balkon tersebut.
Dua buah lilin aromaterapi menyala terang memberikan penerangan romantis di atas meja.
Beberapa piring berisi hidangan steak daging panggang dan sup jamur hangat sudah tersaji menggugah selera.
"Ya ampun Bayu, sejak kapan kamu menyiapkan semua kejutan makan malam romantis ini?" tanya Alya tidak percaya.
"Aku menyuruh pelayan vila untuk menyiapkannya saat kamu sedang mandi tadi sore Alya."
Bayu menarik salah satu kursi kayu dan mempersilakan Alya untuk duduk layaknya seorang permaisuri.
"Silakan duduk Tuan Putri, malam ini lupakan semua beban pekerjaanmu dan nikmatilah hidangan hangat ini."
Alya duduk dengan perasaan hati yang berbunga-bunga dan wajah yang tidak berhenti menyunggingkan senyuman.
Mereka berdua mulai menyantap makan malam tersebut di bawah taburan bintang malam pegunungan.
Denting pisau dan garpu yang beradu dengan piring keramik menjadi melodi indah menemani obrolan ringan mereka.
Kling.
Bayu mengangkat gelas berisi jus apel hangatnya dan mengajak Alya untuk bersulang.
"Bersulang untuk liburan pertama kita yang sangat menyenangkan ini Alya."
Alya ikut mengangkat gelasnya dan mendentingkannya pelan dengan gelas milik Bayu.
"Bersulang untuk Paman Sultan yang sangat baik hati dan selalu memanjakan semua orang di sekitarnya."
Mereka berdua tertawa pelan menikmati suasana yang sangat intim dan bebas dari gangguan siapa pun malam itu.
Setelah menyelesaikan hidangan utama, Bayu meletakkan garpunya dan menatap Alya dengan tatapan yang sangat dalam.
"Alya, apakah kamu merasa bahagia menghabiskan akhir pekan bersamaku dan anak-anak di sini?"
"Tentu saja aku sangat bahagia Bayu, ini adalah liburan paling tenang yang pernah aku rasakan selama beberapa tahun terakhir."
Alya membalas tatapan Bayu dengan kejujuran yang sangat tulus terpancar dari sepasang mata cokelatnya.
"Aku senang mendengarnya Alya, karena melihatmu tersenyum adalah salah satu tujuan utamaku saat ini."
Bayu merogoh saku dalam jaket tebalnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua.
Bayu meletakkan kotak kecil itu tepat di tengah meja di hadapan Alya.
Alya menahan nafasnya menatap kotak beludru itu dengan jantung yang mendadak berdegup sangat kencang.
"B-bayu, apa ini? Apakah kamu mau melamarku malam ini?" tanya Alya dengan suara bergetar karena gugup.
Bayu tertawa renyah dan menggelengkan kepalanya pelan menenangkan kepanikan lucu wanita di depannya itu.
"Bukan cincin lamaran Alya, aku tidak akan melamarmu secepat ini sebelum aku meminta izin resmi pada orang tuamu."
"Buka saja dan lihat sendiri apa isi di dalamnya."
Alya mengambil kotak beludru itu dengan tangan yang sedikit gemetar dan membukanya perlahan.
Cklik.
Mata Alya langsung membelalak lebar melihat kilauan cahaya yang memantul dari dalam kotak tersebut.
Sebuah kalung platina putih dengan liontin berlian berbentuk tetesan air mata terpasang indah di sana.
"Ya Tuhan Bayu, ini kalung berlian asli? Ukurannya sangat besar dan pasti sangat mahal harganya!"
"Aku tidak bisa menerima hadiah semahal ini Bayu, ini terlalu berlebihan untukku."
Alya langsung menutup kotak itu kembali dan menyodorkannya ke arah Bayu dengan raut wajah panik.
Bayu menolak menerima kotak itu dan justru menggenggam kedua tangan Alya yang terasa dingin.
"Ini tidak berlebihan sama sekali Alya, harganya tidak sebanding dengan kebahagiaan yang kamu bawa untukku dan keponakanku."
"Aku membelinya khusus untukmu sebagai tanda betapa berharganya dirimu di dalam hidupku sekarang."
Bayu mengambil kalung itu dari dalam kotak dan berdiri dari kursinya.
Dia berjalan ke belakang Alya dan meminta wanita itu untuk menyingkirkan rambut panjangnya ke samping.
"Biar aku pakaikan untukmu Alya, tolong jangan menolaknya karena aku akan sangat sedih jika kamu mengembalikannya."
Mendengar nada suara Bayu yang sangat lembut dan memohon, Alya akhirnya tidak bisa menolak lagi.
Alya menundukkan kepalanya sedikit dan membiarkan Bayu memasangkan kalung berlian itu ke leher putihnya. Sentuhan jari
Bayu yang dingin di tengkuk Alya membuat wanita itu merinding halus menahan debar di dadanya.
Klik.
Pengait kalung terpasang dengan sempurna menghiasi leher Alya dengan sangat elegan.
Bayu kembali duduk di kursinya dan menatap penampilan Alya dengan senyuman yang sangat mempesona.
"Sangat cantik, kalung berlian ini seolah diciptakan khusus hanya untuk dipakai olehmu Alya."
Wajah Alya memerah padam dan dia tanpa sadar menyentuh liontin berlian dingin di dadanya itu.
"Terima kasih banyak Bayu, ini adalah hadiah terindah yang pernah aku terima seumur hidupku."
[Ding!]
[Peringatan Sistem! Tingkat keintiman Tuan dan target telah mencapai batas maksimal Pra-Pasangan.]
[Hanya butuh satu deklarasi cinta resmi untuk mengubah status target menjadi Pasangan Sah Tuan.]
[Sistem menyarankan Tuan untuk tidak terburu-buru dan menikmati proses pendekatan romantis yang elegan ini.]
Bayu tersenyum tipis merespon saran dari sistem yang kebetulan sejalan dengan pemikirannya saat ini.
Dia tidak ingin merusak suasana romantis ini dengan paksaan status yang terlalu cepat.
"Sama-sama bidadari, pakailah kalung ini setiap hari agar kamu selalu ingat bahwa aku ada untuk menjagamu."
Malam di vila Puncak itu semakin larut ditemani oleh obrolan hangat dua anak manusia yang sedang dimabuk asmara.
Sementara di kejauhan sana, badai besar sedang dipersiapkan oleh Star Talent untuk menghancurkan kebahagiaan Bayu.
Namun dengan kekuatan sistem dan dompet tanpa batas di tangannya, Bayu sama sekali tidak merasa takut akan badai sekecil apa pun.