Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:610
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Puncak Menara dan Sang Archon

​Dengan terputusnya kabel transmisi liar di Ruang Kontrol Reaktor Utama, aliran daya menuju lantai atas Kota Benteng Valoria seketika terhenti. Lampu-lampu uap di sepanjang koridor berkedip liar sebelum akhirnya padam total, digantikan oleh pendar biru keemasan dari senjata komposit tim Ordo Roda Bintang yang telah terisi penuh.

​BZZZZZZT!

​Cheon Ryeon melangkah keluar dari lif baja bawah tanah, memimpin timnya memasuki Aula Utama Valoria—sebuah ruangan raksasa berdinding batu pualam hitam dengan pilar-pilar besi bertingkat.

​Di ujung aula, di atas takhta batu bertakik emas, duduk seorang pria tua bertubuh jangkung mengenakan jubah keemasan tebal bercorak pedang bersilang. Di dadanya terpasang sebuah unit kontrol kristal yang terhubung langsung ke tulang belakangnya: Grand Archon Uther.

​Di sekeliling takhta, lima puluh prajurit mekanis generasi terbaru berdiri siaga dengan zirah baja berlapis pelindung magnetik.

​"Para penyusup dari benua timur..." suara Uther bergemuruh dari pemancar suara di lehernya, dingin dan tanpa nada. "Kalian memutus pasokan daya Reaktor Indukku. Kebodohan yang luar biasa."

​"Yang bodoh itu memakai Reaktor Fusi tanpa mengerti sirkulasi stabilisasinya," sahut Ryeon datar sambil melangkah tenang ke tengah aula. "Kau cuma menyedot daya secara liar dan merusak struktur inti reaktor."

​Uther tertawa serak, tawa mekanis yang membuat pilar-pilar besi bergetar.

​"Kau bicara seolah-olah kau paham soal teknologi para Dewa ini, Bocah!" bentak Uther murka. Ia mengangkat tangannya yang terbungkus sarung tangan baja mekanis. "Ratakan mereka!"

​BAM! BAM! BAM!

​Lima puluh prajurit mekanis menerjang serentak! Langkah kaki besi mereka membuat lantai pualam hancur berantakan. Senjata gergaji kinetik dan meriam uap bertekanan tinggi menyembur liar mengincar tim Ryeon!

​"Son-mi, Jin-Bao, buka muatan maksimum!" komando Ryeon dingin.

​"Siap, Bos!"

​Gong Son-mi menghentakkan perisai kompositnya yang kini memancarkan pendar cahaya keemasan terang akibat injeksi energi Reaktor Induk.

​BOOM!

​Sebuah Kubah Kejutan Kinetik berdiameter dua puluh meter meledak dari perisai Son-mi! Gelombang kejutan transparan menyapu belasan prajurit mekanis terdepan, melempar tubuh-tubuh besi itu hingga hancur terbentur dinding batu!

​Di saat yang sama, Tang Jin-Bao mengarahkan meriam tekanan gas portabelnya ke langit-langit aula.

​CTAK!

​Selongsong amunisi mikro-karbon yang dialiri frekuensi pembalik meledak di udara, menyebarkan gelombang elektromagnetik yang melumpuhkan sirkuit lima puluh prajurit mekanis seketika!

​CRACKLE! BZZZZT!

​Satu per satu prajurit mekanis raksasa itu kejang-kejang, mengeluarkan asap hitam dari persendian mereka sebelum roboh tersungkur bagaikan patung besi tua!

​Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh detik, seluruh pasukan kebanggaan Valoria dilumpuhkan total!

​Uther terbelalak kaget dari atas takhtanya. "B-Bagaimana bisa?! Gelombang penyahaktifan jaringan?!"

​Jaegal So-yeon melangkah maju anggun, mengibaskan kipas sutra peraknya dengan senyum tipis yang sarat ketajaman taktik. "Sains tidak pernah bisa dikalahkan oleh tenagaku kaku yang dipaksakan, Archon."

​Uther berdiri dari takhtanya dengan amarah membara. "Kalau begitu, aku sendiri yang bakal mencabut nyawa kalian!"

​VRRRRR!

​Unit kontrol kristal di dada Uther menyala terang! Zirah baja di tubuhnya mengembang, menyatukan pipa-pipa uap dan kristal energi fusi menjadi sebuah Zirah Tempur Raksasa!

​Ranah Grandmaster Puncak (Mechanical Integration)!

​Uther melesat turun bagaikan meteor emas, mengangkat pedang besi raksasanya yang membara untuk membelah Ryeon!

​SWOOSH!

​Namun, di mata analitis Cheon Ryeon, pergerakan Uther hanyalah akumulasi energi yang sangat kacau dan penuh titik kelemahan.

​"Terlalu banyak celah," bisik Ryeon.

​Menggunakan Prinsip Resonansi Kinetik Kuantum berfrekuensi 10.000 Hertz, Ryeon melangkah satu tindak ke samping, memutar tubuhnya dengan gerakan biomekanika mulus.

​TAK!

​Ujung pedang tipis mikro-karbon Ryeon menancap presisi tepat di titik persambungan unit kontrol kristal di dada Uther!

​BZZZZZZZZZZT!

​Pendar cahaya biru keemasan dari Reaktor Induk meledak menembus zirah Uther! Reaksi pembalikan frekuensi seketika membakar seluruh sirkuit mekanis yang tersambung ke tulang belakangnya.

​"GUAAGHAHAHH!"

​Uther menjerit histeris saat Zirah Tempur Raksasanya hancur berkeping-keping dari dalam! Tubuhnya terlempar ke udara sejauh belasan meter sebelum jatuh tersungkur keras di depan takhtanya sendiri!

​BRUK!

​Keheningan melingkupi seluruh Aula Utama Valoria.

​Grand Archon Uther terkulai lemas tak berdaya. Kristal kontrol di dadanya telah retak dan padam total.

​Ryeon menyarungkan kembali pedang mikro-karbonnya dengan bunyi KLIK yang jernih, lalu menatap Uther dengan mata hitam yang dingin.

​"Benua Barat... dan teknologi Reaktor Induk ini... sekarang berada di bawah kendali Ordo Roda Bintang," ucap Ryeon jernih.

​So-yeon, Son-mi, Jin-Bao, dan Baek Hyun mendekat, menatap kemenangan mutlak mereka dengan binar bangga.

​Dengan jatuhnya Valoria dan diamankannya Reaktor Induk, ekspansi Sang Jenderal Sains di Benua Barat resmi mencapai puncaknya!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!